
Martin yang tidak tahu kenapa mereka membicarakan tentang ratu. Tapi dari semua yang dikatakan kalau semua ini bermula dari Ratu Erlaka. Tapi Martin juga sedang berpikir apa Clara juga memiliki kebencian tentang Ratu.”Kenapa kamu diam saja, apa ada hal yang membuat kamu bingung,”kata Gland.
“Tidak tapi ada hal yang ingin aku tanyakan. Kalian dari keluarga Bringdah tidak bertemu dengan cucu kalian Clara. Tapi selama ini apa yang kalian cari sampai tidak menemukan Clara sampai di tempat ini,”kata Martin.
“Apa kamu tidak tahu kabarnya tentang Clara. Lalu bagaimana kalian bisa menikah,”ucap Gland.
“Kami menikah atas kemenangan perang mereka memberikan Clara. Awalnya aku tidak tahu kenapa dia memberikan seorang anak buangan. Tapi setelah melihat Clara aku merasa beruntung bisa bertemu dengan dia. Apa mereka tidak sadar anak ini bukan membawa malapetaka. Tapi membawa kebahagian dan kesuksesan yang tidak terduga,”ucap Martin.
“Jadi kalian bertemu karena semua pernikahan politik bukan karena kehendak ya. Tapi Martin apa kamu tahu tentang bagaimana Clara hidup di istana,”ucap Gland.
“Yang aku ketahui dari Derek dia mencari uang makan sendiri vila yang dia tinggali cukup tidak terawat hanya beberapa bagian saja yang terawat. Tidak ada penjaga atau pelayan hanya ada Pelayan Mori saja yang ada bersama dengan Clara. Dia juga menjual hasil kerajinan tangan dan uang yang dia dapatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan membayar gaji Mori. Itu yang aku dapatkan. Tapi kalau untuk raja dan ratu saya tidak tahu,”ucap Martin sedikit memberikan informasi tentang Clara yang dia ketahui.
“Jadi selama ini Clara sudah susah hidup di istana,”kata Baned.
“Itu banar ada juga rumor dari berbagai jenis yang mengatakan kalau putri Clara adalah putri membawa malapetakan yang membunuh ibunya sendiri, putri yang tidak sayang, putri buruk rupa, putri haram dan ada juga yang mengatakan putri yang terbuang. Itu gosip yang beredar dikalangan kerajaan Matahari,”kata Martin.
“Raja Ezan yang tidak tahu balas budi,”kata Gland yang merasa marah.
“Percuma saja marah bukan dia sudah menikahkan dengan Martin dan ingin membunuhhnya di wilayah yang ratu inginkan. Tapi sekarang apa yang harus dilakukan,”kata Azarata.
Mereka terdiam sampai Derek datang bersama Sebastian. Dimana mereka memberikan laporan perkembangan pembanguna dan para prajurit yang sudah mendapatkan pengobatan termasuk mereka yang mendapatkan racun.Tapi Martin sedikit bingung dengan laporan yang didapatkan setahu dia obat penawar sudah habis tapi dalam laporan yang dibawakan kalau mereka sudah mendapatkan pengobatan.
“Apa mereka sudah mendapatakan rumput HairGrand untuk obat racunya,”kata Martin.
“Untuk rumput HairGrand mereka mendapatkan dari Kal,”ucap Sebastian membaca informasinya.
__ADS_1
“Kal,”ucap Martin.
“Itu karena Clara,”ucap Gland.
“Clara,apa maksud anda tuan,”kata Martin yang tidak paham.
“Clara membaca laporan yang dikirimkan oleh anak buah kamu dan menganalisis. Setelah itu dia meminta pelayan untuk mencari tahu hasil analisis pemeriksaan dokter. Dokter datang dan menceritakan semuanya sampai akhirnya Clara membantu pihak pengobatan dengan memberikan rumput yang dibutuhkan karena para prajurit dan ksatria saat itu sedang sibuk,”kata Gland.
“Jadi Clara membantu kami lagi,”kata Martin yang merasa dirinya sudah tertolong banyak oleh usaha Clara. Martin yang tidak tahu harus berterima kasih apa kepadanya sata semua sudah kembali nanti.
“Jika kamu ingin membalas budi kepada Clara. Bahagiakan dia,”kata Gland. Baned dan Kay hanya menganggu setuju saja sementara Azarata hanya diam saja melihat mereka. Sampai alat komunikasi berbunyi tapi bukan dari mereka yang sedang duduk. Tapi alam kumunikasi dari Clara yang sedang tertidur.
Mereka semua melihat dimana suara tersebut sampai menemukan arah suara tersebut ada didekat Clara.”Kurasa alam komunikasi ini berasal dari Clara,”kata Kay. Yang berjalan mendekat dan mencari dimana alat komunikasi tersebut. Tapi tidak lama kemudian Clara membuka mata dan mengambil alata komunikasi dengan mata yang sedikit masih mengatuk. Clara duduk dan mengangkat alat komunikasinya.”Ada apa,”ucap Clara yang berbicara.
“Nyonya mereka akan berangkat dua minggu lagi dan jumlah mereka ada 200 orang yang akan berangkat. Lalu ada informasi tambahan lagi kalau ada kelompok lain yang juga akan menaklukan wilayah lain yang ada di timur kerajaan Matajari dengan jumlah 100 orang di hari yang sama,”kata Goro yang memberikan informasi.
“Nyonya apa anda sedang bangun tidur suara anda berbeda,”kata Goro.
“Sudah tahu baru bangun tidur sekarang jawab saja bagaimana keluarga ratu dan ratu dan raja,”kata Clara yang meninggihkan suaranya.
“Baik ratu sudah membuat keputusan untuk memberikan posisi raja kepada putra mahkota Edwan. Karena raja sakit parah dan tidak bisa mengurus berbagai pekerjaan istana,”kata Goro.
“Jadi ratu sudah bertindak lalu bagaimana dengan keluarga ratu,”kata Clara.
“kelurga ratu semakin jaya nyonya dengan kedudukan yang dia dapatkan. Sampai kelurga ratu meminat beberapa organisasi mencari ras darah naga,”kata Goro.
__ADS_1
“Baiklah cari terus informasinya,”kata Clara. Yang dimana alat komunikasi sudah terputus. Clara yang mencoba melihat sekelilingnya.”Sudah mendengarkan bukan hasilnya putra mahkota,”ucap Clara yang hendak berjalan ke arah mereka semua.
“Sudah. Tapi tidak aku sangka hanya dalam satu hari mereka sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan,”kata Azarata.
“Tentu saja karena mereka pergi menggunakan teleportasi dimensi,”ucap Clara.
“Martin sejak kapan kamu ada disini,”kata Clara yang duduk disebelnya.
“Jika kamu masih lelah kamu bisa kembali ke kamar kamu untuk istirahat,”kata Martin.
“Tidak aku sudah merasa baikan. Tapi kalian berkumpul apa ada yang bicarakan,”kata Clara yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi respons mereka hanya tertawa saja sampai malam tiba dimana mereka kembali untuk memberikan diri termasuk Clara dan berkumpul kembali untuk makan malam bersama. Hari yang damai terjadi dengan wilayah utara sedang membangun kekuatan mereka setelah mendapatkan serangan.
Clara yang sibuk dengan proses pembuatan kain yang akan dia coba buat pakaian. Sedangkan Kal dan Mori yang sudah selesai dengan proses pembuatan kain pertama menyerahkan kepada Clara yang saat itu sedang melakukan tugas lain.”Nyonya,”ucap Mori yang datang ke ruang kerja.
“Mori ada apa kamu datang,”ucap Clara.
“Ini hasil kain pertama yang dibuat. Lalu Kal juag berpesan kain ini bagaimana membuat pewarnanya,”kata Mori.
“Soal pewarna kita gunakan dari jenis tamanan yang tidak beracun,”kata Clara yang menulis taman apa saja dan komposisi pencampurannya untuk tahap pertama. Mori yang sudah mendapatkan catatan segera pergi. Tapi sebelum pergi Clara meminta Mori untuk membawa satu penjahit yang bisa dia kerja sama untuk membuat satu pakaian yang dia buat.
Mori yang sudah mendapatkan tugas itu segera mencari penjahit pribadi milik kastil. Dimana dia mencari ketua pelayan penjahit untuk datang ke ruang Clara. Tapi Mori tidak mengantarkan pelayan penjahit itu pergi ke tempat Clara. Karena Mori harus segera memberikan catatan yang dia pegang kepada Kal. Karena semua sedang sibuk memulai pembanguan dan pelayan yang juga ikut membantu menyiapkan makan untuk mereka.
Suara ketukan dari balik pintu membuat Clara melihat ke depan.”Siapa diluar,”ucap Clara.
“Ini saya nyonya kepala penjahit,”ucap kepala penjahit.
__ADS_1
“Silakan masuk,”ucap Clara yang meminta kelapa penjahat untuk masuk ke dalam ruangan agar mereka bisa bicara santai. Hari biasa dijalani oleh Clara tapi hari damai itu akan berakhir dengan kajadian yang tidak terduga lainnya.