Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 33(revisi)


__ADS_3

Malam tiba dengan semua rasa bersalah terlah dilepaskan oleh Baned sampai dimana Mori mengetuk pintu. Untuk mengajak Baned untuk makan malam bersama. Clara yang berharap kalau pamannya menerima tawaran makan malam.Setelah mereka kembali ke kamar mereka Baned yang akan tinggal di kastil milik Martin sampai keluarga dari Clara datang ke tempat mereka. Dimana Clara yang kembali ke kamarnya untuk bersiap untuk makan malam bersama.


‘Nona apa ada senang bisa bertemu dengan paman anda lagi, yang sekian lama tidak bertemu,”kata Mori.


“Iya Mori aku sangat senang kalau mereka semua baik saja,”kata Clara yang pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Clara yang sedang membersihkan diri memikirkan apa yang dikatakan oleh pamannya Baned. Tapi dari semua yang dia dengar masih tidak tahu kenapa keluarga ibu di usir dari kerajaan Matahari.


Clara yang sudah selesai segera keluar dan dimana Mori sudah menuggu untuk membantu Clara berpakaian dan berias. Tapi Clara masih ingin melakukan dengan sederhana seperti biasanya.Di perjalanan menuju ruang makan hati Clara sangat berdebar dan senang karena dia akan makan bersama dengan pamannya.”Maaf menuggu lama,”ucap Clara yang datang ke tempat dia duduk didekat Martin.


Makan malam berjalan seperti biasa tanpa ada pembicaran yang serius selesai makan Maratin berkata kepada Banen kalau dia ingin bicara dengan dia dengan menatap ke arah Clara. Clara hanya mengiyakan saja karena pasti ada hal yang ingin dikatakan oleh Martin dengan pamannya tanpa dirinya.


“Iya tidak apa-apa. Jika kamu ingin bicara dengan dia. Aku juga mau istirahat,”kata Clara. Baned yang ikut dengan Martin ke ruangannya sementara Clara yang berjalan ke kamarnya bertemu dengan Derek, Goro dan kal yang sedang bersama, menuggu didepan kamar Clara.


“Kalian sedang apa di depan kamar nona,”ucap Mori yang juga melihat mereka bertiga.


“Nona Clara, maaf malam-malam menganggu anda. Ada hal yang ingin saya beritahukan kepada anda,”ucap Goro.

__ADS_1


“Baiklah, kita bicara di dalam saja,”kata Clara. Dimana Mori sudah membukakan pintu dan mereka segera masuk ke dalam kamar Clara. Di ruang tunggu dikamarnya Clara duduk bersama yang lain. Mori yang menyajikan teh dan cemilan pendamping untuk mereka bertiga dan tidak lupa untuk nona Clara.


“Jadi apa yang ingin kamu bicarakan Goro,”kata Clara dengan santai.


“Ini adalah laporan yang kami dapatkan saat mencari keluarga anda. Informasi tentang ibunda anda,”kata Goro yang memberikan selembaran kertas.


“Hai Goro dari mana kamu mendapatkannya. Aku tahu kalau kamu adalah tentara bayaran, tapi untuk mendapatkan informasi ini tidak mudah,”kata Derek.


“Memang tidak mudah, tapi tidak sia-sia juga aku mencari tahu. Aku juga mendapatkan relasi kerja sama untuk bisa menjual hasil kerajinan kita,”ucap Goro. Sementara mereka berdua sedang berbincang Clara membaca laporan yang diberikan oleh Goro. Dimana laporan yang diberika ada adalah informasi tentang ibunya yang ternyata mati karena dia melindungi Clara dari pembunuh. Saat itu setelah mengusiran yang diberikan oleh keluarga Erina ibunda Clara. Informasi yang mengatakan kalau ada mata-mata di ratu yang membuat kekacauan atas penghianatan yang dilakukan oleh keluarga Bringdah.


Tapi hasilnya saat panasnya informasi itu datang lagi informasi lain yang memberitahukan oleh Erina kalau keluarganya sedang memberontak. Erina yang mendengar informasi itu tidak percaya, tapi pada saat itu bertepatan dengan kelahiran Clara.


Erina yang meminat pelayanan untuk mencari tahu yang sudah terjadi dengan keluarganya pergi. Hanya ada Mori yang saat itu masih remaja membantu persalinan Erina dengan pelayan lain. Dimalam yang gelap dan penuh rasa khawatir yang menyelimuti  Erina. Tapi dia berjuang untuk melahirkan Clara di tengah semua kekacauan yang ada. Sementara suaminya yang sudah menjadi raja tidak datang ke tempat Erina apa lagi sudah diberi kabar. Erina yang saat itu sedih karena tidak ada suami yang menemaninya dalam persalinan hanya bisa berjuang sendirian.


Tapi Erina yang saat itu tidak dijaga oleh pengawal yang biasanya. Karena sedang mengawal ratu yang sedang melakukan perjalanan di luar kota. Erina yang hanya dijaga oleh dua orang. Tapi malam itu terjadi sesuatu yang tidak terduga saat persalinan telah selesai. Terdengar suara tangisan bayi yang membuat Erina senang dan bisa melepaskan lelahnya.

__ADS_1


“Clara putriku yang cantik,”ucap Erina yan melihat bayi mungkil Clara. Tapi Erina yang merasa ada perasan yang menekan dia membuat dia melihat sekelilingnya. Tapi perasan itu Erina mencoba tenang. Dimana Erina meminta Mori yang merupakan anak dari pelayan pribadinya.”Mori bisa kamu ke sini sebentar,”ucap Erina yang masih lemas.


“Iya permaisuri apa yang bisa saya bantu,”ucap Mori.


“Tolong ambilkan aku kertas dan polpen untuk aku menulis,”kata Erina.


“Yang lain bisa keluar untuk membersihkan diri kalian dan beristirahat. Aku sudah merasa baikkan,”ucap Erina. Dimana hatinya saat itu masih gelisah karena malam itu penjaga hanya ada dua orang dan mereka juga tidak terlihat.


Erina yang saat itu merasa ada yang anah menebak kalau ada pembunuh yang datang. Tapi dikesempatan itu dia hanya bisa meminta para pelayan yang membantunya untuk pergi dan meninggalkan Mori yang masih remaja untuk mengambilkan kertas dan polpel untuk ia tulis.  Mori yang melakukan perinatah dari Permaisuri pergi mengambi kartas dan polpel. “Ini permaisuri,”ucap Mori. Erina yang menulis surat untuk Clara yang masih kecil.


Tapi pada bagian itu tidak dijelaskan apa isi surat yang diberikan hanya ada laporan kalau Erina memberikan surat itu bersamaan dengan bayi mungil Clara untuk bersembunyi. Mori yang saat itu tidak tahu maksud dari perkataan dari permaisuri Erina hanya mengikutinya dan bersembunyi di tempat yang diberitahukan oleh Erina.


Setelah Mori dan bayinya dibawa pergi ke ruang rahasia. Erina yang masih lemas berbaring di atas kasur karena lelah setelah persalinan. Tapi pada saat Mori dan bayi bersembunyi bertepatan dengan pembunuh yang datang masuk.”Permaisuri ini bukan salah kami. Itu salah kamu yang tidak ingin meninggalkan posisi kamu. Jadi kamu harus mati,”ucap pembunuh. Setelah pembunuh itu menusukkan pedang ke arah tubuh Erina yang lemas. Pembunuh itu mencari bayi yang dilahirkan oleh Erina. Tapi pada saat mereka mencari tahu raja yang saat itu hendak ingin berkunjung melihat suasana yang dingin dan menyekap.


Raja berlari menuju kamar Erina dan melihat Erina sudah berlumuran darah. Raja yang sangat frustasi sedih. Tapi saat suasana sudah tenang Mori yang bersembunyi keluar dari ruang rahasia dan melihat permaisuri sudah tidak berdaya. Bayi yang dibawa oleh Mori menangis, tapi pada saat itu juga raja yang mendengar tangisan itu merasa marah dan hendak membunuh bayinya.

__ADS_1


Tapi Mori menghentikannya karana bayi ini tidak salah apa-apa. Tapi raja yang merasa kehilangan melampiaskan semua kesalah kepada bayi kecil.”Ternyata benar bayi ini membawa malapetaka yang membunuh ibunya sendiri. Aku tidak ingin bertemu dengan anak ini,”ucap Raja yang membawa Erina dipelukannya. Apa yang dilakukan Mori saat remaha dengan tatapa dingin raja dimana permaisuri telah mati didepan matanya.


__ADS_2