
Derek yang masih gelisah bertanya kepada Clara, walaupun Clara sudah memberitahukan kepada dia untuk tidak khawatir. Tapi Derek masih ada rasa curiga dengan mengingat kalau ada Moza didekatnya.
“Nona bukan saya curiga dengan anda, hanya saja apa yang anda bisikkan tadi kepada Kal,”ucap Derek ynag berhati-hati. Clara terdiam dan hanay tersenyum saja sampai Kal yang sudah memberitahukan kepada Goro berjalan ke arah Clara.
“Apa yang kalian bicaran sampai serius itu?,”ucap Kal.
“Dia curiga dengan nona kamu dan ingin tahu apa yang kaiian bicarakan tadi,”ucap Moza.
“Ohhh soal itu. Aku kira soal apa,”ucap Kal yang santai. Sementara Derek masih tidak mengerti dengan mereka berdua yang santai.
“Ada hal yang tidak bisa aku katakan. Aku takut kamu khawatir dan memberitahukan kepada Martin apa yang sedang terjadi. Itu saja kenapa aku tidak mengatakan apa-apa kepada kamu. Maaf ya Derek,”ucap Clara yang meminta maaf.
Derek yang mendengar ucapan yang tulus dari Clara merasa bersalah dan dia tertunduk.”Maaf nona jika aku terlalu curiga dengan anda. Karena kondisi ini sedikit aneh,”kata Derek.
“Aku tahu kenapa kamu curiga. Aku juga merasakan kalau kejadian ini seperti di rencanakan. Tapi oleh siapa?,”kata Clara.
“Jadi nona juga merasa aneh dengan kondisi ini. Tapi sebelum itu nona kenapa anda bisa tahu tentang ruangan ini?,”kata Derek.
“Aku tahu dari Goro dan Kal,”ucap Clara.
“Apa itu benar Kal. Tapi kenapa kamu bawa nona kamu ke sini. Memangnya apa yang sudah terjadi sampai kamu membawa nona kamu di tempat yang dingin ini,”kata Derek melihat ke arah Kal.
Kal melihat ke arah Clara yang dia sendiri tidak tahu harus mengatakan kejadian pembunuhan yang dialami oleh Clara atau tidak.”Katakan saja,”ucap Clara yang tahu dari tatapan dari Kal kalau dia hendak ingin mengatakan soal kejadian tadi siang yang menimpanya.
__ADS_1
“Kenapa kmu lihat ke arah nona kamu. Apa kejadian ini ada kaitannya dengan kondisi nona,”kata Derek yang sedikit menebak.
“Baiklah aku akan mengatakan kepada kamu. Kenapa aku bawa nona kesini karena tadi nona ingin melihat tuan yang ada didepan pintu karena ada suara keributan. Tapi karena aku tidak ingin nona terluka lagi, jadi aku meminta Nona untuk bersama dengan Goro yang ada dibawah ruang ini, di sel ini. Untuk mengintograsi seorang pembunuh,”ucap Kal yang berhati-hati.
Derek yang mendengar dengan seksama mendengar kata pembunuh, tidak terluka lagi dari kata itu membuat Derek bertanya kepada Kal apa yang sedang terjadi. Saat mereka sedang ada di depan pintu gerbang dan mengurus beberapa prajurit yang terluka karena racun.”Kal memangnya pembunuh yang kamu katakan tadi itu. Ingin membunuh siapa, sampai Goro yang mengintograsinya,”kata Derek.
Kal terdiam untuk sesaat dan melihat ke arah Clara. Tapi Derek yang melihat mata dari Kal yang tertuju ke arah Clara, hanya bisa menebak saja.”Kapan kejadian itu terjadi,”kata Derek yang sedikit gelisah.
“Kejadian itu saat semua sedang dalam kondisi kritis,”kata Kal.
“Lalu nona bagaimana kondisi kamu. Apa Goro yang telah membantu kamu dari pembunuh kamu. Saya minta maaf tidak bisa menjaga anda nona,”ucap Derek yang merasa ini adalah kesalahan dia.
“Kamu tidak usah khawatir karena semua ini juga sudah selasai. Dari pada kita memikirkan apa yang sudah terjadi, kenapa kita tidak memikirkan soal monster tersebut. Apa kamu tahu bagaimana kita bisa mengalahkannya,”kata Clara yang mengganti topik pembicaraan.
“Itu sih mudah. Tapi bagaimana kita bisa pergi ke tempat itu,”ucap Kal.
“Apa tidak ada pintu lain yang terhubung dengan ruangan lain di ruangan ini,”ucap Moza. Tapi Clara yang juga sedang mencari tidak menemukan tombol pintu lain tapi malah menemukan hal yang tidak terduga dari monster yang tersegel di ruangan sebelah. Clara yang terduduk mencari tahu tentang infomasi yang dia dapatkan.
Tapi tidak lama kemudian dia menemukan ada titik lemah dari monster yang ada di sel bawah ini.
“Apa kita bisa melakukan ini,”ucap Clara yang menunjuk ke arah informasi monster. Mereka bertiga berjalan ke arah Clara yang sedang duduk di kursi.”Kurasa bisa tapi untuk yang mengambil obatnya siapa,”kata Derek.
“Biar aku bersama dengan Kal. Untuk kalian berdua yang melakukan perkelahian dengan para monster. Karena aku tidak bisa mengalahkan monster tersebut,”ucap Clara.
__ADS_1
“Tapi bukan ini sangat bahaya untuk kamu ya,”kata Moza.
“Aku akan baik saja.Bagaimana, tidak mungkin kita akan disini saja bukan,”kata Clara yang melihat ke arah Derek.
“Baiklah, tapi nona harus tetap bersama dengan Kal. Jangan melakukan hal yang ceroboh. Apa nona mengerti,”ucap Derek. Clara hanya menganggu saja sampai mereka melakukan tugas mereka masing-masing. Sementara di tempat lain Martin dan Derek dengan ksatria Erman sedang membasmi para monster yang hendak memasuki pintu gerbang.
“Kenapa mereka datang apa ini sedikit aneh,”ucap Baned.
“Aku tidak tahu mereka bisa datang ke sini. Tapi kurasa ada yang memicu mereka datang ke sini,”ucap Martin. Saat mereka berdua sedang mempertahankan pintu sekertaris Oben datang membawa pesan dari pelayan kastil.
Kalau para monster yang ada di ruang bawah tanah terlepas dari kandang mereka. Martin yang mendengar itu sangat terkejut.”Apa yang kamu katakan tadi Oben jangan bercanda kalau para monster tersebut lepas kandang,”kata Martin yang berteriak.
“Itu benar tuanku. Pelayan kastil datang memberitahukan kondisi kastil dalam kondisi tidak baik sekarang,”ucap Oben.
“Lalu bagaimana dengan Clara. Cepat cari tahu kondisi Clara kalau dia baik saja dan bawa berapa ksatria yang ada untuk pergi bersama kamu,”ucap Martin.
“Apa yang terjadi dengan Kastil Martin. Apa Clara baik-baik saja disana,”ucap Baned yang juga mulai gelisah. Martin yang juga tidak tahu harus berkata apa hanya fokus melawan monster didepannya.
Sementara Baned yang tidak mendapatkan respons dari Martin hanya bisa menuggu sambil dia mempertahankan wilayah. Tapi kesabaran Baned tidak bisa dia bendung karena tidak ingin kehilangan lagi.”Martin jawab apa yang terjadi dikastil dan Clara,”ucap Baned dengan tegas. Martin yang sedikit melirik ke arah Baned yang terlihat gelisa.
“Aku akan katakan kepada kamu tapi kamu harus tetap fokus dengan depan kamu karena ini sangat berbahaya,”ucap Martin.
“Aku tahu cepat katakan,”kata Baned yang tidak sabar ingin tahu apa yang terjadi dengan Clara.
__ADS_1
“Kastil dakan kondisi tidak baik karena ada monster yang kami kurung dibawah ruangan lepas dari kandang,”ucap Martin. Baned yang dengar itu sedikit terkejut.”Ada berapa monster yang kamu kurung apa mosnter tersebut bisa dikalahkan,”kata Baned yang dengan kepala dingin mencari situasi yang ada. Bagaimana dengan Clara apa yang akan dilakukan oleh Martin dan Baned dengan kondisi mereka sedang melawan para monster yang masuk ke pintu gerbang.