Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Kepanikan Zahra


__ADS_3

*Lanjutan*


Di depan gerbang rumah orang tua Zahra masih dengan senyum sempurnanya yang Mr. Lucas arahkan kepada Zahra saat itu. Dan Zahra yang masih dengan tatapan bingung dengan maksud dan tujuan asisten Lu Chen menemuinya. Zahra menjadi teringat kejadian 10 tahun yang lalu di saat Mr. Lucas mengantarkannya kepada Jason Lu ke tepi sungai. Itu juga merupakan pertemuan terakhirnya dengan Mr. Lucas yang saat itu berstatus sebagai ajudan Nyonya Lu yaitu Jiang Xi.


“Ehem!. Permisi nona Zahra saya diperintahkan Tuan Muda untuk menjemput anda.” Ucapan Mr. Lucas seketika mengembalikan pikiran Zahra ke dunia nyata.


“Ya!. Maksud anda Lu Chen?.” Tanya Zahra yang masih canggung dengan sapaan Mr. Lucas padanya.


“Ya nona siapa lagi?.” Masih dengan sedikit tersenyum simpul Mr. Lucas menjawab pertanyaan Zahra.


“Tapi mengapa Lu Chen… ehhm maksudku Jason tak menghubungiku?.” Zahra yang mulai tampak ragu.


“Tuan Muda tidak sempat mengabari anda, beliau hanya menitipkan pesannya melalui saya.” Jawab Mr. Lucas agar Zahra percaya dengan kata-katanya.


“Baiklah nona!. Apa kita bisa berangkat sekarang?. Saya takut Tuan Muda menunggu!.” Pinta Mr.Lucas.


“Hhmm… baiklah!.” Setelah menimbang kembali Zahra pun memilih percaya kepada Mr. Lucas dan mengikutinya masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil pun Zahra masih menatap lelaki matang tersebut dengan tatapan penasarannya. Wajar bila Zahra merasa ragu, karena yang dirinya tahu Lu Chen belum pernah memberitahukan hubungan mereka kepada siapapun termasuk keluarganya. Iapun ragu kepada Mr. Lucas yang ia tahu merupakan tangan kanan Jackson Lu, pasalnya jika tangan kanannya saja tahu pasti Tuan Besarnya pun tahu mengenai hubungan mereka. Hati Zahra mulai berdetak tak karuan, jujur ia belum ada persiapan bila harus bertemu dengan Jackson Lu, Ayah Lu Chen.


“Nona, kita sudah sampai.” Ucapan Mr. Lucas yang sontak membuyarkan lamunannya.


DEG


Jantung Zahra lagi-lagi berdetak tak karuan dikala Mr.Lucas membukakan pintu mobilnya dan mulai membimbingnya masuk ke sebuah rumah mewah namun sangat asri. Rumah itu dipenuhi bunga mawar yang berwarna-warni. Persis seperti rumah bangsawan yang ada di Eropa, ia seperti masuk ke sebuah kastil cantik yang ada di film-film dongeng.


“Nona, saya hanya bisa mengantarkan anda sampai di sini saja. Kamar Tuan Muda ada di sebelah kiri.” Pamit Mr. Lucas kepada Zahra.


Zahra pun menganggukkan wajahnya tanda dirinya mengerti perkataannya. Dan Zahra mulai menyisir sisi kiri rumah mewah tersebut. Ia melihat bingkai-bingkai foto keluarga Lu. Di sana terlihat foto keluarga yang masih lengkap dengan Ibu Lu Chen yaitu Jiang Xi di dalamnya. Dan terdapat pula beberapa foto kecil Lu Chen di kanan dan kiri foto keluarga.

__ADS_1


Dan tak jauh dari sana adalah kamar Lu Chen yang ditunjuk oleh Mr. Lucas kepada Zahra. Zahra mulai mengetuk pintu kamar Lu Chen, namun tak ada jawaban dari dalam. Iapun mencoba membuka pintu dan ternyata kamarnya tidak terkunci. Akhirnya Zahra mulai masuk dan mencari keberadaan Lu Chen kekasihnya.


“Lu!. Aku datang!.” Panggil Zahra. Tapi orang yang dipanggil tak kunjung memberikan jawaban. Zahra pun mulai men-dial nomor Lu Chen.


Suara ponsel Lu Chen terdengar dari kejauhan, Zahra mulai mendekati arah walk in closet karena ia yakin suara ponsel itu berada tak jauh dari sana. Zahra mulai memfokuskan telinganya kepada sumber suara, dan seperti dugaan suara ponsel Lu Chen berada tepat di dalam kamar mandi di dekat walk in closet.


DEG 


Kekhawatiran mulai menyelimuti hati Zahra, ia teringat kejadian di mana ia menemukan Lu Chen yang terkapar karena sakit. Iapun takut hal yang sama terulang kembali kepadanya. Dengan panik Zahra langsung mendobrak pintu kamar mandi. Namun lagi-lagi Lu Chen tak ditemukan di dalam hanya ponselnya yang tertinggal didekat bath tub miliknya.


“Lu, kamu di mana?.” Air mata Zahra mulai mengalir karena rasa khawatir dan takut menjadi satu saat itu. Ia tak ingin terjadi sesuatu kepada kekasihnya, sungguh Zahra tak ingin itu terjadi.


Dan di saat dirinya yang mulai frustasi dengan keberadaan Lu Chen. Orang yang dirinya khawatirkan saat itu, tiba-tiba berada di belakangnya. Lu Chen pun memasang wajah penasarannya begitu melihat kedatangan kekasihnya yang tiba-tiba.


“Hei!. Apa yang kamu lakukan di sini?.” Tanya Lu Chen kepada Zahra.


Iapun merasa bersalah terhadap Zahra, karena tak bisa mengontrol emosinya jika berhubungan dengan ayahnya, Jackson. Hingga memilih tak menghubungi Zahra seharian, ia sungguh menyesalinya. Dan saat itu Zahra selama satu jam lebih hanya bisa menangis di pelukan Lu Chen tanpa mau berkata-kata. Hingga Lu Chen akhirnya memulai pembicaraan terlebih dahulu kepadanya.


“Sayang, masih sedih?.” Tanya Lu Chen kepada Zahra yang masih terlihat sesenggukan.


Zahra pun hanya membalas pertanyaan Lu Chen dengan anggukan.


“Kenapa kamu sedih sayang?. Apa karena aku?. Hhmm?.” Lu Chen masih berusaha agar Zahra bisa mengendalikan emosinya.


“Aku takut, karena kamu tidak ada.” Akhirnya Zahra mulai membuka suaranya.


“Aku di sini sayang!. Coba kamu rasakan!.” Lu Chen yang meraih jemari Zahra dan mendekatkannya ke wajah Lu Chen.


Lagi-lagi Zahra dibuat menangis dengan perlakuan Lu Chen. Entah mengapa hari itu Zahra sangat sensitif. Di mana dirinya yang kuat?. Dirinya yang tak kenal takut dan bermental baja?. Ternyata bila mengenai Lu Chen ia sadar, bahwa ia dapat menjadi lemah kapanpun. Dan lagi-lagi Lu Chen akhirnya memeluk Zahra dengan eratnya untuk menenangkan hati kekasihnya.

__ADS_1


“Maafkan aku yang tidak memberikan kabar kepadamu sedari kemari. Sungguh aku minta maaf, ini murni kesalahanku yang membuatmu jadi seperti ini. Aku janji tidak akan pernah membuatmu khawatir lagi, sayang!. I Promise!.” Janji Lu Chen kepada Zahra. Lu Chen pun menghapus air mata Zahra dengan jemarinya sambil menatap kekasihnya itu dengan tatapan sendu.


“Janji?.” Tanya Zahra yang masih belum yakin dengan perkataan Lu Chen.


“Aku janji!.” Sambil mengangkat dua jarinya ke arah Zahra tanda janji dari Lu Chen.


Selepas itu Lu Chen pun meraih tengkuk leher Zahra dan mencium bibirnya seketika. Hal itu membuat wajah Zahra seketika memerah karena tindakan Lu Chen yang tiba-tiba. Iapun membalas perlakuan Lu Chen dengan meraih tengkuk leher Lu Chen dengan tangannya dan membalas kecupan bibirnya dengan kecupan-kecupan lain darinya. Mereka saat itu terlihat seperti pasangan baru yang sedang di mabuk cinta. Dan memang ini pertama kalinya bagi Zahra maupun Lu Chen yang merasakan indahnya dimabuk kasmaran.


***


Selang beberapa jam kemudian Zahra duduk di ruang makan milik keluarga Lu sambil menunggu Lu Chen yang tengah menyiapkan menu masakan untuk mereka berdua. Sembari menunggu Lu Chen memasak, Zahra menyusuri ruang makan Lu Chen yang banyak terdapat lukisan abstrak dan beberapa foto Lu Chen bersama Mommy nya.


Banyak pertanyaan dibenak Zahra saat itu dikala melihat begitu banyak foto Lu Chen bersama sang Mommy tapi tak ada satupun foto Lu Chen bersama sang Ayah. Namun tak dapat dirinya ungkapkan sebelum hal itu dibahas oleh kekasihnya sendiri. Zahra hanya tak ingin mengusik sesuatu yang tak boleh diusik.


“Masakan sudah siap!.” Panggil Lu Chen agar Zahra kembali ke meja makan.


“Oh baiklah!.” Di saat dirinya yang akan kembali ke meja makan Zahra tak sengaja menjatuhkan sebuah buku dari rak buku yang berada di sebelah bingkai foto Lu Chen bersama Mommy nya. Buku itu terlihat seperti diary kecil yang sudah mulai usang.


 


Author


Buku siapakah itu guys?. 


 


Jangan lupa di like episode ini ya guys!


Xie Xie! 

__ADS_1


__ADS_2