Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Konser Lu Chen


__ADS_3

Di sebuah pesawat terlihat anak kecil yang sedang asik mengunyah permen karetnya. Namun disaat anak itu hendak membuang permen karetnya ke arah tempat sampah tiba-tiba saja seorang wanita lewat dan permen karet itu tidak sengaja menempel di rok milik wanita cantik itu.


“Heh, anak kecil. Kau buta ya? Gak liat ada orang lewat?.” (bahasa mandarin) Wanita itu menghampiri anak kecil yang menempelkan permen karet di roknya itu.


Mendengar omongan kasar dari wanita itu anak itupun menangis sejadi-jadinya, hingga membuat ibu dari anak tersebut geram dan memaki balik wanita itu.


“Eh mba! Anak saya tuh gak sengaja, dan lagi dia gak salah situ aja yang lewat 'gak pake permisi!.” (bahasa mandarin) Dengan tatapan tajam wanita itu memaki wanita yang ada di hadapannya. Dan membuat pramugara dan pramugari yang ada di pesawat akhirnya menengahi pertengkaran mereka.


Wanita dengan wajah cantik dan body yang semampai itu tak lain dan tak bukan adalah Jia Li mantan tunangan Lu Chen. Untuk urusan siapa yang salah oh tentu Jia Li lah yang merasa paling benar, karena selama hidupnya ia adalah wanita manja dan banyak maunya. Apapun yang dia inginkan harus bisa ia dapatkan, termasuk hati Lu Chen. Jia Li kini dalam perjalanan menuju kota Beijing untuk menghadiri konser mantan tunangannya itu. Strategi dan rencana yang matang sudah dikantonginya untuk mendapatkan Lu Chen sebagai tunangannya kembali.


 


Author


Siap-siap nih Zahra


 


***


Satu Bulan kemudian…


Hari yang ditunggu-tunggu Lu Chen akhirnya datang, semua persiapan dari mulai kostum, tata panggung, lighting dan lainnya telah dipersiapkan matang oleh para crew yang terlibat. Tak terkecuali oleh Zahra, kini dirinya sibuk menata kostum di ruang wardrobe miliknya. Ia dibantu oleh Amber dan kedua asistennya menyiapkan kostum untuk Lu Chen di atas panggung.


Tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinganya, Lu Chen berkunjung ke ruang wardrobe milik Zahra yang letaknya di back stage.


“Apa semua sudah siap?.” Lu Chen pura-pura mengecek persiapan dari tim Zahra, padahal seharusnya untuk soal itu ia bisa mempercayakan asistennya saja. Namun karena ada modus di baliknya Lu Chen langsung pergi sendiri menemui Zahra.


“Ehemm!! sepertinya ada yang harus aku ambil di mobil. Mari bantu aku Linda dan Sky.” Amber yang tahu gelagat dari Lu Chenpun memberi ruang bagi mereka untuk berduaan.


Selepas kepergian Amber dan ke dua asisten Zahra, Lu Chenpun langsung merangkul pinggang kekasih hatinya itu.


“Apa yang kamu sedang kerjakan hhmm?.” Lu Chen bertanya sambil mencium pipi Zahra dengan lembut.

__ADS_1


“Kamu tidak melihatnya?. Aku sedang menyiapkan beberapa kostum mu. Kebetulan kamu kemari sekalian aku ukur kembali kostumnya. Aku rasa ada beberapa yang kurang pas, karena aku lupa mengeceknya semalam.” Zahra lalu mengambil beberapa baju untuk di coba Lu Chen. Lagi-lagi Lu Chen bertingkah seperti anak kecil, Lu Chen yang tidak mau melepas rangkulan pinggangnya terhadap Zahra membuat Zahra sedikit kesal.


“Bisakah kamu melepaskan aku terlebih dahulu, Lu? Aku tidak dapat bergerak!.” Zahra memandang tajam ke arah Lu Chen menandakan dirinya marah dengan tingkah ke kanakkan kekasihnya itu.


“Baiklah, jangan marah dong sayang. Aku hanya ingin melepas rindu saja.” Lu Chen akhirnya melepas rangkulan tangannya terhadap Zahra.


Zahra yang memang selalu bertindak profesional itupun, tetap konsen kepada pekerjaannya. Iapun mengukur kembali semua baju yang akan dipakai Lu Chen saat dipanggung, dengan teliti ia memeriksa setiap inchi pakaian tersebut. Sampai akhirnya Amber dan ke dua asistennya kembali dan melihat Zahra sedang sibuk menjahit baju Lu Chen.


“Eh Linda dan Sky bantu Bu Zahra!.” Dengan sergap Amber pun meminta kedua asistennya itu untuk membantu bos mereka yang terlihat kerepotan.


“Baiklah, aku akan kembali ke ruangan.” Lu Chenpun pergi dengan wajah sedikit lesunya, seolah kecewa dengan Zahra yang tidak menggubrisnya.


***


Kantor GG Group


Di ruangan kantor terlihat Jiang Xi yang terdengar sedang menelpon seseorang.


“Bagaimana perkembangan di New York?.” (bahasa mandarin) Jiang Xi terdengar sedang menelpon seseorang yang berada di New York.


“Bagaimana bisa? Sepeninggal diri saya, kenapa kalian tak bisa becus mengurusi seorang wanita saja!.” (bahasa mandarin) Nada Jiang Xi yang terdengar marah kepada lelaki tersebut.


“Mulai detik ini, kalian saya bebas tugaskan! Akan saya ganti dengan tim yang baru!.” (bahasa mandarin) Sepersekian detik Jiang Xi langsung memutuskan telponnya secara sepihak.


“Ke mana wanita itu?.Bisa-bisanya dia mempermainkan Jiang Xi.” (bahasa mandarin) Jiang Xi berkata dengan nada terlihat geram.


Iapun memanggil Chyou asistennya untuk masuk ke ruangan lewat panggilan telepon.


Tak lama terdengar suaran ketukan yang diyakini itu adalah Chyou.


“Masuk!.” (bahasa mandarin) Jiang Xi mempersilahkan Chyou untuk masuk ke ruangannya.


“Ada apa ibu memanggil saya?.” (bahasa mandarin) Chyou menanyakan maksud dan tujuan Jiang Xi memanggilnya.

__ADS_1


“Chyou, tolong carikan saya mata-mata hebat yang bisa mengikuti seorang rubah betina.” (bahasa mandarin) Jiang Xi menekankan kata Rubah Betina, julukan yang ia sematkan untuk mantan tunangan anaknya itu.


“Apa bu? Ru... rubah betina?.” (bahasa mandarin) Sekali lagi Chyou tidak mengerti dengan Rubah Betina yang dimaksud oleh bosnya itu.


“Rubah betina yang sangat licik, hingga sulit dikendalikan. Carilah mata-mata yang sangat bisa diandalkan di negeri ini. Karena saya yakin dia sudah sampai di Beijing.” (bahasa mandarin) Jiang Xi menyilang kan kedua tangannya di bawah dada dan memandang dengan tajam ke arah jendela ruangannya. Dirinya yakin seratus persen bahwa Jia Li sudah sampai di Beijing.


***


“Lu Chen! Lu Chen!.”


Suara teriakan para fans mengguncang stadion tempat konser Lu Chen diadakan. Mereka seakan haus sebuah hiburan, tak henti-hentinya berteriak ke arah panggung menunggu kehadiran artisnya itu untuk menyapa mereka.


Tak lama lampu panggung mulai menyala dan di layar raksasa yang sudah terpampang sebuah video di mana perjalanan panggung Lu Chen dari tahun ke tahun. Sampai layar berhenti di sebuah gambar raksasa Lu Chen dan layar raksasa terbelah dua, lalu muncullah Lu Chen dengan stelan jas kemeja satin motif macan dan jas bludru hitam dengan warna rambut biru menyala, yang menambah pesona Lu Chen sebagai cowok cantik dengan sejuta pesonanya.


Zahra yang melihat kekasihnya itu dari arah back stage masih saja terkagum-kagum dengan pesona Lu Chen. Di saat dirinya sedang fokus menatap keindahan penampilan dari sang kekasih hatinya. Tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan tepukan di bahunya. Dan ternyata Amber yang menghentikan lamunan Zahra itu lagi-lagi mencoba menggoda Zahra.


“Awas itu air liur nanti tumpah!.” Amber menunjuk bibir Zahra yang masih menganga akibat pesona Lu Chen.


“Ih apa sih Amber??.” Dan Zahra pun memukul bahu Amber karena kesal dengan godaan sahabatnya itu.


“Lu Chen!!!. Aww!!!.”


Lagi-lagi suara teriakkan para fans Lu Chen terdengar riuh di seluruh stadion.


Alunan suara Lu Chen yang indah dan sangat serasi dengan irama yang dimainkan menggema ke setiap sudut stadion.


Konser Lu Chen setelah dua tahun vakum ini di hadiri oleh jutaan penggemar yang memenuhi stadion kala itu. Lu Chen yang memang merupakan artis besar di seluruh Cina itu telah memikat para fans dengan pesona dan talenta yang dimilikinya, hingga tak sedikit para fans loyal yang sudah mengikutinya sejak dari awal karir Lu Chen enam tahun yang lalu.


 


Author


Gimana guys? Mau ikutan nonton juga?

__ADS_1


 


__ADS_2