Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 26(revisi)


__ADS_3

Mori yang sudah datang ke kamar Clara mulai menyiapkan keperluan Clara dari bak mandi sampai pakaian yang akan dikenakan oleh Clara. Karena pagi ini Clara yang akan berjalan melihat wilayah bersama dengan Martin. “Nona oohhh bukan sekarang adalah nyonya Clara,”kata Mori yang mengubah panggilannya.


Clara yang tersenyum mendengar perkataan dari Mori hingga dia berkata lain soal persiapan Clara di pagi hari. “Apa keperluan mandi sudah selesai aku ingin segera membersihkan tubuhku,”kata Clara.


“Sudah nyonya,”kata Mori dengan wajah sopannya. Clara yang masuk ke dalam kamar mandi berendam dalambak air denga taburan bunga mawar. Di dalam kamar mandi Clara bisa merasa bisa bersantai dan damai. Tubuh yang terlihat indah kurus dan mulus telah terenda air di bak mandi. Tapi ada sedikit luka yang tidak bisa disembuhkan oleh Clara di punggu cantiknya.


“Hari yang indah ini, sudah lama aku tunggu,”kata Clara yang merasa hatinya senang. Selesai mandi Clara dengan biasa melakukannya dengan sendiri saat berpakaian saja dia dibantu oleh Mori. Clara yang masih belum terbiasa dengan kondisi yang berubah disekelilingnya. Tapi dengan perubahan ini Clara ingin melakukan hal yang dia tunda selama ini.


Clara yang keluar dari kamar mandi dimana ada beberapa pelayan lain yang datang membantu Mori berpakaian baju. Baju yang dia bawa yang sederhana tapi membuat Clara nyaman. Pelayan dikediaman Martin yang sedikit bingung  dengan pakaian yang digunakan oleh nyonya baru mereka,  tapi karena tidak ingin membuat gelisah mereka hanya diam saja. Tapi Clara yang melihat sikap para pelayan hanya bisa tersenyum.


“Jika ada yang ingin kalian tanyakan katakan saja. Saya tidak akan marah,”ucap Clara dengan santai.Clara yang sedang merias diri kedatangan Martin dan sekertaris Oben ke kamarnya.


“Nyonya tuan Martin mencari anda,”kata pelayan yang menyambut mereka.


“Biarkan mereka masuk,”kata Clara yang mendengar langkah kakinya. Walaupun terdengar bisik Clara sudah terbiasa dengan suara langkah Martin.


“Apa tidur kamu nyenyak Clara,”kata Martin yang masuk.


“Iya,tapi kamu datang bersama dengan sekertaris kamu. Pasti kamu ingin membahas masalah yang kemarin malam ya,”kata Clara yang berdiri.


“Itu benar,”kata Martin yang mencari tempat untuk dia duduk bersama dengan Oben.


Tanpa Clara menawarkan tempat duduk mereka sudah duduk lebih dulu hingga mereka mulai berhadapan untuk saling berbicara satu sama lain. “Jadi mau membahas masalah yang mana dulu ini,”kata Clara.

__ADS_1


“Sebelum itu aku ingin tahu lebih dulu tentang kerajinan yang kamu buar itu. Apa kamu bisa perlihatkan kerajian yang bisa membuat kita mendapatkan dana yang cukup untuk wilayah,”kata Martin.


“Mori tolong bawakan kerajinan yang kita buat,”kata Clara. Mori yang segera mengambil hiasan itu yang ada di dalam koper. Setelah mengambilnya Mori memberikan kepada Martin dan sekertarisnya.


“Ini hiasan yang dibuat oleh Nyonya Clara saat ada di kerajaan Matahari,”kata Mori. Martin dan Oben melihat hiasan ini tidak asing.”Bukan ini terbuat dari kain  monster yang kami jual bukan,”kata sekertaris Oben.


“Itu benar kain yang dihargai murah oleh pedagang tapi saat menjadi barang hiasan ini akan menjadi mahal di luar wilayah lain,”kata Clara.


“Apa kamu sudah pernah menjualnya,”kata Martin.


“Jika kamu ingin tahu hasil dari penjualan ini kamu bisa bertanya kepada Kal dan Goro karena aku sudah memberikan tugas ini kepada mereka berdua,”kata Clara.


“Panggil mereka berdua ke sini,”ucap Martin yang menyuruh pelayan untuk memanggilnya. Sambil menuggu mereka membicarakan soal barang yang datang ke sini.


“Ya aku sudah mencari tahu kondisi wilayah ini yang sangat sulit karena cuaca yang tidak baik. Karena itu aku harus mencari relasi dengan wilayan dan pedangan untuk membantu kelangsungan wilayah ini,”kata Clara.


“Kenapa kamu bisa berpikir sejauh ini tentang tempat yang belum kamu kenal,”kata Martin.


“Itu benar karena kamu sekarang adalah suamiku aku juga harus membantu kamu. Karena selama ini tidak ada yang mendukungku karena ada kamu aku bisa merasa sedikit aman bukan,”kata Clara yang tersenyum.


“Kamu belum mengenal aku dengan baik tapi kamu membantuku.Apa kamu tidak akan rugi nanti,”kata Martin yang mencari cela dari semua pambahasan yang ada. Clara hanya menggelengkan kepalanya saja sampai teh untuk mereka sudah datang dimana pelayan menyajikannya untuk mereka bertiga.


Teh yang sudah dituangkan membuat mereka bisa santai dengan suasana yang ada. Tapi tiba-tibaterdengar suara keributan dari balik pintu yang membuat mereka melihat ke arah pintu masuk. Clara melirik ke arah Mori untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi diluar. Tapi melihat sikap Clara Martin merasa ada yang eneh dengan Clara sehingga dia menyimpulkan kalau pendengaran Clara itu baik.

__ADS_1


“Apa pendengaran kamu itu sangat baik Clara,”ucap Martin dengan santainya.


Clara tidak menjawab pertanyaan dari Martin hingga datang Kal dan Goro bersama dengan Mori di balik pintu masuk. “Kalian datang bersama,”ucao  Clara.


“Itu nona kurasa terjadi masalah di luar barang yang kita bawa masih kurang. Para penduduk masih  meminta jatah,”kata Mori menjelaskan kondisi yang dia lihat.


“Aku tidak tahu soal itu .Martin bisa kamu jelaskan apa yang sudah terjadi sebenarnya,”kata Clara.


“Aku tahu kamu akan bertanya seperti itu. Obon berikan data itu kepada Clara sekarang,”kata Martin. Obon yang memberikan data wilayah kepada Clara. Clara dengan santai membaca data yang dia berikan. Kalau wilayah yang dimiliki Martin ternyata luas dan barang yang dibawa masih kurang.


“Aku tahu barangnya kurang. Tapi aku juga perluh bantuan kalian menyediakan tenaga kerja untuk membawa barangnya,”kata Clara.


“Karena mereka sudah datang ke sini. Kalian buka mulutlah,”kata Clara kepada Kal dan Goro yang sudah datang di ruangan  Clara. Kal dan Goro saling memandang satu sama lain sampai Kal membuka mulut.


“Karena sudah mendapatkan izin saya akan katakan kalau barang yang kalian minta sudah ada ada, hanya saja untuk datang ke tempat ini membutuhkan waktu. Apa lagi jumlah monster yang datang bisa membuat barang yang kami bawa bisa hancur. Jika bisa tolong kirimkan beberapa ksatrai untuk kami bisa mengambil barang yang sudah kami tempatkan  itu,”kata Kal.


“Jika semua sudah di siapkan. Kami akan membantu untuk mengambilnya. Tapi biayanya bagaimana?,”kata Martin.


“Biaya sudah terbayar dengan kontrak yang sudah disepakati oleh saya dan Nyonya Clara,”kata Kal.


“Kamu tidak usah khawatir dengan uang biaya tersebut, karena semua sudah lunas. Untuk produk yang kamu hasilkan itu bisa dikatakan sangat menguntungkan jika kamu mengolah lagi dengan barang hasil kerajinan yang berkulitas,”kata Clara.


“Itu benar. Tapi bagaimana kamu bisa menjualnya,”kata Martin. Clara mengangkat tangannya dimana Mori segera mengambil barang kedua yang sudah disiapkan untuk wilayah. “Di dalam situ ada cara pembuatan kerajinan tersebut. Tapi itu juga tidak gratis aku hanya ingin bebas dan di izinkan melakukan hal yang aku sukai. Termasuk dalam mengelolah tanah wilayah ini.Apa tidak masalah,”ucap Clara.

__ADS_1


“Aku tidak tahu sejak kapan kamu menyelidiki wilayah kami sampai kamu bisa melakukan semua ini,”kata Martin yang merasa senang dengan Clara. Jadi apa yang akan dilakukan oleh Clara setelah pembicaraan dengan Martin suskses dengan kedua saling menguntungkan.


__ADS_2