
Clara yang sudah memastikan tentang informasi yang diberikan terkejut dengan kedatangan monster bermata satu. Clara menoleh ke arah mereka berdua, yang tahu tentang informasi monster.”Bagaimana bisa monster bermata satu ada di wilayah utara. Apa ada informasi tentang ini,”kata Clara ke arah mereka berdua.
“Kami juga tidak tahu kenapa monster bermata satu bisa ada di wilayah utara. Tuan Martin juga sedang mencari tahu tentang ini,”ucap Goro. Clara yang melihat monter tersebut memiliki firasat buruk dengan kedatangan monster timur.”Jadi nyonya apa yang harus kita lakukan,”kata Kal.
Clara yang tidak menjawab hanya diam menatap keluar arah tembok timur berada.”Goro apa kamu dapat informasi tentang pasukan tersembunyi,”ucap Clara sambil ia memikirkan kondisi yang terjadi.
”Pasukan tersembunyi memberikan informasi saat mereka selesai dan hendak pergi. Di tengah jalan mereka bertemu dengan kedua putra ratu yang sedang pergi ke arah Timur. Pasukan tersembunyi juga sudah mengirim Boy untuk mencari tahu,”kata Kal.
“Tunggu dan hubungi mereka untuk informasi lanjutnya. Kal cari tahu tentang monster bermata satu kenapa bisa datang ke sini apapun alasannya,”kata Clara.
Goro cari tahu kelemahan dari monster tersebut dan beritahukan kepada Martin,”kata Clara.
“Baik nyonya,”ucap mereka berdua yang segera pergi dari ruangan Clara. Mori yang berjalan mendekat ke tempat Clara.”Nyonya anda baik-baik saja,”ucap Mori yang mendekat.
“Aku baik saja, jadi tidak usah khawatir. Tapi sebelum itu Mori apa kamu baik saja,”kata Clara.
“Nyonya kamu tidak usah khawatir dengan diriku aku baik saja, hanya saja kenapa dia sampai melakukan seperti ini ya,”kata Clara kepada Mori.
“Saya juga tidak tahu nyonya. Tapi dari pada itu nyonya harus beristirahat bukan,”kata Mori yang merasa kalau nyonya di tempat ini akan selalu ada bahaya yang datang. Mori yang tidak tahu berkata,”Kenapa kita tidak pergi dari sini saja Nyonya agar anda tidak bisa bertemu dengan ratu dan ratu tidak melihat anda.”
Clara yang mendengar itu menghela nafas.”Apa yang kamu katakan itu benar itu baik untuk kita berdua. Tapi untuk orang terdekat kita bagaimana,”ucap Clara yang tahu kalau Mori khawatir dengan dirinya yang selalu dalam bahaya. Tapi saat mereka berdua sedang berbincang Kay yang diminta oleh Ayah untuk menjaga Clara.
__ADS_1
Tapi sudah sampai di depan pintu dia malah mendengar suatu yang tidak dibayangkan oleh dirinya yang tidak bisa berkutik melawan ratu. Tapi Clara yang belum dewasa dan menjalani hidup sudah bisa melawan ratu dengan kemampuan dia.”Apa yang selama ini kamu lakukan Clara. Kenapa kamu bisa sekuat ini,”ucap Kay yang tidak bisa berkata.
Tapi saat kay sedang berbincang dia juga mendengar kalau dia akan tetep melawan ratu dan menolong mereka. “Cukup berani untuk tetep tinggal. Tapi bagaimana dia bisa memiliki kekuatan itu. Tapi bagaimana bisa Clara meminta bantuan pasukan Tersembunyi. Bagaimana dia bisa kenal dengan pasukkan itu,”kata Kay yang sedang berpikir.
Clara yang merasa kalau ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua berjalan ke arah pintu. Dimana Clara membuka pintu dimana dia melihat paman Kay yang didepan pintu.”Paman kenapa kamu ada disini,”kata Clara.
Kay yang terkejut dengan pintu terbuka yang muncul Clara membuat dia terdiam dan tidak bisa menjawab apa yang dikatakan oleh Clara. Clara berkata kembali hingga Kay kembali tersadar.
“Maaf Clara bukan maksud aku menguping pembicaraan kamu,”ucap Kay yang merasa bersalah.
“Aku tahu paman datang ke sini pasti karena kakek yang menyuruh ya. Karena ada monster bermata satu datang,”ucap Clara yang santai.
“Ada apa?,”ucap Clara menatap ke arah Kay.
“Apa kamu baik-baik saja,”ucap Kay.
“Aku baik saja, tapi paman ada hal yang ingin aku katakan. Sejauh mana paman mendengar pembicaraan kami berdua tadi. Aku hanya ingin tahu saja,”kata Clara yang mencari tahu.
“Aku hanya mendengar kalau kamu ada kaitan dengan pasukan tersembunyi dan kamu juga tidak ingin lari dari ratu yang sudah membuat kamu menderita. Tapi dimana Goro kenapa tidak terlihat,”ucap Kay yang melihat ke segala arah.
“Goro sedang mencari tahu kelemahan monster bermata satu,”ucap Clara
__ADS_1
“Kalau soal pasukan tersembunyi. Aku tidak bisa mengatakannya, maaf ya paman,”ucap Clara yang tertunduk. Kay yang tahu kalau Clara masih belum percaya dengan keluarganya karena baru saja bertemu. Clara yang hidup di istana dan mereka yang diasingkan dan tinggal di wilayah Timalaya.”Paman apa yang kamu lamunkan,”ucap Clara yang melihat kalau Kay sedang banyak pikiran.
“Tidak ada. Tapi Clara kenapa kamu mau tetep bertahan di wilayah utara ini,”ucap Kay.
“Kenapa aku masih bertahan karena tempat ini adalah rumahku dan tuan dari wilayah utara ini adalah suamiku. Aku akan tetap disini bertahan dengan suamiku. Karena hanya dia yang mau mendengarkan dan menjaga aku selama ini. Apa paman mau membawaku ke keluarga Bringdah,”ucap Clara.
“Sebenarnya iya. Tapi kami juga tidak ingin memaksa kamu juga,”ucap Kay. Clara hanya tersenyum sampai terdengar suara ledakan yang sangat keras dari arat tembok timur. Clara dan Kay yang segera melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.”Kurasa tembok sudah hampir di tembus,”ucap Kay.
“Aku juga tahu itu paman. Tapi paman apa kamu tahu tentang monster tersebut,”ucap Clara.
“Tidak banyak yang aku ketahui. Tapi monster itu datang ke sini, pasti ada yang menariknya atau juga wilayah timur tempat tinggal mereka hancur atau faktor yang lain,”kata Kay.
“Tapi kenapa harus ke wilayah utara,”kata Clara. Kay yang juga tidak tahu hanya bisa diam saja dan tidak bisa memberikan jawab untuk Clara. Kal datang dengan informasi dari pasukan tersembunyi.”Nyonya,”ucap Kal yang berlari.
“Kal ada apa kamu berlari ke sini,”ucap Kal yang memberikan alat komunikasinya. Tapi karena melihat Kay paman dari Clara disampingnya dia terdiam. Clara yang tahu akan apa yang dikatakan oleh Kal mengambil alat komunikasinya.”Cepat katakan apa yang kamu dapatkan,”ucap Clara yang langsung ke inti masalah.
“Kami menemukan wilayah utara sudah dihancurkan oleh pangeran Cala dan putra mahkota Edwan sedang menuntun para monster bermata satu ke wilayah utara. Jadi apa yang harus kita lakukan, nona,”kata Boy lewat alat komunikasi.
Clara terdiam untuk sesaat untuk menghela nafas dan memikirkan rencana yang bisa membuat mereka berhenti. Tapi Clara tidak menemukan apa yang tidak disukai oleh monster bermata satu.”Nyonya bau belerang,”ucap Goro.
“Bau belerang,”ucap Clara yang kemudian terpikir akan sesuatu. Dimana di wilayah timur tidak ada pegunungan dan tidak ada air panas. Dimana cuaca disana juga terlihat hangat dan tidak terlalu dingin.”Gunakan bubuk es untuk menghambat para monster dan pindahkah haluan ke arah barat. Dimana posko wilayah kerajaan Matahari,”ucap Clara kepada Boy. Clara yang berpikir pada saat itu untuk membalikan keadaan. Apa renacana yang dibuat oleh Clara akan berhasil.
__ADS_1