Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 82(revisi)


__ADS_3

Clara yang juga ingin tahu informasi tentang ratu bertanya kepada Delen soal kekuasaan yang sudah dimiliki oleh ratu selama dia tidak ada di kerajaan Matahari. Delen yang sedang termenung memikirkan apa yang sudah dia dapatkan.”Yang saya tahu dengan kelompok saya ratu sudah meguasai setengah dari wilayah Matahari ada beberapa kelompok yang juga masih menetang kekuasaan ratu. Tapi itu juga merupakan ancaman dan permusnahan dari kelompok tersebut,”kata Delen.


“Jadi mereka yang menetang akan di binasahkan. Tapi apa ada yang kabur dari kejaran itu,”kata Clara.


“Ada dua bangsawan yang lari ke wilayah timur. Tapi masih belum diketahui dimana posisi mereka berada. Untuk wilayah yang sudah dikuasai mungkin wilayah barat juga sudah dikuasai oleh mereka sebagian. Karena ada satu kelompok yang sangat kuat yang tidak bisa di tembus pertahanannya,”kata Delen.


“Siapa dia?,”kata Clara. Delen yang melihat sekitarnya dengan wajah ragu untuk dia mengatakan kepada Clara. Karena kekuasan yang disebutkan itu sangat berbahaya dan tidak ada yang berani menyebut nama orang tersebut. Jadi Delen berhati-hati dimana dia hanya memberikan satu kertas yang tertulis nama orang tersebuat orang kedua yang berkuasa di barat.


Clara yang mengambilnya tidak langsung membacanya karena ada hal lain yang ingin dikatakan oleh Clara.”Jadi ratu sudah berkuasa dari setengah wilayah yang berkuasa ya. Tapi apa kamu sudah mendapatkan kabar tentang raja,”kata Clara. Delen yang menganggu dan memberikan laporan yang berupa dokumen yang sudah dia kumpulkan.


“Aku akan ambi ini. Kamu boleh kembali dan tetap melakukan seperti biasa saja. Jangan sampai pihak ratu tahu kondisi kita bisa, saja gagal  rencana yang sudah kita persiapkan,”kata Clara.


“Tapi nona apa anda benar baik saja. Melihat banyak yang berubah pasti banyak yang datang mencari tahu. Apa lagi banyak mata yang mencari tahu tentang kondisi wilayah utara yang baru saja diserang. Apa nona tidak membutuhkan bantuan saya,”Delen.


“Terima kasih untuk bantuan kamu. Kamu tidak usah khawatir karena itu memang akan berguna untuk diriku,nanti,”ucap Clara sambil tersenyum. Dimana Clara menyembunyikan banyak hal yang anak buahnya tidak diketahuinya.


Tapi Delen yang melihat itu  tahu kalau Clara sedang menyembunyikan rahasia darinya. Tapi dia tidak perduli dengan apa yang dipikirkan oleh Clara. Karena Delen percaya dengan kemampuan Clara yang sudah lama memimpin pasukan tersembunyi dan beberapa organisasi dagang diberbagai wilayah di bumi.


“Kurasa itu saja yang aku ingin sampaikan. Aku akan menyusul Jeni yang sudah pergi ke kabut beracun. Barang yang kamu pesan akan datang sesuai jadwal yang kamu minta,”kata Delen yang segera pergi dari tempat dia bertemu dengan Clara.


Clara yang masih terdiam melihat Delen pergi.”Sudah pergi ya,”kata Clara. Tapi setelah kepergian Delen, Clara merasa ada mata yang selalu mengawasi dirinya. Apa lagi saat dia berbincang dengan Delen. Tapi orang yang mengawasi dirinya tidak bertindak malah ingin membantu. Clara yang tidak tahu siapa itu hanya bisa menghela nafsa saja.

__ADS_1


Sampai Delen pergi Clara menoleh ke arah dimana orang itu bersembunyi.”Sampai kapan kamu akan bersembunyi, keluarlah,”kata Clara yang sudah tahu kehadiran orang tersebut.


“Bagaimana nyonya tahu kalau ini adalah aku,”kata Moza.


“Moza sejak kapan kamu ada disana,”kata Clara yang menatap santai.


“Aku tahu saat orang yang bernama Delen itu pergi. Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Tapi Nyonya kenapa anda ada disini malam-malam,”kata Moza yang datang mendekat.


“Itu tidak penting bukan untuk kamu yang sudah tahu nama dari Delen itu siapa,”kata Clara yang tersenyum. Moza yang berpikir menebak,”Apa dia selingkuhan nyonya?.” Clara yang mendengar itu tertunduk dan mengambil salju dibawah dimana dia memadatkan salju yang ada ditangannya. Selesai dia memadatkan salju dia dengan cepat melemparkan salju yang sudah menjadi bulat terlempar ke arah Moza. Disaat dia berkata kalau Delen adalah selingkuan dirinya.


“Nyonya,”ucap Moza yang sedikit terkejut.


“Kenapa nyonya melemparkan saya salju apa salah saya,”kata Moza kembali.


Moza yang mendapatkan lemparan itu memang salah dengan apa yang dia katakan kepada Clara. Tapi dia hanya bercanda saja. Tapi Moza tidak menyadari kalau apa yang dia katakan itu akan membuat Clara sedikit marah.”Maafkan saya nyonya bukan maksud saya berkata seperti itu. Saya hanya ingin membuat anda tersenyum saja,”kata Moza yang tertunduk.


Clara yang melihat Moza hanya bisa berjalan ke arahnya.”Aku akan maafkan kamu, tapi Moza kenapa kamu ada disini,”kata Clara yang mengubah topik.


“Soal itu ya. Aku diminta Martin untuk mencari Kakek anda Nyonya. Beliau masih belum kembali sampai sekarang, takutnya kalau kakek anda diserang gerombolan monster. Makanya saya ditugaskan untuk mencari kakek anda,”kata Moza.


“Jadi kamu datang ke sini hanya kebetulan saja,”kata Clara. Moza hanya menganggu saja sampai dimana Clara melihat sekitarnya kalau suhu sudah kembali berubah lagi.”Jika seperti itu aku akan membantu kamu mencari kakekku,”kata Clara.

__ADS_1


“Tidak,”ucap Moza.


“Kenapa,”kata Clara.


‘Nyonya hari sudah dingin anda seharusnya kembali ke kastil bukan. Bagaimana jika Martin tahu dengan beberapa prajurit yang berjaga di dekat kamar nyonya,”kata Moza.


“Kamu tidak usah khawatir karena sudah ada Mori yang menggantian diriku,”kata Clara yang masih santai. Tapi Moza masih saja gelisah dan tidak ingin mendapatkan hukumannya.


“Tetep saja tidak bisa,”kata Moza.


“Apa yang kamu takutkan Moza. Aku hanya membantu kamu sebentar saja,”kata Clara.


“Apa benar hanya sebentar saja,”kata Moza yang sedikit tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Clara.


“Kenapa lagi kamu. Ayo kita pergi lebih cepat lebih baik bukan,”kata Clara yang sudah hendak berjalan lebih dulu. Tapi sementara itu Moza masih saja dengan kondisi bimbang yang tercampur dengan rasa gelisah dan takut.


Clara yang bersama dengan Moza mencari Gland tapi sampai di tengah jalan mereka berhenti. Karena melihat sesosok yang tidak asing datang dengan di ikuti beberapa monster.”Tunggu dulu disana siapa yang datang,”kata Moza.


“Aku juga tidak tahu. Kamu coba periksa saja siapa yang dikejar monster tersebut. Tapi melihat dia sedang dikejar kurasa orang itu sedang terluka bukan,”kata Clara. Moza yang hanya diam karena dia juga tidak tahu. Karena itu Moza meninggalkan Clara sendirian untuk memeriksa.


Clara yang melihat raut  wajah dari Moza yang tidak tega meninggalakan Clara sendirian. Tapi untuk mencari tahu siapa yang sedang dikejar oleh monster tersebut hanya bisa pergi meninggalkan Clara. Segera Moza pergi dengan cepat agar dia bisa berkumpul dengan Clara lagi karena malam itu kondisi sedikit berbeda dari biasanya.

__ADS_1


Clara yang tahu kalau dirinya bisa saja dalam bahaya sudah menaburkan bubuk pengusir monster tingkat 3 untuk berjaga-jaga. Sementara di tempat Moza yang sudah sampai sedikit jelas penampakan orang yang dikejar oleh para monster.


“Bukankah dia..,”ucap Moza.”Siapa yang dikejar oleh para monster?.


__ADS_2