
Clara yang sudah sampai kamar terdiam dan tidak ingin memikirkan tentang keluarga Bringdah. Tapi hati kecil Clara masih saja ingin bertanya kenapa mereka tidak mengatakan yang sebenarnya.”Sebenarnya mereka ingin bertemu deganku tidak ya,”batin Clara. Dimana di kursi yang penuh dengan kertas yang akan dibaca oleh Clara.
Melihat dokumen itu Clara hanya bisa fokus dengan apa yang sudah dia rencanakan. Karena itu ada tamu yang tidak diundang akan datang ke kamar Clara. Mori yang sudah pergi meninggalkan Kamar Clara. Sendirian di dalam kamar di malam hari dengan dokumen yang akan di baca oleh Clara.
Clara yang dengan sanai mengambil satu informasi tentang keluarga Ratu yang sudah mendapatkan sebagian dari apa yang di inginkan oleh ratu. Clara yang berhati-hati membaca informasi itu. Terdengar suara langkah kaki tepat pukul 10 malam orang itu datang.”Putri Clara dari kerajaan Matahari,”ucap Pembunuh yang datang mendekat.
“Untuk apa pembunuh dari rau datang ke sini. Apa ingin membunuh aku sekarang,”ucap Clara dengan santai.
“Kamu tahu jelas kedatangan aku ke sini bukan. Sama dengan ibu kamu harusnya kamu menyusulnya bukan,”kata pembunuh.
“Yang kamu katakan itu tidak mungkin sebelum aku membunuh ratu,”kata Clara.
“Apa benar kamu bisa membunuh ratu dengan posisi kamu yang seperti ini. Itu sangat tidak mungkin,”kata pembunuh. Tapi Clara hanya tersenyum dan menatap ke arah pembunuh yang duduk didepannya. Pembunh yang datang malam itu tidak hanya satu orang ada mata-mata dari organisasi KejBar yang juga ikut terlibat dalam malam itu.
“Aku tidak menyangka kalau kalian akan datang ke sini bersama-sama,”kata Clara yang bersadar di kursi yang ia duduki.
“Kamu tidak takut sama sekali ya, putri Clara,”kata Pembunuh yang juga dingin menatap Clara. Dimana pembunuh itu dengan santai berbicara dengan Clara di depannya. Yang sebentar lagi akan menjadi mayat di wilayah utara.
“Kenapa kamu hanya diam saja. Apa masih sedang berpikir membunuh aku seperti apa,”kata Clara.
“Itu benar, enaknya kamu mati sama seperti ibu kamu atau saat dengan orang tua dari keluarga ini ya,”kata Pembunuh. Clara yang mendengar itu sedikit terkejut kalau pembunuh didepan ini juga sama dengan kejadian yang menimpa wilayah utara.
“Aku tidak tahu apa yang kamu katakan tentang keluarga ini. Bukan keluarga dari suami saya itu mati karena kecelakaan ya,”kata Clara yang secara diam-diam mencari informasi dari pembunuh di depannya.
__ADS_1
“Apa kamu mencoba mencari informasi dari saya,”kata pembunuh yang tahu pikirkan dari Clara.
“Apa tidak boleh aku tahu sebelum kamu membunuhku,”kata Clara dengan senyuman polosnya.
Pembunuh itu terdiam untuk sesaat dan berpikir dengan matang apa yang akan dia katakan kepada Clara. Tapi melihat jumlah pembunuh yang datang ke tempat Clara yang selalu gagal membuat pembunuh itu tidak bisa mengatakannya.”Kenapa kamu tidak mau memberitahukan kepadaku. Apa kamu takut kalau kamu gagal membunuhku,”ucap Clara.
Pembunh itu masih mencoba diam dan tidak berkata dengan sikap dingin pembunuh itu hanya menatap saja.”Kenapa apa benar yang aku katakan kamu tidak berani untuk memberitahuku,”kata Clara yang mencoba memaksa pembunh didepannya untuk membuka mulut. Tapi karena pembunuh itu berbeda dengan pembunuh yang datang hanya bisa melihat kertas didepannya.
Tapi saat hendak mengambil kertas itu. Pembunuh itu mencoba menghentikan Clara yang dimana posisi tangannya sudah merahi kertas itu.”Apa yang ingin kamu lakukan,”kata pembunuh itu dimana tangan Clara sudah dipengang oleh pembunuh.
Clara yang merasa tangan pembunuh itu kasar dan dingin. Clara yang melihat dengan wajah polosnya tersenyum kepada pembunuh.”Kamu ingin membunuhku atau mau melakukan hal yang lain,”lata Clara dimana mata Clara sedikit menggoda pembunuh didepannya.
Pembunuh itu bukan melepaskan tangan Clara malah dia tetap memengan tangan Clara. Tatapan yang dingin pembunuh itu merasa kalau dirinya sudah masuk ke dalam perangkap oleh Clara.”Kenapa kamu tidak melepaskan tanganku. Apa kamu ingin terus memegang tanganku terus,”ucap Clara yang dimana dia sudah memberikan serbuk racun kepada pembunuh itu.
Mata-mata yang melihat sikap pembunuh yang merasa aneh dengan cepat segera memberikan pembunuh itu memberikan penawarnya.”Kenapa kamu baru sekarang keluar. Kenapa tidak dari tadi saja,”ucap Clara.
“Tidak, apa kamu sudah membawa air yang aku minta,”kata Clara. Mori yang berjalan ke arah Clara dia memberika air yang diminta oleh Clara.
“Nyonya air ini untuk apa,”kata Mori.
“Kamu akan tahu nanti. Tapi sebelum itu kamu bisa mengambil tali untuk mengikat mereka,”kata Clara. Mori yang segera mengambil tali dan dia segera mengikat para pembunuh dan mata-mata yangs udah tidak bergerak. Mori yang tidak tahu apa yang sudah terjadi hanya bisa mengikuti Clara.
“Apa yang terjadi di sini,”ucap Moza yang datang berkunjung. Moza yang melihat ada orang yang di ikat oleh Mori.
__ADS_1
“Kamu kenapa ada di sini Moza,”kata Clara.
“Mereka ini siapa nyonya, Mori apa yang kamu lakukan,”kata Moza yang berbalik tanya kepada Mori.
“Mereka musuh yang datang ke wilayah utara,”kata Mori. Moza yang melihat ke arah Clara yang masih santai.
“Apa nyonya baik saja,”kata Moza.
“Aku sih baik, hanya saja mereka yang tidak baik saja,”kata Clara yang menatap ke arah pembunuh dan mata-mata yang datang.
“Apa sudah selesai Mori,”ucap Clara.
“Sudah nyonya. Tapi apa yang akan anda lakukan dengan mereka yang sudah tidak bergerak ini,”kata Mori.
“Tapi sebelum itu apa senjata dan racun yang ada di tubuh dan pakaian mereka sudah kamu ambil,”kata Clara. Mori hanya tertunduk dimana kalau semua sudah dibersihkan oleh Mori. Senjata dan bubuk racun yang ada di tubuh mereka sudah di kumpulkan menjadi satu. Clara yang datang ke arah pembunuh dan mata-mata dengan air yang sudah dia pegang. Clara mulai menyiramkan air yang dia pegang ke arah pembunuh dan mata-mata.
Pada saat itu juga mereka terbangun dan menatap ke arah Clara.”Kalian sudah sadar,”ucap Clara.
“Putra Clara apa yang kamu lakukan kepada kami. Bagaimana bisa kamu melakuakan ini dengan singkat,”ucap mata-mata.
Clara hanya tersenyum saja kepada mereka.”Apa kalian tidak sadar kalian masuk ke sini sudha terkena racun,”ucap Clara.
“Itu tidak mungkin ada racun. Jika memang di sini ada racun kami bisa tahu akan semua itu,”kata mata-mata yang ahli dalam racun.
__ADS_1
“Apa benar kalian bisa tahu semua yang aku lakukan. Tapi kalian tidak sadar bukan dari awal sampai akhir kalian sudah terkena racun,”kata Clara.
“Tapi dari pada mebahas racun. Bagaimana kita mulai dengan apa yang aku inginkan saja,”kata Clara. Kejadian apa lagi yang akan menimpa Clara dengan pembunuh yang datang dari ratu serta informasi apa yang dia dapatkan saat mereka datang.