
10 tahun kemudian…
Apartemen Zahra
Bak! Buk! Bak! Buk!
Terdengar suara samsak yang dipukul dengan kencang.
Di sebuah ruang Latihan tinju tampak sosok wanita cantik dengan wajah yang cantik natural dan body semampai sedang memukul samsak dengan amarah.
“Sialan tuh cowok lagi-lagi dia ngelecehin aku! Brengs**!! Minta ditinju! Nih! Nih!” Sambil mengumpat dan membayangkan wajah orang yang membuatnya kesal di samsak tinjunya.
Zahra yang sekarang bukanlah Zahra yang dulu cupu, dekil dan tak pintar berpakaian itu, dirinya sekarang sudah menguasai teknik beladiri dan semua dengan tingkatan master. Dan penampilannya sekarang sudah seperti model papan atas, karena Zahra sudah menjadi seorang designer pemula yang cukup ternama. Oleh karena itu ia harus menjaga penampilan agar bisa menjaga imagenya yang memang seorang designer.
Tiba-tiba…
Terdengar suara dering ponsel Zahra berbunyi
Terlihat nama Amber di layar ponselnya…
***
Amber adalah asisten sekaligus sahabat dari Zahra dan Jessica dari sejak SMK. Ya, Zahra dan Jessica selepas lulus dari SMP, mereka memutuskan untuk masuk sekolah kejuruan.
Zahra awalnya hanya asal mengikuti Jessica masuk jurusan Tata Busana, dikarenakan Jessica ingin melihat temannya Zahra berubah, ia merubah Zahra dari penampilan hingga cara pandang Zahra terhadap fashion. Hingga Zahra belajar teknik men-design, mengukur dan menjahit baju dengan benar. Dan akhirnya Zahra menjadi mahir dan memenangkan lomba design antar sekolah.
Rancangan Zahra pada saat itu bertemakan “kepompong” yang modelnya adalah Amber. Tema yang ingin menampilkan sisi lain dari seorang wanita. Saat itu Zahra melihat seorang anak baru pindahan dari Belanda yang berpenampilan sangat unik.
Seorang cewek cantik tapi berpenampilan layaknya seorang laki-laki, kalau lihat dari penampilannya kalian pasti akan mengira kalau Amber adalah seorang laki-laki karena wajahnya yang sangat tampan. Dan benar saja dugaan Zahra, Amber berhasil menjadi seorang model yang cantik sekaligus tampan yang dapat menarik perhatian para juri. Hingga Zahra pun berhasil memenangkan kompetisi tersebut.
Sejak saat itu mereka bertiga menjadi dekat dan menjadi sahabat. Namun saat kuliah mereka berpisah, hanya Zahra dan Amber saja yang memilih sekolah design, sedang Jessica lebih memilih sekolah tata rias. Dan kini Zahra dan Amber berhasil menjadi seorang designer, sedang Jessica memilih tidak bekerja dan ikut suaminya ke Beijing. Selama kuliah Zahra lebih dekat dengan Amber selain dirinya satu jurusan, mereka juga memiliki hobi yang sama yaitu beladiri.
Zahra mulai menekuni dunia bela diri sejak dirinya mengalami insiden bersama Jason, karena dia tidak ingin menjadi orang lemah seperti dulu. Selama kurang lebih sembilan tahun dirinya berlatih bersama Amber, mulai dari karate, pencak silat, Muay Thai sampai Kick Boxing. Hampir di setiap kesempatan Zahra selalu berlatih bersama Amber sahabatnya di sela-sela kegiatannya selama di sekolah maupun di kantor. Untuk bidang yang satu ini Jessica memilih tidak mengikutinya karena Jessica memiliki fisik yang cukup lemah, berbeda dengan kedua sahabatnya itu.
***
Dering ponsel Zahra masih terus berbunyi
__ADS_1
Akhirnya Zahra menghentikan kegiatan memukul samsak nya dan mengangkat telpon dari Amber.
“Helo sayangg.. akhirnya kamu angkat telpon juga!!.” Nada suara Amber serak dan berat seperti sedang menelpon pacarnya.
“Aduh Amber kuuu.. bisa gak nada suara kamu biasa aja? Nanti dikira aku lagi telponan sama pacar?? Bisa gak laku nanti!.” Sambil bernada ketus menjawab telpon Amber.
“Gimana mau laku cowok ganteng bin sexy kayak Robby aja kamu tolak??.” Sindir Amber mengena langsung ke batin Zahra yang memang jomblo akut.
“Please! kamu jangan sebut-sebut nama cowok playboy cap kupu-kupu kayak dia! Udah cukup nih pipi ternoda sama dia semalam! Kurang ajar emang tuh manusia!! Punya bibir gak bisa dijaga!! Jangankan bibir, burung perkututnya saja mungkin sudah bersarang di mana-mana! Naj** lah!! Umpat Zahra memaki manusia bernama Robby itu.
“Haiss… sayang kamu kan belum kenal baik sama dia. Setahu aku Robby itu orangnya sopan banget, dia sama sekali gak pernah ngelecehin aku tuh buktinya. Coba deh kasih kesempatan dikitttt… aja buat dia say!.” Sahut Amber membela Robby.
“Mungkin sama kamu dia gak nafsu, karena takut dikira jeruk makan jeruk!.” Timpal Zahra membayangkan Amber yang jalan bergandengan tangan dengan Robby.
“Oh iya juga ya? Secara aku kan cool banget!.” Amber tertawa cekikikan menanggapi pertanyaan Zahra.
Dua pasang manusia ini memang kalau sudah ngobrol baik ditelpon maupun di mana saja pasti akan berujung lama. Karena hanya mereka yang saling berdekatan saat ini, sedang Jessica sudah jauh di negeri sebrang.
“Yawdah, sayangku kasihku segalanya milikmu! Kapan mau ke kantornya? Aku punya kejutan buat kamu!” Nada Amber yang lebay berusaha membuat Zahra tak berlama-lama kesal.
“Asik apa tuh? Aku udah gak sabar dapat kejutannya. Aku mandi dulu abis itu ke kantor. Wait ya say!! See you!” Zahra memutuskan telponnya dengan perasaan bahagia.
***
Zahra berdandan di cermin mempersiapkan segala skin care dan make up miliknya. Iapun mulai menabuh kan semua dengan tangannya yang lihai hingga wajahnya berubah menjadi glowing se-glowing porcelain asal Cina. Zahra sekarang sudah pintar bersolek, berkat didikan sahabatnya Jessica yang merupakan seorang sarjana tata rias.
Zahra yang sekarang adalah Zahra yang sempurna di mata para pria, mungkin dulu dirinya disamakan dengan bunga tahi lancung, namun sekarang dirinya bisa diibaratkan bunga anggrek. Karena bunga anggrek adalah simbol keanggunan, sama seperti Zahra saat ini dirinya terlihat sangat anggun dan mempesona.
Dan sentuhan terakhir pilihan baju dress pendek berkerah dengan paduan warna merah dan putih, Zahra terlihat sangat mempesona. Sambil berdendang menyanyikan sebuah lagu… Zahra menuju parkiran mobil…
Lalu mengendarai mobil honda jazz menuju kantor miliknya.
***
Kantor Zahra
Zahra pun sampai di perusahaan fashion sederhana miliknya bernama “ZAHRA FASHION” dengan jumlah pegawai sebanyak empat puluh orang yang dipimpin oleh dirinya, Amber dan Jessica penanam saham terbesar karena Jessica menikah dengan seorang pebisnis asal China yang kaya raya. Hingga akhirnya Zahra dan Amber berhasil membangun usaha fashionnya dari nol.
__ADS_1
Ia melangkah dengan anggunnya menuju lobby kantor yang disambut dengan hormat oleh para pegawainya. Zahra menuju ruang receptionist dan menanyakan keberadaan Amber, receptionist itupun berkata kalau Amber sedang di ruang pemotretan.
Zahra menuju ruang pemotretan seketika wajahnya langsung berubah menjadi merah karena amarah yang terpendam. Dilihatnya seorang lelaki yang dia jadikan samsak tinju akhir-akhir ini yaitu Robby Lu.
Padahal kalau dilihat dari wajah dan aura, Robby benar-benar lelaki yang sempurna. Hanya karena sifatnya yang playboy suka main perempuan di mata Zahra, membuat Zahra jadi ilfil alias ilang feeling.
Robby yang saat ini sedang fokus memotret model di depannya sangat terlihat sexy. Amber pun terlihat tak berkedip melihat ketampanannya.
Zahra menghampiri Amber yang asik mengeluarkan air liurnya saat melihat Robby. Di tepuk nya dengan keras bahu sahabatnya itu, hingga Amber hampir terjungkal ke belakang.
“Kucing!!.”Latah ala Amber.
“Ngagetin aja kamu Ra!! Untung nih jantung masih di tempatnya! Kalo Enggak..” Amber belum meneruskan kata-katanya langsung dipotong oleh Zahra.
“Kalo gak tuh jantung udah diambil sama Robby trus dimakan!! Ya kan??.” Ketus Zahra yang kalau ngomong suka bener.
Amber menanggapinya dengan tertawa cekikikan. Lalu di sisi lain Robby yang melihat kedatangan Zahra langsung menghentikan sesi pemotretan dan menghampirinya.
“Aduhhh.. kenapa dia ke sini sih?!.” Nada malas Zahra sambil berbisik ke telinga Amber.
Dengan senyuman sejuta pesonanya Robby menyapa Zahra.
“Hai Zahra kapan datang?.” Nada seksi ala Tom Cruise.
“Dari tadi!.” Nada ketus dan memang kebiasaan Zahra yang selalu berbicara dengan Robby dengan nada tidak ramah.
Amber yang merasa tidak enak dengan Robby langsung menengahi mereka berdua.
“Hei Rob, emang sesi fotonya udah selesai? Aku sama Zahra lagi ada urusan sebentar. Kita cao dulu ya! Mending kamu terusin pekerjaan kamu, biar aku bisa cepet lihat hasilnya. Okay?.” Amber memotong percakapan mereka agar tidak terjadi pertengkaran.
Lalu Amber menggandeng tangan Zahra menuju ruangannya. Robby yang seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Zahra pun harus dirinya tahan, karena sepertinya urusan mereka lebih penting.
Author
Kasihan Koko Robby ganteng-ganteng dicuekin
__ADS_1