Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 109(revisi)


__ADS_3

Moza hanya diam saja dengan tatapan dia melihat ke arah Clara yang juga menuggu jawaban dari Moza. Tapi Moza tahu kalau Clara sudah tahu apa yang sedang terjadi diluar sana.”Untuk apa Duke Orben ingin tahu kondisi diluar,”ucap Moza yang melirik ke arahnya.


“Hai kamu apa ini sikap kamu yang tidak sopan ini. kamu tahu tidak pamanku ini adalah keluarga dari tuan kamu,”kata Jesika.


“Jesika kamu diam dulu, mungkin dia tidak tahu,”kata Malinda.


“Aku tahu siapa kalian, tapi apa hakku untuk mengatakan apa yang sudah aku lihat. Lebih baik kita menjaga keamanan kastil bukan dari pada di luar sana,”kata Moza.


“Moza kenapa kamu berkata seperti itu. Ini wilayah kita yang harus dijaga,”kata Sebastian.


Tapi Moza masih saja tidak perduli dengan mereka yang dia perdulikan adalah Clara yang ada didepannya.”Kenapa kamu tidak mengatakannya kepada mereka. Apa yang sudah kamu lihat di luar sana. Aku tidak keberatan untuk mereka tahu,”kata Clara yang berjalan mencari tempat duduk.


Tapi melihat bercak darah dan beberapa mayat yang berserakan hanya bisa mencari tempat yang bersih.”Nyonya disini ada tempat yang bersih jika nyonya ingin duduk,”kata Mori yang menunjukan tempat duduk yang bersih. Tapi tempat duduk itu ada dilantai. Clara yang datang ke tempat Mori dan lansung duduk tanpa ada alas yang menyelimuti lantai.


Sementara Jesika dan Melinda yang melihat merasa aneh dengan sikap Clara.”Bukan kamu seorang putri kenapa sikap kamu tidak mencerminkan seorang putri,”kata Jesika.


“Mungkin saja dia tidak tahu caranya mencari putri,”kata Malinda.


“Yang dikatakan nona itu benar saya memang seorang putri di atas kertas. Tapi kenyataannya saya adalah orang biasa yang merasa senang bisa hidup dari pembunuh ratu. Apa itu sudah cukup menjawab semua rasa penasaran anda nona-nona yang cantik dan anggun,”kata Clara yang kembali bersantai bersandar.

__ADS_1


Tapi mereka masih saja memandang Clara yang tidak mencerminkan seorang bangsawan yang sejati.”Anda ini seorang nyonya, tapi inikah sikap seorang nyonya dari utara,”kata Duke Orban.


“Itu banar aku sudah menjadi istri Martin. Tapi selama aku disini aku sudah melakukan apa yang harus aku kerjakan. Apa kalian tidak lelah aku saja lelah. Pagi dimana aku melihat Martin pergi tanpa pamit. Di siang menjalang sore dan akan segera muncul malam. Kita kedatangan tamu dengan mata-mata yang tidak terduga. Di sisi lain tempok ada perang yang sedang berlansung. Biarkan aku istirahat sebentar saja. Moza katakan apa yang kamu lihat kepada mereka, biar mereka tidak terlalu banyak tanyak,”ucap Clara yang bersandar di bahu Mori disampingnya.


Dimana Clara yang merasa lelah menutup mata untuk beristiraha yang terdengar hanyalah Moza yang sedang memberitahukan kepada mereka. Apa yang sedang terjadi diluar tembok.”Moza nyonya kamu sudah mengatakan kalau kamu harus bicara apa yang sedang kamu lihat di luar tembok,”kata Duke Orben.


“Apa Duke Orben benar ingin tahu kondisi diluar sana,”kata Moza. Hanya dengan melihat mata saja Moza sudah tahu kalau semua orang di dalam ruangan itu ingin tahu apa yang sedang terjadi. Di dekat Clara Moza mengatakan yang dia lihat diluar tembok.


“Baiklah aku akan mengatakannya. Di luar tempok terjadi perperangan antara dua belah pihak antara kerajaan Matahari yang dipimpin oleh pasukan ratu Erlaka dangan pasukan tersembunyi yan dipimpin oleh Delen. Orang yang datang ke tempat ini tadi sore yang memberitahukan kondisi perang,”kata Moza.


“Apa yang kamu katakan Moza. Delen itu bukan pimpinan pasukan tersembunyi. Kenapa dia datang menemui nyonya dan pasukan dari kerajaan Matahari yang menyerang, apa termasuk ornag ini dari ratu Erlaka,”kata Sebastian.


“Itu benar mereka ini adalah pembunuh dan ksatria yang dikirim oleh ratu Erlaka untuk membunuh nyonya. Untuk hubungan nyonya dan pimpinan pasukan tersembunyi aku tidak tahu apa hubungan mereka. Tapi diluar sana pasukan tersembunyi sedang melindungi wilayah utara dari pasukan ratu Erlaka,”kata Moza.


“Apa ini ada kaitannya dengan nyonya kalian sampai ratu ingin membunuh dia,”kata Jesika.


“Jesika tutup mulut kamu,”kata Duke Orben.


“Aku tidak masalah dengan apa yang dikatakan oleh nona tadi. Tapi apa yang anda tahu sementara kehidupan anda sudah lengkap dengan adanya orang tua yang mendukung dan menyangi anda,”kata Clara yang membuka mata. Karena disaat mereka sedang berbincang-bincang ada penyusup yang datang. Tapi kali ini akan ada monster yang menyerang.

__ADS_1


“Moza ada berapa pasukan yang masih bertahan,”kata Clara.


“Untuk sekarang ada 50 orang pasukan milik kastil. Tapi jika kita masukan salah satu pemburuh dan ksatrai lepas yang ada diwilayah ada 1000 orang,”kata Moza.


“Nyonya apa ada masalah sampai anda menayakan jumlah orang yang bisa bertarung,”kata Sebastian.


“Karena ada gelombang kedua yang akan datang. Bukan sekarang ini musim monster berkeliaran ya. Tembok di timur yang belum selesai di bangun bisa saja kedatangan monster bukan,”kata Clara.


“Apa yang nyonya katakan tembok timur hancur dan sedang dalam proses pembangunan yang belum selesai,”kata Duke Orben.


“Itu benar karena beberapa bulan lalu kita mendapatkan serangan monster bermata satu menyerang wilayah utara karena wilayah monster yang menjadi habitat mereka diserang oleh salah satu putra dari ratu Erlaka,”kata Clara menjelaskan apa yang sudah terjadi saat monster datang menyerang.


“Apa ini kamu penyebabnya wilayah ini selalu diserang. Sebaiknya kamu segera pergi sebelum Martin kembali,”kata Jesika. Tapi Malinda yang ada disampingnya terdiam tanpa berkata. Tapi dari cara dia melihat Clara bisa menebak kalau Malinda itu suka dengan Martin. Tapi karena posisi istrinya telah menjadi miliknya Clara. Hanya ada kebencian yang dipancarkan oleh Malinda.


Clara yang melihatnya hanya menghele nafas.”Kamu ingin aku pergi bisa saja. jika ratu bisa membunuhku di tempat ini,”kata Clara dengan santainya. Tapi dari tatapan yang diberikan oleh Clar adalah tatapan pembunuh yang dipancarkan oleh Clara. Jesika dan Malinda yang melihat merasa tertekan dengan apa yang diberikan oleh Clara.


Tapi diposisi lain Duke Orben yang mendengar perkataan Clara kalau nyonya didepan in akan hidup untuk membunuh ratu Erlaka. Tapi di posisi lain Sebastian dan Moza yang mendengar ucapan Clara tertunduk menghadap Clara.


“Nyonya tolong caput kembali apa yang ada katakan tadi. Jika tuan tahu anda berkata seperti itu tuan akan marah kepada kami yang tidak bisa menjaga nyonya,”kata Sebastian.

__ADS_1


Clara yang melihat mereka berdua tertunduk menghadap ke arahnya hanya bisa menyuruh mereka bangun.”Kita sekarang dalam kondisi tidak baik. Jadi kalian bangunlah,”kata Clara. Sebastian dan Moza kembali berdiri setelah mendapatkan perintah dari Clara.


“Jadi apa yang ingin anda lakukan jika kita akan diserang kembali. Apa lagi di luar sana pasukan ratu juga menyerang dengan jumlah banyak,”kata Duke Orben. Apa yang akan dilakukan oleh Clara apa akan ada bantuan datang yang tidak terduga?.


__ADS_2