
Derek yang berjalan ke arah Kal yang merasa kalau Kal sedang berbincang dengan seorang tapi saat dia datangi. Kal sedang berdiri sendiri, Derek memegang bahunya sambil berkata.”Kamu kenapa ada di sini bukan bersama Nona,”ucap Derek.
Kal yang sedikit terkejut dengan kedatangan Derek menoleh.”Kamu mengagetkan aku saja. Nona sedang istirahat mana mungkin aku ganggu,”kata Kal.
“Tapi kenapa kamu ada disini. Tadi aku lihat kamu berbicara dengan seorang siapa dia,”ucap Derek.
“Siapa yang kamu maksud. Ohhh iya Derek bagaimana kondisi mereka yang terluka karena racun. Apa sudah ada obat penawarnya, mungkin aku bisa membantu,”kata Kal.
“Penawarnya masih ada hanya saja jumlahnya yang terluka sangat banyak ditambah lagi monster yang ada didepan pintu. Aku juga tidak tahu kenapa mereka bisa ada disini,”kata Derek.
“Aneh juga mereka bisa datang ke sini. Tapi Derek apa pengawasan wilayah sudah diperketat kalau ada yang jebol temboknya,”ucap Kal yang sedikIt memberikan tandak.
“Kamu jangan khawatir pengawasan sudah di perketat. Sebaiknya kamu kembali ke kastil saja melihat kondisi nona Clara. Apa lagi semua sedang sibuk hari ini,”ucap Derek. Kal hanya menganggu saja dan mulai pergi dari pemungkiman para prajurit dan pintu masuk. Goro yang sudah bisa keluar dari tembok wilayah melihat sekumpulan monster yang tidak seharusnya datang ke sini.
“Bagaimana aku bisa keluar dari sini,”ucap Goro yang sedang berpikir untuk memberitahukan kepada pasukan tersembunyi. Setelah lama berpikir Goro menemukan cara dan mulai segara pergi setelah ada kesempatan untuk ia pergi. Tapi Goro juga melihat sekitarnya kalau tidak ada yang mengawasinya. Setelah Goro pergi dengan hati-hati dia mendengar suara langkah yang membuat Goro bersembunyi.
“Siapa yang datang ke wilayah utara,”batin Goro. Setelah diamati Goro melihat yang keluar dari tembok adalah pembunuh yang tadi ingin membunuh nona Clara.
“Kenapa mereka bisa ada disini. Bagaimana dengan nona?,”ucap Goro. Tapi Goro yang tadi hendak mencari tahu kabar dari Nona tapi dia urungakan. Untuk menjalankan misi yang diberikan oleh nona Clara.
“Pasti nona baik saja, dia itu hebat. Dia pasti baik saja, tapi kenapa mereka bisa keluar. Tapi jika aku ingat lagi kejadian ini kenapa tidak asing ya,”ucap Goro yang sedang berpikir. Tapi saat dia sedang berpikir dia mengingat satu hal kalau dia juga pernah dilepaskan oleh Clara.
__ADS_1
“Apa mereka juga sama denganku ya,”kata Goro. Tapi dia melihat kebelakang ada monster yang hendak menerkam Goro. Tapi untungnya Goro bisa menghindar dan membunuh monster tersebut.”Untung saja selamat,”kata Goro yang kembali melanjutkan perjalanannya. Goro yang kembali menyelinap keluar dari tempat dia berada setelah dia melihat pembunuh tersebut telah pergi menjauh.
Goro yang mulai keluar dari wilayah pergi ke tempat dimana Pasukakn tersembunyi berada. “Hai Goro kenapa kamu ada disini,”ucap salah satu pembunuh yang ada di dalam ruang pertemuan.
“Dimana pimpinan aku ingin bicara dengan dia ada pesan dari nona untuk dia,”kata Goro.
“Untuk apa kamu mencari pimpinan apa ada hal yang mendesak,”kata Jeni yang ada di luar dimana para pasukan berkumpul.
“Jelas ini mendesak, bawa aku ke pimpinan sekarang juga,”kata Goro. Jeni yang mengantarkan Goro untuk pergi ketempat pimpinan mereka berada.”Bos ada Goro mencari kamu,”ucap Jeni dari balik pintu.
“Suruh dia masuk,”ucap Delen. Jeni yang menyuruh masuk Goro setelah dia mendapatkan izin dari Delen.
“Kenapa kamu mencariku. Dimana Nona?,”kata Delen.
“Emangnya apa yang sudah terjadi disana sampai nona meminta bantuan kami,”kata Boy dari belakang.
“Kamu tahu tidak kalau dua hari lalu nona baru saja diserang oleh pembunuh yang bersamaan dengan monster yang seharusnya datang pada bulan akhir. Tapi mereka datang pada waktu yang tidak tepat dan membuat para prajurit di wilayah utara terkena racun dan ksatria yang juga sedang ada di wilayah lain juga mendapatkan serangan yang tidak terduga dari para monster,”kata Goro yang sedikit menceritakannya.
“Lalu bagaimana dengan kondisi nona apa dia baik saja di wilayah utara,”kata Boy.
“Pembunuh tersebut sekarang ada dimana,”ucap Delen.
__ADS_1
“Kurasa nona melepaskan pembunuh itu seperti kita dulu. Tapi informasi yang aku dapatkan kalau pembunuh ini berasal dari Ratu,”ucap Delen.
“Bukan sudah biasa ya kalau pembunuh ini berasal dari ratu. Ratukan ini nona kita mati bersama ibunnya yang dulu. Tapi apa ada hal lain tidak selain membantu wilayah utara menyelesaikan krisis monster yang datang secara sembunyi-sembunyi,”kata Delen.
“Cari jalan rute aman perdagangan dan mencari tahu tentang keluarga dari ratu apa yang dia rencanakan,”ucap Goro yang sedikit menambah tugas mereka. Tapi Delen dan Boy sedikit tahu tugas tambahan yang tidak diminta oleh nona Clara.
“Itu dari kamu apa nona sendiri,”ucap Boy yang merangkul Goro. Goro hanya tersenyum dan menyerang dan mengatakan yang sebenarnya. Kalau misi kedua tersebut itu dari dirinya. Tapi Delen dan Boy tidak marah karena mereka sudah tahu tentang Goro yang dulu merupakan bagian dari mereka berdua. Tapi karena suatu alasaan mereka berpisah dan dipertemukan kembali oleh Clara karena penyerangan yang tidak terduga dan mengganggu bisnis Clara. Karena itu Clara yang tahu kalau itu adalah ulah dari salah satu bisnis dari gang kumuh. Clara bernego dengan pihak pimpinan sampai sekarang mereka bisa bekerja sama. Pada saat itu juga mereka berdua bertemu dengan Goro.
Goro yang bisa istirahat di tempat pasukan tersembunyi sampai persiapan mereka selesai. Tapi setelah keberangkatan Goro bertemu dengan pasukan tersembunyi, Clara yang masih ada di ruang bawah tanah yang melepaskan rasa sedihnya mulai bangkit. “Aku harus kuat,”ucap Clara.
Clara yang menyemangati sendiri yang ingin keluar dari ruang bawah tanah mendengar suara dari sel lain dibalik pintu kedua.”Suara apa itu,”ucap Clara yang mencari tahu asal dari suara yang meringkik kesakitan.
Di depan pintu besar di bawah ruang tanah dia membuka pintu dimana didalam masih ada ruang sel lain. Clara kembali menyusuri ruangan dan melihat satu orang yang masih kanak-kanak yang terikat dengan besi rantai.”Hai anak kecil kenapa kamu bisa ada di sel ini,”ucap Clara yang mencari tahu.
“Siapa kamu?,”ucap anak kecil.
“Seharusnya aku yang bertanyak siapa kamu kenapa kamu ada di sini sel ruang bawah tanah,”ucap Clara yang santainya bertanya kepada anak kecil yang sedang dirantai.
“Apa kamu kasihan denganku ,”ucap anak kecil.
“Memangnya kamu ini siapa dan kenapa kamu bisa ada di sini aku saja tidak tahu. Tapi sebelum itu apa kamu mendengar aku menangis tadi, bisa kamu pura-pura tidak tahu,”ucap Clara.
__ADS_1
“Ohhh jadi suara tangisan tadi itu kamu ya, tidak aku sangak ada wanita yang dikurung disini. Apa yang sudah kamu lakukan dengan tuan rumah ini sampai kamu di kurung. Tapi melihat kamu yang bisa ke sini kamu mau melarikan diri,”ucap anak kecil. Clara yang mendengarnya hanya terdiam dan tersenyum dengan batin berkata kenapa dia bisa berkata seperti itu kesalah pahaman yang tidak terduga. Apa Clara akan bisa keluar dari ruang bawah tersebut bersama dengan seorang anak laki-laki yang dia tidak kenal.