Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 50(revisi)


__ADS_3

Moza yang telah membunuh tikus yang kabur kembali ke tempat Clara dimana dia membersihkan  sisa tikus yang sudah membeku.Moza yang keluar bertemu dengan Derek yang mengantarkan kakek Gland.”Moza apa yang kamu bawa,”ucap Derek. Yang didengar oleh Gland yang juga bersama dengan dua orang lain yang datang ke wilayah utara.


“Tikus yang menyelinap. Apa kamu ingin bertemu dengan nyonya Clara dia ada didalam,”ucap Moza.Derek yang sudah mendapatkan jawaban dari Moza segera mengatarkan ketiga tamu yang datang untuk bertemu dengan Clara. Di depan pintu Derek mengetuk pintu setelah ada jawaban mereka masuk ke dalam kamar Clara. Dimana Clara yang telah merapika rambutnya menoleh ke arah pintu masuk.


Dimana Derek bersama dengan tiga orang di belakang. Salah satu dari ketiga itu adalah kakek Clara Gland. Tapi Clara melihat ada dua orang lain yang tidak tahu siapa mereka.”Kakek ayo duduk. Tapi kakek... siapa mereka berdua,”ucap Clara yang sedikit ragu untuk bertanya. Tapi karena Clara ingin tahu dia bertanya kepada kakek Gland.


“Mereka berdua adalah paman kedua kamu dan satunya lagi adalah kakak ipar dari paman kamu,”ucap Gland. Tapi Clara masih tidak mengerti hanya menggelengkan kepalanya saja sampai Kay membuka mulutnya.


“Kamu pasti Clara anak dari Erina kakakku bukan. Maaf aku lupa memperkenalkan namaku Kay adik dari ibu kamu dan orang disampingku ini adalah kakak iparku,”ucap Kay sedikit menjelakan.


“Senang bertemu dengan anda nona Clara atau aku bisa memanggil dengan kamu nyonya Clara. Saya adalah Azarata putra mahkota dari Timalaya dan kakak ipar dari Kay. Anda pasti sudah dengar dari paman kamu Baned kalau Kay adik dari paman kamu Baned menikah putri mahkota dari Timalaya bukan,”ucap Azarata.


“Ohhh itu aku sudah dengar. Tapi seleumnya aku berterima kasih kalian datang dan mau membantu wilayah utara ini. Aku tidak tahu jika tidak ada bantuan ini bagaimana kondisi wilayah utara ini,”ucap Clara.


“Kamu tidak usah bersedih. Kami akan membantu suami kamu bukan sekarang kamu sudah bertemu dengan kelurga kamu yang sudah lama berpisah,”ucap Azarata. Clara yang terdiam dan menatap ke arah kakek dan paman Kay didepan matanya.


“Iya aku juga mersa senang bisa bertemu dengan salah satu keluarga ibuku,”kata Clara yang merasa senang. Tapi di luar terlihat senang bisa bertemu, tapi di dalam hati Clara sedang memikirkan masalah yang lain. Kakek Gland yang melihat wajah Clara yang menyembunyikan sesuatu bisa menebak.


”Cucuku Clara jangan paksa dirimu jika kamu tidak merasa senang dengan kedatagan kami ini. Ini salah kakek yang tidak menjemput kamu dan ibu kamu diwaktu yang tepat,”kata Gland yang mersa bersalah.


Clara yang tidak tahu kenapa kakek berkata seperti itu hanya bisa diam. Karena raut wajah kakek yang dilihat oleh Clara adalah rasa bersalah. Clara yang menghela nafas berdiri dan langsung duduk disamping kakak Gland langsung memeluknya dari samping.

__ADS_1


“Ini bukan salah kakek,”ucap Clara.


“Aku juga tidak mempersalahkan kakek yang sudah meninggalkan aku,hanya saja aku sedang banyak pikiran saja,”ucap Clara yang melepaskan pelukannya dan menatap lembut kakeknya yang melihat ke arah Clara.


“Bagaimana kamu selama ini hidup Clara, bagaimana ibu kamu?,”ucap Gland.


“Apa kakek tidak tahu kabar dari ibuku. Ibu sudah lama meninggal karena penyerangan saat persalinanku waktu itu,”ucap Clara yang dengan santai.


“Apa yang kamu katakan Clara. Informasi yang aku dapatkan dari raja kalau ibu kamu baik saja,”kata Gland yang merasa terkejut.


“Itu benar ibu baik saja di alam lain. Tapi kakek dapat informasi itu dari siapa?,”ucap Clara yang melihat ke arah kakeknya.


“Jadi selama ini kamu tinggal di istana bersama siapa Clara,”ucap Azarata yang juga  ikut membuka mulut dengan topik yang berbeda.


Azarata yang tahu itu merasa tertunduk dan didalam pikirannya. Kenepa anak di depan ini merasa kaluar hidupnya tidak akan lama lagi dengan rahasia yang disembunyikannya. Clara yang juga mentap ke arah Azarata seperti memberikan isyarat untuk menutup mata dan mulut yang dia lihat saat didalam ruangan Clara.


Sementara Kay yang melihat mereka bertatap mata merasa ada hal aneh yang sedang mereka sembunyikan.”Clara apa yang kamu katakan tadi,”ucap Kay.


“Yang mana paman Kay aku tidak tahu,”ucap Clara.


“Soal kehidupan kamu mejalani kehidupan kenapa kamu tidak bilang langsung saja apa yang terjadi saat kamu di istana,”kata Kay.

__ADS_1


“Jika aku katakan apa yang akan paman Kay lakukan dengan kondisi yang tidak baik ini,”ucap Clara. Tapi pada saat mereka sedang berbincang Moza masuk tanpa mengetuk pintu. Mereka bertiga langsung melihat ke arah Moza yang langsung masuk.


“Kenapa kamu kembali lagi,”ucap Clara yang santai dengan kedatangan Moza.


“Kamu tidak terkejut dengan kedatanganku ya Clara seperti kamu sudah terbiasa saja,”kata Moza.


“Ya bisa dikatakan seperti itu. Tapi kenapa kamu datang lagi,”kata Clara.


“Bukan kamu sudah tahu aku di sini untuk melindungi kamu dari musuh yang datang,”kata Moza.


“Tapi tidak ada musuh yang datang Moza. Biarkan aku bicara dengan keluargaku dengan santai, tapai ada kamu yang mengganggu,”ucap Clara yang sedikit memalingkan wajahnya.


“Iya...iya aku akan pergi keluar. Jika ada apa-apa kamu panggil aku saja,”kata Moza yang pergi lewat teras dan menuju pohon terdekat. Dimana Moza duduk diatas pohon sambil mengamati Clara dan keluarganya.


Sampai kakeknya tadi teringat dengan orang yang dibawa oleh Moza.”Clara tadi aku lihat anak itu tadi membawa seorang yang sudah membeku. Apa kamu tahu siapa orang yang membeku tadi,”kata Gland.


“Aku akan katakan tapi kakek tidak boleh marah dan bekerja sama denganku bagaimana?,”ucap Clara sambil tersenyum. Gland yang tidak tahu apa yang dikatakan oleh Clara hanya setuju saja.”Baiklah aku akan katakan kalau yang dibawa Moza tadi adalah pembunuh yang ingin nyawaku darai ratu. Apa itu sudah membuat kakak puas dengan jawabannya,”kata Clara dengan santai.


Tapi Gland, Kay dan Azara yang mendengar merasa terkejut dengan jawab santai dari Clara.”Apa yang kamu katakan Clara ratu ingin nyawa kamu,”ucap Kay yang tiba-tiba.


“Itu yang sedang terjadi, sama halnya dengan dia menyuruh pembunuh untuk membunuh ibu sata selesai persalinan,”kata Clara.

__ADS_1


“Dari mana kamu tahu kalau ibu kamu dibunuh Clara,”ucap Gland yang berwajah serius. Clara yang berdiri dan mengambil lembaran informasi yang dia dapatkan dari Goro. Clara yang berjalan ke arah kakek dan menyerahkan lembaran informasi tersebut dan kemudian Clara duduk.


”Di dalam itu ada semua informasi bagaimana ibu mati. Tapi aku tidak tahu bagaimana keluarga ibu bisa diusit.Apa kakek mau berbagi informasi yang sudah didapatkan,”kata Clara.


__ADS_2