
Malam datang dimana Clara yang melihat bulan bersama dengan Martin di ruang kerja Clara. Martin yang dengan lembut memeluk Clara yang sedang bersedih dibawah sinar rembulan dengan dinginnya malam.
Tiba-tiba suara ketukan datang membuat keduanya menoleh ke arah pintu.”Siapa yang datang malam-malam ini,”kata Martin. Tapi disaat yang sama Naton membuka pintu bersama dengan Mori.”Nyonya ada putra mahkota yang ingin bertemu dengan anda,”ucap Mori.
“Putra mahkota kenapa dia ingin bertemu denganku,”kata Clara yang tidak tahu kenapa Azarata datang mencarinya.
Martin yang masih ada disampingnya hanya melihat ke arah Clara saja sampai akhirnya Martin menyuruh Azarata masuk ke dalam ruangan. Azarata yang masuk ke dalam melihat ada Martin yang bersama dengan Clara.”Silakan duduk,”ucap Martin yang menggantikan Clara yang masih terdiam. Setelah ketiganya duduk Mori menyajikan teh untuk mereka bertiga.
“Ada apa putra mahkota datang menemui saya malam-malam,”ucap Clara dengan santai.
“Maaf sudah mengganggu kalian berdua. Tapi ada hal yang ingin aku sampaikan kepada Clara,”kata Azarata.
“Apa itu sampai harus malam ini. Kenapa tidak besok pagi saja,”kata Martin dengan tatapan dingin.
“Aku tahu kalau saya sudah mengganggu. Tapi aku hanya ingin tahu elang putih yang datang menghampiri Clara saja. Apa itu pesan dari timur,”kata Azarata. Sementara Martin yang melirik ke arah Clara karena dia tidak tahu soal elang putih.
“Jadi anda datang hanya ingin menayakan soal surat yang datang dari elang putih,”kata Clara.
“Itu benar,”kata Azarata.
“Tapi maaf sekali surat itu bukan dari wilayah timur. Tapi dari kerajaan Matahari. Yang memberitahukan saya tentang kabar ratu yang sudah memiliki setengah kekuatan dari sebagian benua yang ada di wilayah barat, dan wilayah selatan. Itu saja informasi yang diberikan, tidak ada kabar dari wilayah timur,”kata Clara.
__ADS_1
“Apa itu benar tidak ada kabar dari wilayah timur,”kata Azarata lagi.
“Sebenarnya apa yang anda ingin tahu dari wilayah timur putra mahkota. Jika saya bisa bantu saya akan katakan,”kata Clara.
“Saya hanya ingin tahu apa benar ratu sudah mengirim pasukan ke wilayah timur,”kata Azarata.
“Itu benar ratu sudah mengirim dengan jumlah yang sudah anda ketahui bukan. Tapi mereka masih tidak bisa menginjakan di darat timur karena penjagaan wilayah timur,”kata Clara.
“Itu sama dengan informasi yang aku dapatkan. Apa tidak ada informasi yang lain,”kata Azarata.
“Tunggu dulu putra mahkota kenapa kamu mendesak Clara untuk tahu semua hal di wilayah timur sementara Clara bukan dari timur. Anda yang sebagai putra mahkota harus mencari tahu sendiri bukan,”kata Martin yang merasa tidak suka sikap dari Azarata.
Azarata yang mendengar membalas dengan tatapan santai saja. Karena tatapan itu sudah biasa bagi Azarata di wilayah timur juga dia mendapatkan tatapan dingin dan penuh rahasia. Tapi sementara Clara hanya diam saja.”Sudah jangan menatap seperti itu,”kata Clara.
“Itu saya tahu. Tapi kabar yang saya dapatkan hanya itu saja masih belum ada perkembangan. Orang yang menjadi mata-mata diwilayah timur memang sudah turun ke darat. Tapi mereka sedang berbaur dengan para rakyat biasa untuk mencari tahu perkembangan wilayah timur. Ini juga rencana bisnis yang akan kami kembangkan di wilayah timur. Tapi ada juga kabar yang mengatakan kalau raja dari Timalaya sudah menggerakkan beberapa prajurit untuk menjaga wilayah laut dan darat,”kata Clara.
“Jadi raja sudah bergerak lebih dulu. Tapi bagaimana dengan ratu apa dia masih belum bertindak,”kata Azarata. Clara hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia masih seperti biasa saja saat di awasi.
“Clara kenapa kamu ingin tahu semua hal yang dilakukan ratu. Apa benar kamu memiliki dendam dengan ratu atas kematian ibu kamu,”ucap Azarata.
“Putra mahkota,”ucap Martin yang merasa kalau ucapan putra mahkota itu menyinggung Clara. Clara yang melihat sikap tegas dari Martin hanya bisa memengang tangan Martin dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
“Aku baik saja. Yang dikatakan oleh putra mahkota itu benar aku membenci ratu dan putranya yang ingin membunuhku. Apa lagi semua kekacauan ini adalah ulah dari rencana ratu yang ingin mendapatkan satu ras darah naga,”kata Clara.
“Bagaimana kamu bisa tahu kalau ratu mencari ras darah naga?,”kata Azarata.
“Aku tahu karena masa lalu keluarga ratu dari keluarga Emirasari yang sudah di taklukkan karena membunuh dari salah satu ras darah naga yang membuat semua kekacauan wilayah Matahari,”kata Clara.
“Aku tidak tahu kalau ada kejadian yang seperti itu di keluarga ratu. Tapi bagaimana ratu bisa membuat rencana pengusiran keluarga Bringdah Clara. Apa kamu juga tahu soal itu?,”kata Azarata yang seprti mencari informasi dari Clara dengan wajah santainya.
“Aku tidak tahu yang aku ketahui kalau ibuku meminta kepada raja untuk meringankan beban keluarga Bringdah. Tapi malah bertemu dengan ratu Erlaka dan memberikan saran untuk diusir keluarga Bringdah. Raja Ezan hanya menerima usulan itu, tapi dibalik itu semua itu ada hal yang harus dikorbankan ibu saya untuk bisa menyelamatkan keluarga Bringdah,”kata Clara yang menghela nafas.
“Pengorbanan yang kamu maksudkan itu apa Clara,”kata Azarata. Martin yang masih memengang tangan Clara agar dia tidak sedih dan bisa melalui masa sulit tersebut. Tapi sementara di balik pintu ada Gland, Baned dan Kay yang mendengar pembicaraan mereka bertiga.
Tapi Martin yang menyadari itu hanya diam saja melihat Clara. Tapi Clara yang juga sudah tahu kalau ada tiga orang dibalik pintu yang tidak masuk. Tapi hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Clara.
“Pengorbanan ibu saya adalah,”kata Clara yang terhenti untuk sesaat. Sementara Azarata dan Martin yang juga menuggu dan diluar pintu juga sedang menuggu. Tapi Clara yang melihat mereka dengan tatapan ingin tahu hanya bisa diam.”Tapi kenapa putra mahkota ingin tahu apa yang dilakukan oleh ibu saya,”kata Clara.
“Itu... karena aku ingin tahu sosok ibu kamu itu seperti apa. Tapi bukan aneh jika kamu tahu tentang ibu kamu semetara ibu kamu sudah meninggal saat melahirkan kamu,”kata Azarata.
“Yang dikatakan oleh putra mahkota itu benar. Ibu saya meninggal saat melahirkan saya. Tapi semua itu salah ibu saya saat setelah melahirkan dia masih bisa memeluk saya, ibu saya mati karena dibunuh oleh pembunuh. Kamu ingin tahu siapa yang pembunuh itu suruhan siapa,”kata Clara.
Martin dan Azarata hanya diam saja dan menebak kalau yang dikatakan oleh Clara itu pasti adalah ratu.”Apa itu ratu yang menyuruh pembunuh itu datang ke tempat ibu kamu setelah persalinan,”kata Martin.
__ADS_1
“Itu benar. Tapi ayahku datang setelah ibuku sudah dingin. Tapi disaat dia melihat aku yang masih bayi dia memiliki tatapan dingin dan penuh kebencian. Karena dia menyangka kalau aku yang membunuh ibu saya. Menurut kalian bagaimana perasaan aku saat itu ayah yang aku inginkan tapi mengabaikan aku sampai sekarang ini dia tidak perduli dengan aku,”kata Clara. Bagaimana sikap Martin saat mendengar cerita tersebut?.