Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Akhir Nyonya Feng


__ADS_3

*Lanjutan*


Pasukan lelaki berjas hitam, mengepung Van yang ditumpangi Nyonya Feng dan kawanannya dengan membawa senjata api. Nyonya Feng dan dua anak buahnya itu langsung mengangkat ke dua tangannya, tanda mereka menyerah. Dan mereka dibawa oleh orang-orang itu ke dalam mobil miliknya dengan di tutup matanya.


Mereka pun menuju kawasan elite di Shang Hai dan berhenti di sebuah Mansion besar milik seseorang. Mansion itu tampak di huni oleh beberapa orang penjaga yang menggunakan senjata api di tangannya.


Nyonya Feng beserta kawanannya di paksa keluar dari mobil dan mengikuti kawanan lelaki berjas hitam menuju ke dalam ruangan khusus yang sangat gelap. Nyonya Feng di tahan terpisah oleh anak buahnya dan di ikat di dalam ruangan gelap itu sendirian.


“Hei di mana aku?.” Teriak Nyonya Feng sambil menggedor pintu ruangan yang sudah terkunci dari luar. Dan dengan mata yang masih tertutup kain, ia mencoba meraba tembok ruangan gelap tersebut dan mencoba mendeteksi di mana tepatnya ia berada.


“Ini bukan markas Feng. Di mana aku?.” (bahasa mandarin) Gumam Nyonya Feng dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan.


Selang beberapa lama….


Nyonya Feng tertidur karena sangat lelah setelah beberapa hari tidurnya tak dapat tenang karena tak ada kabar dari anak buahnya, hingga beberapa saat seseorang melepas penutup matanya secara paksa dan seketika matanya terbuka lalu dilihatnya seseorang yang sangat dirinya kenal dan ia berusaha mati-matian untuk menghindarinya.


Ya, orang dihadapannya saat ini adalah Mr. Feng suaminya lebih tepatnya calon mantan suaminya. Mr. Feng tampak duduk menyilangkan kaki tepat di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan membunuhnya.


Siapa tak kenal Mr. Feng seorang mafia berhati dingin yang tak pandang bulu dengan semua musuhnya tak terkecuali istrinya sendiri. Selama ini Mr. Feng tak pernah memperlihatkan dunianya kepada istri dan anaknya termasuk Sharon, istri ke duanya. Ia selalu memposisikan dirinya sebagai seorang suami dan Ayah yang baik bagi mereka.


Namun tidak hari ini Sharon melihat tatapan yang berbeda saat Mr. Feng menatapnya, serasa ia ingin melahapnya hidup-hidup saat ini.


“Feng?.” Sapa Sharon yang masih dalam keadaan yang masih sangat mengantuk.


“Sharon.” Sapa Mr. Feng yang masih dengan tatapan membunuhnya.


“Aku di mana, Feng?. Bawa aku ke Mansion kita?. Pasti Jia sudah merindukan ku.” (bahasa mandarin) Ucap Sharon yang masih melibatkan Jia Li saat ini, padahal dirinya sudah tertangkap basah.


“Merindukan?. Heh!. Aku tak salah dengar?. Bukankah dia hanya anak tirimu?. Sejak kapan kau menganggapnya sebagai anakmu?.” (bahasa mandarin) Kesal Mr. Feng yang muak dengan ucapan Sharon yang seolah-olah telah menjadi Ibu yang baik bagi Jia Li.


“Aku menyayanginya seperti anakku sendiri, kau tahu itu?.” (bahasa mandarin) Ucap Sharon meyakinkan Mr. Feng dengan wajah mengibanya.


“Kau pikir aku tidak tahu, kalau selama ini kau hanya berakting. Dan aku baru menyadari kebusukkan mu selama ini.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang semakin muak melihat tatapan mengiba Sharon.


“Feng, itu semua bohong!. Pasti Jia yang sudah meracuni mu!. Ia tak pernah suka terhadapku, Feng!. Dia tak ingin posisi Mommy nya tergantikan. Kau tahu itu!. Aku selalu berusaha untuk menjadi Ibu yang baik baginya. Percayalah!.” (bahasa mandarin) Sharon yang mulai menghampiri Mr. Feng dengan menyentuh lututnya sambil memohon.


“Kau pikir dengan ini aku akan memaafkan mu?. Kau salah besar!. Karena telah bermain dengan seorang mafia sepertiku!.” (bahasa mandarin) Sambil menghempaskan tubuh Sharon menjauh dari kakinya.


“Aku tahu kau mencintaiku, Feng!. Aku masih merasakannya. Lihat aku!. Lihatlah!.” (bahasa mandarin) Sharon yang mulai membuka sedikit kancing bajunya untuk menggoda Mr. Feng dengan tubuh mulusnya.

__ADS_1


“Aku tak pernah mencintaimu!.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang seketika seperti sebuah sambaran kilat di hati Sharon yang selalu berpikir bahwa suaminya itu sangat mencintainya.


“Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menjebak ku malam itu?. Saat itu aku memaafkan mu hanya karena Vanessa memaksa ku dan juga Jia Li yang memerlukan sosok seorang Ibu saat dirinya ditinggal Vanessa.” (bahasa mandarin) Ucapan Mr. Feng yang lagi-lagi membuat hatinya bagai terkoyak, bagaimana tidak kalau sebenarnya Sharon sangat mencintai suaminya.


Namun karena sebuah ambisi Sharon menjadi seorang wanita yang kejam. Mr. Feng juga tak menyangka bahwa wanita yang ia pikir lemah lembut di matanya dapat berbuat kejam.


“Ikat kaki dan tangannya!.” (bahasa mandarin) Mr. Feng meminta penjaga agar mengikat kaki dan tangan Sharon.


Dan Nyonya Feng akhirnya terikat tangan dan kakinya di hadapan Mr. Feng, kemudian Mr. Feng mengambil sebuah cambuk yang ada di samping kursinya dan ia pun mulai mencambuk Sharon dengan sadisnya. Sharon menjerit kesakitan karena cambukan yang diberikan Mr. Feng, karena ia melakukannya tanpa belas kasihan seolah-olah orang di hadapannya sebuah kotoran.


Berapa banyak Sharon menjerit dan menangis Mr. Feng tetap mencambuk nya tanpa ampun. Dan akhirnya setelah ke 100 kalinya ia menghentikan aksinya dan meninggalkan Sharon dalam keadaan setengah sadar karena rasa sakitnya. Tubuhnya sudah dipenuhi luka dan darah yang mengalir mengotori baju mahalnya.


“Hahaha!.” Tawa keras Sharon sambil diiringi dengan air mata yang membasahi pipinya.


“Kau tahu istri mu Vanessa?. Dia mati bukan karena kecelakaan.” (bahasa mandarin) Ucap Sharon yang langsung membuat Mr. Feng membulatkan matanya dan memutar tubuhnya kembali ke arahnya.


“Apa kau bilang?.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang mulai kembali dengan tatapan membunuhnya.


“Dia mati karena ditabrak oleh orang suruhan ku!. Hahaha!.” (bahasa mandarin) Ucap Sharon yang mulai seperti orang yang tidak waras.


“BUGh!!.” Pukulan Mr. Feng tepat di wajah Sharon yang sudah tidak dianggap sebagai wanita di hadapannya.


“BUGhh!.” Pukulan dilayangkan kembali ke wajah Sharon istrinya itu.


“Setidaknya ia lebih suci dari dirimu yang sudah menjebak ku dengan cara licik!.” (bahasa mandarin) Balas Mr. Feng yang kemudian mencekik leher Sharon dengan satu tangannya.


“Bunuh Aku!. Setidaknya aku bisa terbebas dari siksaan mu!.” (bahasa mandarin) Ucap Sharon dengan wajah yang menatap nyalang Mr. Feng seolah-olah ia menantang suaminya itu.


“Heh!. Aku terlalu baik membunuh mu dengan terlalu cepat!.” (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng lalu melepas cengkraman tangannya dan kemudian kembali menuju pintu luar menjauh dari Sharon.


“Pergilah, Feng!. Kalau perlu ku beri saran temui lah putrimu untuk yang terakhir kali. Ku rasa sekarang ia sudah tertidur dan bertemu istrimu.” (bahasa mandarin) Perkataan Sharon yang kali ini berhasil memprovokasinya.


Mr. Feng kembali mencekik leher Sharon dengan kuatnya.


“Apa yang kau lakukan padanya?. Hah?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng pada Sharon yang sudah mulai kehabisan nafas.


“Kau lihat saja sendiri, aku harap kau ma.. sih sem.. pa…t ber.. temu.. dengan..nya!” (bahasa mandarin) Sharon yang mengatakan itu dengan nafas yang tertahan karena cengkraman tangan Mr. Feng.


“Kau gila!.” (bahasa mandarin) Mr. Feng menghempaskan tubuh Sharon hingga terlempar menjauh dari posisinya dan membentur dinding. Dan Sharon terjatuh dalam posisi terduduk, wajahnya tampak sudah sangat memucat karena hampir kehabisan nafas.

__ADS_1


“Kau tahu ada satu hal yang aku ingin katakan kepadamu. Setidaknya sebelum aku mati.” (bahasa mandarin) Ucap Sharon dengan sisa-sisa tenaganya.


Namun Mr. Feng tak ingin mendengarnya lalu mengambil pistol yang berada di tangan penjaga dan langsung menembak Sharon tepak di area jantungnya.


“Wo… Ai… Ni…” Ucapan Sharon di tarikan nafasnya yang terakhir, meski terdengar konyol saat ini. Namun ia ingin menyatakan perasaan kepada suaminya yang sangat ia cintai meski harus mendapatkannya dengan cara yang kejam.


Sharon sudah mencintai Mr. Feng selama puluhan tahun bahkan sebelum dirinya menikah dengan Vanessa. Saat itu Sharon adalah seorang anak pengusaha asal Cina yang lama menetap di Eropa. Ia bertemu dengan Feng di sebuah acara di Eropa, saat itu Mr. Feng baru berumur 25 tahun. Ia baru meniti karirnya sebagai seorang pengusaha sekaligus anggota genk mafia.


Saat itu Sharon mulai terobsesi dengan dirinya dan sempat mencoba untuk menjebaknya dengan minuman perangsang. Namun yang terjadi Mr. Feng malah berakhir bermalam dengan Vanessa yang saat itu bekerja sebagai pelayan di hotel tersebut. Vanessa yang sudah terlepas dari kehidupan malamnya dan mulai dengan pekerjaan barunya sebagai pelayan di hotel tempat di mana Mr. Feng menghadiri pesta.


Dan Vanessa yang kabur dari kamar secara diam-diam telah membuat Mr. Feng penasaran tentang sosoknya lalu berakhir jatuh cinta dengan Vanessa. Kemudian Mr. Feng menikahi Vanessa yang tengah hamil Jia Li saat itu.


Mendengar hal itu Sharon menjadi geram dan membuat dirinya yang sudah lama terobsesi dengan Mr. Feng melancarkan aksinya kembali untuk merebutnya dari tangan Vanessa. Dan iapun berhasil dengan membuat Mr. Feng menghabiskan malam dengannya dan berhasil menjadi istri ke duanya.


Namun setelah beberapa tahun dirinya tak kunjung hamil, iapun mulai melancarkan aksinya kembali dengan merebut posisi istri pertama dengan cara membunuh Vanessa beserta Jia Li anaknya.


Namun lagi-lagi usahanya tak sempurna, hanya Vanessa yang mati dalam insiden itu sedang Jia Li berhasil selamat. Dan mau tak mau Sharon harus berperan sebagai Ibu yang baik bagi Jia Li di hadapan Mr. Feng sampai saat ini.


Hari itu Sharon mati ditangan Mr. Feng, tapi kematiannya dibuat seolah-olah dirinya mati karena bunuh diri. Mr. Feng menghilangkan jejaknya dari pihak kepolisian dan menaruh mayat Nyonya Feng di sebuah gedung tempat terakhir kali dirinya bersembunyi.


Dan mayatnya di temukan oleh polisi di kemudian harinya lewat laporan seorang warga di sana. Dan Nyonya Feng dikuburkan secara resmi dengan menggunakan marga Feng dan masih berstatus istri resmi Mr. Feng.


Ia dikuburkan di Eropa kampung halaman tempat ke dua orang tuanya di semayamkan. Mr. Feng tidak ingin ia dikuburkan di makam keluarga Feng, karena baginya Sharon bukanlah bagian keluarganya.


Dan saat ini Jia Li tengah dirawat di Mansion dan sedang dalam keadaan koma. Mr. Feng tidak ingin Jia Li di bawa ke rumah sakit umum karena ia tak ingin kejadian yang menimpa keluarganya tersebar hingga ke media.


Jia Li terkena kelumpuhan sementara akibat obat yang diberikan Nyonya Feng kepadanya hingga perlahan-lahan dirinya menjadi lumpuh. Untung saja Jia Li hanya minum seperempat dari obat yang diberikan Nyonya Feng sehingga ia hanya koma dan menderita kelumpuhan sementara.


Dan untuk wanita yang meracuni ke empat penculik akhirnya di tahan polisi karena harus mempertanggung jawabkan tindakannya. Ia harus mendekam di penjara selama belasan tahun, tapi hatinya dapat merasa lega setelah Jessica berjanji akan bertanggung jawab atas keluarganya di kampung.


Terakhir untuk sipir penjara yaitu Huan, Lu Chen telah mengirimnya ke Jakarta untuk bekerja di JF Group. Dan identitasnya pun di rubah agar dirinya bebas dari kejaran Mr. Feng dan antek-anteknya. Lu Chen telah meng-kamuflase tubuhnya dengan menggunakan mayat tak dikenal yang sudah membusuk dengan menggunakan baju miliknya sebagai Sipir penjara. Iapun memalsukan DNA milik Huan untuk mengecoh kepolisian.


Dan akhirnya masalah pun berakhir dengan damai berkat bantuan Tuan Forest dan anak buahnya. Tuan Forest telah mengakuisisi genk mafia milik Mr. Zao Lu dan memindahkan markasnya di Shang Hai saat ini. Dan markas tersebut di pimpin oleh Mr. Feng dan anak buahnya selama Tuan Forest tidak ada, dan dengan ini Mr. Feng berhasil memperluas organisasinya dengan mendapatkan jaringan baru dari Tuan Forest.


Author


**Bagai***mana* nasib Lu Chen dan Zahra guys?


Tapi sebelum itu di like, kasih gift dan comment ya guys! 😘

__ADS_1


__ADS_2