
Clara yang dengan santai duduk dimana Gland kakek Clara yang menerima lembaran itu hanya bisa terdiam tanpa bekata apa-apa.”Bagaimana cucuku bisa bersikap dingin seperti ini. Apa yang sudah dilakukan raja kepada Clara selama ini. Bagaimana informasi ini bisa didapatkan oleh Clara,”batin Gland yang bertanya. Tapi melihat Clara yang masih menuggu jawabannya hanya terdiam dengan semuanya.
“Kakek kenapa diam saja,”ucap Kay yang ada disampingnya.
“Jika kakek merasa lelah aku bisa menuggu kakak. Tapi kakek sekarang tinggal di wilayah Timalaya. Apa di wilayah itu sangat subur dengan sumber daya alamnya tidak,”kata Clara yang mengganti topik.
“Kenapa kamu bertanya tentang wilayah Timalaya Clara,”ucap Azarata.
“Aku hanya ingin bernegoisasi saja untuk membantu wilayah utara. Putra mahkota juga sudah tahu bagaimana kondisi wilayah ini bukan,”ucap Clara.
“Kamu tidak usah memikirkan itu. Tentu saja kami akan membantu kamu. Tapi sebelum itu kurasa kamu harus membangun ulang bersama dengan suami kamu tentang kondisi yang sudah terjadi bukan,”kata Azarata.
“Yang kamu katakan itu benar,”ucap Clara yang tersenyum. Sementara Gland yang membaca informasi yang diberikan oleh Clara dengan hati-hati. Kay yang di samping melihat ayahnya dengan perasaan sedikit bertanya.”Apa yang diberikan Clara untuk ayah sampai ayah berwajah serius itu,”batin Kay.
Azarata yang juga melihat ke samping juga bertanya karena melihat wajah Gland yang serius.”Clara,”ucap Azarata.
“Iya ada apa putra mahkota,”ucap Clara yang melihatnya dengan secangkir teh yang dia pegang.
“Apa yang sudah kamu berikan kepada kakek kamu,”kata Azarata.
“Ohhh itu tanyakan saja kepada kakek. Tapi kenapa putra mahkota ingin tahu. Apa mau bergabung juga,”kata Clara.
“Clara jaga sikap kamu itu,”ucap Kay yang sedikit menegur.
“Maaf paman, hanya saja aku tidak bisa mengatakannya. Biarkan kakek saja yang bilang,”ucap Clara yang lalu melihat keluar teras dimana Moza masih diatas pohon. Tapi wajah Clara yang masih mencoba mencari ketenangan setelah pengalaman yang tidak terduga.
__ADS_1
“Baik itu di luar atau di dalam sama saja dia ingin membunuhku. Tapi untuk apa dia melakukannya setelah dia membunuh ibuku,”batin kecil Clara yang bertanya-tanya kepada dirinya. Tapi saat semua terdiam dan tidak ada suara yang membuat mereka saling membuka mulut satu sama lain.
Martin yang telah selesai dengan urusannya bersama dengan Baned mengetuk pintu dari luar.”Clara ini aku Martin. Apa aku bisa masuk ke dalam,”ucap Martin yang dengan sopan meminta izin kepada Clara.
“Tentu saja kamu boleh masuk Martin,”ucap Clara yang menjawab Martin. Martin yang membuka pintunya berjalan masuk di ikuti oleh Baned dari belakang.”Kenapa suasananya diam saja. Apa terjadi sesuatu,”ucap Martin yang berjalan di dekat Clara, lalu dia duduk disamping Clara.
“Tidak ada hanya saja mereka bertigakan lelah setelah perjalanan dan membantu kita,”ucap Clara.
“Ayah apa yang kamu pegang itu?,”kata Baned yang melihat lembaran kertas. Tapi tidak ada respons sama sekali dari Gland sampai akhirnya Baned melihat ke arah Kay. Dimana Kay melihat ke arah Clara.
“Clara,”ucap Baned.
“Apa,”ucap Clara yang santai.
“Bukan apa-apa hanya sedikit informasi saja. Tapi kalian berdua ada disini apa kondisi di luar sudah aman,”kata Clara. Martin yang mengelus kepala Clara berkata kalau kondisi diluar sudah mulai stabil. Clara hanya menganggu saja sampai Kakek Gland menutup kertas yang berisi informasi tersebut dan menatap ke arah Clara.
Clara yang juga melihat itu hanya menatap saja sampai kakek membuka mulutnya.”Clara dari mana kamu mendapatkan informasi ini,”ucap Gland.
“Aku dapat dari Goro apa ada masalah dengan kebenarannya. Tapi kakek itu hanya sebagian saja yang aku dapatkan. Masih ada banyak hal yang ingin aku cari,”ucap Clara.
“Kamu tidak usah mencari tahu itu. Kamu lebih baik hidup bersama suami kamu dengan damai disini. Jangan mencari masalah yang lebih besar lagi,”kata Gland yang tidak ingin Clara ikut campur masalah ratu.
“Itu tidak bisa kakek,”ucap Clara. Karena semua itu sudah terlanjur bagi Clara harus ikut campur setelah dia berkali-kali diserang dan ratu ingin nyawanya.
“Kenapa kamu berkata seperti itu. Apa lagi yang kamu sembunyikan,”ucap Gland.
__ADS_1
“Apa yang aku sembunyikan,sama dengan kakek,”kata Clara yang memalingkan wajahnya. Martin yang ada disampingnya tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi melihat Clara yang memalingkan wajah dan sikap kakek Clara. Kalau apa yang dllakukan oleh Clara berbahaya.
“Clara apa yang kamu sembunyikan dari kami semua,”ucap Martin yang juga ingin tahu. Clara yang mendengar suara Martin menoleh ke samping dan melihat ke arah Martin disampingnya sambil ia tersenyum. Tapi Clara tidak berkata apa-apa sampai dia menghela nafas. Mori datang bersama dengan Goro dan Kal.
Mori yang membawa teh dan cemilan.”Mori kamu baik-baik saja,”ucap Clara saat melihat Mori masuk ke dalam kamarnya.
“Nyonya apa tidak terluka,”ucap Mori yang sedikit gelisah.
“Aku baik saja. Jadi kamu tidak usah khwatir. Tapi Goro dan Kal kenapa kalian datang lagi ke sini apa ada hal lan yang ingin kalian bicarakan,”ucap Clara. Clara yang menuggu mereka berdua membuka mulutnya tapi mata mereka melihat ke arah tamu dan tuan besar yang ada diruang tersebut.
“Kenapa kalian diam saja. Katakan saja tidak ada yang perluh disembunyikan di sini. Kita semua di sini adalah keluarga,”ucap Martin yang membuka mulutnya.
“Kami tidak bisa mengatakannya tuan. Kami di sini atas perintah dari nyonya Clara. Jadi kami akan menuggu nyonya mebuka mulutnya apa kami di izinkan atau tidak,”ucap Kal.
“Clara izinkan mereka membuka mulutnya,”ucap Martin yang ada disampingnya. Clara yang hanya bisa mengela nafas membuka mulutnya.”Katakan saja tidak apa-apa,”ucap Clara yang menunduk ke arah lantai.
Tapi Mori yang melihat nyonya Clara yang tertunduk kalau apa yang akan dibicarakan akan membuat mereka marah. “Nyonya apa anda akan baik saja jika mereka membuka mulutnya,”kata Mori yang menyela saat Goro hendak membuka mulutnya.
“Mori kenapa kamu menghentikannya dan berkata seperti itu,”ucap Baned yang juga ikut campur.
Clara yang melihat ke arah mereka bertiga dan keluarganya hanya bisa tersenyum.”Apa kalian sanggup mendengar apa yang akan dikatakan oleh orangku,”ucap Clara.
“Kenapa kamu berkata seperti itu Clara. Memangnya apa yang akan dikatakan oleh mereka berdua sampai kamu berkata seperti itu,”ucap Martin. Moza yang juga ikut mendengarkan mereka membuka mulut.”Karena ini masalah ratu yang akan dibahas oleh mereka,”ucap Moza. Semua yang ada didalam ruangan menoleh ke luar teras dimana Moza yang membuka mulutnya.
“Apa maksudnya ini Clara. Apa yang dikatakan Moza tidak benar bukan,”ucap Kay. Tapi semua mata tertuju ke arah mereka berdua dan Clara yang masih santai. Clara yang melihat ke arah mereka hanya bisa tersenyum dan berkata,”Yang dikatakan oleh Moza itu benar. Apa yang akan kami bahas adalah ratu.” Apa sikap Gland dan Martin setelah mendengar semuanya?.
__ADS_1