Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 68(revisi)


__ADS_3

Kepala Penjahit yang sudah masuk ke dalam ruangan Clara. Yang dimana kepala penjahit melihat Clara yang duduk dimaja dengan beberapa dokumen yang diatas meja.”Nyoya mencari saya ada apa ya,”kata kepala penjahit.


“Aku ingin kamu membuat pakaian dengan desain yang aku buat. Bahan yang kamu gunakan dari hasil produksi milik kita. Apa kamu sanggup untuk membuatnya,”kata Clara yang memperlihatkan hasil desain yang dia buat. Kepala pelayan yang melihat desain yang dibuat nyonya merasa terkejut dan merasa takjut dengan gambar yang rincih dengan penjelasannya.


“Bagaimana?,”kata Clara yang menuggu hasil dari jawaban dari kepala penjahit.


“Saya sanggup nyonya,”ucap kepala penjahit. Setelah kepala penjahit menyanggupi rancangan desain yang dibuat oleh Clara dia segera pergi dan pergi ke ruangan kerjanya dimana dia berada.Sementara itu Clara yang melihat kepala penjahit yang sudah pergi hanya bisa melanjutkan dokumen yang menumpuk.


Waktu terus berjalan Clara yang telah selesai dan bersandar di kursi dengan melihat ke luar jendela dengan semua yang sedang sibuk. Clara yang mendapatkan pesan dari elang putih yang mendarat di ruang kerja Clara menghampirinya. Clara yang mengambil surat yang diantarkan oleh elang putih. Dimana pesan itu berasal dari pasukan tersembunyi yang memberitahukan kepada Clara kalau beberapa kerajaan sedang mengawasinya. Dalam pesan itu juga mengatakan kalau organisasi KejBar juga menyuruh mata-mata untuk mengamati wilayah utara.


Clara yang sudah membaca pesan itu langsung membakar dan kemudian memberikan balasan untuk mengawasi balik. Clara yang sudah memasukan pesan yang ia tulis kemudian dia melepaskan elang putih. Tapi pada saat ia melepaskan elang putih putra mahkota Timalaya melihatnya. Azarata hanya terdiam menatap saja sampai akhirnya dia kembali ke fokus lain.


Clara yang dengan santai kembali bersantai sampai pelayan datang mengantarkan cemilan dan teh. Setelah pelayan pergi Clara kembali memikirkan apa yang ia akan lalukan. Tapi pada saat itu Clara tidak sadar kalau Kay datang mengunjungi Clara.


“Apa yang kamu lihat,”ucap Kay dari belakang. Karena Kay sudah mengetuk tapi tidak ada jawaban dia membuka pintu dan melihat Clara menatap ke arah lain. Clara yang terkejut menoleh ke arah suara dan nampak Kay yang berdiri di belakangnya.


“Paman Kay kenapa paman ada disini,”kata Clara.


“Kenapa apa tidak boleh aku datang ke sini. Tapi apa yang kamu lamunkan sampai kamu tidak mendengarkan ketukan pintu dariku,”kata Kay.


“Maaf paman banyak pikirkan yang sedang diproses,”ucap Clara yang tersenyum.


“Pikiran apa jika kamu mau paman bisa membantu. Tapi Clara elang putih yang datang ke sini apa itu dari pasukan tersembunyi,”ucap Kay.


“Itu benar kalau ada mata yang menyelinap dan mencari tahu apa yang dilakukan wilayah utara,”kata Clara.

__ADS_1


“Jika itu benar bukan kamu harus bilang kepada Martin bukan,’kata Kay.


“Paman tidak usah khawatir karena ada mata lain yang juga sedang menyelinap pergi ke tempat musuh. Tapi paman apa Clara bisa bicara dengan kakek,”kata Clara.


“Jika kamu rindu kamu bisa pergi ke tempat kakek. Kenapa harus minta izin kenapa paman. Tapi apa yang ingin kamu bicarakan dengan kakek sampai kamu meminta izin,”ucap Kay.


“Aku hanya ingin melanjutkan pembicaraan waktu itu saja. Aku masih belum tahu soal kejadian yang menimpa ibu,”kata Clara.


“Apa yang ingin kamu ketahui Clara. Kamu sekarang sudah ada disini dan kakakku juga sudah tidak ada untuk apa kamu ingin tahu yang sudah terjadi,”kata Kay yang masih tidak ingin membicarakan tentang Erina.


Clara yang melihat raut wajah dari Kay hanay bisa mengganti topik saja.”Paman apa kehidupan paman di wilayah timur baik-baik saja,”ucap Clara. Tapi Kay yang mendengar kalau Clara mengganti topik pembicaraan hanya bisa menjawab dengan santai.


“Apa yang ingin kamu ketahu dari wilayah Timur Clara,”kata Kay.


“Semuanya termasuk pertahanan dan dagangan mereka yang paling utama itu tentang apa,”ucap Clara.


“Paman tidak usah berpikir yang aneh aku tidak melakukan itu. Aku hanya ingin mencari informasi soal dagangan dan iklim di wilayah timur saja,”ucap Clara.


“Apa ini tentang masalah kerja sama itu,”ucap Kay sambil berpikir. Clara hanya menganggu saja sampai Kay memikirkan apa yang akan dia katakan kepada Clara. Tapi pada saat dia hendak ingin membuka mulut terdengar suara ketukkan pintu. Suara yang tidak asing bagi Clara dan Kay dan suara yang hangat.


“Masuk Kakek,”ucap Clara yang tahu siapa yang datang.


Gland yang masuk ke dalam ruangan kerja Clara dimana dia melihat ada Kay yang sudah bersama dengan Clara.”Ayah kenapa ada di sini,”kata Kay.


“Ayah yang harusnya bertanya kenapa kamu ada disini,”ucap Gland.

__ADS_1


“Aku hanya ingin bicara santai dengan Clara saja.Apa tidak boleh ayah,”kata Kay.


“Kakek ayo duduk,”ucap Clara yang menuntun Gland untuk duduk didekat dia.


“Apa yang kalian bicarakan,”ucap Gland. Setelah Gland duduk dan ingin tahu apa yang mereka bicarakan.


“Aku hanya ingin tahu kondisi wilayah Timur saja,”ucap Clara yang tersenyum. Dimana Clara yang menuangkan teh kepada mereka berdua dimana Kay membuka mulut untuk memberitahukan kondisi wilayah timur. Didekat laut dan sebagian dari mereka adalah nelayan dan sumber makan mereka adalah ikan laut. Tapi ada juga sayuran di wilayah yang masuk ke dalam daratan yang menjual sayuran.


Tapi pokok hasil yang menguntungkan disana adalah hasil laut. Untuk pakaian di sana lebih cenderung tipis karena iklan yang hangat. Tapi ada juga musim dingin di bulan tertentu. Clara yang mendengar itu sambil menulis bagian yang penting.


“Apa yang kamu tulis Clara,”kata Gland yang melihat tangan Clara yang bergerak mengumpulkan informasi.


“Aku hanya menulis bagian yang penting. Tapi kata paman Kay fasioan disana berbaju tipis ya,”kata Clara sambil mencoba membuat satu gambar yang sesuai dengan wilayah timur.


“Itu benar tapi untuk pria juga ada yang terlihat gagah dan nyaman untuk digunakan sata bekerjan saja,”ucap Kay.


“Memangnya pekerjaan disana paling banyak apa,”kata Clara.


“Nelayan, pembisnis atau penjual, untuk ksatria bisa dibilang nomer dua dari kerajaan Matahari,”kata Gland.


“Nomer dua. Jika nomor dua ada banyak minat dari penduduk sekitar yang ingin menjadi ksatria,”kata Clara.


“Itu benar setelah Nelayan. Tapi ksatria ini juga bekerja di kapal,”kata Kay.


“Kapal. Pertahanan keamanan laut,”ucap Clara. Gland dan Kay hanya diam saja. Tapi melihat Clara yang antusias tidak bisa mengatakan apa-apa.

__ADS_1


“Jika begitu pakaian ini bisa digunakan untuk para wanita dan ksatria disana,”ucap Clara yang telah selesai membuat beberapa desain. Gland yang ada disampingnya segera mengambil lembaran itu. Kay yang ada didepan berdiri dan berjalan ke arah Gland dimana Kay melihat dari belakang. Gland dan Kay yang melihat hasil gambar pakaian yang dibuat oleh Clara sangat takjut. Ditambah lagi ada rincihan pembuatannya dan ada juga jenis bahan yang tidak biasa.


“Bahan apa ini?,”ucap Gland. Clara hanya tersenyum saja kepada mereka. Apa yang dibuat oleh Clara dengan bahan yang dia bawa tersebut. Gland yang tdak tahu hanya bisa menuggu saja hasilnya yang dibuat.


__ADS_2