Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 21 REVISI


__ADS_3

Martin yang sudah memberikan obat penawar kepada mereka semua yang sedang sekarat karena racun buatan Clara. Sebastian yang bisa melihat sekitarnya melihat Derek dengan kata yang membuat merekacuriga.”hai Derek apa kamu tahu kalau akan terjadi seperti ini ya,”ucap Sebastian dengan mulut suara lemasnya.


Derek yang melihat dengan wajah bahagia melihat menderita kawannya hanya bisa diam saja.”Mana mungkin aku tahu, tapi bukan enak rasanya,”kata Derek yang menyembunyikan niatnya.


“Derek kamu teman yang tidak setia,”ucap Sebastian yang pingsan lagi karena merasa lemas tubuhnya. Derek yang melihat hanya bisa tersenyum setelah dia selesai dengan hukumannya Derek di panggi oleh Martin untuk membawa mereka ke asrama dan memanggil dokter untuk diperiksa.


Derek hanya bisa menganggu saja dan melakukan tugasnya setelah hukuman selesai. Martin melihat ke arah Clara yang ada disampingnya dan bertanya dalam hatinya.”Bagaimana Clara bisa membuat racun ini?,”batin Martin.


Clara yang melihat tatapan itu melihat kearahnya.”Apa yang kamu pikirkan Martin, jika kita sudah selesai bagaimana jika kita berkeliling kembali aku masih ingin melihat kastil. Jika bisa kau juga ingin melihat pabrik bangkai monster juga hari ini,”kata Clara yang saat itu sedang bersemangat.


Di perjalanan menuju kereta kuda Martin dan Clara yang satu kereta duduk berhadapan. Dimana Martin melihat ke arah Clara yang tampak berbeda pada putri yang lain. Tapi di sisi lain dia juga bertanya apa yang dia ketahui tentang dirinya dari Derek juga membuat dia sedikit kasihan.


Tapi setelah melihat dia dengan seksama orang didepan dia ini sangat berbeda dan tanggung dan kuat untuk melawan siapa saja.Clara yang melihat raut wajah dari Martin membuat dia bertanya,”Jika ada hal yang ingin kamu tanyakan katakan saja, jika aku bisa menjawabnya.”


“Aku ingin tahu bagaimana kamu bisa membuat racun tadi Clara?,”kata Martin. Clara tersenyum kepada Martin sambil melihat keluar jendela kereta kuda dimana bangunan dan toko kecil dia lihat dan rakyat dari utara.


“Aku membuat itu saat aku berusia 11 tahun saat aku keluar berjalan mencari uang bersama dengan Mori. Apa Derek belum memberitahu kamu tentang kondisi keuanganku waktu di istana. Jika belum aku bisa memberitahukan kepada kamu kalau aku sudah dibuang oleh raja dan ratu ingin membunuhnya. Setiap malam aku selalu diganggu dengan beberapa tikus. Untuk aku bisa tidur nyaman aku membuat rencana dari jebakan sampai aku membuat penelitian tentang berbagai jenis tamanan beracun sampai aku mendapatkan satu bubuk yang bisa membunuh tikus itu. Sejak saat itulah aku terus mengembangkannya,”kata Clara dengan santai.

__ADS_1


“Bagaimana kamu bisa dengan santai mengatakan itu kepadaku, yang baru dua hari kita kenal,”kata Martin yang merasa terkejut dengan ceritanya.


“Jika aku tidak cerita apa kamu akan mencari tahu sendiri tentang diriku. Tapi Martin kenapa kamu masih bertahan di wilayah ini?,”ucap Clara yang bertanya lagi.


“kenapa aku masih bertahan karena tempat ini adalah kelahiranku, aku harus menjaga mereka yang sudah percaya denganku,”kata Martin sambil melihat pemukiman rumah penduduk. Clara yang mendengarnya sangat terharu dengan perjuangan Martin.


“Jika kamu mengizinkan aku bisa membantu kamu memulihkan keuangan utara dan membantu wilayah kamu saat dalam kondisi kritis,”kata Clara sedikit bernegosiasi.


“Untuk apa kamu ingin membantuku dna wilayahku. Apa yang sedang kamu rencanakan, jika kamu membahayakan orangku aku tidak akan diam,”kata Martin dengan dingin.


Clara hanya bisa diam apa lagi mereka sudah sampai di lokasi yang akan dituju pabrik bangkai monster.”Apa ini tempat pembuatan kain dari monster itu?,”ucap Clara mengganti topik. Martin melihat keluar mengangguk saja sampai akhirnya keduanya turun dari kereta kuda. Clara yang dibantu oleh Martin untuk membantu Clara.


Clara melihat sekitar dan melihat proses pembuatan bagaimana mana monster itu di jadikan kain. Seelah melihat itu dia bertemu dengan Kal yang sedang berkeliling.”Nyonya kenapa anda bisa ada disini,”ucap Kal. Martin dan Clara melihat ke arah sumber suara tampak Kal berjalan ke arahnya bersama dengan Oben.


“Kalian datang bersama,”ucap Kal.


“Kal kamu ada disini juga,”kata Clara. Kal hanya menganggu saja sampai dia berkata,”Apa nyonya mau melihat gudang penyimpanan juga bersama dengan kami?.”

__ADS_1


Clara mendengar itu melihat ke arah Martin untuk mendapatkan izinnya.”Kamu jika ingin melihatnya aku bolehkan,”kata Martin yang tahu dari sorotan tatapan Clara. Segera mereka berjalan bersama menuju gudang penyimpanan. Sambil berjalan ke tempat tujuan mereka saling bicara satu sama lain hingga mereka tidak sadar sudah sampai di depan gudang penyimpanan.


“Buka pintunya,”ucap Oben yang menyuruh penjaga gudang untuk membuka pintunya. Setelah pintu terbuka terlihat kumpulan rak yang penuh dengan kain yang masih banyak. Clara dan kal yang melihatnya sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Clara melihat ke arah Martin dengan ketidakpercayaan dia saat melihatnya.”Martin apa semua ini adalah kain yang sudah kalian produksi dari bangkai monster,”kata Clara.


“Itu benar, tapi kenapa kalian sangat terkejut seperti itu,”kata Martin yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Kamu tidak mau menjual hasil produksi kamu keluar wilayah,”kata Clara dengan berbagai pertanyaan yang ingin dilontarkan.


“Kami maunya begitu tapi setelah kerajaan Matahari sudah membuat larangan itu kami jadi sulit menjualnya. Kami juga sudah menjual ke luar negeri tapi tidak ada respons yang bagus,”kata Martin.


“Jika begitu kenapa kita tidak mempekerjakan para wanita untuk membuat kerajinan yang sama saja kepada nyonya agar bisa dijual di luar sana dengan harga yang tinggi,”kata Kal.


“Yang kamu katakan itu mudah, tapi bagaimana memprosesnya menjadi barang jadi,”kata Oben.


“Itu mudah aku akan membantu kalian apa lagi aku juga pernah menggunakan kain kalian sebelumnya untuk dijual,”ucap Clara yang berjalan masuk melihat sekitarnya. Clara dengan santai melihat jenis kain dari monster ada yang berat, lembut, halus, transparan, hangat dan tebal. Semua jenis itu Clara lihat dengan baik tapi melihat struktur kian berat ringan tapi tebal itu membuat Clara ada ide dengan kain yang dibuat dari monster tersebut.


“Nyonya apa anda mendapatkan ide yang bagus?,”ucap Kal.

__ADS_1


“Aku memang ada ide dengan jenis semua ini, tapi aku ingin mencoba dulu apa bisa dibuat atau tidak. Aku ingin mengambil semua sempel dengan jenis yang berbeda apa bisa?,”kata Clara.


“Tentu saja bisa, Oben bawa yang ada dan berikan itu kepada Mori untuk menyimpannya,”kata Martin setelah mengizinkan Clara lalu memerintahkan Oben untuk menyiapkan pada saat itu juga. Tapi apa yang akan dibuat oleh Clara dengan kain monster itu? Tapi apa semua itu akan bisa berjalan dengan baik?.


__ADS_2