Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 16 REVISI


__ADS_3

Monster besar yang segera pergi karena diusir oleh Edwan. Di tempat lain Clara yang tadi melihat monster yang levelnya agak kecil berlari dari  hal yang menekan mereka.”Kenapa mereka menjauh dengan cepat,”kata Mori. Clara melihat monster itu pergi dari arah belakang.


“Kurasa mereka pergi karena ada yang menekan mereka,”ucap Clara. Di saat Clara melihat keluar terasa getaran yang menuju tempat mereka berhenti. Clara melihat dari dalam kereta dan tampak monster besar menuju ke arah mereka.


“Kurasa aku akan keluar dulu Mori, kamu bisa disini kan menuggu aku,”ucap Clara.


“Tidak aku akan ikut dengan tuan putri, ini berbahaya jika nona sendiri yang melawan mereka,”kata Mori.


“Itu benar sebaiknya kita pergi saja dari monster itu mencari tempat bersembunyi. Monster besar itu tidak akan bisa dikalahkan hanya ksatria dari utara yang bisa,”kata Kusir kuda.


“Tapi jika kita berlari kita akan tertangkap juga. Apa lagi monster besar itu sudah melihat kereta kita dan menuju ke tempat kita. Jika kita masih disini bubuk yang kita taburkan tidak berfungsi untuk monster besar itu. Kalau menuggu ksatria dari utara itu sangat lama kita pasti sudah mati,”kata Clara yang melihat situasinya.


Tapi saat Clara hendak keluar terdengar suara langkah pembunuh yang menuju ke tempat monster besar. Clara melihat dengan mata dia kalau monster itu sedang bertarung dengan seorang.”Siapa dia?,’”ucap Clara melihat dari depan pintu.


Mori dan Kusir kuda yang juga melihat tampak bingung dengan apa yang mereka lihat. Monster itu sudah terluka oleh orang yang melawannya. Setelah selesai monster terluka dengan cukup parah monster itu kabur. Sementara orang yang melawan itu datang ke arah kereta kuda Clara. Clara melihat itu tampak tidak asing.


“Derek,”ucap Mori bersama dengan Clara setelah melihat sosok yang datang setelah melawan monster.

__ADS_1


“Selamat malam tuan putri, Mori. Kenapa kalian ada disini sendirian dimana rombongan kalian,”ucap Derek yang sedikit sudah tahu kondisinya. Karena sebelum Derek datang ke tempat Clara dia mengikuti rombongan yang dikawal oleh pangeran Cala dari kerajaan Matahari sampai hari ke empat pangeran hendak membunuh Clara.


Meninggalkan Clara tapi saat Derek melihat keduanya berpisah di tengah kabut. Derek tidak tahu apa yang terjadi sampai dia pergi ke arah awal mereka pergi. Di tengah jalan Derek yang merasakan ada monster yang seperti mengikuti sesuatu dia merasa aneh. Sehingga dia pergi dengan monster yang tertarik dengan sesuatu sampai di rombongan pangeran Cala.


Tapi Derek tidak melihat Clara berada hanya pangeran Cala yang  yang dikepung oleh monster dnegan jumlah yang banyak. Derek dari jauh melihat mereka diserang, sampai akhirnya Edwan datang. Tapi pada saat yang sama monster besar datang dan pergi setelah Edwan menaburkan sesuatu.


Derek mengikuti monster besar itu yang menuju ketempat lain. Derek melihat dengan jelas kereta kuda Clara.’Apa monster besar itu menuju tempat Clara berada, jika seperti ini dia dalam bahaya. Aku harus membunuh monster besar itu segera mungkin,”kata Derek.


Setelah monster besar kalah dia menuju tempat Clara berada. Dimana Derek disambut oleh Clara dan Mori. Karena tidak tahu apa yang terjadi dia hanya berbasa-basi saja kepada keduanya menanyakan tentang bagaimana mereka bisa ada di tempat itu.


“Aku datang ke sini hanya berjaga saja, tapi aku tidak sangka bertemu dengan tuan putri dan Mori. Apa kalian ingin pergi ke utara, jika iya aku bisa mengawal kalian sampai tujuan. Karena aku juga sudah selesai menjelajah tempat ini,”kata Derek yang tersenyum.Clara menerima tawaran itu setelah pagi datang kereta kuda mulai melaju ditemani Derek.


Tapi disaat ada waktu Derek bertanya kepada Clara.”Tuan putri bisa berpisah dengan rombongan atau memang mereka ingin berniat buruk kepada anda,”kata Derek.


“Aku juga tidak tahu ini sudah terjadi seperti biasanya mereka ingin membunuhku. Tapi aku tidak sangka kalau mereka kan meninggalkan aku di tengah hutan penuh monster ini,”ucap Clara dari dalam.


Derek yang sudah mendengar itu berkata dalam hati kalau keluarga kerajaan Matahari memang buruk. Tapi karena waktu terus berjalan mereka sampai didepan pintu masuk wilayah utara. Derek yang ada di depan  bersama dengan kusir kuda memberikan isyarat kepada penjaga untuk membuka pintu. Setelah mereka masuk ke dalam wilayah utara dimana tempat ksatria berkumpul dan setelah itu salah satu perkotaan tempat penduduk tinggal.

__ADS_1


Clara yang melihat ksatria tepat mereka masuk dan melihat kondisinya sedikit berbeda.”Apa separah ini tempat di utara berada,”guman Clara.


Mori keluar setelah Derek memberitahukan kepada penjaga untuk memberitahukan kepada Martin kalau tuan putri Clara sudah datang. Martin yang saat itu sedang ada tempat mereka berkumpul dengan ksatria lain sudah mendengar kabar itu. Martin yang membawa tongkat dengan langkah kaki yang pincang datang ke tempat kereta kuda tunangan dia berada.


Martin yang terkejut kalau tunangannya datang bersama dengan Derek dan tidak ada rombongan lain.”Derek apa yang terjadi disini kenapa kamu bisa bersama dengan tuan putri,”kata Martin yang sedikit mencari informasi.


“Tuan muda saya bertemu dengan kereta tuan putri yang hampir diserang oleh monster besar. Kurasa rombongan yang membawa tuan putri meninggalkannya ditengah hutan saat kabur datang,”kata Derek sedikit berbohong. Martin yang melihat tatapan mata Derek tahu kalau dia sedang berbohong. Tapi karena itu juga dia melihat ke arah kereta kuda tuan putri.


“Tuan putri Clara saya tahu anda lelah dan sangat takut dengan kondisi anda ditinggal oleh rombongan anda. Tapi bisa kita melakukan ikatan janji hari ini juga dengan cara sederhana,”kata Martin.


“Apa yang anda katakan sekarang juga tapi tuan putri sudah lelah apa tidak bisa ditunda sampai besok saja,”ucap Mori yang membelanya. Clara yang tahu berkata,”Tidak apa-apa Mori. Saya tidak keberatan untuk menikah sekarang, tapi izinkan saya untuk berganti pakaian di sin. Baru saya akan ikut dengan anda menuju tempat yang ada siapkan untuk kita berdua,”ucap Clara.


Mori melihat Clara hanya bisa menghela nafas setelah semua tertutup Mori mulai membantu Clara berganti pakaian.Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja sampai Clara selesai berganti pakaian yang berbeda dari ratu berikan. Mori keluar lebih dulu yang sudah di tunggu Martin dan beberapa ksatria yang ada. “Apa tuan putri sudah siap?,”ucap Martin.


Mori yang membuka pintu kereta kuda membantu Clara untuk keluar dimana wajah Clara sudah tertutup dengan kain putih transparan. Pakaian putih biru dengan renda yang biasa dan sederhana. Terlihat indah  saat orang memandangnya, Martin yang terkejut dengan Clara sedikit kagum.”Tuan muda Martin saya sudah siap. Apa kita bisa melakukannya sekarang?,”kata Clara.


Apa yang akan terjadi setelah mereka menikah bagaimana ksatria itu memandang Clara. Apa Clara akan bisa damai di tempat barunya atau malah ada kejadian yang tidak terduga?.

__ADS_1


__ADS_2