
Setelah kotak pemberian raja dan ratu Clara yang esoknya menyiapkan dirinya dengan gaun yang sudah dibuat oleh Ratu. Mori yang melihatnya sedikit bertanya,”Tuan putri apa benar akan menggunakan gaun ini, tapi jika anda menggunakannya. Bagaimana pandangan orang apa lagi gaun ini terlihat seksi, anggun, mewah dan terlalu banyak berlian. Seperti bukan mencerminkan taun putri, apa lagi warnanya merah darah dengan putih agak pucat,”ucap Mori.
“Mau bagaimana lagi Mori, untuk sekarang pakai itu dulu saja. Setelah ada waktu pakai yang sudah kita pesan,”ucap Clara disaat mereka tidak mendengarkan mereka. Para pelayan yang merias Clara adalah pelayan ratu. Di saat Clara di rias sanga menonjol aar mata melihat ke arahnya. Selesai dengan hiasan dan gaun yang dia kenakan.
Clara berjalan menuju kereta kuda yang sudah menunggunya. Dimana kereta kuda yang akan dinaiki oleh Clara kereta kuda yang tidak mewah sama dengan kereta yang lain. Raja dan ratu yang mengantarkan Clara dengan wajah bahagianya. Clara yang tahu kalau mereka bahagia jika aku sudah mati. Melihat Clara yang sudah masuk ke dalam kereta dan kotak yang tadi sudah diganti oleh Mori sudah di tempatkan di satu tempat yang sama.
Kereta sudah akan berjalan dimana ratau Erlaka tampa berkata dengan suara kecilnya. Clara melihat dari dalam kereta membaca ucapan bibir Ratu Erlaka.”Selamat menikmati perjalanan kamu ke nekara,”ucap bibir Ratu Erlaka sata kereta kuda Clara hendak berjalan.
Clara mengabaikannya dan bersandar sampai iringan para ksatria yang menemani Clara keluar dari wilayah kerajaan Matahari.”Apa kita akan selamat setelah ini nona,”ucap Mori.
“Kita akan selamat Mori, tapi kamu bawakan barang yang aku minta kamu beli sebelum kita berangkat,”kata Clara. Mori tersenyum menganggu perjalan dimulai menuju utara yang membutuhkan waktu satu minggu perjalanan. Setelah hari telah berganti perlakukan mereka juga tetap sama disaat Clara di istana.
Mendapatkan perlakukan yang tidak enak dengan makanan yang mereka berikan makanan basi atau sudah kering. Clara dan Mori yang sudah tahu akan seperti ini sudah menyiapkan bekal mereka sendiri. Tapi karena terus bergerak Clara melihat pakaian yang dia kenakan sudah sedikit lusuh dan kotor serta tidak nyaman.
__ADS_1
“Ada apa tuan putri, aku lihat anda seperti tidak nyaman dengan pakaian yang anda kenakan,”kata Mori melihat sikap dari Clara.
“Apa yang kamu katakan itu memang benar, pakaian ini sudah tidak nyaman untukku. Tapi mau bagaimana lagi aku harus memakainya,”ucap Clara. Di malam ketiga setelah mereka melewati perbatasan antara wilayah Matahari dengan wilayah utara pangeran Cala memulai rencananya.
Setelah semua pasukan diberitahukan kepada pangeran Cala kalau hari ke empat mereka harus berpisah dengan rombongan kereta Clara. Kusir kuda yang sudah disuap oleh pangeran Cala mengiyakan untuk berjalan lebih dulu saat kabut datang di pagi hari. Tapi sebelum itu terjadi Clara dan Mori yang sudah tahu kalau mereka akan berpisah meminta Mori untuk menjalankan rencana yang mereka buat.
“Mori apa kamu sudah siap untuk tugas kamu itu,”ucap Clara. Mori yang sudah menuggu untuk tugas itu hanya menganggu saja. Disaat malam sudah larut ksatria yang bertugas juga sudah berganti. Mori mulai beraksi untuk menaruh bubuk yang mereka berikan kepada Clara.
Kereta yang mengikuti iringan Clara sejumlah 6 kereta kuda dan yang lima dari kerat itu adalah pelayan dan bangsawan yang mengantarkan Clara. Ksatria yang dibawa pengawasan Pangeran Cala ada 20 ksatria yang akan mengikuti pangeran Cala melepaskan Clara.
Semua rencana Clara untuk membuat mereka menderita sudah selesai dengan memberikan bubuk yang mereka berikan. Apa lagi bubuk yang mereka persiapkan untuk mengusir juga sudah diganti oleh Mori. Pagi datang Clara dan Mori yang merasa kalau kereta sudah mulai bergerak lagi. Apa lagi saat itu cuaca agak berkabut. Clara sempat melihat disampingnya ada ksatria yang biasanya dan mendengar suara pangeran Cala mengkondisikan perjalanannya.
Tapi lama kelamaan suasana menjadi sunyi saat kabut tebal datang. Ksatria yang dilihat Clara sudah tidak ada. Clara berpikir apa mereka ada dibelakang tapi setelah melihat kebelakang dengan jendela yang sudah dia buka. Tapi tidak melihat siapa-siapa, Mori yang ada disampingnya memanggil pangeran Cala.
__ADS_1
Tapi tidak ada jawaban sehingga dia bertanya kepada kusir kuda didepan. Tapi kusir kuda itu juga tidak tahu keberadaan pangeran Cala. Setelah jauh mereka berhenti Clara dan Mori keluar setelah kabur menghilang.
“Kemana mereka tidak ada siapa-siapa dibelakang,”ucap Mori. Clara hanya bisa terdiam dan berpikir sejenak langsung dia masuk ke dalam. Sebelum dia masuk ke dalam Clara memberikan bubuk yang tersisa untuk ditaburkan disekitar kereta kuda mereka. Mori segera menjalankan tugasnya setelah selesai baru dia masuk ke dalam.
“Nona apa mereka meninggalkan kita di tengah jalan. Bagaimana kita bisa melanjutkan perjalanannya,”kata Mori.
“Untuk apa kamu takut apa kamu lupa bagaimana kita bisa keluar dari hutan yang penuh ular dan keluar dari kepungan monster,”ucap Clara yang mengingatkan kejadian dulu dimana mereka berpisah dengan rombongan dan tersesat. Mori tersenyum segera melihat kabur terlihat muncul lagi apa lagi malam akan tiba.
“Suruh kusir itu untuk masuk ke dalam karena di luar akan berbahaya mungkin setelah kita berpisah dengan pangeran Cala,”kata Clara yang masih perduli dengan kusir kuda. Kusir kuda itu masuk dan terlihat gelisah diwajahnya.
“Kenapa kamu tampak gelisah, apa kamu melakukan kesalahan kepada kami berdua,”ucap Clara yang sudah tahu semuanya. Kusir kuda itu tidak tahu apa yang akan dia katakan kepada Clara. Apa lagi suasana malam itu sangat berbeda dari malam biasanya.
“Apa monster akan datang ke sini,”ucap Kusir kuda melihat dari dalam kereta kuda. Mata dia sangat terkejut melihat di luar sana.”Mereka tidak akan datang ke sini tapi pergi ke tempat lain. Kamu yang takut tapi kenapa kamu membawa kamu berpisah dengan rombongan,”ucap Clara masih santai.
__ADS_1
“Maaf saya tuan putri ini bukan keinginan saya, tapi karena saya tergiur dengan uang pemberian pangeran Cala saya mengiyakan semuanya. Saya tidak mau mati tuan putri saya akan kembalikan uang ini kepada anda,”kata kusir kuda yang sudah merasa ketakutan.
“Untuk apa kamu berikan uang itu kepada tuan putriku. Kamu yang sudah membuat kita celaka tahu tidak. Sekarang bagaimana kamu akan bertanggung jawab, atas kesalahan yang kamu buat,”kata Mori. Kusir kuda itu tidak tahu harus bertanggung jawab apa hanya bisa tertunduk diam saja. Lalu bagaimana Clara akan mengurus perjalanannya dan bagaimana dia akan menghukum kusir kuda itu?.