Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 118(revisi)


__ADS_3

Leo yang tidak perduli dengan apa yang dikatakan Ratu Erlaka. Pada waktu yang sama Ratu Erlaka mati dipenggal atas kesalahan yang dia buat dari informasi palsu dan  membunuh raja. Leo yang sekarang naik menjadi raja dari wilayah Matahari yang terbaru.


Setelah dua bulan dimana semua operasi dan keamaan di wilayah Matahari sedang di barui. Berita yang sudah menyebar ke seluruh wilayah hanya bisa menerima pemimpin yang baru. Termasuk wilayah yang sudah ditakulukan oleh Ratu Erlaka menjadi milik Leo. Tapi ditempat lain Wilayah Utara yang sudah selesai dengan semua perbaikkan.


Dimana Clara yang ada di dalam ruangan sedang pemulihan tubuh karena pertarungan yang sudah terjadi. Dengan bantuan Duke Orben yang ikut serta membantu membangun wilayah sampai Martin kembali ke wilayah Utara karena pembasmian.”Nyonya sudah waktunya ganti perban,”kata Mori yang bersama dengan Jesi.


“Terima kasih kalian berdua mau menjagaku. Tapi Jesi jika kamu ada di sini bagaimana dengan markas,”kata Clara.


“Adik kecil jangan terlalu dipikirkan dengan markas sudah ada yang jaga yaitu Boy,”kata Jesi.


“Boy apa sudah kembali dari wilayah Timur,”kata Clara.


“Sudah dan wilayah timur juga sudah mengalami perubahan dengan hasi dagang yang dilakukan oleh Goto,”kata Jesi. Clara yang mendengarnya merasa senang. Tapi Clara masih juga bertanya dengan kondisi di istana apa dia sudah menyerang istana sekarang.


“Nyonya ada pesan dari elang putih,”ucap Mori yang memberikannya. “Pesan dari Elang Putih,”ucap Clara. Clara yang membuka pesan itu dimana ada informasi dari kerajaan Matahari yang dimana sudah di pimpin oleh Leo. Ratu Erlaka dan semua anggotanya sudah dieksekusi karena sudah mefitnah satu bangsawan tertinggi dimasa raja Ezan awal menjabat menjadi pemimpin kerajaan.


Pesan itu juga mengatakan ucapan terima kasih dari Leo yang sudah membantu dan merawatnya. Clara yang membacanya melihat keluar jendela yang terlihat indah. Dimana Clara merasa beban yang dia rasakan sudah lenyap semua. Clara yang bisa memulai hidup yang baru dan damai setelah semua yang mengincarnya sudah lenyap.


Jesi dan Mori yang menatap ke arah Clara hanya bertanya kepadanya.”Nyonya apa yang membuat anda tersenyum,”ucap Mori.


“itu benar tidak seperti biasanya kamu tersenyum seperti itu. Apa kabar dari elang putih kabar baik,”kata Jesi yang juga ikut bertanya kapada Clara.

__ADS_1


“Tentu saja kabar baik. Aku bisa memulai hidup baru dari sekarang,”kata Clara melirik ke arah mereka. Tapi disaat yang sama Clara lupa dengan kepulangan Martin yang berbeda dengan jadwalnya. Clara yang bersama dengan Jesi dan Mori sedang membersihkan lukanya.


Di kejutkan dengan Martin yang lari ke kamar Clara dengan cepat. Martin terengah-engah saat membuka pintu. Clara yang bersama dengan Jesi dan Mori menoleh ke arah pintu dimana Martin datang.


Clara yang terkejut dengan kedatangan Martin hanya bisa menutup luka yang dia dapatkan dengan selimut didekatnya. Karena waktu Martin datang tepat dimana Mori dan Jesi dengan membalut luka yang belum sembuh.”Kalian berdua keluar sekarang, aku ingin bicara dengan nyonya kalian berdua,”ucap Martin yang terlihat marah dan gelisah dimatanya.  Clara yang melihatnya hanya bisa diam saja dan melihat Martin berjalan mendekatnya.


“Kamu boleh marah Martin, aku tahu kalau aku salah,”ucap Clara sambil menutup tubuhnya. Tapi Martin yang datang mendekat segera meraih selimut yang menutupi tubuh Clara. Dimana Martin melihat banyak luka di tubuhnya yang menggores tubuh putih kecil Clara. Martin yang tidak bisa menahannya hanya bisa memeluk Clara dan meminta maaf kepada Clara.


Clara yang tidak tahu kenapa Martin minta maaf kepadanya membuat Clara bingung.”Maafkan aku tidak bsia menjaga kamu Clara,”ucap Martin.


“Pasti kamu sakit selama ini,”kata Martin lagi sambil memeluk Clara.


“Martin apa kamu tidak marah denganku,”ucap Clara. Martin yang melihat ke arah Clara dan kemudian Martin mencium kening Clara.


“Aku tidak ingin melibatkan kamu Martin. Tapi sekarang semuanya sudah selesai. jadi kamu tidak usah khawatir hanya pelru beristirahat saja sampai luka ini sembuh,”ucap Clara yang tersenyum kepada Martin. Martin yang melihatnya dengan pelan menutup tubuh Clara dengan selimut.


“Kamu masih bisa tersenyum setelah apa yang kamu alami,”kata Martin yang tajam tapi penuh rasa sayang.


“Aku tahu tapi benar aku tidak apa-apa. Aku beritahu kamu ya dulu aku juga pernah mendapatkan luka yang serius dari luka ini dan aku juga pernah hampir mata saat aku mencari uang. Aku akan ceritakan semuanya kepada kamu Martin. Tapi butuh waktu yang lama,”kata Clara.


“Kamu tidak harus cerita untuk membuat aku tenang Clara. Asalkan kamu baik-baik saja itu sudha cukup. Tapi apa yang sudah terjadi dengan wilayah ini sebenarnya,”kata Martin yang menatapnya.

__ADS_1


“Itu Ratu Erlaka datang menyerang wilayah Utara dengan beberapa pasukan. Tapi semua sudah ditangani dan untuk kekacauan seharusnya sudah selesai diperbaiki. Jadi kamu tidak usah khawatir soal itu,”kata Clara menjawab dengan jelas singkat.


“Apa hanya itu saja. Lalu luka kamu itu bagaimana kamu akan jelaskan,”kata Martin. Dimana Martin masih saja tidak tega melihat luka Clara yang dia dapatkan. Clara yang merasa kalau tatapan Martin merasa bersalah hanya bisa mencium bibirnya untuk menenangkannya.


“Apa sekarang kamu sudah tenang Martin,”ucap Clara didepan matanya. Martin yang mendapatkan ciuman menatap lembut ke arah Clara.”Belum,”ucap Martin yang ingin tambah lagi.


“Martin,”ucap Clara yang memalingkan wajahnya. Tapi tidak tahu Clara melihat Melinda yang melihat mereka di depan pintu.


“Melinda ada apa kamu datang ke sini?,”ucap Clara. Martin yang mendengar kata dari Clara melihat ke arah pintu tampak Melinda yang sedang menatap mereka.


“Kenapa kamu bisa ada disini Melinda?,”kata Martin yang tidak tahu kalau ada Melinda dikastilkan.


“Apa kamu tidak tahu atau Sebastian belum memberitahu kamu. Kalau Duke Orben bersama kedua orang wanita yang bersama Jesika dan Melinda datang ke wilayah utara sebelum penyerangan tiba,”kata Clara menjelaskannya.


Melinda yang dengan berani berjalan ke arah mereka dengan perasaan kacau dia mendekat.”Martin apa aku boleh bertanya kepada kamu?,”ucap Melinda.


“Maaf Melinda aku ingin bicara dengan istriku lebih dulu. Kamu bisakan menuggu sampai besok, baru kita bicara. Jika tidak ada yang lain kamu boleh pergi dari kamar ini sekarang,”kata Martin yang kemudian melihat ke arah Clara.


Melinda yang seperti mendapatkan serangan mental dari orang yang dia sukai hanya bisa menghela nafas. Berjalan meninggalan mereka berdua yang ada didalam ruangan. Setelah Melinda keluar dia bertemu dengan jesika yang datang menghampirinya. Jesi dan Mori yang kembali menutup pintunya membiarkan mereka berdua untuk bicara satu sama lain.


“Melinda kenapa kamu di sini, bukan kamu ingin bertemu dan bicara dengan Martin,”kata Jesika.

__ADS_1


“Aku sudah bicara tapi Martin ingin membicarakan besok saja,”ucap Melinda dengan wajah sedihnya. Melinda yang kembali ke kamarnya dilihat oleh Jesika bersama Mori dan Jesi. Tapi setelah itu apa yang akan terjadi dengan Clara karena kecemburuan Melinda?.


__ADS_2