Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 108(revisi)


__ADS_3

Moza yang segera kembali ke kastil. Tapi membutuhkan waktu yang cukup lama karena dia bertemu dengan musuh ditengah jalan yang bisa melepaskan diri dari medan perang. Tapi di tempat Clara yang masih diam bicara dengan Duke Orben. Tapi di sela pembicaraan Clara mendengar langkah yang tidak bersuara.


“Mori apa kamu bawa barang kamu untuk bertahan,”kata Clara.


“Saya bawa nyonya,”kata Mori yang tertunduk.


“Jika kamu bawa apa kamu bisa jaga kedua wanita yang menjadi tamu kita. Sebastian jaga para pelayan dan ada di kastil. Sebisa mungkin kamu bekerja sama dengan mata-mata yang melindungiku. Kurasa untuk Duke Orben sendiri bisa menjaga diri anda sendiri bukan,”kata Clara dengan santai.


“Apa kita kedatangan tamu yang tidak di undang,”kata Duke Orben. Clara hanya diam saja sambil melihat ke arah lain.”Kurasa mereka sudah menyusul masuk. Apa kalian sudah siap untuk tahap selanjutnya,”kata Clara. Tapi pada saat yang sama Mori yang menjaga kedua wanita yang bernama Jesika dan Malinda.


“kenapa kamu ada di sini bukan menjaga nyonya kamu sendiri,”kata Malinda.


“Nyonya saya bisa menjaga dirinya sendiri. Tapi kalian berdua apa bisa menjaga diri anda sendiri. Karena musuh semakin dekat dengan kita,”kata ori.


“Apa yang kamu katakan musuh dari mana yang datang ke sini,”kata Jesika.


Tapi Mori tidak menjawab hanya fokus untuk menjaga meraka. Tapi di saat yang sama mereka sudah bersiap terdapat gerakan yang tiba-tiba menyerang mereka. Musuh yang masuk lewat jendela dan pintu. Dimana para pelayan yang sudah diamankan yang ada ditempat lain. Untuk mengurangi jumlah korban jiwa mereka yang datang dengan tiba.


Mulai menyerang orang yang dalam ruang tamu. Tapi yang paling di incar adalah Clara dengan jumlah yang banyak datang ke arahnya. Tapi Clara yang tahu itu dengan segera mulai menaburkan bubuk untuk mereka, sehingga jumlah mereka berkurang.


Tapi lama kelamaan jumlah semakin banyak. Clara yang berdiri yang melihat mereka yang sudah terpojok segera pergi dari ruangan membawa mereka ke tempat lain.

__ADS_1


“Mori kamu tetap disini dan tetap waspada. Aku pergi,”kata Clara. Mori yang masih menjaga kedua wanita itu dengan bertahan melawan mereka yang datang ingin membunuh jumlah mata yang melihat. Tapi Sebastian yang melihat Clara pergi ingin mengikutinya. Tapi karena jumlah musuh yang datang tidak bisa pergi bersama dengan Clara.


“Mori kenapa kamu tidak mengikuti Nyonya,”kata Sebastian dengan keras kepada  Mori yang juga sedang bertarung.


“Percuma jika kau ikut akan menyulitkan nyonya,”kata Mori.


“Apa yang kamu katakan. Jika nyonya pergi dia akan dalam bahaya,”kata Sebastian.


“Sebastian kamu fokus saja dengan musuh didepan kamu. Nyonya akan baik-baik saja dia ikut kuat sebarapa banyak musuh yang datang. Mereka yang akan mati karena nyonya,”kata Mori yang tahu siapa Clara sebenarnya.


“Bagimana kamu bisa percaya kalau dia akan selamat,”kata Malinda yang dimana berharap Clara mati. Martin bisa menjadi miliknya, tapi apa yang diharapkan oleh Malinda tidak akan bisa menjadi nyata.


Karena Clara dulu adalah matan pembunuh di medan perang yang memiliki gelar sang tiran wanita. Mori yang tahu karena Mori yang juga ikut dalam menjaga Clara saat dia ada tugas ikut dalam pembasmian dan perang yang terjadi hanya untuk mendapatkan uang. Tapi identitas itu disembunyikan oleh semua orang hanya Mori dan Delen dan orang penting yang tahu siapa Clara sebenarnya.


“Apa kamu bisa melawan kami semua kamu itu hanya wanita biasa yang bodoh mau melawan kami semua tanpa ada penjaga,”kata pembunuh.


“Aku yang bodoh atau kalian yang tidak memiliki otak,”kata Clara yang sudah ada di belakang semua pasukan pembunuh yang datang. Mereka yang mencari Clara tidak menemukan dimana posisi Clara berada. Beberapa menit kemudian mereka yang ada didepan mendengar suara teriakan.


“Kenapa kalian berterikak aku sakit ini telinganya,”ucap Clara yang dengan santai menembas kepala musuh yang menghalanginya. Wajah Clara yang penuh dengan tatapan dingin dan tidak perduli dengan mereka yang ada dihadapan mereka. Sementara mereka yang ada di depan masih terkejut dengan apa yang mereka lihat.”Bagaimana mungkin kamu bisa membunuh mereka semua,”kata salah satu pembunuh.


“Bagaimana aku bisa membunuh, aku berikan kamu satu kesempatan untuk bertemu dengan orang yang telah mengirim kamu. Jika kamu mau hidup,”kata Clara yang sudah mengalahkan semua musuh yang mengikutinya dengan beberapa gerakan mata-mata yang dia miliki.

__ADS_1


“Pesan.... apa yang ingin kamu sampaikan,”kata pembunuh yang masih hidup. Tapi di saat pembunuh itu berbicara dengan Clara. Tangan Clara yang sudah menarik pedang yang menusuh ke tubuh pembunuh yang Clara bunuh.


“Pesannya yang harus kamu kirim adalah. KAMU AKAN MATI SEBENTAR LAGI MENYUSUL ORANG YANG DATANG KE WILAYAH UTARA,”ucap Clara dengan senyum melihat ke arah pembunuh yang sudah pergi.


Sementara itu Moza yang sudah sampai dikastil mencari Clara. Tapi diruang tamu yang sudah berantakan dan musuh yang sudah dikalahkan Moza bertanya kepada Sebastian.”Dimana Nyonya,”kata Moza yang baru saja sampai.


Sebelum Sebastian menjawab Clara yang sudah kembali melihat Moza yang mencari dirinya.”Moza kenapa kamu mencariku,”kata Clara yang sudah menyembunyikan senjata yang dia gunakan untuk membunuh semua musuh.


“Nyonya apa anda tidak terluka,”kata Mori yang berjalan mendekat.


“Aku baik saja, bagaimana dengan kamu Mori kamu tidak terluka bukan,”kata Clara yang melihat Mori dari atas sampai bawah. Mori yang melihat sikap Clara yang perduli dengan dirinya hanya tersenyum.”Saya baik-baik saja. Mana mungkin saya akan terluka jika hanya menghadapi tikus yang tidak tahu siapa lawan mereka,”kata Mori.


“Mori aku suka kamu,”kata Clara yang memeluk Mori depan semua yang melihat. Tapi mereka juga masih tidak percaya kalau Clara masih hidup dan baik saja setelah dikejar oleh pembunuh yang jumlahnya banyak. Tapi Moza yang melihat Clara yang baik saja segera berjalan ke arahnya.”Nyonya maafkan saya tidak bisa menjaga anda. Tolong hukum saya,”kata Moza.


“Kenapa dengan kamu aku bisa menjaga diriku sendiri. Tapi dari pada itu kenapa kamu mencariku,”kata Clara yang terlihat biasa saja.


“Saya mencari anda kalau anda dalam bahaya. Saya takut jika anda terluka apa lagi tuan tidak ada di kastil,”kata Moza yang tertunduk dan tidak berani melihat ke arahnya.


“Moza lihat aku sekarang apa aku terluka,”kata Clara kepada Moza. Moza yang melihat ke arah Clara, setelah melihat dengan seksama tidak ada luka hanya ada bercak darah saja di tubuh Clara.”Bagaimana Moza?,”kata Clara lagi. Moza hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Bagus tapi apa yang kamu lihat saat bersama dengan Delen dimedan perang Moza,”kata Clara. Tapi mata yang lain masih memandang mereka.

__ADS_1


“Moza apa yang kamu lihat di luar tembok,”kata Duke Orben. Berapa lama Clara akan bertahan melawan pembunuh yang datang, apa akan ada lagi yang datang?.


__ADS_2