
Martin yang kembali duduk karena perkataan Clara. Tapi Martin masih tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Clara sampai dia berkata untuk menggunakan pembunuh yang ingin nyawanya itu. Gland yang juga bersama yang lain ikut menatap ke arah Clara.”Clara apa yang kamu rencanakan,”ucap Gland.
“Aku berencana untuk menggunakan mereka untuk masuk ke kandang harimau. Tadi saya sudah mengatakan kalau ratu hendak menakkulan wilayah timur. Aku meminta mereka untuk ikut masuk mencari informasi. Saat informasi penting datang kita bisa menutup kemungkinan terjadi bencana bukan,”ucap Clara.
“Maksud kamu ingin memanfaatkan pembunuh ini. Menjadi mata-mata yang berpihak kepada kita begitu Clara,”ucap Azarata.
“Itu baner,”kata Clara.
“Tapi apa ratu tidak akan curiga dengan pembunuh kamu datang ke tempat ratu,”ucap Baned.
“Itu tidak usah dikhawatirkan karena semua akan sesuai alur,”ucap Clara yang juga sudah menyiapkan kejutan lain. Kay dan Baned yang melihat wajah Clara seperti menyembunyikan rencana lain.
“Baiklah jika itu rencana kamu. Tapi dia tidak sampai melukai kamu bukan,”ucap Martin disampingnya yang memengang tangan Clara.
“Dia tidak akan bisa menyentuhku. Sementara itu orang kamu juga menolongku. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Clara yang tersenyum. Martin yang mendengar itu sedikit lega sampai Gland mengulang kembali apa yang dikatakan oleh Clara.
“Clara tadi kamu berkata kalau ratu bekerja sama dengan wilayah barat apa itu benar,”ucap Gland.
“Untuk itu masih tidak pasti karena ada dari organisasi KejBar yang datang menyusup ke wilayah utara. Tapi mereka sudah ditangani 60 orang dan 40 orang lagi tidak tahu kabarnya,”kata Clara. Semau yang mendengar hanya terdiam saja sampai dimana mereka tidak bisa membicarakan yang lain. Setelah kekcauan yang ada, karena semua terlihat lelah mereka semua kembali ke kamar.
Clara yang juga kembali ke kamar untuk istirahat. Sementara di tempat lain pembunuh yang bersama dengan Goro hanya terdiam saat mereka ditinggal.”Hai kamu Goro kenapa putra mahkota Timalaya ada di sini,”ucap Pembunuh.
“Dia datang ke sini bersama dengan keluarga Bringdah yang di usir.Kenapa kamu tanya, apa kamu tidak tahu informasi ini,”ucap Goro.
“Tidak hanya saja kenapa suasana tadi agak mencekam ya,”kata pembunuh.
“Bagaimana tidak inikan ulah dari ratu kamu ini membawa monster bermata satu dan musuh yang datang setelah penyerangan pertama,”kata Goro.
__ADS_1
“Aku tahu tapi bagaimana bisa nyonya kamu ini bisa mengalahkan semuanya,”kata Pembunuh.
“Mengalahkan semuanya kamu tidak tahu aku akan beritahu kamu jika aku mendapatkan izin,”ucap Goro yang segera pergi. Sementara di belakang mereka Moza datang dan merangkul mereka berdua.”Apa yang kalian bicarakan seru sekali,”kata Moza.
“Moza kamu sudah ada disini ternyata,”kata Goro.
“Kalian di sini ternyata,”ucap Derek.
“Ada apa,”ucap Moza.
“Kamu membunuh nyonyaku sekali lagi. Aku akan membunuhmu,”ucap Derek.
“Kamu percuma berkata seperti itu. Dia bisa jadi menjadi kawan kita bukan, tapi bukan kamu pernah merasakan racun yang sama dengan dia bukan,”kata Goro sambil menunjuk ke arah pembunuh.
“Apa maksudnya bubuk racun dia juga menggunakan kepada dia,”kata Derek.
“Iya hanya saja level berbeda kamu tahukan bubuk yang digunakan nyonyaku sangat efektif untuk membunuh pembunuh yang terlatih,”ucap Goro.
Selesai berbincang mereka segera kembali ke tempat mereka masing-masing. Tapi pembunuh yang ikut dengna Goro dan Kal untuk menjelaskan misi yang harus dia lakukan saat bersama dengan ratu. Tapi di tempat lain salah satu dari 100 orang yang datang ke utara hanya satu orang yang selamat tapi dengan penuh luka. Dimana orang itu memberitahukan kalau wilayah utara tidak bisa ditembus karena pertahanannya.
Pimpinan dari organisasi KejBar yang mendapatkan informasi merasa kalau semua yang dia lakuakn sia-sia.”Apa informasi itu semua benar,”ucap pimpinan kejbar.
“Itu banar bos. Tapi apa benar kita akan membantu ratu matahari untuk menaklukan wilayah utara,”kata bawahan yang selamat.
“Untuk sementara ini kita harus mencari informasi yang lebih lanjut dulu. Minta tim mata-mata untuk mencari informasi tentang wilayah utara,”kata pimpinan kejbar. Setelah bawahan selesai melaporan dia segera pergi untuk pengobatan. Sementara ditempat lain Clara yang ditemani oleh Martin. Mereka tidur disatu keranjang yang sama setelah mereka menikah.
Tapi Clara yang masih belum terbiasa dengan Martin dalam satu kamar masih sedikit cangkung.”Kenapa kamu diam saja disitu ayo tidur,”kata Martin sambil menepuk kasur disampingnya. Clara yang berjalan pelan setelah dia berganti pakaian. Clara yang duduk langsung berbaring disamping Martin.
__ADS_1
“Apa kamu takut denganku sampai kamu bersikap seperti itu,”ucap Martin.
“Tidak,”ucap Clara yang melihatnya.
“Jika tidak apa kamu merasa tidak enak dengan kita tidur bersama,”kata Martin yang telinganya dekat dengan wajah Clara. Clara yang merasa ada hembusan saat Martin bicara dengan dirinya melihat ke arah Martin. Dimana mata mereka saling bertemu satu sama lain. Martin yang melihat mata Clara yang terlihat indah dengan rambut yang tergerai cantik. Membuat Martin semakin dekat dengan bibir Clara.
Clara yang merasa jantungnya berdebar saat mereka bertatap satu sama lain. Bibir keduanya hampir mendekat sampai terdengar suara ketukan pintu yang membuat keduanya tersadar dan memalingkan wajah mereka.”Siapa diluar?,”ucap martin yang mencoba tenang.
Sedangkan Clara yang berwajah memerah dengan jantung yang masing berdetak kencang.”Ini saya Mori mengantarkan lentera,”ucap Mori.
“Kamu kembalilah sudah ada lentera yang tersisa,”ucap Martin. Mori yang mendengar itu segera pergi. Sementara Martin yang melihat Clara yang menatapnya yang kemudian dia malu dan menutup wajahnya. Dimana kemudian mereka tertidur karena merasa cangkung setelah apa yang mereka pikirkan tadi. Malam yang pajang dan sunyi setelah kekacauan yang terjadi. Gland yang bertemu dengan putra mahkota dan kedua putranya.
“Putra mahkota apa anda ingin segera kembali ke timut. Tapi apa anda sudah memberikan pesan kepada raja soal informasi ini,”ucap Gland.
“Informasi sudah sampai, tapi masih belum ada kabar dari raja. Tapi apa benar informasi ini benar. Kalau kerajaan Matahari ingin menyerang kerajaan Timalaya,”ucap Azarata.
“Itu masih dugaan.Tapi saya percaya dengan Clara kalau dia tidak akan berbohong,”ucap Kay.
“Kamu percaya dengan keponakan kamu yang baru ketemui. Tapi apa benar dia adalah putri dari Erina,”ucap Azarata.
“Apa putra mahkota tidak percaya dengan keluarga kami. Kami tahu benar kalau dia adalah Clara yang kami cari dari informasi yang kami dapatkan,”kata Baned.
“Aku tahu kalian mencari keponakan kalian. Tapi kenapa dia bisa melakukan semua ini apa lagi raja atau ayahnya saja tidak suka dengan Clara,”kata Azarata.
“Bukan anda sudah tahu kenapa raja tidak suka dengan Clara bukan,”ucap Baned.
“Di tambah lagi dia mendapatkan informasi ini karena kemampuan dia,”ucap Kay.
__ADS_1
“Apa yang kamu katakan Kay,”kata Baned.
“Aku hanya mengatakan itu kemampuan yang disembunyikan oleh Clara. Jika anggota kerajaan tidak tahu bagaimana kita bisa tahu,”ucap Kay. Semua terdim setelah mendengar perkataan dari Kay. Tapi setelah iu kejadian apa lagi yang akan didapatkan oleh wilayah utara?.