
Di sebuah hotel di Indonesia
Tampak Jiang Xi yang sedang menelpon seseorang melalui ponselnya.
“Chyou!. Apa kau sudah urus tiket kepulangan saya?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi.
“Sudah Bu, saya sudah memesankan tiket untuk besok sore.” (bahasa mandarin) Jawab Chyou asisten Jiang Xi.
“Saya akan menyelesaikan sedikit urusan yang ada di sini. Apa keadaan di Beijing aman Chyou?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi.
“Ada sedikit kehebohan di sini Bu. Nanti akan saya kirimkan detailnya kepada anda melalui surel.” (bahasa mandarin) Ungkap Chyou yang menyampaikan kabar mengenai Lu Chen di Beijing.
“Hhmm.. tampaknya si rubah betina itu sudah menunjukkan taringnya kembali. Dan bagaimana tugas orang bayaran kita?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi kembali yang mulai berpikir bahwa ini adalah perbuatan Jia Li.
“Dia sudah mengirimkan beberapa bukti pertemuan rubah betina.. eh maksud saya Jia Li dengan seseorang. Saya akan kirimkan beserta artikel lainnya.” (bahasa mandarin) Ucap Chyou yang sedikit terpeleset dengan nama panggilan Jia Li.
“Bagus!. Saya akan mengeceknya setelah ini. Terima kasih Chyou!.” (bahasa mandarin) Jiang Xipun memutuskan percakapannya dengan asistennya itu.
Lalu selang beberapa menit setelah percakapannya dengan Chyou, terdengar sebuah notifikasi di surelnya. Iapun bergegas mendownload semua foto yang ada di surel melalui ponsel pintarnya.
Dan terpampanglah dengan jelas beberapa artikel dengan foto Lu Chen dan Zahra juga foto Jia Li bersama seorang wartawan wanita yang ditemui Jia Li beberapa hari lalu. Jiang Xipun mulai memeriksa semua berita yang ada di Gu-Gle saat itu dan benar berita mengenai Lu Chen dan gadis misterius asal Indonesia sedang trending saat ini.
“Rupanya kali ini wanita itu mulai serius mengejar Lu Chen. Kali ini siapa yang ada di balik dirinya?. Aku harus segera menemui wartawan ini. Jangan sampai ia melakukan lebih jauh lagi.” (bahasa mandarin) Jiang Xi yang bertekad untuk menghapus jejak dari Jia Li, karena ia tahu Jia Li dapat bertindak lebih dari ini.
“Tok!. Tok!.”
Suara ketukkan pintu terdengar di kamar hotel Jiang Xi. Dan Jiang Xipun membuka pintu tersebut dan mendapati Mr. Lucas yang berada di depan pintu.
“Mr. Lucas, silahkan masuk!.” Pinta Jiang Xi yang ingin Mr. Lucas memasuki ruang hotelnya. Ruangan hotel yang disewa Jiang Xi adalah kamar suite room dan terdapat ruang kerja dan juga ruang meeting di dalamnya. Jadi banyak kolega dan pekerjanya yang masuk untuk meeting dan bekerja di dalam ruangannya.
“Mr. Lucas, terima kasih atas kedatanganmu.” Ucap Jiang Xi karena Mr. Lucas memenuhi panggilannya.
“Ada apa Nyonya memanggil saya?.” Tanya Mr. Lucas yang masih saja memanggil Jiang Xi dengan sebutan Nyonya.
“Saya tahu, kau adalah karyawan loyal keluarga Lu, dan pastinya kau tahu semua hal yang berkaitan dengan keluarga ini termasuk masalah pernikahan Jackson dengan wanita itu.” Tanya Jiang Xi yang ingin langsung pada intinya.
__ADS_1
“Saya hanyalah asisten untuk urusan penting saja Nyonya, untuk masalah pribadi Tuan Besar saya banyak tidak mengetahuinya.” Jawab Mr. Lucas yang tak ingin menjawab pertanyaan Jiang Xi.
“Kau tentu tahu dia orang yang seperti apa?. Aku mengenal Jackson selama belasan tahu, dia tak mungkin jatuh cinta dengan wanita ular sepertinya Mr. Lucas. Dan aku tahu ada yang tidak beres dengan pernikahan ini. Dan aku sangat tahu dampak ke depannya seperti apa?. Kau tahu pastinya aku tidak akan tinggal diam dengan ini?.” Tegas Jiang Xi yang tak ingin Mr. Lucas menyembunyikan sesuatu darinya.
“Saya rasa anda sudah ketahui melalui media Nyonya?. Nona Niki adalah seorang artis yang dinikahi oleh Tuan. Dan yang saya tahu sejauh ini hubungan mereka hanyalah sebuah status, karena Tuan tidak pernah membiarkan nona Niki untuk menyentuhnya. Bahkan aset milik tuan tak satupun atas nama wanita itu, dan Tuan juga tak pernah memperkenalkan Nona Niki kepada keluarga maupun koleganya. Itu saja yang saya tahu Nyonya.” Ungkap Mr. Lucas dengan singkat dan jelas.
“Mengapa dia dapat memilih wanita itu sebagai pendampingnya?. Ini sungguh aneh?.” Jiang Xi yang mulai menelisik lebih dalam Mr. Lucas.
“Nyonya, saya tahu anda ingin mengetahuinya lebih dalam soal ini. Tapi sebagai bawahan yang loyal terhadap Tuan Besar, saya harus menyarankan bila Nyonya dapat bertanya langsung kepada Tuan Besar. Saya tak bisa mengatakan apa-apa lagi selain ini. Maafkan saya Nyonya!.” Mr. Lucas yang menundukkan kepalanya sebagai tanda maaf kepada Jiang Xi karena tak dapat mengungkapkan lagi.
“Baiklah!. Aku mengerti, karena aku yakin wanita itu tidak akan tinggal diam dengan perlakuan Jackson. Suatu saat dia akan mencari seluk beluk keluarga ini, aku takut suatu hari Lu mengambil alih posisi Jackson ia akan muncul sebagai duri. Dapat kulihat dari tatapannya saat itu, aku sangat mengenal tatapan yang sama dari Jia Li.” Jiang Xi yang mengingat sebuah tatapan yang penuh ambisi dan obsesi di dalamnya. Ia tak ingin hal itu terjadi ke depannya.
“Tapi Mr. Lucas dapatkah kau berjanji satu hal kepadaku?.” Tanya Jiang Xi dengan tatapan yang berharap.
“Apa itu Nyonya?.” Tanya Mr. Lucas.
“Lindungi Lu, apapun yang terjadi!. Karena aku tahu, di sini hanya kau yang bisa melakukannya!.” Pinta Jiang Xi dengan mata yang berkaca-kaca.
“Saya selalu menganggap Tuan Muda adalah orang yang harus saya layani dan lindungi sedari dulu Nyonya. Anda tidak perlu khawatir, saya akan mengambil beban ini hingga masa bakti saya selesai.” Ucap Mr. Lucas kepada mantan Nyonya besarnya itu.
“Jackson, begitu banyak misteri yang harus aku pecahkan. Siapa wanita itu?. Apa karena ini, aku harus kembali menemuimu?.” Bathin Jiang Xi yang masih saja berat bila bertemu mantan suaminya.
***
“Ting!. Tong!.”
Suara bel pintu rumah Bu Mirna berbunyi.
Bu Mirnapun yang sedang sibuk bersih-bersih itu harus menghentikan kegiatannya dan pergi untuk membuka pintu.
Dan terlihatlah Zahra dengan posisi yang masih memegang handle pintu dengan wajah yang sangat berantakan.
“Ya ampun Zahra!. Ini jam berapa?.” Bu Mirna yang langsung mengoceh panjang kali lebar karena anaknya yang dari kemarin baru pulang.
Zahra yang tidak memberi salam kepada Ibu dan Ayahnya itu, langsung masuk ke kamarnya dengan tergesa-gesa. Dan begitu dirinya melihat tempat tidur empuk di hadapannya iapun tanpa berpikir panjang untuk merebahkan dirinya tanpa melepas baju dan sepatunya karena lelah yang dirasakan. Dan Zahrapun kembali tertidur dengan pulasnya di tempat tidur tersebut.
__ADS_1
Hingga iapun terlelap dan terbawa ke alam mimpi.
***
Di sebuah Konser
Suara riuh manusia yang sudah terlihat seperti lautan manusia itu memanggil-manggil nama Lu Chen secara serempak.
“Lu Chen!. Lu Chen!. Lu Chen!.” Teriak fans Lu Chen saat di konser besarnya.
Lu Chenpun bernyanyi dan menari dengan lihainya menghibur lautan fans yang ada di hadapannya. Sebuah konser besar yang diadakan oleh manajemen Lu Chen, Lu Chen memancarkan aura luar biasanya di atas panggung. Ini merupakan konser terbesar Lu Chen selama 1 tahun belakangan ini.
Dan Ini pertama kalinya Zahra menghadiri konsernya tanpa embel-embel sebagai designernya. Zahra hadir sebagai penonton yang mendukung kekasihnya.
Setelah konser berakhir terdapat sesi tanda tangan Lu Chen untuk para penggemar yang terpilih dan dapat berinteraksi langsung dengannya. Dan acara tandatanganpun berjalan dengan lancar hingga tiba-tiba seorang penggemar menusuk dada Lu Chen, seketika seluruh orang yang ada di sana menjadi gempar ketika melihat Lu Chen sudah terkapar dengan banyak darah.
“AarrggHHH Lu Chen!.”
Tangis Zahra pecah seketika, Ia ingin menerobos kerumunan untuk menyelamatkan kekasihnya itu namun dihadang oleh penjaga.
Dan seketika semuanya menjadi gelap gulita, dan digantikan dengan pemandangan sebuah kamar dengan nuansa merah muda. Ya, Zahra terbangun dari mimpi buruknya setelah kelelahan karena bekerja seharian.
Zahra terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhnya, mimpi itu terasa sangat nyata hingga rasanya ia seperti hanya berpindah dimensi saja.
“Mengapa mimpi itu terasa nyata?. Apa mungkin aku terlalu khawatir dengan Lu Chen hingga aku berpikir yang tidak-tidak?.” Zahra yang bermonolog pada dirinya.
“Ini gila!.” Zahra yang menyibak rambutnya dari basahnya keringat.
Iapun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk lekas membersihkan diri. Mimpi aneh yang baru saja dialami Zahra apakah sebuah pertanda?. Ataukah hanya sebuah bunga tidur seperti yang dialami manusia biasa?. Entahlah, hanya takdir yang dapat menjawabnya.
Author
Thank U for your support!
Xie Xie!
__ADS_1