Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 58(revisi)


__ADS_3

Moza yang tidak tahu merasa gelisah saat dia ada diluar. Setelah dia melihat kalau Goro ada ditempat dia berada. Membuat Moza merasa firasat kalau Clara dalam bahaya.”Kenapa kamu diam saja,”ucap Moza.


“Kamu tenang dulu fokus di depan. Clara akan baik saja, walaupun ada pembunuh datang. Di tambah lagi ada penjaga yang mengawasi dia. Jadi dia akan baik saja,”ucap Goro. Tapi dalam hatinya dia juga mersa gelisah.


“Apa hanya dengan penjaga yang ada Clara bisa selamat. Apa kamu bodoh saat pertama penyerangan kalian juga ada bukan,”kata Moza yang dingin segera mengambil bubuk es segera dia maju ke depan. Moza yang  merasa gelisah dan tidak bisa menahan perasaanya. Karena dia dalam kondisi tidak baik dia segera menyerang monster bermata satu dengan bubuk yang dia bawa. Sementara Goro yang juga merasa tidak enak meninggalkan  Clara segera dia ingin pergi dari tempat itu.


“Kita kembali Kay,”ucap Goro. Kay yang tidak tahu kenapa wjah Goro terlihat pucat.”Apa yang dia pikirkan sampai dia tidak bisa tenang seperti itu,”batin Kay. Yang dia ingin ketahui tapi langkah Goro terlihat cepat dan dia ingin mengejar dia. Tapi dia sudah ketinggalan Kay memanggil Goro dari belakang. Tapi tidak ada respons dari Goro, karena dia masih fokus pergi. Kay yang tidak tahu hanya bisa mempercepat langkahnya. Sampai Kay bisa mengejar Goro.”Hai Goro kenapa kamu cepat sekali. Apa yang membuat kamu gelisah,”kata Kay di sampingnya setelah dia mengejarnya.


“Aku khawatir dengan nyonya Clara,”kata Goro.


“Clara, memangnya apa yang sedang terjadi sampai kamu khawatir dengan Clara. Dia akan baik saja dengan beberapa penjaga bukan,”kata Kal.


“Apa kamu tidak tahu aku merasakan hawa pembunuh yang kuat lain. Aku tidak tahu dia datang untuk membantu apa untuk membunuh,”ucap Goro. Kay yang mendengar itu hanya berkata,”Kita percepat langkah kita segera. Aku tidak ingin kehilangan keponakanku lagi,”ucap Kay.


Sementara di tempat Clara yang sedang membaca beberapa informasi yang belum dia baca. Sambil menuggu Goro dan Kay. Tapi saat hendak membaca dia merasakan bau darah.”Kal Mori bersiap,”ucap Clara yang masih duduk santai. Kal dan Mori yang segera mengambil beberapa senjata yang dia bisa gunakan untuk bertahan. Setelah mendapatkan senjata itu mereka kembali duduk.


“Apa benar ada musuh datang. Kalau benar ada musuh seharusnya para penjaga akan segera masuk bukan. Tapi kenapa mereka tidak masuk,”ucap Kal.

__ADS_1


“Mungkin saja terjadi sesuatu diluar sana,”ucap Mori.


“Yang dikatakan oleh Mori itu benar. Di luar sudah dibereskan,”ucpa Clara. Sampai dia mendengar suara langkah cepat yang menuju kamar Clara. Tiba-tiba muncul Naton bersama dengan Oben.”Nyonya segera lari ada musuh datang ke sini,”ucap Naton yang setelah membuka pintu. Sementara itu Oben yang mencoba menahan pembunuh itu lewat. Tapi karena kekuatan dari pembunuh yang datang sangat kuat membuat Oben terpental. Naton yang sudah masuk mencoba menghalau musuh yang masuk. Tidak lama kemudian Oben yang terpental segera bangun dan membantu Naton yang sedang bertahan.


Clara yang melihat seperti tidak bisa bergerak. Melihat ke arah Mori dan Kal untuk membantu dengan keduanya memberikan bubuk racun yang satu menghempaskan pedang ke arah musuh.


“Kalian berdua tidak apa-apa bukan,”ucap Clara. Tapi pada saat yang sama pimpinan dari pembunuh yang datang sudah ada dibelakang.


“Kamu masih mengkhawatirkan bawahan kamu sementara kamu akan mati di sini,”ucap pimpinan musuh.


“Apa iya aku akan mati bukan kamu,”ucap Clara yang masih santai duduk melipat lembaran informasinya. Sementara mereka berempat yang melihat kalau Clara sudah disekap oleh mereka para musuh. Naton dan Oben yang melihat itu mencoba untuk bernegosiasi oleh pihak musuh. Untuk melepaskan  Clara. Tapi mereka menolak dan tetap menjalankan misi, untuk membunuh Clara.


Setelah Kal memberikan isyarat Mori mulai bergerak saat tidak ada melihat dengan diam-diam memberikan bubuk kepada musuh yang terlihat fokus melihat ke arah lain.Tapi musuh yang akan diserang oleh Mori melihat dia dan mulai hendak menghenuskan pisau ke arahnya. Tapi Mori yang sudah memberikan bubuk membuat musuh terjatuh. Sementara musuh yang lain juga mulai diserang oleh Kal. Oben dan Naton yang melihat itu juga ikut membantu.


“Jika kalian mulai bergerak lagi tuan kalian akan mati,”ucap pimpiman musuh.


“Kalian tidak usah khawatir dengan diriku. Fokus saja untuk pembersihakn. Aku akan baik saja,”ucap Clara yang sudah tahu kalau posisi dia sedang dalam kondisi tidak baik. Kapan saja dia bisa dipenggal oleh pimpiman musuh. Oben dan Naton yang mendengar itu tidak berani untuk melawan. Tapi melihat Kal dan Mori masih saja membunuh musuh.

__ADS_1


“Kenapa kalian tidak berhenti, nyonya dalam bahaya jika kita mulai menyerang lagi,”ucap Oben.


“Kalian tidak usah khawatir nyonya bisa menjaga dirinya sendiri,”ucap Kal.


“Itu banar. Musuh di belakang dia itu hanya tinggal menuggu dia mati saja,”ucap Mori. Tapi pada saat yang bersamaan bubuk yang diberikan oleh pimpiman musuh sudah bereaksi yang membuat musuh tidak bisa bergerak.


Tapi karena bubuk yang digunakan oleh Clara berbeda dengan bubuk lain. Semua musuh yang ada disekitarnya semua terjatuh, hanya ada musuh di luar kamar saja yang tidak terkena oleh bubuk yang ditaburkan oleh Clara.


“Apa kamu masih hidup,”ucap Clara yang menoleh melihat ke arah pimpiman yang terjatuh.


“Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak aku juga merasa sesak. Apa yang kamu lakukan kepadaku,”ucap Pimpiman musuh.


“Apa yang aku lakukan hanya duduk saja. Itu salah kamu sendiri mencari masalah denganku. Kalau begitu ayao kita mulai,”ucap Clara yang mengambil kipas besinya.


Clara yang siap untuk mengintograsi musuh dengan kejam.”Kalian ini apa tidak bosan datang dan pergi secara tiba-tiba hanya untuk membunuhku dan suamiku. Aku akan melepaskan satu dari kalian jika kalian bisa membuka mulutnya. Apa yang dipikirkan orang yang membayar kalian semua,”ucap Clara yang kembali dudu. Sementara Mori dan Kal yang pergi keluar untuk membereskan semua musuh yang tersisa bersama dengan Oben. Sementara Naton yang bersama dengan Clara di kamarnya dengan musuh yang sudah tdiak bisa melawan Clara.


“Bagaimana apa masih mau tutup mulut. Ohhh iya ada satu hal lagi kalian tidak bisa bunuh diri dengan mudah setelah terkena bubukku atas perintahku sendirinya,”ucap Clara. Mereka hanya diam saja dan tidak tahu harus apa yang mereka ingin katakan kepada Clara. Kondisi mereka yang sudah tidak bisa melawan membuat tubuh mereka tidak bisa bergerak. Sampai mereka mecoba untuk akbar tapi kaki mereka tidak bisa digerakan. Hanya ada pikiran untuk memberikan informasi yang mereka dapatkan.

__ADS_1


“Jadi kalian mau membuka mulutnya atau tidak,”ucap Clara yang masih menuggu. Apa yang akan dilakukan oleh Clara setelah menangkap pembunuh yang masuk ke kastilnya.


__ADS_2