Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Mengunjungi Kekasih


__ADS_3

Sudah dua minggu lamanya Zahra dan Lu Chen resmi sebagai seorang kekasih, dan sudah dua minggu pula mereka tidak saling bertemu karena jadwal masing-masing yang sangat padat. Tapi khusus hari ini Xiao Feng mengadakan pertemuan antara pihak GG Group dengan pihak Light Entertainment untuk membicarakan kontrak Lu Chen sebagai Brand Ambassador GG Group.


Zahra sebagai Designer di dampingi dengan kuasa hukum dari GG Group mewakili meeting hari ini. Zahra walaupun sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Lu Chen, namun tidak dengan hari ini. Ia sangat gugup karena baru pertama kalinya ia berkunjung ke perusahaan kekasihnya itu. Entah apa yang dikhawatirkannya saat ini, yang jelas dirinya benar-benar sangat gugup.


Zahra dan kuasa hukum GG Group yakni Mr. James yang merupakan pengacara asal Belgia,  memasuki area lobby Light Entertainment. Di depan perusahaan raksasa itu terpampang jelas poster-poster kekasih hatinya yang akhir-akhir ini memenuhi ruang di hati dan pikirannya itu. Siapa lagi kalau bukan Lu Chen, Artis dengan senyuman sejuta pesonanya yang selalu bikin jantung Zahra dag dig dug duerrr bak kembang api yang ada di Monas.


Zahra hampir saja meneteskan air liurnya sambil menatap poster-poster raksasa itu, jika saja Mr. James tidak menepuk bahunya mungkin air liurnya sudah tumpah satu ember. Memang sulit untuk mengelak pesona Lu Chen, buktinya Zahra saja yang sulit di buka pintu hatinya dapat dengan mudah diterobos oleh seorang Lu Chen. Kalau sudah cinta mau dibilang apa, mungkin ini yang dinamakan takdir.


Ting


Bunyi pintu lift terbuka


Zahra beserta Mr. James masuk ke lantai 23 ruangan di mana ruang meeting yang ditunjuk Xiao Feng. Dari kejauhan terlihat Xiao Feng yang menunjukkan ruangan yang dimaksud dan tak lupa Xiao Feng memperkenalkan dirinya dulu kepada Mr. James dan juga Zahra.


“Hai, saya Xiao Feng. Manajer Lu Chen sekaligus asisten dari Tuan Aaron Lu. Kalian bisa menunggu diruangan ini, sebelum itu saya pamit dulu untuk memberitahu tuan Aaron kalau kalian sudah datang.”


“Baiklah tuan Xiao Feng.” Zahra mempersilahkan Xiao Feng untuk memanggil bosnya itu, sementara Zahra dan Mr. James menunggu di ruang meeting.


***


Di sisi lain di ruangan Aaron Lu terlihat Lu Chen dan Aaron yang terlibat pertengkaran kecil.


“Tidak ada yang namanya profesional di dalam pekerjaan Lu, apalagi kalau benar kalian memiliki hubungan spesial. Aku rasa kamu harus memikirkan kembali isi kontrak ini. Aku tak ingin ikut campur urusanmu dengan Jackson Lu nantinya.” (bahasa mandarin) Aaron nampak melemparkan surat kontrak di hadapan Lu Chen dengan kasar.

__ADS_1


“Apa paman sudah tidak percaya padaku lagi? Di mana Aaron Lu pamanku yang dulu sangat mempercayaiku? Aku sudah memikirkan matang-matang dan tentunya ini bukan hanya karena wanita itu. Tapi juga karena image yang ingin ku bangun, dan pasti paman akan menyetujuinya.” (bahasa mandarin) Lu Chen mencoba meyakinkan Aaron Lu dengan gagasannya untuk menjadi Brand Ambassador dari GG Group.


“Percuma juga aku menasehatimu, konferensi pers sudah di gelar bahkan sebelum aku menandatanganinya. Karena semuanya bukan keputusanku, itu keputusanmu. Di sisi lain aku senang kamu akhirnya berdampingan dengan Jiang Xi, yang pamanmu ini tahu hubungan kalian sedang tidak baik. Tapi di sisi lain aku sebagai pamanmu khawatir akan dirimu…” (bahasa mandarin) Belum selesai Aaron meneruskan kata-katanya Lu Chen langsung memotongnya.


“Sudahlah paman yang terpenting sekarang, aku sudah setuju untuk menjadi Brand Ambassador perusahaan mommyku itu. Ini kan yang paman inginkan? Jadi gosip bahwa hubungan diriku dan mommy yang tidak baik akan hilang.” (bahasa mandarin) Lu Chen malas untuk menanggapi pamannya yang selalu saja menasehatinya dalam mengambil keputusan, padahal dirinya sudah dewasa sudah bisa mengambil keputusan sendiri.


Dan memang benar adanya, dari awal karirnya semua keputusan diambil alih oleh pamannya. Lu Chen memang pintar tapi soal bisnis ia masih harus banyak belajar dari pamannya itu, agar dia tidak salah mengambil langkah.


“Baiklah! Kali ini kuserahkan semua padamu. Tapi ingat selama dua tahun kontrak berlangsung, aku tidak ingin melihat kecerobohanmu! Terutama menyangkut masalah pribadimu dengan wanita itu. Rahasiakan dulu hubunganmu dengannya! Ingat kamu ini public figure! Tidak boleh ada skandal!.” (bahasa mandarin) Aaron berkata sambil melipat tangannya di dibawah dada dan menyenderkan bahunya di sandaran sofa, tanda dirinya sudah menyerah dengan Lu Chen.


Tidak lama setelah itu, suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan.


Tok! Tok! Tok!


Xiao Fengpun masuk dan memberitahukan bahwa tamu dari GG Group sudah tiba. Aaron Lu diikuti Lu Chen menuju ruang meeting di mana Zahra dan kuasa hukumnya menunggu.


***


Di ruang meeting suasana tegang terjadi antara Zahra, Lu Chen dan Aaron Lu. Entah hawa dingin dari mana hingga membuat Xiao Feng dan Mr. James ikut merasakannya. Mereka merasakan adanya badai salju diantara ketiga orang itu. Lu Chen yang melihat tatapan Aaron Lu ke arah Zahrapun menelan ludahnya perlahan, begitu pula dengan Zahra yang mulai risih dengan tatapan dari pamannya Lu Chen itu. Dan tatapan itu akhirnya sirna dengan deheman dari Xiao Feng…


“Ehem!! Apa bisa kita mulai pembicaraan kontraknya?.” (bahasa inggris) Tanpa menghilangkan rasa hormatnya kepada Aaron Lu, Xiao Feng mengambil alih pembicaraan. Dan karena di ruang meeting tersebut ada berbagai ras suku bangsa dan negara, maka pembicaraan menggunakan bahasa universal yaitu bahasa inggris.


“Baiklah Tuan Aaron Lu saya akan mulai untuk membacakan isi kontrak. Apabila ada pertanyaan dapat ditanyakan setelah saya selesai membacakan dan menerangkannya.” Mr. James memulai untuk membacakan isi kontrak yang akan ke dua pihak tanda tangani, di mana kegunaan dirinya adalah untuk menerangkan sejelas-jelasnya isi kontrak tersebut agar kedua belah pihak tidak saling dirugikan dalam penandatanganan.

__ADS_1


Dua jam sudah mereka habiskan waktu untuk membicarakan kontrak, dan dua jam sudah waktu Zahra harus menahan dirinya dari tatapan tajam Aaron Lu kepadanya. Walaupun mata Lu Chen mengisyaratkan kalau semua baik-baik saja, tapi tetap tidak dapat dipungkiri dan terlihat jelas bahwa pamannya itu tidak suka dengannya.


“Huff…!.” Terlihat Zahra secara tak sengaja kelepasan membuang nafasnya kasar. Padahal di saat ini masih ada Aaron Lu yang menatapnya dengan tajam.


“Mati aku!.” Bathin Zahra.


Ketika semua menjabat tangannya karena kesepakatan telah berhasil. Berbeda dengan Zahra, ia merasa bahwa ini adalah awal mula penderitaannya di bawah bayang-bayang keluarga dari Lu Chen.


“Baiklah nona Zahra dan Mr. James saya pamit dulu, karena masih ada janji lain yang harus saya penuhi. Lain kali jika ada perlu dengan saya, kalian bisa menghubungi Xiao Feng selaku asisten saya. Selamat Sore!.”


“Baiklah Tuan Aaron. Terima kasih atas waktunya!.” Zahra dan Mr. James membungkukkan sedikit kepalanya tanda hormat kepada Aaron Lu.


Sebelum pergi Aaron Lu membisikkan sesuatu ke telinga Lu Chen.


“Ku berikan restuku, karena ku lihat dia sangat pintar dan juga cantik!.” (bahasa mandarin) Setelah mendengar perkataan Aaron tersebut, Lu Chen menyunggingkan senyumnya dan langsung menarik tangan Zahra menuju ruangannya.


Tingkahnya itu lagi-lagi membuat Xiao Feng menggelengkan kepala. Karena saat ini masih ada kuasa hukum GG Group yaitu Mr. James yang tidak tahu menahu mengenai hubungan mereka. Hingga akhirnya Xiao Feng harus menjadi tameng Lu Chen untuk menjelaskan kepada Mr. James soal Zahra yang masih butuh waktu untuk membahas design dengan Lu Chen, sehingga Mr. James dapat pulang terlebih dahulu.


 


Author


Ok! Restu dari Sang Paman udah dapet nih! 

__ADS_1


 


__ADS_2