Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 47(revisi)


__ADS_3

Setelah monster sudah dikalahkah dengan obat yang dibawa oleh Kat Moza segera mencari Clara. “Dimana nona kamu yang pergi bersama kamu kenapa dia tidak terlihat,”ucap Moza.


“Maksud kamu nona Clara dia sedang bersembunyi sampai kondisi aman,”kata Kal yang sedikit berbohong. Moza yang juga tidak curiga hanya kembali membantu Derek yang sedang kuwalahan menghadapi monster. Setelah beberapa jam kondisi sudah aman dan Clara yang terlihat sudah selesai dengan musuh yang masuk dia pergi menuju Ka.


“Hai kalian apa baik saja disana,”ucap Clara dari belakang Kal yang juga memberikan isyarat.


“Kami sudah membereskan semua monster. Tapi nona kamu tidak terluka bukan,”kata Derek.


“Aku baik saja disini telah selesai, bagaimana jika kita pergi keluar untuk melihat kondisi yang terjadi saat ini,”kata Clara. Setelah melihat sekelilingnya kalau benar aman Derek menganggu dan berjalan didepan untuk keluar dari ruang bawah tanah.


Sementara di tempat lain Martin dan Baned yang sudah berpisah. Sudah kuwalahan menghadapi para monster yang datang. Mereka yang juga mendapatkan luka dari para monster dan tenaga mereka yang sudah lelah. Tapi keduanya masih tetap berdiri untuk bertahan karena dibelakang mereka masih ada yang harus mereka lindungi.


Di sisa tenang para penjaga gerbang pasukan tersembunyi yang sudah sampai membentu beberapa kelompok untuk mereka bisa menyerbar ke berbagai tempat. Membantu pasukan yang masih bertahan. Boy yang memimpin pasukan tersembunyi mulai membantu pasukan wilayah utara.


Tapi karena jumlah yang banyak mereka juga kuwalahan sampai akhirnya datanglah pasukan lain yang tidak dikenal. Yang ternyata itu adalah keluarga Bringdah yang ingin bertemu dengan Clara dengan pasukan Bringdah dan pasukan kerajaan.


“Ayah,”ucap Baned yang melihat dari jauh.

__ADS_1


Martin yang melihat lambang kereta mereka hanya menebak kalau itu adalah lambang Bringdah dan kerajaan yang datang.”Tapi yang datang lebih dulu ini dari pihak mana mereka ada lambang yang tidak asing pasukan tersembunyi,”ucap Martin yang sedikt aneh. Tapi dia tidak perduli karena melihat kondisi wilayah dia juga sedang kacau.


Setelah dia melihat bala bantuan Martin dan prajurit yang lain merasa tertolong dan berterima kasih dengan kedatangan ketiga belah pihak. Keluarga Bringdah, anggota kerajaan dengan pasukan ksatria yang datang dan pasukan tersembunyi. Tapi Martin yang tidak tahu kenapa pasukan tersembunyi mau membantu wilayah utara.”Siapa yang telah membayar pasukan tersembunyi untuk membantu wilayah ini,”batin Martin.


Tapi karena kondisi monster yang datang mulai berkurang dan monster bisa dikalahkan mereka yang sudah beberapa hari bertahan bisa melapaskan lelah. Karena setelah mereka bertiga datang ke wilayah utara para monster bisa ditangani.


Boy yang melihat jumlah monster yang sudah  berkurang dan bala bantuan yang lain juga sudah datang. Pasukan tersembunyi bersama dengan Boy kembali pergi berkumpul bersama dengan Delen. Tapi setelah mereka selesai dan tidak ada masalah Martin menyuruh Erman untuk menyelesaikan sisanya. Karena Martin ingin melihat kondisi Clara yang juga diserang oleh monster.


Martin yang segera berkuda mulai menuju kastil. Baned yang juga ingin menyusul  Martin dihentikan oleh kakek.”Kita harus selamatakan Clara terlebih dulu, untuk cerita nanti,”ucap Baned kepada ayahnya. Ayah Gland yang tidak tahu apa yang sudah terjadi segera pergi bersama dengan Baned dan meninggalkan Kay bersama dengan putra mahkota adik dari istri Kay putri mahkota Timalaya.


“Hai Kay ayah kamu dan kakak kamu mau kemana mereka,”ucap putra mahkota Timalaya yang juga ikut serta membantu melawan para monster yang tersisa.


Sementara di tempat lain di dalam kasil Clara bersama dengan ketiga lainnya sudah keluar dari ruang bawah tanah. Mereka berempat yang melihat kalau para monster sudah dikalahkan dan melihat Naton dan Oben yang berlari ke arah mereka.


“Nyonya Clara apa anda tidak terluka,”ucap Naton yang khawatir karena tidak menemukan nyonya Clara di dalam kamarnya saat monster berdatangan.”Derek kamu bawa nyonya kemana sebenarnya,”ucap Oben.


“Aku bertemu dengan nyonya diruang bawah tanah. Makanya kita bisa bersama untuk ceritanya nanti saja. Tapi bagaimana kondisi di luar sini para monster bagaimana mereka?,”kata Derek mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


“Di luar sudah aman para monster sudah ditangani. Kami juga mendapatkan bantuan dari orang lain yang tidak dikenal. Jumlah mereka juga cukup banyak,”kata Oben menjelaskan sedikit yang dia lihat saat bala bantuan datang.


Di ruang bawah tanah Goro yang bersama dengan Delen teleh selesai dengan monster yang ada.”Pimpinan mereka sudah melewati masa sulit dan ada bala bantuan lain yang datang dari wilayah Timalaya,”ucap Boy datang bersama pasukan tersembunyi.


“Kurasa disini sudah aman. Kamu pergi saja temui nona kamu, jika ada masalah lain panggil kami,”ucap Delen.


“Kalian bawa mereka yang sudah tidak berdaya ini. Mereka akan menjadi budak kita, gorek habis informasi yang mereka dapatkan,”ucap Delen. Dimana anak buah lain membawa musuh dari pihak kedua yang ingin mengacaukan wilayah utara.


“Kami pergi dulu,”ucap Delen yang bersama dengan lain pergi meninggalka  Wilayah.Goro yang melihat mereka pergi juga kembali ketempat nona. Tapi setelah Goro pergi dia melihat adengan yang tidak terduga. Martin yang mengendarai kuda dengan cepat melihat Clara bersama dengan yang lain.


Martin yang tergesa turun langsung berlari ke arah Clara dan memeluknya dimana Martin merasa gelisah dan khawatir. Tapi setelah dia memeluk Clara dia merasa tenang lalu dia melihat Clara dengan seksama.”Apa kamu tidak terluka Clara,”ucap Martin yang penuh dengan luka dan darah ditubuhnya masih mengkhawatirkan Clara.


Clara yang tersenyum hanya memeluk Martin dan berbisik kalau dirinya tidak terluka. Clara yang melihat Martin juga merasa lega kalau Martin juga baik saja dan masih hidup. Setelah Clara dan Martin berpelukan dari arah munculkanya Martin tadi.


Muncul lagi dua kuda yang satu adalah Baned dan satu lagi seorang yang tidak dikenal tapi terlihat sudah tua seperti kakek.


“Clara,”ucap Baned yang turun dari kuda bersama dengan Gland  kakek Clara.  Baned yang segera berlari ke arah Clara melihar Clara kalau dia baik saja.”Paman aku baik saja, tapi dia siapa yang bersama dengan paman,”ucap Clara yang merasa tidak asing dan nyaman dari tatapan kakek Gland.

__ADS_1


Sementara kakek Gland yang turun dengan santai setelah melihat Clara dari jauh. Dia berjalan pelan setelah Baned yang lari. Dimana Gland tidak tahu harus berkata apa kepada cucunya yang sudah lama berpisah lama. Akhirnya bisa bertemu dengan kondisi tidak terduga ini.


“Dia adalah kakek kamu Clara nama kakek kamu adalah Gland, bisa dikatakan kalau dia adalah ayah dari paman dan ibu kamu,”kata Baned sedikit menjelaskan. Clara yang mendengarnya tidak tahu harus berkata apa hanya bisa melihat saja sampai mereka berhadapan satu sama lain. Cerita apa lagi yang akan didapatkan oleh Clara setelah bertemu dengan Kakeknya.


__ADS_2