Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Di balkon sebuah apartemen yang cukup mewah di Jakarta tampak Robby yang sedang meminum segelas wine sambil tertunduk lesu. Terlihat guratan kesedihan di wajahnya, dikala dirinya mengingat kejadian kemarin siang saat melihat Zahra dijemput oleh Lu Chen. Walaupun sebenarnya ia tahu lambat laun hal itu pasti akan terjadi juga, karena biar bagaimanapun Zahra adalah kekasih Lu Chen tidak seperti dirinya yang hanya seorang teman bagi Zahra.


Tapi entah bagaimana rasanya sangat sakit melihat Zahra bersama lelaki lain, ia mencoba melupakannya namun yang ada Robby selalu terjaga di malam hari matanya sangat berat untuk di istirahatkan. Al hasil dia hanya dapat melampiaskan kekecewaannya dengan meminum-minuman keras seperti biasanya.


Tak lama terdengar notifikasi di ponsel Robby, dan begitu dirinya lihat ternyata sebuah pesan dari Zahra.


- Pesan-


Pengirim : Zahra


Rob, maaf kemarin aku mendadak ada urusan mendesak!. Apa kamu kemarin jadi menjemputku?. Karena aku tak mendapatkan kabar apapun darimu?. Ku pikir dirimu tak jadi datang?.


Rasanya ingin ia mengacuhkan pesan tersebut karena rasa kecewa yang terlalu besar namun ia tak bisa apalagi pesan tersebut datang dari Zahra.


- Pesan-


Pengirim : Robby


Maaf aku juga baru ingat, kalau aku ada jadwal meeting dadakan. Dan aku lupa memberitahumu. Aku juga baru akan meminta maaf untuk itu, tapi kamu sudah menghubungiku duluan.


Dan tak lama Zahrapun kembali mengirim pesan kepadanya.


- Pesan-


Pengirim : Zahra


Sekali lagi maafkan aku Robby, aku janji lain waktu kita akan bertemu kembali untuk mengambil gambar bersama.


Zahra memberikan lambang senyum kepada Robby tanda dirinya sangat menyesal. Lagi-lagi Robby yang tak dapat mengacuhkan Zahra pun memilih membalas pesan Zahra seolah-olah dirinya tidak keberatan dengan semua itu, padahal kenyataannya ia telah datang ke Kafe yang ditunjuk oleh Zahra. Namun yang terjadi ia harus menyaksikan bahwa Zahra dijemput oleh orang lain yang bukan dirinya.


- Pesan-


Pengirim : Robby


It’s ok Zahra.


Dilengkapi simbol senyum melengkapi pesan akhir Robby kepada Zahra pagi itu. Dan selepas berkirim pesan dengan Zahra Robby pun kembali meminum minumannya dan menenggaknya hingga habis tanpa tersisa dan kemudian me-refill kembali gelas kosong yang ada di tangannya. Tampaknya Robby ingin menghabiskan waktunya dengan meminum minuman haram itu sampai mabuk.


***


Pagi itu Bu Mirna sibuk dengan alat bersih-bersihnya ia menyapu dan mengepel rumahnya hingga bersih sampai mengkilat persis seperti mencuci piring, maklum karena sedari dulu dirinya sangat gemar bersih-bersih sampai-sampai ia tak akan membiarkan sedikit kotoran pun yang boleh menempel di lantai bersihnya itu termasuk tak segan-segan akan memarahi habis orang yang melakukannya tak terkecuali suami tercintanya yang hobi ngemil itu.

__ADS_1


Pak Sulam selalu saja membuat Bu Mirna naik pitam karena sering kepergok ngemil dan meninggalkan sisa remah-remahnya di lantai bersih miliknya.


Di saat dirinya yang sedang fokus mengepel ruang TV. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu depan rumahnya berbunyi…


Ting Tong!


“Duh, siapa pagi-pagi begini ganggu kegiatan bersih-bersih ku?.” Gerutu Bu Mirna saat mendengar bunyi bel pintu.


Bu Mirna pun langsung menghentikan kegiatan bersih-bersihnya dan pergi untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka tiba-tiba saja jantung Bu Mirna seperti akan loncat dari penyangganya…


DEG


Seketika iapun menutup kembali pintu rumahnya dalam kondisi memegang kendali jantung yang berdetak tak karuan. Di saat dirinya yang diam membatu itu datanglah Pak Sulam yang terheran-heran dengan tingkah istrinya.


“Bu!. Ada apa?. Kok diam saja?.” Heran Pak Sulam yang mencoba menyadarkan istrinya dari lamunan.


“Pak, bilang kalau saat ini Ibu masih di dunia kan?. Masih hidup?.” Tanya Bu Mirna yang makin membuat Pak Sulam bertambah heran.


“Heh Bu!. Kalau Ibu mati berarti Ayah juga dong?.” Jawab Pak Sulam yang akhirnya membuat lamunan Bu Mirna buyar.


“Lantas itu kok di depan Ibu seperti melihat malaikat, Yah?.” Jawab Bu Mirna masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan. Langsung saja dengan segera Pak Sulam membuka pintu dan memastikan sendiri apa yang dilihat istrinya tersebut.


“Permisi, Ibu dan Bapak apa Zahra Nya ada?.” Pertanyaan dari Lu Chen yang malah membuat kedua orang tua Zahra tak dapat berkata-kata dan hanya membalas dengan sebuah anggukan.


“Kalau begitu apa saya boleh masuk bertemu dengan Zahra?.” Tanya kembali Lu Chen kepada Bu Mirna dan Pak Sulam yang lagi-lagi hanya dijawab dengan anggukan dan wajah yang masih asik terkesima dengan rupa menawan dari Lu Chen.


Tanpa ragu-ragu lagi Lu Chen pun meraih handle pintu dan masuk ke dalam rumah Zahra tanpa dipersilahkan kembali.


Bu Mirna langsung mempersilahkan Lu Chen untuk duduk di ruang tamunya. Dan bergegas pergi mencari Zahra di kamarnya.


“Zahra!.” Panggil Bu Mirna kepada anaknya, dia mencari-cari keberadaan Zahra yang tak terlihat di kamarnya. Namun keberadaan Zahra tak kunjung ditemukan, sampai Zahra tiba-tiba muncul dibelakang Bu Mirna yang sontak membuat jantung Bu Mirna hampir copot.


“Ya ampunn Zahra!. Bilang dong kalau ada di belakang!. Ibu sampai kaget!.” Pekik Bu Mirna sambil mengelus-elus dadanya.


“Lagi, ada apa sih cari Zahra?. Mana kayak tergesa-gesa gituh?. Emang ada apa sih?.” Tanya Zahra yang penasaran dengan sikap Ibunya.


“Itu… itu… ada malaikat yang nyari kamu!.” Ucap Bu Mirna yang seketika membuat Zahra jadi takut.


“Astaga Ibu!. Zahra masih hidup!. Belum mau mati!. Ngapain malaikat nyariin Zahra?.” Jawab Zahra yang mendadak bulu kuduknya merinding itu.


“Hadeuhh bukann!. Maksud Ibu ada cowok seperti malaikat yang mau ketemu kamu.” Ucap Bu Mirna yang akhirnya membuat Zahra semakin penasaran dan bergegas menuju ruang tamu untuk melihatnya.

__ADS_1


Sesampainya di ruang tamu Ia melihat Lu Chen kekasih hatinya telah duduk manis di depan Pak Sulam ayahnya. Zahra pun langsung terlihat sumringah melihat Lu Chen yang menepati janji untuk menemaninya seharian itu. Zahra lalu menghampiri Lu Chen dan memperkenalkan Lu Chen kepada ke dua orang tuanya. Namun baru saja ia ingin memperkenalkan Lu Chen langsung dihentikan oleh Lu Chen, Lu Chen sendiri akhirnya memilih untuk memperkenalkan dirinya kepada Bu Mirna dan Pak Sulam.


“Ehem!. Perkenalkan nama saya Jason Lu panggil saja Lu. Saya adalah kekasih Zahra.” Lu Chen pun meraih tangan Pak Sulam dan Bu Mirna sebagai tanda ramah tamahnya. Dan tak lupa Lu Chen pun memberikan beberapa buah tangan yang telah ia persiapkan untuk bertamu ke rumah calon mertuanya itu.


Pak Sulam dan Bu Mirna yang sangat terkejut dengan Lu Chen yang mengaku kekasih anaknya itu seketika merasa sangat bahagia akhirnya anaknya memiliki tambatan hati juga, apalagi tambatan hatinya itu sangatlah luar biasa seperti Lu Chen. Dan kalau dilihat dari penampilan pun sangat terlihat sekali kalau Lu Chen bukanlah kalangan biasa seperti mereka.


Akhirnya Pak Sulam pun memulai percakapan dengan beberapa pertanyaan pribadi kepada Lu Chen.


“Apa pekerjaanmu?.” Pertanyaan sederhana yang selalu ditanyakan oleh para orang tua untuk memastikan ke mapamanan calon menantunya.


“Aku adalah seorang seniman.” Jawab Lu Chen dengan diselingi senyuman indahnya yang masih saja membuat Bu Mirna tak dapat berkedip. Maklum Bu Mirna adalah penggemar cowok-cowok tampan seperti  para pemeran di Meteor Garden asal Cina yang ia tonton saat dirinya masih muda.


“Oh seniman ya?. Sepertinya Ibu pernah lihat kamu tapi di mana ya?.” Ungkap Bu Mirna yang merasa wajah Lu Chen sangat familiar baginya.


“Tapi bener juga Bapak juga pernah lihat kamu. I..itu di sebuah penghargaan Cina yang pernah Bapak tonton apa benar itu kamu?.” Tebak Pak Sulam yang sangat yakin kalau Lu Chen adalah idol terkenal yang ia lihat di TV.


“Apa di penghargaan XXX itu?. Ya benar itu adalah saya, tapi di sana saya memakai nama Lu Chen sebagai nama panggung.” Jawab Lu Chen yang tak ingin merahasiakan apapun dari orang tua Zahra bahwa dialah idol terkenal yang sedang naik daun di Cina.


“OMG!. Bu!. Si Porcelain Cina?.” Sambil membulatkan matanya ke arah Bu Mirna istrinya yang masih tak percaya dengan kenyataan bahwa anaknya memacari seorang idol terkenal.


Langsung saja Pak Sulam mengubah sikapnya menjadi sedikit angkuh di hadapan Lu Chen seolah-olah ia tidak setuju dengan hubungan Zahra dan Lu Chen.


“Ehem! Sebenarnya bukannya bapak tidak merestui hubungan kamu dengan putri Bapak. Tapi satu hal yang Bapak akan tanyakan, apa kamu serius dengan Zahra?. Karena apabila kamu tidak serius dengannya maka langsung saja akhiri hubunganmu sekarang juga dengannya!. Karena Bapak gak mau anak Bapak dipermainkan!.” Tanya Pak Sulam yang ingin melihat keseriusan Lu Chen terhadap Zahra putrinya.


“Tentu saja saya sangat menyayangi Zahra dengan sepenuh hati dan saya akan menjaganya dan tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Karena Zahra adalah wanita pertama dan akan menjadi wanita terakhir saya nantinya.” Kata-kata Lu Chen yang seketika membuat Zahra menjadi terharu dibuatnya begitu juga dengan Bu Mirna dan Pak Sulam.


Namun hal itu tetap tidak menjadikan Pak Sulam mengubah sikapnya. Pak Sulam tetap bertanya kepada Lu Chen soal keseriusannya.


“Apa keluargamu setuju dengan hubungan kalian berdua?. Karena Bapak yakin kamu bukanlah orang biasa seperti kami.” Tanya Pak Sulam yang tepat pada sasarannya.


Namun hal itu tak membuat Lu Chen gentar, ia kembali tersenyum dengan ramahnya kepada Pak Sulam.


“Mungkin saat ini mereka belum merestuinya karena sejujurnya saya belum memperkenalkan Zahra kepada mereka. Tapi dengan ataupun restu mereka saya tetap akan memilih Zahra sebagai pasangan saya nantinya. Karena saya terbiasa hidup mandiri sedari dulu, semua yang saya miliki saat ini adalah berkat perjuangan saya sendiri tanpa ada bantuan sedikitpun dari orang tua saya. Jadi Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir dengan hal tersebut.” Jawaban Lu Chen yang lagi-lagi membuat orang tua Zahra terperangah, karena bagi mereka Lu Chen adalah pria yang sangat berani dan teguh pendirian yang mungkin sudah langka ditemukan di belahan dunia ini. Merekapun tidak menyangka sekaligus terharu dengan Zahra yang berhasil mendapatkan lelaki seperti Lu Chen.


 


Author 


Akhirnya restu dari orang tua Zahra udah dikantongi nih


 

__ADS_1


__ADS_2