
Clara yang tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan salah satu keluarga ibunya yang selama ini telah di usir oleh ayahnya raja dari kerajaan Matahari.”Paman,”ucap Clara yang tidak bisa membendung air matanya. Baned yang tidak bisa percaya kalau di depannya adalah keponakannya yang selama ini dia rindukan. Mereka yang melepaskan rasa rindu mereka sampai Martin bersama yang lain keluar.
Clara yang senang bisa bertemu dengan pamannya sangat bahagia dia juga sempat bertanya kepada pamannya dimana mereka tinggal setelah mereka diusir olh ayahnya tersebut. “Kamu tidak usah khawatir dengan kami kami. Tapi bagaimana bisa ayah kamu menikahkan kamu dengan kerajaan Utara. Apa kamu menderita selama ini, jika iya kamu bisa mengatakan kepada paman. Mungkin kakek kamu dan paman kamu yang lain juga akan datang ke sini untuk bertemu kamu,”kata Baned.
“Paman Baned tidak usah khawatir aku disini baik saja. Martin juga baik kepadaku, jadi tidak usah khawatir. Tapi dari pada itu apa paman mau bercerita tentang apa yang sudah terjadi dengan ibu dan keluarga kita tidak,”kata Clara.
“Kamu ingin tahu, biar kekek kamu yang menceritakannya. Tapi sebelum itu apa benar kamu akan bahagia disini,”kata Baned.
“Di sini lebih baik paman Baned dari pada di kerajaan Matahari,”ucap Clara yang merasa sedikit menyembunyikan perasaannya. Tapi Baned melihat kalau Clara seperti menyembunyikan sesuatu.
“Apa terjadi dengan kamu Clara, ceritakan apa yang sudah kamu lalu selama ini,”kata Baned. Clara hanya terdiam untuk sesaat saja dan menatap ke arah Baned. Tapi Baned yang melihat raut wajah dari Clara tidak bisa berkata apa-apa karena wajah sedih terpancar cari Clara.
“Baiklah aku tidak akan memaksa kamu untuk mengatakannya. Tapi jika kamu tidak bahaya tinggal disini. Kamu bisa tinggal dengan kakek kamu yang ada di wilayah Timur laut samudra,”kata Baned.
“Wilayah timur laut Samudra itu tepatnya ada dimana paman Baned,”kata Clara yang tidak terlalu tahu tentang wilayah yang ada diluar kerajaan Matahari.
“Nama tempat itu adalah Wilayah Timalaya dengan sumber penghasilan adalah Tima dan batu bara. Tapi kenapa kamu bertanya soal itu Clara,”ucap Baned.
“Aku hanya memikirkan bagaimana jika kerajaan utara bekerja sama dengan wilayah paman itu,”kata Clara.
__ADS_1
“Kenapa kamu berpikir seperti itu. Apa ada masalah besar di wilayah inI Clara,”kata Baned.
“Apa paman tidak tahu tentang wilayah ini terisolasi dan sumber pakan dan barang lain juga sulit didapatkan. Aku datang ke sini saja penduduk wilayah di sini sangat luar duga,”kata Clara yang tidak bisa membicarakan kalau tidak ada Martin. Tapi Baned yang melihat itu mengelus kepala Clara sambil ia tersenyum.
“Jangan khawatir kami akan bantu kamu. Jika kamu bahagia tinggal di sini. Tapi Clara apa kehidupan kamu di istana tidak baik,”kata Baned. Clara hanya tersenyum saja dan tidak berkata.”Jadi kamu masih belum mau mengatakan kepada paman kamu ini. Baiklah, tapi apa paman bisa tinggal disini untuk melihat kamu. Sekalian menuggu kakek dan paman kamu yang lain datang ke sini, pasti mereka sangat senang kalau kamu baik saja tinggal disini,”kata Baned.
“Tapi aku harus izin kepada Martin soal itu paman. Aku tidak bisa langsung menyetujuinya. Paman tidak apa-apakan,”kata Clara.
“Aku mengerti, sekarang kamu sudah bagian dari wilayah utara. Tapi Clara apa kamu pernah dengar kabar dari kakak kamu yang berbeda ibu. Kalau Pangeran Cala di serang oleh sekelompok monster saat hendak mengantar kamu. Paman juga mendapatkan kabar kalau kamu sudah mati,”ucap Baned.
“Soal kabar itu aku sudah tahu, karena saat itu yang mengantarkanku adalah pengeran Cala. Tapi saat memasuki wilayah...,”ucap Clara yang terhenti. Tapi Baned yang menuggu Clara menceritakannya terdiam.
“Paman jika aku katakan kamu jangan marah ya,”ucap Clara untuk melanjutkan ceritanya.
“Untuk berjaga-jaga saja kalau nanti paman marah saat mendengar ceritaku,”kata Clara yang tersenyum.
“Baiklah paman tidak akan marah saat aku mendengar cerita kamu,”ucap Baned. Clara yang melanjutkan ceritanya kepada Baned soal kejadian saat dia diantara oleh pengeran Cala.
“Saat memasuki wilayah Utara Clara dan pangeran Cala masih bersama. Tapi saat ada kabut kami berpisah dengan rombongan. Tapi kami menuggu mereka sampai pagi tapi mereka tidak muncul, pangeran Cala. Aku terus berpikir apa pangeran Cala meninggalakan Clara untuk dimakan oleh para monster.Tapi setelah malam tiba mereka melihat rombongan monster yang menuju ke arah lain. Monster itu menuju tempat pangeran Cala karena bubuk yang sudah kami ganti. Awalnya bubuk itu untuk Clara tapi karena aku sudah tahu kalau bubuk yang dimasukkan ke dalam koper adalah bubuk pemangkil Monster...,”ucap Clara yang terhenti untuk sesaat.
__ADS_1
Karena melihat pamannya yang terlihat marah saat mendengar cerita dari Clara.”Paman kamu tidak apa-apakan,”ucap Clara yang berhati-hati.
“Bagaimana paman bisa baik-baik saja kalau kamu saja hampir mau dibunuh oleh pangeran Cala. Tapi bubuk itu kamu apakan setelah kamu tahu itu bubuk pemanggil monster,”kata Baned yang marah dan juga ingin mendengar cerita selanjutnya.
“Selanjutkan, aku tahu itu adalah bubuk pemanggil monster. Aku meminta Mori untuk menaruh di kereta pangeran Cala dan para pelayan yang ikut denganku dan mengambil sedikit dari bubuk pengusir yang mereka simpan untuk aku bawa. Untuk jaga-jaga,”kata Clara.
“itu bagus Clara biar mereka tahu rasa kalau mereka ingin membunuh harus dapatkan ganjarannya sendiri. Tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan ide tersebut lalu bagaimana kamu bisa sampai ke tempat ini tampa ada yang mengawal kamu,”kata Baned.
“Aku sampai di sini karena dibantu oleh Derek bawahan dari Martin,”kata Clara.
“Derek. Tapi bagaimana bisa kamu kenal dengan bawahan Martin Clara,”ucap Baned.
“Itu terjadi saat aku di istana. Aku juga tidak tahu jelasnya bagaimana dia pernah terluka dan kami tolong setelah itu dia datang berkunjung saat malam hari,”ucap Clara.
“Apa dia datang mencari kamu saat malam hari dia tidak tahu sopan santun datang ke tempat kamu. Apa tidak ada penjaga di istana sampai Derek bisa masuk, Clara,”kata Baned.
“Dia dikejar oleh prajurit istana karena dikatakan dia mata-mata dari kerajaan Utara,”ucap Clara.
“Tapi kenapa dia bisa ada di tempat tinggal kamu Clara apa tidak ada penjaga atau ksatria yang tinggal di tempat kamu tinggal saat di istana,”kata Baned. Clara hanya menggelengkan kepalanya kalau tidak ada ksatria yang bertugas menjaga dirinya. Jadi kalau ada penyusup Clara harus bisa bertahan termasuk pembunuh.
__ADS_1
“Bagimana bisa ayah kamu mengabaikan kamu?,”ucap Baned.
“Itu tidak masalah selama aku bisa mencari uang sendiri untuk bisa bertahan hidup dilingkungan istana. Lebih baik disini, kami dihargai dan di beri makan,”ucap Clara yang berwajah sedih. Baned yang melihat itu hanya bisa diam dan memeluk Clara untuk membuat Clara bisa tenang walaupun sedikit saja. Bagaimana kelanjutan dari Clara dan pamannya?.