Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 18 REVISI


__ADS_3

Clara yang melepaskan lelah di atas kasur yang berbeda dengan tempat dia tinggal di istana. Mori yang berkeliling melihat kastil dan berkenalan dengan beberapa pelayan di kastil Elsared. Tapi saat berkeliling Mori melihat rombongan serikat dagang dari jauh yang masuk ke wilayah Kastil.”Goro dan Kal sudah sampai sini,”ucap Mori yang berjalan ke arah mereka untuk memastikan mereka apa itu benar mereka.


Tapi saat itu serikat dagang datang dikawal oleh Erman bersama dengan dua orang lain. Mori yang tidak tahu siapa mereka hanya bisa melihat saja. Sementara di ditempat Clara yang menutup matanya untuk sejenak terbangun karena Mori datang.”Nyonya serikat dagang sudah datang,”ucap Mori yang sudah masuk.


“Apa yang kamu katakan serikat dagang sudah datang, bukan seharusnya mereka datang besok ya,”ucap Clara yang masih berbaring.


“Itu benar tapi yang aku lihat itu memang serikat dagang yang sudah masuk ke halaman pekarangan kediaman Elsared,”ucap Mori. Clara bangun dari tempat dia berbaring dan melihat ke arah Mori. “Jika mereka datang ke sini hari ini pasti sudah akan dilaporkan oleh Martin,”kata Clara.


Mori menganggu karena saat dia melihat sudah ada pelayan Naton yang menyambutnya dan masuk untuk menyampaikan kepada Martin. Di sisi lain Naton yang tadi sudah pergi datang kembali karena sudah didapatkan serikat dagang yang dikatakan oleh Clara sudah sampai di kastil.


“Tuan muda ini saya Naton ingin memberitahukan kalau serikat dagang sudah datang,”ucap Naton dari luar.


“Naton masuklah, aku ingin mendengar kata kamu yang tadi?,”ucap Martin dari luar. Martin yang melihat dari jendela memang ada rombongan yang sudah datang apa lagi jumlah kereta kuda yang dibawa sampai lima kereta. Martin yang sudah melihat dari jendela ruang kerjanya melihat Naton yang sudah masuk ke dalam.


“Tuan muda serikat dagang yang dikatakan oleh nyonya sudah sampai. Apa yang harus kita lakukan sekarang dengan mereka?,”ucap Naton.


“Apa kamu sudah memberitahukan kepada Clara kalau mereka sudah datang,”ucap Martin. Disaat Martin berkata seperti itu Clara dan Mori sudah ada didepan pintu ruang kerja Martin. Mori yang mengetuk pintu  dari luar memberitahukan kalau Clara ingin bertemu dengan Martin.

__ADS_1


Martin yang mendengar itu mempersilakan Clara dan Mori masuk.”Apa aku mengganggu kamu Martin,”ucap Clara.


“Aku merasa tidak terganggu, hanya saja kamu tidak lelah datang ke sini,”ucap Martin. Clara hanya tersenyum saja kepada Martin yang ada didepanku.”Aku datang ingin pergi bersama kamu melihat serikat dagang yang datang ke sini,”ucap Clara.


Martin hanya bisa menerima setelah itu mereka pergi bersama dimana para ksatria yang sudah memindahkan semua barang yang serikat dagang bawa. Tepat diluar Kal dan Goro yang melihat Clara segera menghampirinya.


“Nyonya barang yang anda minat sudah sampai, maaf datang lebih awal darai jadwal yang seharusnya,”ucap Kal.


“Itu tidak masalah, tapi bagaimana kalian bisa datang setelah aku,”ucap Clara. Kal dan Goro yang menatap hanya bisa diam saja apa lagi mereka juga melihat kondisi Clara yang dibuang oleh rombongan di jalur yang berbeda juga.


“Semua sudah lengkap dan ini daftar barang yang sudah kami siapkan,”kata Kal. Goro hanya bisa diam saja sampai akhirnya setelah Kal selesai memberikan laporannya, Goro memberikan amplop coklat kepada Clara.


Tanpa berkata Goro pergi sementara  Martin yang melihat dari samping bertanya bagaimana bisa Clara mendapatkan semua barang itu.”Bukan kamu itu sudah dibuang dari rombongan ya Clara. Tapi bagaimana bisa kamu mendapatkan semua barang itu?,”ucap Martin.


“Barang yang aku dapatkan semua ini adalah hasil cerih payah aku yang sudah aku kumpulkan. Aku melihat kondisi wilayah kamu dalam masalah besar. Aku berinsiatif sendiri untuk memberikan barang yang dibutuhkan wilayah kamu. Kamu tidak usah khawatir dengan semua ini. Karena barang ini sudah aku bayar, apa lagi serikat dagang ini menjalin kerjasama denganku,”kata Clara sedikit menjelaskan.


Setelah Martin melihat jenis dan jumlah barang yang datang adalah keperluan wilayah mereka. Martin merasa senang dengan bantuan itu berterima kasih dengan Clara yang disambut dengan senyuman cantik. Martin yang masih menyamar dengan tongkat kayu yang dia bawa merasa sedikit menyesal.

__ADS_1


“Ada apa dengan kamu Martin?,”ucap Clara yang ada disampingnya. Martin hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. kalau dia tidak apa-apa, hanya merasa bersalah saja sudah membohonginya saja.


Tapi di sisi lain Clara yang sudah tahu kalau Martin berbohong dengan fisiknya hanya tersenyum dan melihat saja. Tapi Clara juga berpikir sampai mana dia akan berbohong dengan dirinya. Setelah melihat hasil barang yang dibawa Clara dan Martin kembali ke ruangan mereka masing-masing. Apa lagi hari sudah malam dan mereka akan makan bersama lagi.


Clara yang dibantu oleh Mori membersihkan dirinya untuk makan malam bersama. Tapi di sisi lain Martin yang masih tidak percaya dengan Clara hanya bisa menguji dia saat makan malam nanti. Makan malam tiba dengan semua hidangan yang banyak sudah tersedia dimeja makan. Martin yang sudah menuggu Clara di ruang makan.


“Nyonya kita harus pergi sekarang, tapi apa nyonya akan menggunakan pakaian itu saat bertemu dengan Martin,”kata Mori. Clara hanya menganggu dengan senyuman polosnya karena pakaian biasa ini yang ada untuk dia bisa santai.


Mori dan Clara pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama dengan Martin. Tepat mereka masuk ke dalam Martin sudah menuggu Clara.”Maaf sudah menuggu lama,”ucap Clara. Martin yang melihat pakaian yang dikenakan oleh Clara sangat sederhana dan tidak mewah.


“Silakan duduk, kita bisa memulai makan malamnya. Tapi apa kamu tidak salah menggunakan pakaiannya,”ucap Martin saat melihatnya tidak cantik.


“Apa kamu tidak suka dengan pakaian yang aku kenakan. Tapi kenapa makanan ini sangat banyak kita hanya berdua saja. Apa kamu tidak masalah dengan jumlah sebesar ini Martin,”kata Clara kepada Martin soal makanan yang dia lihat.


“Ini sudah biasa didepan meja apa kamu tidak suka,”kata Martin. Clara yang tahu kondisi wilayah tidak dalam kondisi baik saja melihat ke arah Mori. Mori yang menatap itu segera menghampiri Clara dimana makanan yang sudah disajikan dibawa pergi lagi.


“Mori apa yang kamu lakukan,”ucap Naton yang melihatnya. Tapi apa yang akan dilakukan Mori apa dia akan tetap menjalankan perintah dari Clara atau akan kembali ke posisinya. Tapi bagaimana tanggapan dari Martin saat hidangan yang disajikan disingkirkan oleh Mori pelayan Clara? Tapi setelah itu apa berjalanan makanan mereka berjalan dengan baik apa Martin akan bisa menerima Clara setelah melihat sikapnya itu yang tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2