Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 7 REVISI


__ADS_3

Setelah hari kejadian di temukan mata-mata itu Clara dan Mori melakukan aktivitas seperti biasa saja. Dimana Clara yang sudah selesai dengan dirinya pergi untuk melihat orang asing yang ada diruang bawah. Melalui pintu yang sama dia pergi sementara Mori yang pergi ke pasar setelah semua kegiatan dia selesai untuk menjual hasil renda, hiasan pakaian dan sulaman yang lain.


Clara yang melihat ke depan tampak orang itu sudah melihat ke arah Clara.”Kamu sudah bangun,”ucap Clara berjalan ke arahnya.


“Kebetulan aku membawakan air dan makanan untuk kamu jika kamu sudah bangun. Aku juga membawakan obat dan kain kasa untuk mengganti luka kamu,”kata Clara lagi setelah dia duduk didepannya.


“Siapa kamu kenapa kamu menolongku, apa yang ingin kamu dapatkan dariku?,”ucap orang asing.


“Aku tidak menginginkan apa-apa hanya ingin tahu. Siapa kamu kenapa kamu dikejar oleh para ksatria kerajaan Matahari,”kata Clara.


Orang asing itu yang sedikit tidak percaya dengan Clara hanya bisa melihat saja. Setelah melihat dengan seksama orang didepan dia itu tampak lusuh dengan pakaian yang sederhana dan hiasan yang terlihat jadul dan bukan versi baru.”Aku Derek ksatria dari utara yang mengirim surat untuk raja Ezan. Tapi aku difitnah telah membunuh seorang bangsawan saat pesta berlangsung, karena aku yang menemukannya,”kata Derek.


“Derek ksatria dari utara yang di fitnah oleh bangsawan lain karena membunuh,”ucap Clara. Clara yang berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Derek soal bangsawan yang mati saat pesta. Clara yang tahu orang yang mati itu adalah mata-mata bukan seorang bangsawan. Clara hanay bisa tersenyum saja saat dia tahu alasan ksatria dari utara ini di tangkap.


“Kenapa anda diam saja anda ini siapa kenapa mau menolongku?,”ucap Derek.


“Aku adalah putri Clara Blues Pras,”ucap Clara dengan santainya. Derek yang tidak percaya kalau didepan dia adalah seorang putri yang akan di nikahkan oleh tuan Martin.

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan kamu adalah Putri Clara. Apa kamu mau membohongiku dengan menyebut kalau kamu seorang putri dengan penampilan kamu itu,”ucap Derek yang tidak percaya. Clara yang tahu kalau Derek akan berkata seperti itu hanya diam saja dan memberikan keranjang makanan dan obat untuk Derek.


“Kamu bisakan mengobati sendiri,”ucap Clara yang pergi menjadi tempat duduk yang agak menjauh darinya. Derek yang tidak tahu apa ada yang salah dengan apa yang dia ucapkan merasa bersalah dengan Clara.”Maaf jika aku menyinggung kamu,”ucap Derek.


“Aku tidak merasa tersinggung, itu sudah biasa bagi diriku yang sudah dibuang oleh raja Ezan. Tapi kenapa kamu mengantarkan surat untuk raja apa itu masalah pernikahan antara dua wilayah,”ucap Clara.


“Bagaimana anda tahu?,”ucap Derek yang melepaskan pakaiannya untuk mengganti perban yang ada di tubuhnya. Tapi pada saat yang sama juga Derek melihat ke arah Clara tentang apa yang dia katakan.”Apa benar kamu adalah putri Clara yang akan menikah dengan atasanku. Tapi bagaimana bisa kamu terlihat tidak seperti putri,”ucap Derek melihatnya. Clara hanay bisa tersenyum dan berkata,”Memangnya seperti apa yang kalian bayangkan putri yang cantik dan suka berpakaian mewah dan selalu menghamburkan uang begitu.”


Derek yang mendengarnya sedikit terdiam sampai Mori muncul dengan keranjang kue yang baru dia beli.”Taun Putri kenapa anda disini lagi,”kata Mori.


“Mori kamu sudah kembali, bagaimana jualannya apa berjalan lancar,”kata Clara dengan santai.


“Dia Derek ksatria dari utara yang di fitnah oleh orang itu kamu pasti tahukan Mori,”ucap Clara Mori hanya menganggu saja sampai akhirnya. Derek yang telah selesai mengikat kain yang membalutnya segera memakan dan meminum yang ada di keranjang.


“Jadi dia ksatria dari utara,”kata Mori. Tapi disaat Mori berkata seperti itu Clara bertanya lagi kepada Mori tentang pelayan yang kemarin. Mori yang mendengar itu hanya tersenyum saja kepada Clara. Clara yang tahu maksud dari senyuman itu hanya bisa diam. Tapi disisi lain Derek mendengar itu berkata,”Apa kamu ingin menangkap ku?.”


“Tidak untuk apa, kamu saja tidak bersalah,”ucap Clara.

__ADS_1


“kenapa kamu percaya denganku yang baru saja bertemu,”kata Derek.


“Karena kamu ksatria dari utara aku nanti akan kesana sebagai tunangan tuan Martin jadi apa lagi yang harus aku lakukan aku lakukan. Itu yang aku pikirkan,”ucap Clara.


“Kenapa kamu bisa yakin kalau tuanku akan menerima kamu,”ucap Derek. Clara yang juga tidak bisa berkata hanya bisa diam saja. Apa lagi hari sudah mulai malam mereka berdua segera pergi dari ruang itu.”Sebaiknya kamu tetap disini sampai kondisi kamu baik, kami tidak akan melaporkan kepada raja,”ucap Clara sebelum dia pergi.


Clara dan Mori yang pergi dari ruang bawah tanah dimana Derek sedang di rawat. Setelah mereka kembali ke kamar dengan keranjang kue yang dibawa oleh Mori ke dapur bersama buah yang dia beli. Clara yang menuju kamarnya segera membersihkan dirinya, selesai membersihkan dirinya. Terdengar suara ketukan yang keras.”Apa mereka sudah datang,”ucap Clara yang belum membuka pintunya.


Pelayan dari ratu sudah membukanya dengan cepat mereka menggeledah kamar Clara yang habis mandi.”Ratu apa yang sebenarnya terjadi disini kenapa mereka menggeledah kamarku,”ucap Clara yang mencari tahu.


“Aku kehilangan kalung kesayanganku, kata pelayan kalau kamu yang mengambilnya,”ucap ratau Erlaka dengan wajah dinginnya.


“Itu tidak mungkin pasti ada kesalahpahaman disini,”kata Clara. Mori yang dari dapur melihat keributan yang sedang terjadi. Mori mendekati Clara dimana para pelayan yang menggeledah tidak menemukan apa-apa.


“Dimana kamu melihat kalung itu disembunyikan cepat cari,”ucap Ratu Erlaka menyuruh pelayan yang melaporkannya. Tapi pelayan itu tidak menemukan apa-apa sampai Mori berkata,”Di sini tidak ada yang barang yang kalian cari.”


“Maaf Ratuku kalung yang anda cari tidak ada di kamar saya mungkin saja pelayan itu yang menuduh

__ADS_1


“Silakan saja diperiksa, tapi kamu juga di periksa. Bagaimana ratu anda bersikap adil dan bijaksana?,”ucap Clara. Ratu hanya bisa menerima apa yang dikatakan oleh Clara sampai ketiga orang itu diperiksa di tempat Mori dan Clara tidak ada kalung Ratu. Tapi setelah diperiksa ditubuh pelayan itu ada kalung yang mereka cari.


“Kamu yang mencurinya, seret dia ke penjara bawah tanah untuk di hukum,”ucap Ratu yang sedikit malu menuduh Clara. Karena pelayan yang tidak bisa menjalankan tugas dengan baik ratu hanya bisa meminta maaf kepada Clara dengan wajah tidak terima. Setelah itu Ratu kembali dengan pelayan yang memfitnah mereka berdua. Sementara Clara dan Mori melihat mereka sudah pergi hanya bisa tersenyum saja.”Itu pantas untuk pelayan itu,”ucap Mori. Tapi apa lagi yang akan didapatkan oleh Clara dan bagaimana dengan Derek setelah itu?.


__ADS_2