
Masih dalam proses pemotretan Lu Chen dan Sunny Chen kembali melakukan sesi pemotretan mereka. Pose demi pose mereka lakukan untuk menampilkan rancangan dari Brand terbaru milik GG Group.
“Amber, mana model-model kita yang lain apa kau sudah mempersiapkannya?. Kamu tahu aku membutuhkan seorang eksekutif asli untuk memamerkan rancanganku dan pastinya orang itu harus juga rupawan.” Pinta Zahra kepada Amber yang ingin melihat model mana yang akan dipilih Amber kali ini.
“Sebentar lagi mungkin ia akan sampai. Kamu tunggu saja!.” Ucap Amber yang sudah membuat janji dengan modelnya tersebut.
“Apa dia orang Indonesia?. Apa aku mengenalnya?. Karena aku belum melihat profil model barumu itu. Kamu pastikan saja, bahwa dia bisa melakukan pemotretan dengan sangat baik!.” Pinta Zahra yang memang belum tahu model pilihan Amber sahabatnya.
Di tengah-tengah pemotretan Lu Chen dan Sunny Chen yang sedang berlangsung datanglah Robby yang masuk secara tiba-tiba ke studio foto milik Zahra.
“Robby?.” Tanya Zahra yang terkejut dengan kehadiran Robby.
“Ra, ini model yang aku janjikan tadi.” Senyum Amber ke arah Robby yang menunjukkan bahwa Robby adalah model baru yang sedari tadi dibicarakan olehnya.
“Maksudmu Robby adalah model eksekutif yang kamu maksud tadi?.” Tanya Zahra kembali seolah tak percaya.
“Ya, kamu tahu akhir-akhir ini namanya sangat dikenal di Beijing sebagai Eksekutif Muda ter-hot di sana.” Amberpun menunjukkan beberapa berita yang ada di ponselnya kepada Zahra yang menunjukkan berita viral soal Robby si eksekutif muda idaman.
“Wow!. Amber kamu memang pintar!.” Zahra yang senang dengan pilihan cerdas sahabatnya itu.
Namun dari kejauhan tampak Lu Chen memasang wajah tak sukanya melihat tatapan Zahra kepada Robby.
“Hai Zahra, apa aku mengejutkanmu?.” Tanya Robby kepada Zahra yang masih terperangah dengan kehadirannya.
“Oh tentu saja tidak!. Aku bersyukur kamu menerima tawaran Amber sebagai model kami.” Zahrapun menjabat tangan Robby dengan semangat.
Tak berapa lama Robbypun pamit untuk berganti pakaian. Selepas kepergian Robby, Lu Chenpun menghampiri Zahra.
“Mau apa dia kemari?.” Tanya Lu Chen dengan nada sinisnya.
“Dia adalah model pilihan Amber sayang, kamu tahu aku sedikit kesulitan menemukan model yang pas untuk rancanganku. Dan menurutku Robby sangat cocok untuk ini. Dan lagi juga kamu sangat mengenalnya bukan?.” Ungkap Zahra yang tak ingin Lu Chen berlarut-larut dalam mode marahnya.
“Apa kamu tahu hubunganku dengan Robby?.” Tanya Lu Chen yang penasaran bagaimana kekasihnya tahu soal hubungan dirinya dengan Sepupunya Robby.
“Aku sudah tahu semua.” Jawab Zahra kepada Lu Chen.
“Lalu apa kamu tahu kalau dia menyukaimu?.” Tanya Lu Chen yang tidak yakin kalau Zahra tahu perasaan Robby kepadanya. Lalu hanya di jawab dengan dehaman oleh Zahra.
“Kamu mengetahuinya?. Tapi kamu pura-pura tidak tahu?. Begitu maksudmu?.” Tanya Lu Chen yang mulai kesal dengan sikap kekasihnya yang seolah-olah membiarkan Robby mendekatinya.
__ADS_1
Namun Zahra lagi-lagi hanya menjawab dengan dehaman saja. Hal itu sangat membuat Lu Chen bertambah cemburu saja, ia tak ingin Robby memanfaatkan kebaikan Zahra hanya untuk merebut hatinya.
“Aku tahu ini hanya modusnya sebagai model untuk mendekatimu.” Ucap Lu Chen yang masih dalam mode marahnya.
“Tenang sayang, hati ini hanya milikmu seorang. Tidak ada ruang yang tersisa untuk orang lain.” Zahra menggenggam jemari Lu Chen lalu membelai wajah kekasihnya itu lalu mengecup pipinya sekilas. Hal itu sontak membuat Lu Chen membelalakkan matanya, pasalnya Zahra melakukan hal tersebut di tengah banyaknya crew yang ada di studio.
Dan hal itupun tak luput dari penglihatan Robby dan Sunny Chen yang sama-sama memiliki cinta bertepuk sebelah tangan kepada mereka.
“Ehem!. Apa kita bisa mulai pemotretannya kembali?.” Dehaman Amber yang membuat Zahra dan Lu Chen salah tingkah.
“Baiklah!. Ayo kita mulai!.” Ucap Lu Chen yang malu tertangkap basah oleh Amber.
Dan akhirnya sesi pemotretan pun dimulai dengan Lu Chen, Robby dan juga Sunny Chen sebagai modelnya. Robby yang basicnya bukan seorang model pun tak terlihat seperti amatir di sana, ia sangat terlihat mahir dalam menampilkan busana yang dikenakannya. Mungkin karena Robby adalah seorang fotografer yang sering melakukan pemotretan bersama para modelnya.
Sesi foto pun selesai sudah, Zahra beserta Amber berterima kasih kepada para model dan juga crew yang terlibat dalam pemotretan tersebut. Dan merekapun tinggal menunggu persiapan acara Launching Brand dimulai dua minggu berikutnya.
Di sela-sela istirahat mereka, terlihat Robby yang menghampiri Lu Chen ke ruangannya.
“Apa ini mengenai Zahra?.” Tanya Lu Chen yang hanya ingin menebak saja.
“Bukan, ini soal Ayahmu. Ada pesan yang harus aku sampaikan darinya.” Ungkap Robby.
“Baiklah.” Lu Chen pun meminta crew make up dan wardrobe yang ada di ruangan agar segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera meninggalkan ruangannya.
“Katakan saja sekarang!. Aku tak ingin ber basa basi.” Tegas Lu Chen.
“Kau tahu kalau seminggu lagi adalah peringatan kematian kakek?. Paman ingin kau hadir.” Ucap Robby yang menyampaikan pesan Ayah Lu Chen.
“Hhmm.. kau tahu hal apa yang aku tak bisa lakukan?.” Ucap Lu Chen dengan nada menahan amarahnya.
“Aku tahu kau tak bisa menemui Ayahmu. Tapi satu hal yang musti kau ingat!. Mendiang kakekmu menitipkan sebuah amanat kepadamu!. Dan kau sudah menyanggupinya.” Tegas Robby kepada Lu Chen.
“Apa ini untuk mengancam ku?.” Tanya Lu Chen yang mulai tak dapat menahan amarahnya.
__ADS_1
“Lu, aku tahu Ayahmu sangat keras terhadapmu. Tapi yang perlu kau ingat!. Ada tanggung jawab yang harus kau pikul karena dilahirkan dari keluarga Lu!.” Ucap Robby yang ingin Lu Chen sadar akan posisinya.
“Mengapa kau tidak ambil saja posisi itu dariku?. Aku tahu kau dan Ibumu sangat menginginkannya!.” Ungkap Lu Chen yang masih menganggap Robby sama seperti Mommy nya, Summer Lu.
“Apakah masih itu yang kau pikirkan tentang diriku?. Jika memang itu benar adanya, apakah aku harus bersusah payah memintamu untuk datang?.” Tanya Robby yang tidak menyangka bahwa Lu Chen masih menganggapnya haus kekuasaan.
“Terserah! Aku tidak peduli dengan tanggapanmu. Tapi untuk saat ini kau harus mengerti posisi Ayahmu, Lu. Temui dia sebelum kau benar-benar menyesal!.” Tegas Robby yang tak ingin Lu Chen menyesal di kemudian hari, karena bagi Robby memiliki seorang ayah adalah sebuah anugerah, berbeda dengan dirinya yang tak pernah tahu siapa Ayahnya. Sebab Robby dilahirkan dalam status hamil di luar nikah dan hal itu selalu ditutup-tutupi keluarga Lu dari awak media.
Robby pun pergi dari hadapan Lu Chen tanpa melihat ke belakang. Lu Chen pun terlihat menahan amarah dan mencengkram kuat meja dihadapannya dengan jemari tangannya. Saat itu Lu Chen sangat ingin meluapkan amarahnya namun tak bisa dia keluarkan karena takut membuat Zahra khawatir. Iapun memilih mengurung diri selama berjam-jam lamanya di ruang make up.
Zahra yang menyadari Lu Chen yang tak keluar dari ruangannya pun berusaha menghampirinya namun ditahan Xiao Feng.
“Sepertinya kita bisa langsung membicarakan soal kontrak Lu Chen selanjutnya. Apa bisa kita bicara di ruangan mu?.” Pinta Xiao Feng yang terlihat menghalangi Zahra untuk bertemu Lu Chen saat itu.
Karena sebelumnya Xiao Feng berpapasan dengan Robby di studio dan Robby menceritakan tentang obrolannya kepada Lu Chen. Dan Xiao Feng pun akhirnya tahu, pasti sahabatnya itu sedang butuh waktu untuk sendiri saat ini.
Dan Robby pun saat itu memilih kembali ke perusahaan karena sudah dua jam lamanya ia tinggalkan. Ia pergi tanpa pamit kembali kepada Zahra dan juga Amber, hanya sebuah pesan singkat yang ia tinggalkan kepada Amber atas kepergiannya.
Lu Chen akhirnya keluar dari ruangannya dan terlihat sudah mengganti baju dan tatanan rambutnya. Iapun memilih untuk menemui kekasihnya Zahra.
Dari kejauhan Lu Chen melihat Zahra yang sedang sibuk merapihkan baju-baju di ruangannya. Lu Chen berhenti seketika dan memandangi kekasihnya itu dari balik kaca pintu. Ia memikirkan berbagai kemungkinan yang dihadapinya bersama Zahra saat dirinya harus memilih salah satu diantara keluarganya atau Zahra. Hanya memikirkannya saja langsung membuat air matanya menetes saat itu. Di dalam hidupnya yang ia rasakan saat ini, bahwa ia tak memiliki sebuah pilihan selain menjadi pewaris perusahaan keluarganya. Ia berusaha lari dari kenyataan dengan menjadikan dirinya seorang idol terkenal. Tapi ternyata hal itu tetap tak dapat membuat dirinya terbebas dari beban yang dipikulnya.
Lalu ditengah lamunan Lu Chen, Zahra yang terlihat sibuk dengan rancangannya dikejutkan dengan Lu Chen yang tampak sedang memandangnya dari balik kaca pintu. Lu Chen pun langsung menyembunyikan air matanya dan langsung memeluk kekasihnya itu.
Zahra pun yang melihat tingkah aneh kekasihnya langsung membuatnya bertanya.
“Ada apa denganmu?.” Tanya Zahra yang terlihat khawatir kepada Lu Chen.
“Tidak, aku hanya rindu padamu.” Ungkap Lu Chen sambil mencium pucuk kepala Zahra.
“Benarkah hanya itu?.” Zahra yang masih tidak percaya dengan kata-kata Lu Chen.
“Iya sayang!. Apalagi?.” Lagi-lagi Lu Chen mencoba menyembunyikannya dari Zahra.
Lalu Zahra yang mendengar kata-kata Lu Chen memilih percaya dan membalas pelukan Lu Chen kepadanya. Malam itu Lu Chen menghabiskan waktunya dengan menemani Zahra bekerja di ruangannya. Ia berpikir belum saatnya ia menceritakan semua keluh kesahnya kepada kekasihnya itu. Karena baginya Zahra adalah seseorang yang harusnya dirinya jaga, termasuk dari keluarganya.
***
Author
__ADS_1
Guys! Jangan lupa di like episode ini ya!
Wo Ai ni!