Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Jackson Lu Pingsan


__ADS_3

Jiang Xi mengangkat kakinya melangkah menuju ruangan di mana Jackson mantan suaminya berada. Dia masih mengingat di kala dirinya terakhir bertengkar di ruangan tersebut.


10 tahun lalu


“Kau masih berhubungan dengannya kan?. Aku tahu masih ada sisa cintamu untuknya!.” Tuduh Jackson kala itu.


“Apa kau percaya dengan gosip tersebut?. Apa kau lebih percaya kata-kata orang dibanding diriku yang adalah istrimu?.” Ucap Jiang Xi dengan menahan airmatanya.


“Sudahlah aku memang tidak pantas bersama denganmu!. Aku bukan lelaki seperti Aaron, yang dapat memberikan seluruh cintanya kepadamu!.”  Kata-kata Jackson yang memang hampir tak pernah berlaku manis kepada istrinya itu.


flashback selesai


Langkah Jiang Xi terhenti tepat di depan pintu ruangan, iapun mulai membuka handle pintu ruangan Jackson.


Pintupun terbuka bersamaan dengan Jackson yang menoleh ke arah pintu. Dan bertemulah kedua pandangan mereka, Jackson yang masih mengelus dadanya akibat sesak yang dirasakan, mencoba menyembunyikan sakitnya.


“Bolehkah aku masuk?.” Tanya Jiang Xi kepada Jackson.


“Masuklah!.” Ucap Jackson.


“Apa yang kau lakukan kepada anakmu Jackson?.” Tanya Jiang Xi kepada mantan suaminya itu.


“Apa dia mengadu padamu?. Heh! Apalagi yang bisa dirinya lakukan?.” Ejek Jackson terhadap Lu Chen.


“Kau memang tidak pernah berubah!. Apa yang kau katakan padanya!.” Tanya Jiang Xi yang mulai tidak dapat menahan amarahnya.


“Apa pedulimu Xixi?. Aku tahu kau juga tidak peduli terhadapnya!. Sudahlah kau tidak usah berpura-pura menjadi seorang Ibu yang baik!.” Ucap Jackson yang tak ingin melihat Jiang Xi seolah-olah membela Lu Chen.


“Sekali lagi aku tanya kepadamu!. Apa yang kau katakan kepadanya?.” Jiang Xi mulai membulatkan matanya tanda dirinya benar-benar marah kepada Jackson.


“Aku hanya bilang pada dirinya untuk menepati janjinya kepada kakeknya. Sudah cukup baginya untuk bermain-main itu saja!. Apa aku salah?.” Ucap Jackson dengan perasaan tak bersalahnya.


“Bermain-main katamu?. Kau tahu apa kesalahanmu padanya?.” Tanya Jiang Xi yang mulai meneteskan airmatanya karena tak kuasa menahan emosi di dalam hatinya.


“Apa aku salah yang menginginkan anakku untuk menggantikan posisiku?. Apa aku salah menagih sebuah janji yang telah ia ucapkan kepada mendiang kakeknya?.” Ucap Jackson yang mulai merasakan sakit di dadanya kembali.


“Tidak kau tidak pernah salah Jackson!. Tapi kau harus tahu penderitaan Lu Chen akibat ucapanmu!. Kata itu yang selalu kau ucapkan padanya!. Mungkin kau tak perlu mengerti aku saat itu Jackson!. Tapi setidaknya kau mengerti anakmu Jason!. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan padamu!. Menyesal aku memenuhi undanganmu!. Lebih baik aku pergi dari sini, daripada melihat manusia yang keras sepertimu!.” Jiang Xipun pergi begitu saja dari ruangan itu.

__ADS_1


“Cukup!.” Seketika Jackson Lu terjatuh dari kursinya karena tidak dapat lagi menahan rasa sakit di dadanya.


BRAAKKK!!!. Suara Jackson terjatuh dari kursinya.


Seketika membuat Jiang Xi mengalihkan pandangan kepadanya. Iapun langsung menghampiri Jackson yang tengah kesakitan, dan Jiang Xipun mulai berteriak minta tolong berharap ada seseorang yang membantu mereka. Dan tak lama Aaronpun masuk menghampiri mereka yang kebetulan sedang berada di lorong dekat ruangan Jackson. Aaron langsung memapah Jackson kembali ke kursinya dan mengambil pil obat pereda sakit kakaknya itu.


Dan Jacksonpun setelah meminum obat tersebut dirinya merasa lebih baik. Aaron lantas segera memanggil dokter pribadi Jackson agar bisa segera datang ke mansion.


“Kak!. Apa kau baik-baik saja?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron kepada Jackson.


Jackson yang tak bisa berkata-kata itu hanya dapat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dan Aaronpun membantu Jackson ke kamarnya bersama Jiang Xi dan juga para pelayan yang ada di mansion.


Dan Aaron membubarkan tamu yang datang ke mansion dan berusaha memberikan pengertian kepada mereka bahwa Jackson Lu sedang kurang sehat. Untungnya tamu-tamu tersebut mengerti dengan kata-kata Aaron tanpa banyak tanya tentang situasi dari Jackson Lu.


Jackson sudah berada di kamar dengan perawatan sang dokter dan diawasi oleh Jiang Xi saat itu. Entah mengapa melihat Jackson yang sakit, hati Jiang Xi seketika terenyuh. Ia tak tega meninggalkan mantan suaminya itu dalam kesakitan. Ia akhirnya memilih untuk mendampingi Jackson yang sakit.


Tiba-tiba saja suara seorang perempuan memanggil Jackson, lalu menghampiri Jackson yang sedang terbaring lemah di tempat tidur.


“Jackson!. Apa kamu baik-baik saja?.” Tanya Niki dengan wajah sedih palsunya.


“Sayang, apa ada yang tidak enak ditubuhmu?.” Sambil meraba-raba wajah Jackson suaminya. Namun tangannya ditepis Jackson dengan sisa-sisa kekuatan yang ada di dirinya saat itu.


Dan Mr. Lucaspun yang baru datang ke mansion dan mengetahui perbuatan Niki berusaha membawa Niki menjauh dari Tuan Besarnya.


“Eh eh! Mau apa kau membawaku pergi?. Aku ingin berada di dekat suamiku!. Apa salahku?.” Niki yang tidak terima diseret oleh penjaga.


“Hentikan!.” Perintah Jiang Xi kepada Mr. Lucas. Dan Mr. Lucaspun memenuhi perintah Jiang Xi dengan meminta bawahannya untuk melepas Niki dari genggaman mereka.


Jiang Xi menghampiri Niki dan mulai menatap tajam wanita muda itu.


“Apa kau istri Jackson?.” Tanya Jiang Xi dengan tatapan mengintimidasinya.


“Ya!. Aku Nyonya di rumah ini!. Siapa kau berani menatapku seperti itu?.” Ucap Niki dengan tatapan tak sukanya kepada Jiang Xi.


“Aku Mommynya Jason, mantan istri dari Jackson Lu.” Jawab Jiang Xi.


“Heh! Mau apa kau?.” Tanya Niki dengan tangan yang bersedekap.

__ADS_1


“Kau bilang istrinya?. Harusnya kau lebih mengerti Jackson daripada aku?. Kau tahu apa yang kau lakukan saat ini telah membuat Jackson terusik dan bertambah sakit!. Ada baiknya kau sekarang pergi menjauh dan biarkan Jackson beristirahat dengan tenang!. Karena itulah yang dibutuhkannya saat ini!.” Pinta Jiang Xi agar Niki mengerti dengan kata-katanya.


Nikipun memilih pergi sendiri dari ruangan tersebut agar tak harus diseret oleh para pengawal Jackson.


Jiang Xi yang tak habis pikir dengan mantan suaminya yang terperangkap dengan sebuah pernikahan yang tidak lebih baik dari dirinya dulu. Iapun mulai memijat dahinya tanda dirinya lelah dengan perdebatan yang terjadi antara dirinya dengan Niki, istri Jackson. Jiang Xipun memilih pergi dan meninggalkan Jackson bersama dengan Aaron.


***


Esok harinya Zahra gelisah dengan Lu Chen yang sulit dihubungi sedari kemarin. Zahra mencoba menghubunginya berkali-kali namun tak diangkat Lu Chen, dan pesanpun tak juga dibalas. Namun Zahra berusaha mengerti Lu Chen dengan berusaha sabar menunggu kabar dari kekasihnya itu.


“Woy!. Ngapain bengong aja?. Mikirin pacar?.” Goda Bu Mirna yang memergoki Zahra yang sedang melamun.


“Apa sih, Bu!. Kepo aja!.” Ucap Zahra yang kesal dengan kekepoan Ibunya itu.


“Tenang aja jodoh gak akan ke mana!. Kalau kamu juga gak macem-macem!. Susah loh dapetin yang kayak Jason!. Udah ganteng!. Kaya!. Belum lagi fansnya banyak!.” Bu Mirna yang mulai menakut-nakuti Zahra yang kapan saja Lu Chen bisa diambil orang.


“Ih Ibu jangan asal ah!. Omongan doa Bu!. Inget!.” Ucap Zahra yang langsung mengambil tas jinjingnya menuju ke mobil miliknya.


“Eits! Mau kemana pagi-pagi?.” Bu Mirna yang kesal dengan Zahra masih aja suka nyelonong pergi tanpa pamit.


“Yah ke kantor lah Bu!. Ke mana lagi?.” Zahra yang terburu-buru meraih handle pintu dan pergi ke luar rumah dengan tergesa-gesa.


Sesampainya di depan rumah Zahra dikejutkan dengan kehadiran Mr. Lucas yang ia tahu adalah asisten dari Lu Chen.


“Pagi, nona Zahra. Saya datang kemari untuk menjemput anda.” Dengan diselingi senyuman Mr. Lucas menyapa Zahra.


Dan Zahrapun hanya bisa membalasnya dengan senyuman yang sedikit dibuat olehnya karena dirinya yang masih terperangah dengan kedatangan Mr. Lucas yang tiba-tiba.


 


Author


Guys! Jangan lupa di like,kasih gift, vote dan comment karya ini ya!


Wo Ai Ni!


 

__ADS_1


__ADS_2