Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 6 REVISI


__ADS_3

Clara terbangun dari tempat tidurnya berjalan ke arah teras untuk membuka jendelanya.Clara yang dari atas melihat seorang yang berpakaian hitam sedang berbaring di taman bunga.”Siapa dia apa dia pembunuh yang tadi malam?,”ucap Clara.


“Tapi kurasa bukan,”kata Clara yang begitu santai melihatnya. Mori mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam kamar.”Tuan putri apa yang anda lakukan disana?,”ucap Mori yang berjalan ke arahnya.


“Mori bisa kamu periksa siapa orang itu, kurasa dia terluka,”kata Clara yang menatap ke arah taman bunga. Mori yang melihat dari samping tampak orang yang dimaksudkan oleh Clara. Setelah mendaptkan perintah Mori segera pergi ke bawah. Sementara Clara pergi untuk memberishkan dirinya. Sebelum dia melihat orang yang ada dibawah. Selesai dengan dirinya Clara didatangi oleh Mori dengan wajah cemasnya.


“Tuan putri sebaiknya ikut dengan saya,”kata Mori yang segera menarik tangan Clara. Clara hanya mengikuti Mori dari belakang dengan tangan masih diseretnya. Di depan sebuah kamar Mori melihat ke sekelilingnya setelah aman dia membuka pintu dan dibawa Clara bersamanya. Clara yang melihat dari balik tubuh Mori meliha ke arah depan.


“Siapa dia Mori?,”ucap Clara yang melihat seorang berpakaian ksatria yang terluka.


“Dia orang yang kita lihat di taman nona, kurasa dia mata-mata,”ucap Mori.


“Mata-mata dari siapa?,”kata Clara yang melihat luka yang didapatkan oleh ksatrai itu. Terdapat lambaang yang tidak asing untuk Clara. Sebaiknya kita mencari tahu dulu kondisinya, Mori bisa kamu mencari tahu apa yang sudah terjadi sekarang ini di istana utama. Aku akan mengobati ksatria ini agar kita bisa mendapatkan informasi.


Mori pergi dari kamar itu dan mencari tahu tentang apa yang sudah terjadi. Mori yang sudah keluar vila tulip melihat banyak ksatria kerajaan yang sedang mencari sesuatu.”Apa yang mereka cari?,”guman Mori. Tapi pada saat yang sama Mori mendengar pembicaraan pelayan yang mengatakan kalau ada mata-mata dari utara yang menyelinap masuk ke istana saat pesta sedang berlangsung.


“Mata-mata dari utara apa itu kerajaan utara dimana calon suami tuan putri. Tapi kenapa disebut mata-mata,”kata Mori yang merasa ada yang aneh. Setelah di telusuri lagi mata-mata dari utara itu ditankap karena sudah mengirim pesan yang salah. Orang itu kabur dari pejara bawah tanah, Mori yang sudah mendapatkan pesan itu segera pergi kembali.


Unruk menyampaikan pesan itu, tapi tidak disangka Mori di ikuti oleh pelayan ratu yang saat itu hendak mengawasi.”Bukan itu Mori pelayan putri Clara kenapa dia teriihat aneh,”kata pelayan ratu yang melihatnya.

__ADS_1


Mori yang merasa sudah berhati-hati masuk ke dalam kamar dimana orang yang mereka temukan sudah diobati oleh Clara.”Kamu sudah kembali, jadi bagaimana apa yang sudah kamu temukan Mori,”ucap Clara.


“Aku menemukan kalau ada ksatrai yang mencari mata-mata dari utara yang kabur dari penjara bawah tanah tuan Putri. Apa orang yang kita selamat ini adalah mata-mata yang mereka cari, jika iya bukan kita dalam masalah besar,”kata Mori.


“Jika itu benar kita sembunyikan dia dulu, kita tidak tahu itu benar apa tidak. Kamu juga sudah tahu kalau mereka bisa menyembunyikan kebenaran yang ada,”kata Clara.


“Tapi kita sembunyikan orang ini dimana tuan putri,”kata Mori. Clara yang mencari jalan mencoba tenang sampai tangan dia menyentuh satu rak yang ternyata adalah kunci masuk ke ruang bawah.”Nona samping kamu?,”kata Mori yang terkejut dengan belakang Clara terdapat pintu.


Clara melihat ke arah yang di tunjuk oleh Mori. Clara yang tidak tahu juga sedikt terkejut, tapi karena tidak memiliki waktu lagi Clara dan Mori membawa orang itu ke ruangan yang mereka tidak tahu menuju kemana. Setelah turun dari anak tangga terdapat satu ruangan luas dengan kasur, tempat duduk dan rak buku.


“Tempat apa ini?,”ucap Mori.


Clara yang juga mendengar itu hanya diam saja sampai terdengar ketukan pintu itu. Tapi belum sempat ketukkan pintu selesai pelayan yang mengikuti Mori langsung membuka.”Kalian sedang apa disini?,”ucap Mori yang terlihat santai tidak terjadi apa-apa.


“Dimana kalian membawa mata-mata itu?,”ucap Pelayan yang langsung ke poin utama.


“Mata-mata apa yang kamu katakan kami tidak tahu,”ucap Mori.


“Maaf tuan putri kami hanya menjalanka tugas saja dari raja untuk menangkap mata-mata yang kabur dari Utara. Apa anda melihatnya?,”kata ksatria yang mencarinya.

__ADS_1


“Saya tidak melihat ada orang asing atau mata-mata yang menyusup ke sini. Jika kalian tidak percaya bisa mencari sendiri ruangan ini dan vila tulip ini agar kalian puas,”kata Clara dengan santainya. Setelah mendapatkan izin ksatria itu segera menggeledah kamar yang mereka masuki tersebut. Setelah tidak ada bukti adanya mata-mata mereka pergi ke tempat lain, tapi dengan hasil nihil.


“Apa kalian menemukannya?,”ucap Clara.


“Maaf tuan putri kami sudah mencari ternyata tidak ada jejek yang sama seperti dikatakan oleh pelayan tadi. Kami pergi dulu, maaf sudah mengganggu anda,”kata ksatria yang segera pergi dari ruangan. Tapi pelayan itu tidak percaya kalau dia mendengar sendiri –pembicaraan mereka dari luar kalau mereka membawa mata-mata itu ke ruangan tersebut.


“Bagaimana mungkin tidak ditemukan mata-mata itu. Dia mana mereka menyembunyikan mata-mata itu,”guman Pelayan yang masih ingin mencari. Setelah ksatrai itu pergi dan pelayan itu sedikit mencurigakan, Mori mulai mengawasi pelayan itu. Sementara itu Clara yang pergi masuk ke ruang bawah dimana mata-mata itu berada.


Clara berjalan melihat ke arah mata-mata itu yang terlihat masih belum siuman. Setelah melihat sekelilingnya Clara membaca buku yang ada diruang bawah tanah. “Nona sedang apa anda disini?,”ucap Mori yang sudah kembali.


“Bagaimana dengan palayan yang mengusik kita, apa dia masih mencari orang ini,”kata Clara yang sambil membaca.


“Itu benar tuan putri. Tapi sampai kapan orang itu tetep disini,”ucap Mori yang membawa kain dari kamar Clara. Clara menutup buku yang dia baca dan mengambil kain yang dibawa oleh Mori.


“Tunggu saja jika dia sudah membaik, biarkan dia pergi. Tapi dari pada itu kamu awasi saja pelayah itu pasti akan membuat ulah lagi nanti,”kata Clara. Mori yang tahu hanya menganggu saja sampai akhirnya mereka berdua meracun di ruang yang mereka temukan.


“Tapi ini ruang apa sebenarnya,”kata Mori. Clara hanya bisa tersenyum saja kepada Mori karena dia juga tidak tahu ruangan apa yang mereka temukan itu. Setelah lama didalam ruangan itu mereka keluar dengan membawa barang yang sudah jadi. Di luar Clara yang melihat tampak ada ksatria yang mengawasi vila tulip.”Kurasa malam ini kita tidak bisa keluar nona melihat ksatria yang berjaga,”kata Mori.


“Itu benar, tapi tidak seperti biasanya saja,”ucap Clara. Tapi apa yang akan di temukan oleh Clara dan bagaimana raja dan Ratu akan menghadapi Clara untuk mempersiapkan pembelajaran tata krama pernikahan nanti?.

__ADS_1


__ADS_2