
Clara yang merasa mendapatkan tatapan dari mereka berdua hanya bisa tersenyum dengan posisi dia sedang memakan cemilan roti. Setelah Clara mengunyah roti yang sudah masuk ke dalamnya baru di membuka mulutnya.”Kenapa kalian melihatku dengan tatapan menuggu,”ucap Clara.
“Tentu saja kami menuggu kamu. Tapi bagaimana kelanjutannya cerita kamu nona,”kata Jeni.
“Kelanjutan cerita adalah aku bertemu dengan ratu dan membawaku ke kamar dan dia mencampuk kakiku dengan rotan karena sudah melanggar perintah,”kata Clara.
“Apa.”ucap Jeni dan Moza yang mendengarnya. Tapi Clara masih saja tersenyum kepada mereka seperti apa yang diceritakan tidak pernah terjadi.”Kenapa ratu bisa tega dengan nyonya sudah bisa keluar dari hutan dengan selamat saja sudah bersyukur sekarang malah menghukum, bagaimana bisa itu terjadi,”kata Moza.
“Itu benar, tapi sedikit tidak logis bukan selama sebulan kamu tidak ada di vila. Tapi saat kalian pulang ratu sudah menuggu, bukan ini memang disengaja ya,”kata Jeni yang merasa sedikit aneh.
“Aku juga berpikir seperti itu. Apa benar semua ini adalah ulah ratu yang membenci kamu Nyonya,”kata Moza.
“Aku juga tidak tahu kenapa dia membenciku. Aku saja tidak pernah bertemu dia jika memang sebagai pengganti anak ratu untuk mendapatkan hukuman sebelum penyerangan itu datang ke vila tulip,”kata Clara.
“Pengganti hukuman, apa yang nyonya katakan itu?,”kata Moza.
“Bukan itu wajar ya kita mendapatkan pendidikan jika salah atau tidak paham dia akan dihukum oleh guru yang mengajar kita Tapi karena ratu sayang dengan kedua putranya dia meminta diriku sebagai pengganti putra mereka yang sedang dihukum,”kata Clara.
“Bukan itu terlalu kejam bukan untuk anda nona,”kata Jeni. Moza hanya menganggu saja sampai dimana Erman mengetuk pintu. Clara yang mendengar itu menoleh ke arah pintu dan melihat Erman dan Mori yang bersama.
“Mori kanapa kamu ada disini,”kata Clara.
“Nyonya apa anda sudah baikkan. Tapi melihat anda bisa makan cemilan dan menceritakan masa lalu nyonya anda sudah baik saja,”kata Mori yang merasa lega. Clara hanya tersenyum saja kepada Mori yang datang dan memeluknya.
__ADS_1
”Mori kenapa kamu. Aku baik saja, jadi jangan geliasah seperti itu,”kata Clara.
“Bagaimana bisa aku tidak gelisah tuan Gland itu tidak tahu apa yang sudah anda lalui selama ini. Bagaimana bisa dia marah kepada anda,”kata Mori. Erman yang tadi ada dibelakang Mori duduk didekat tamu yang datang.”Nyonya apa yang ada katakan tadi benar. Kalau anda selama ini di incar oleh ratu,”kata Erman.
“Itu banar. Kau juga tidak tahu kenapa,”kata Clara.
“Apa itu ada kaitannya dengan ibu kamu Nona,”kata Jeni.
“Aku juga tidak tahu akan kejadian itu.Tapi aku rasa ibuku tidak akan melakukan hal itu,”kata Clara.
“Ratu memang tidak suka anda Nyonya dari saat anda ada dikandungan permaisuri. Tapi bagaimana bisa ratu bisa sekejam itu kepada nyonya sampai anda datang ke wilayah utara ini. Dia masih saja ingin membunuh anda,”kata Mori yang dengan wajah kesal.
“Sudah-sudah, jika sudah saatnya dia akan mendapatkan balaskannya. Tapi sebelum itu Mori, buku yang aku bawa saat datang ke sini kamu simpan dimana?,”kata Clara yang teringat ada bahasa yang tidak dimengerti oleh Clara. Karena Clara ingin membaca buku yang dia ambil di ruang bawah tanah yang dia datangi atau saat dia bersembunyi.
“Ada dikamar nyonya. Apa perluh saya ambilkan nyonya sekarang?,”kata Mori.
“Nona tadi dihukum setelah keluar dari hutan bukan. Tapi hukuman itu untuk apa?,”kata Jeni.
Jeni yang berkata seperti itu semua hanya terdiam menatap ke arah Clara Mori yang disampingnya hanya melihat dengan mata berbinar dengan rasa khawatirnya.”Itu hukuman kalau aku tidak ikut kelas untuk mengganti kedua putra mereka belajar. Aku tidak hadir selama sebulan, karena itu aku dicampuk saat aku pulang. Kalau tidak salah aku dicampuk 25 kali,”kata Clara.
“Apa 25 kali,”kata semua yang mendengar dan terkejut termasuk Mori.”Apa nyonya serisu 25 kali dan itu saat itu nyonya berusia berapa,”kata Erman.
“Saat itu berusia 5 tahun jika tidak salah. Masa sednag bertumbuhan,”kata Clara.
__ADS_1
“Tapi saat itu kaki nyonya penuh dengan bercak darah dan nyonya tidak bisa berjalan selama sebulan dan pemulihan juga lebih dari sebulan untuk luka bisa menghilang.Bagaimana bisa ratu melakukan itu semua,”kata Mori yang tidak percaya.
“Apa usia 5 tahun sudah dicampuk 25 kali bukan itu sama saja membunuh bukan,”kata Erman yang tidak percaya dengan semua yang dikatakan oelh Clara.
“Tapi itu benar kenyataannya. Tapi karena itu juga aku tidak bisa keluar dari vila tulip dan hanya bisa membuat kerajian tangan dan bisa dijual, itu juga keuntungan yang tidak terduga karena setelah kejadian itu ratu tidak memanggil aku untuk menggantikan kedua putra mereka dihukum,”kata Clara.
Tapi wajah mereka juga sedikit tidak percaya bagaimana bisa anak umur 5 tahun bisa mendapatkan campukan dan menggantikan hukuman. Clara yang melihat mereka dengan wajah tertunduk dan seperti tidak bisa berkata apa-apa.”Tapi Nyonya apa keluarga anda tahu kalau anda sema menderita ini,”kata Moza.
“Tidak mereka hanya mencari tahu dari luar istana bukan dari dalam istana. Mereka juga datang ke tempat ini karena kabar yang bisa datang itu,”kata Clara.
“Jadi mereka datang setelah kamu ada disini, bukan di istana,”kata Moza. Clara hanya menganggu saja.
“Bagaimana mereka bisa tidak mencari nyonya saat anda menderita di istana,”kata Erman.
“Mungkin mereka masih menyalahkan diriku karena ibu saya mati karena diriku. Mereka tahu kalau aku membawa malapetaka mungkin sampai mereka tidak mencariku. Apa lagi sebelum mereka diusir mereka ingin bertemu dengan ibuku. Tapi mereka mendapatkan kabar kalau ibuku sudah mati, tapi mereka tidak bertanya bagaimana kondisi anak putrinya sendiri. Itu juga aku binggung kenapa mereka tidak mencari aku setelah ibu tidak ada. Tapi mereka segera pergi dari wilayah Matahari,”kata Clara yang tiba-tiba memikirkan kata yang dia lontarkan.
“Untuk apa nona memikirkan itu. Tapi sekarang mereka ada disini bukan,”kata Jeni.
“Itu benar, tapi kita semua masih belum bisa terbuka satu sama lain. Itu permasalahannya sekarang, jadi ada kesalahpahaman di anatara aku dan keluarga ibu,”kata Clara. Tapi dibalik ucapan yang dikatakan Clara masih sedikit ragu apa keluarganya itu mau menerima dia.
Clara yang masih sedikit kecewa dengan keluarga ibunya sementara Clara berharap tinggi. Tapi di saat Clara termenung Azarata datang.”Apa yang kalian sedang bicarakan, serius sekali,”kata Azarata.
“Putra mahkota,”ucap Clara.
__ADS_1
“Clara aku tidak tahu kalau kamu ada disini, bukan kamu tadi ada diparbik mosnter ya,”kata Azarata yang berjalan dan duduk berkumpul dengan mereka didakat Clara.
“Itu benar, tapi aku kembali bersama dengan Martin. Tapi putra mahkota datang ke sini ada apa ya?,”kata Clara dengan sopan. Apa yang membuat Azarata datang menemui Clara?.