Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 8 REVISI


__ADS_3

Setelah kejadian pelayan yang memfitnah Clara yang mengambil kalung ratu Erlaka. Ratu Erlaka yang sudah kembali ke istananya duduk dengan wajah kesa.”Ibu kenapa kamu terlihat kesal itu,”ucap Putra mahkota Edwan.


“Itu benar ibu,”kata Pangeran Cala.


“Kenapa kalian berdua ada disini, bagaimana dengan kelas kalian apa sudah selesai,”kata Ratu Erlaka. Tapi keduanya tidak menjawab dan hanya duduk didepan Erlaka. Dimana Pangeran Cala membuka mulutnya untuk mengubah suasana di ruangan ibunya saat itu.”Kenapa ibu harus kesal jika gagal. Kalau begitu kenapa tidak kirim saja dari kita untuk membunuh Clara saat mengantarkan dia ke utara,”ucap Cala memberikan usulan.


“Maksud kamu Cala. Pendamping untuk mengantarkan Clara ke utara sudah di tetapkan oleh ayah kamu itu Edwan. Tapi bagaimana kita bisa membunuh dia?,”ucap Ratu Erlaka.


“Apa aku yang harus mengantarkan Clara itu, tapi itu harinya bertepatan dengan aku yang harus pergi membasmi monster bagaimana bisa aku pergi. kenapa ayah tidak memberitahukan aku lebih dulu,”ucap Edwan.


“Apa ayah kamu belum memberitahukan kamu soal ini?,”ucap Ratu Erlaka. Edwan hanya menggelengkan kepalanya saja kepada ibunya Erlaka.


“Jika begitu biar aku saja yang menggantikannya. Tapi ibu yang beritahu kepada ayah soal ini pendamping ini berubah,”ucap Cala. Ratu Erlaka hanya bisa tersenyum kepada keduanya sampai Edwan bertanya kepada Cala soal apa yang dia rencanakan.


Cala hanya tersenyum saja kepada Edwan dimana dia melihat ada pelayan yang masih ada. Ratu Erlaka yang tahu itu memberikan perintah untuk mereka pergi dari ruangan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


“Jadi begini rencananya yang aku pikirkan bukan ada bubuk pemanggil monster yang bisa membuat dia tewas saat perjalanan nanti. Tapi aku juga akan meninggalkan dia saat sudah pertengahan antara kedua wilayah agar dia mati saat perjalanan menuju utara,”ucap Cala. Ratu Erlaka dan Edwan terdiam mendengar rencana itu tapi dari raut wajah mereka berdua terlihat bahagia.


Setelah pertemuan itu Ratu Erlaka datang menemui raja Ezan untuk mengganti Edwan dengan Cala saat mendampingi Clara ke utara sebagai perwakilan. Setelah Raja Ezan sudah setuju karena dia baru saja mendapatkan laporan kalau Edwan akan pergi pada sata Clara menikah nanti.


Di tempat lain Clara yang seperti biasa menyelesaikan renda dia dibawah ruang tanah sambil melihat kondisi Derek.”Bagaimana kondisi kamu apa kamu sudah baik saja?,”ucap Clara yang sudah datang.


“Kamu datang lagi, aku berterima kasih sudah mau membantuku. Tapi apa kamu tidak akan kecewa setelah menolongku, apa mereka tidak akan curiga dengan kamu,”ucap Derek.


“Mereka tidak akan tahu apalagi pelayan itu juga sudah dihukum. Jadi kamu aman disini tapi sebaiknya kamu segera pergi setelah kamu pulih,”ucap Clara sambil menyelesaikan renda yang dia gunakan dengan kain dari utara. Derek yang melihat itu sangat terkejut ada kain dari utara yang mereka produksi dibawa oleh Clara.


“Kain itu kamu dapatkan dari mana?,kata Derek tertarik dengan kain yang dibawa oleh Clara. Clara yang melihat kain yang dia bawa sambil memperlihatkan kain itu.”Maksud kamu kain ini, aku dapatkan di toko tekstil yang aku beli waktu itu. Apa ada masalah?,”ucap Clara dengan santai.


“Di hukum karena kain ini, apa tidak salah. Aku merasa kalau kerajaan ini sangat rugi besar jika tidak ingin menjual kain ini. Apa lagi kain yang aku buat ini kualitasnya sangat baik dari kain lain. Jika ini dibuat renda dan hiasan yang pas ini bisa dijual dengan harga tinggi,”ucap Clara yang menghela nafas sambil dia menghela nafas.


“Bagaimana kamu tahu kalau kain yang kamu bawa itu bisa terjual dengan harga tinggi,”kata Derek yang tidak tahu. Clara hanya bisa tersenyum saja kepada Derek tanpa berkata apa-apa. Derek yang tahu itu hanya bisa diam menatap ke arah Clara. Mori yang datang dengan keranjang yang dia bawa memberitahukan kalau jualan mereka sudah habis.

__ADS_1


Apalagi ada penjual yang menginginkan hiasan renda dan pita untuk baju lima dus. Clara yang mendengar itu sangat senang tapi disisi lain Derek yang mendengar itu bertanya.”Kenapa kalian menjual hasil rendan dan sulaman, apa kalian kekurangan uang,”ucap Derek yang masih belum tahu kondisi finansial Clara di kerajaan Matahari.


“Apa ada masalah dengan aku yan menjual rendan dan sulaman,”kata Clara. Derek hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sampai akhirnya Derek bertanya lagi kepada Clara.


“Apa semua gosip yang beredar dikalangan bangsawan dan rakyat Matahari itu benar. Kalau anda ini tidak disayang oleh Raja Ezan,”ucap Derek yang berhati-hati. Clara hanya bisa tersenyum saja kepada Derek.


“Maaf jika aku berkata tidak baik,”ucap Derek yang merasa bersalah. Setelah waktu itu Clara dan Mori kembali tapi sebelum mereka pergi Derek berkata kalau dia akan pergi setelah ini. Derek yang mengucapkan terima kasih sebelum mereka tidak bertemu lagi. Setelah Clara dan Mori kembali mempersiapkan rendan dan hiasan pakaian pita yang sudah mereka buat.


“Apa sudah semua Mori,”ucap Clara.


“Sudah tuan putri sudah ada lima dus dan semua sudah penuh,”kata Mori yang selesai mengemas bersama dengan Clara. Karena malam sudah semakin gelap Mori pergi keluar untuk kembali ke kamarnya. Sementara Clara yang masih menyelesaikan renda yang belum dia selesaikan sampai terlihat bintang di langit malam itu.


Tapi saat yang sama juga terdengar suara langkah dari pembunuh yang biasa datang ke tempat dia.”Kurasa ada tamu yang tidak di undang lagi,”guman Clara yang masih santai. Tapi karena Clara merasa lelah dia hanya memberikan jebakan saja untuk menangkap pembunuh yang datang itu. Clara yang juga sudah menaruh bubuk racun untuk membuat musuh tidak bisa berkutik melawan dia.


Clara dengan santai tidur sementara pembunuh itu sudah masuk ke dalam Kamar Clara. Tapi saat hendak menusuk pedang tubuh dari pembunuh itu tidak bisa bergerak dan semua tubuhnya mati raras. Pembunuh itu tidak sadarkan diri sampai pagi, tapi di pagi itu Clara yang sudah melihat pembunuh sudah ada dilantai dia ikat dengan tali sambil menuggu Clara membersihkan dirinya.

__ADS_1


Pembunuh itu yang sudah terbangun dari bubuk racun. Melihat sekitarnya tapi tidak tahu kenapa tubuhnya tidak bisa dia gerakkan. Pembunuh itu melihat ke arah tubuhnya dan ternyata tubuhnya sudah terikat. “Kamu sudah sadar,”ucap Clara yang baru saja selesai membersihkan dirinya.


Pembunuh itu melihat ke arah Clara yang berjalan ke arahnya.”Apa yang ingin kamu lakukan?,”kata pembunuh itu. Clara hanya bisa tersenyum dan duduk didepan pembunuh itu. Tapi apa yang akan dilakukan oleh Clara kepada pembunuh itu?.Apa pembunuh itu akan bisa selamat dari Clara?.


__ADS_2