
Beijing Capital International Airport
Tampak Zahra berjalan dengan membawa koper berukuran besar ditangannya. Zahra datang bersama satu asistennya bernama Ana yang akan membantunya mengecek semua kebutuhan Zahra saat kompetisi.
Zahra melihat ke segala arah mencari keberadaan sahabatnya Jessica. Dari sudut pandang jam sembilan terlihat Jessica sahabatnya yang terlihat sangat cantik sedang mengangkat telapak tangan menyapanya dari kejauhan. Tampak terlihat jelas penampilan sahabatnya itu yang jauh berbeda dari terakhir mereka bertemu. Jessica jauh lebih elegan walau hanya memakai pakaian sederhana.
Dengan tersenyum hangat Jessica menyapa sahabatnya itu, ia juga mengarahkan Zahra beserta asistennya menuju rumahnya di Beijing. Dengan menggunakan mobil mewah Jessica mereka menyusuri kota Beijing sambil berbincang-bincang sepanjang perjalanan, maklum mereka sudah hampir dua tahun tidak bertemu.
Kurang lebih dalam waktu dua jam lamanya, akhirnya Zahra sampai di mansion mewah milik Jessica dan suaminya. Zahra mengagumi mansion mewah milik Jessica yang seperti istana itu tanpa berkedip.
“Jess, mungkin kamu dulu nyelamatin negara makanya nasibnya bisa bagus begini??.” Zahra berbicara sambil menatap keindahan mansion milik suami Jessica.
“Sorry ya, hari ini suamiku 'gak bisa menyapa kalian karena harus dinas keluar kota untuk beberapa minggu ke depan. Mungkin lain waktu dia akan menyambut kalian dengan jamuan makan malam.” Tutur Jessica yang memberitahukan suaminya yang sedang pergi dan tidak ada di mansion saat ini.
“Siap Bu Boss, anytime kalau mau ngajak dinner di hotel mewah ya!! Sekalian aku mau nyicipin masakan mewah di Beijing!.” jawab Zahra mode memalak sahabat karibnya itu.
Terlihat di depan rumah air mancur yang mewah seperti di film-film kerajaan yang ada di film Disney. Jessica rupanya benar-benar telah menjadi cinderella, kehidupannya sudah jauh berbeda dari dirinya saat di Indonesia walaupun Jessica sebenarnya juga orang berada. Tapi kekayaannya tidak sebanding dengan kekayaan yang dimiliki suaminya saat ini.
Sesampainya di dalam rumah, Jessica lalu mengantarkan Zahra beserta asistennya menuju kamar mereka masing-masing.
***
Hari yang ditunggu-tunggu Zahra telah tiba, di gedung megah nan indah terpampang poster-poster dari berbagai artis di dataran Cina tergantung di langit-langit gedung tersebut. Beberapa diantaranya Aktor terkenal bernama Yang Yang, yang dramanya akhir-akhir ini sering ditonton Jessica. Ya, Jessica mulai ketagihan drama Cina hampir semua aktornya ia kenal. Oleh karena itu Jessica yang paling sangat antusias saat memasuki gedung, karena otomatis dia akan bertemu dengan salah satu aktor favoritnya tersebut.
Waktu pun cepat berlalu, tak terasa kompetisi akan segera dimulai. Tampak Zahra yang sibuk mempersiapkan rancangannya. Zahra dengan sigap memakaikan satu per satu rancangannya pada beberapa model yang disediakan penyelenggara, total rancangan yang ditentukan sekitar lima rancangan untuk tahap awal.
Juri yang datang ada beberapa dari kalangan artis salah satunya yaitu Yang Yang, dirinya datang sebagai juri tamu dan Jessica yang melihat Yang Yang tak berkedip dari area backstage. Zahra sampai dibuat menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
Setelah lima puluh designer menampilkan design-designnya, akhirnya penilaian akhir untuk tahap awal sudah keluar. Zahra berhasil masuk ke final melawan lima kandidat lainnya, dirinya sangat bersyukur bisa berhasil sejauh ini karena ini merupakan kompetisi terbesarnya selama tiga tahun karirnya.
“Ra, aku mau foto dulu sama my Yang Yang ya!.” Sebutan yang dia sematkan kepada aktor favoritnya, mungkin kalau suaminya mendengar akan merasa murka. Jessica langsung berlalu dan mencari keberadaan Yang Yang.
“Permisi, Yang Yang? Bisa saya minta foto? Saya fans berat kamu?.” (bahasa mandarin) Yang Yang terperangah dengan wajah cantik nan bersinar Jessica saat dirinya meminta foto.
Terlihat dari kejauhan Jessica yang asik berfoto dan berbincang-bincang dengan aktor favoritnya, membuat Zahra senyam-senyum melihat tingkah sahabatnya. Di saat asik melihat dari kejauhan Zahra tak sengaja menyenggol salah satu standing banner yang ada di belakang tempatnya berdiri. Zahra pun dengan sigap merapihkan kembali standing banner tersebut, namun dirinya terperangah saat melihat gambar di standing banner tersebut.
__ADS_1
Author
Kira-kira foto siapa yang Zahra lihat??
***
Keesokkan Harinya
Babak final menanti Zahra, kali ini harus ada 3 design yang dipamerkan di catwalk oleh masing-masing designer. Tema yang Zahra ambil kali ini adalah “Floral”, Motif Full Color namun tetap terkesan elegan. Model yang dilibatkan kali ini adalah para pria, karena untuk babak grand final nanti salah satu rancangan designer akan dipakai oleh Mystery Guest pria yang akan hadir.
“Aku kok deg-deg-an ya? Biasanya aku selalu tenang saat kompetisi? Kenapa sekarang berbeda?.” Batin Zahra sambil menyiapkan baju rancangannya. Diapun mengusap dadanya dan berdoa dalam hati semoga semua berjalan lancar.
***
Flashback satu hari lalu
Braakkk…
suara standing banner terjatuh di samping Zahra
Zahra pun langsung dengan sigap memperbaiki posisi standing banner tersebut. Namun saat menegakkannya, Zahra terkejut dengan foto yang ada di situ. Dia melihat sosok yang sangat mirip dengan Jason Lu si “Bunga Sekolah,” hanya berbeda penampilan saja dan sepertinya orang di foto itu sangat terkenal. Karena Zahra tidak mengikuti perkembangan entertainment belakangan ini. Dia hanya fokus pada fashion, mungkin hanya beberapa artis tanah air, Korea, Amerika dan Eropa saja yang masih dia ikuti. Kalau untuk negara Cina banyak yang belum dirinya tahu.
“Hhmm.. mungkin hanya mirip saja?.” Batin Zahra.
***
DAG
DIG
DUG
Suara jantung Zahra terus menerus berdebar tanpa sebab, lalu terdengar musik DJ mulai mengalun pertanda model harus segera memasuki catwalk.
JEDAG JEDUG
__ADS_1
JEDAG JEDUG
Suara alunan musik DJ yang seirama dengan nada suara jantung Zahra saat ini.
“Ra!.” Suara panggilan Jessica yang membuyarkan lamunan Zahra.
“Gila, hampir aja jantungku ini berhenti karena ulah mu Jess!!.” Zahra mendengus kesal kepada Jessica yang memanggilnya secara tiba-tiba.
“Kamu sudah tahu belum siapa Mystery Guest-nya?.” Tanya Jessica dengan nada penasaran.
“Yah Jess, namanya juga Mystery Guest, ya di sembunyiin lah!. Kalau kita semua tahu namanya bukan Mystery Guest donk!.” Ketus Zahra menjawab pertanyaan Jessica.
“Nih ya, tadi aku ngobrol sama project managernya yang kebetulan partner bisnis suami aku. Mystery Guest ini idol terkenal banget di seluruh Cina, siapa tuh namanya?? Lu.. lu… “ seru Jessica dengan memajukan mulutnya menyebut nama artis tersebut sambil mengingat-ingat.
“Kamu aja gak tahu, apalagi aku Jess?.” Zahra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di depan Jessica.
“Kan aku tahunya cuma aktor Dracin Ra!, dan lagi aku baru dua tahun di Cina, itupun sudah berpindah-pindah daerah sampai lima kali dalam waktu dua tahun saja. Bagaimana bisa aku hafal semua artis yang ada di sini?.” Jawab Jessica menjelaskan.
***
Ruang Tunggu Artis
“Lu… sudah siap?.” (bahasa mandarin) Tanya seseorang yang bernama Xiao Feng.
Terlihat seorang lelaki berambut pirang, duduk di sofa membelakangi Xiao Feng. Lalu dirinya memutar balik sofanya, dan terlihat membuka kaca matanya.
Ya, dialah Lu Chen, Idol, aktor plus produser musik terkenal di seluruh Cina. Dan dia adalah si “Bunga Sekolah” di SMP Zahra dulu yang saat itu bernama Jason Lu. Jason Lu sepuluh tahun lalu hijrah ke Cina, tinggal bersama ibunya Jiang Xi. Saat Ayah dan Ibunya memutuskan untuk berpisah Jason memilih ikut dengan ibunya ke Cina dan menetap di sana. Jason Lu menjelma menjadi seorang idol terkenal atas ajakan seorang direktur perusahaan label yang tidak lain adalah pamannya Aaron Lu.
Lu Chen sangat terkenal karirnya pun juga sangat sukses, ia telah menjadi pemilik saham terbesar di label tempatnya bernaung yaitu Light Entertainment, dia juga memiliki beberapa saham di Show Room mobil mewah, hotel bintang lima, perusahaan film dan advertising dan juga memiliki beberapa mansion mewah yang semua atas nama dirinya. Berkat wajahnya yang cantik rupawan dan dirinya yang memang multi talenta, Lu Chen digilai kaum hawa di Cina dan di beberapa belahan dunia lainnya. Sebenarnya sulit untuk mengundang Lu Chen sebagai bintang tamu, namun ada sesuatu yang membuatnya memutuskan untuk menghadiri kompetisi ini.
Author
Udah bisa nebak alasannya apa?
Hai! Hai! Semua...! Dukung karya aku ya! Dengan Like, kasih Gift dan Vote ya!!
__ADS_1
Wo Ai Ni! ❤️❤️