
Ruang Komisaris GG Group
Jiang Xi yang mendapatkan laporan dari petugas keamanannya, bahwa wanita bernama Jia Li nekad ingin bertemu Zahra. Jiang Xi yang memijat dahinya tersebut memanggil Chyou asistennya untuk ke ruangan.
“Chyou, perintahkan wanita rubah itu untuk ke ruanganku. Maksudku Jia Li, dia sekarang mungkin sedang berada di ruangan Zahra. Cepat!. Kalau perlu tarik paksa dia!.” (bahasa mandarin) Perintah Jiang Xi dengan tegas kepada asistennya. Chyoupun bergegas meminta bantuan petugas keamanan untuk membawa Jia Li sekarang juga.
Jiang Xi tidak habis pikir bahwa Jia Li sampai nekad mendatangi kantornya. Dan bagaimana ia tahu kalau Zahra bekerja dengannya. Iapun mengepalkan kedua tangannya, dengan wajah yang terlihat menahan amarah.
***
Di sisi lain di negara Hong Kong, terlihat Lu Chen yang sedang sibuk syuting video klip terbarunya.
Kala itu Lu Chen terlihat sangat lelah, ia merebahkan tubuh dengan mata yang tertutup kacamata hitam di sebuah kursi panjang di dalam tenda sarnavil. Datanglah Xiao Feng dengan membawa kopi panas dan memberikannya kepada Lu Chen.
“Lu, ini kopi mu! Minumlah selagi masih panas!.” (bahasa mandarin) Sambil menaruh kopi panas itu di meja kecil yang ada di sebelah Lu Chen.
“Taruh saja di situ! Aku sedang tidak mood untuk meminumnya!.” (bahasa mandarin) Nada ketus Lu Chen yang terlihat sekali bahwa dirinya sedang bad mood.
Tiba-tiba saja suara ponsel Xiao Feng berbunyi.
Xiao Fengpun kemudian menjauh dari Lu Chen dan mengangkat ponselnya.
“Ya Tuan!.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng kepada seseorang dari sebrang telponnya.
“Bagaimana perkembangannya?. Apa dia masih marah kepadamu?.” (bahasa mandarin) Balas seseorang yang diketahui ternyata orang tersebut adalah Aaron Lu paman Lu Chen.
“Yah, sedikit. Tapi saya berusaha agar ia lupa.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng sembari memperhatikan sekitar, takut kalau Lu Chen tiba-tiba mendengar obrolannya.
“Masih kamu sita ponselnya?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron kepada Xiao Feng.
“Iya Tuan!.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng.
“Bagus! Pastikan ia tidak mendengar berita apapun! Dan jangan pernah membahas Zahra di depannya. Dan berjanjilah kamu akan memberikan ponselnya saat kalian sudah sampai di Beijing nanti!.” (bahasa mandarin) Pinta Aaron agar Xiao Feng menuruti perintahnya.
__ADS_1
“Baiklah tuan, saya pastikan dia akan fokus pada pekerjaannya saat ini.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng dengan tegas.
“Biarlah urusan di Beijing aku dan Jiang Xi yang mengurusnya.” (bahasa mandarin) Pinta Aaron kembali kepada Xiao Feng lalu diapun memutus sambungan telponnya.
Xiao Feng yang terlihat berwajah frustasi setelah menjawab panggilan dari pamannya Lu Chen itu. Membuang nafasnya kasar, dan mengacak rambutnya tanda dirinya bimbang antara Lu Chen sahabatnya atau bosnya.
Sebenarnya semenjak berita kemunculan tunangan Lu Chen, Xiao Feng diperintahkan oleh Aaron Lu untuk menyita alat komunikasi Lu Chen termasuk tablet miliknya. Lu Chen tidak diperbolehkan membuka akses internet maupun membuka ponselnya dengan alasan ia harus fokus pada pekerjaan. Lu Chenpun sempat frustasi dengan itu, tapi mau bagaimana lagi, ia tahu sifat Pamannya. Beliau kalau sudah tegas tidak ada satupun yang dapat melawannya termasuk Lu Chen. Dan untungnya sikap tegasnya itu memberi dampak yang baik bagi perusahaan dan juga karir para artisnya.
Namun Lu Chen sebenarnya tidak tahu bahwa yang dilakukan Pamannya itu hanya untuk menutupi tindakan nekad Jia Li yang telah mengumbar berita pertunangannya dengan Lu Chen. Pamannya itu takut jika Lu Chen melakukan tindakan nekad dan kabur dari tugasnya. Dan ia juga takut kalau hal tersebut dapat mempengaruhi psikologinya, karena sejujurnya Lu Chen belum seratus persen sembuh dari penyakit Mysophobianya.
***
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara ketukkan pintu di ruangan Jiang Xi
“Masuk!.” (bahasa mandarin) Jiang Xi meminta tamunya untuk masuk ke ruangan.
Akhirnya pertemuan yang sudah lama dinanti-nantikan ini terwujud. Jiang Xi melihat ke arah Jia Li yang selalu terlihat cantik di mata orang-orang itu dan selalu tampil berkelas dengan seluruh atribut branded di tubuhnya saat ini.
“Ehem!! Jia Li apa kabarmu?.” (bahasa mandarin) Akhirnya Jiang Xi membuka suaranya.
“Aku baik!.” (bahasa mandarin) Dengan wajah malasnya dan sambil melilit-lilitkan rambutnya yang indah dengan tangannya.
Melihat tingkah Jia Li yang semakin tidak sopan kepadanya Jiang Xi merubah sikapnya menjadi sedikit angkuh.
“Bisa kita berbicara sambil duduk?.” (bahasa mandarin) Jiang Xi mempersilahkan Jia Li untuk duduk di kursinya.
Akhirnya Jia Lipun duduk di kursi yang ditunjuk Jiang Xi kepadanya walaupun dengan sedikit keraguan.
“Baiklah aku langsung pada intinya saja. Apa kamu ke sini karena anakku?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi sambil menatap tajam ke arah Jia Li.
“Ya, lantas apalagi?.” (bahasa mandarin) Jawab Jia Li dengan nada ketusnya.
__ADS_1
“Bagaimana pekerjaanmu di New York?. Bukankah itu adalah cita-citamu menjadi model internasional? Dan aku sudah membuka kesempatan untukmu. Aku sampai kaget mendengar Mr. Daniel membicarakan dirimu yang memutus kontrak secara tiba-tiba.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi mencoba untuk memprovokasinya kembali.
“Aku menyesal dengan apa yang telah aku putuskan dulu. Dan lebih memilih karir dibanding Lu Chen.” (bahasa mandarin) Wajah Jia Li seketika terlihat getir seakan dia memang benar-benar menyesal dengan keputusannya dulu.
“Tapi tidak akan ada kesempatan ke dua Jia, ingat kamu sudah dipandang baik di mata Mr. Daniel. Dan dia mau memberikanmu kesempatan ke dua untuk audisi minggu depan. Aku memiliki tiket audisi supermodel dari Mr. Daniel untukmu.” (bahasa mandarin) Jiang Xi mengeluarkan sebuah tiket dan memberikannya kepada Jia Li. Dengan harapan ia mau mendengarkan sarannya itu.
Jia Lipun tersenyum licik ke arah Jiang Xi. Seolah tahu niat dari Jiang Xi kepadanya.
“Baiklah! Aku akan coba memikirkannya! Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku akan pamit. Permisi!.” (bahasa mandarin) Jia Li beranjak pergi dari ruangan Jiang Xi menuju pintu luar.
“Dasar wanita tua! Berani sekali dia mengadaliku!. Kali ini aku tidak akan masuk jebakanmu!.” (bahasa mandarin) Gumam Jia Li, lalu membuang tiket audisi supermodel yang diberikan Jiang Xi ke tong sampah depan ruangan.
Jia Lipun lalu membuat senyum bak Rubah Betinanya dan melenggang pergi menjauh dari ruangan Jiang Xi.
***
Di ruangan Jiang Xi kembali memasang wajah cemasnya dan langsung menelpon seseorang lewat ponselnya.
“Halo, apa anda orang baru yang di tugaskan Chyou? Saya atasan Chyou yang memberikannya perintah. Apa anda bisa segera ditugaskan?.” (bahasa mandarin) Tanya Jiang Xi pada sesorang di ponselnya.
“Baiklah! Saya bisa bertugas sekarang. Tugas apa yang dapat saya kerjakan?.” (bahasa mandarin) Tanya seseorang yang sepertinya mata-mata baru yang ditugaskan Jiang Xi kali ini.
“Anda cukup mengawasi satu wanita. Kemana saja dia pergi? Apa saja yang dia lakukan? Dan bertemu siapa saja? Tolong semuanya beritahu saya! Akan saya kirimkan file mengenai orang tersebut kepada anda secepatnya!.” (bahasa mandarin) Pinta Jiang Xi pada pria tersebut dan langsung diiyakan oleh pria itu.
Jiang Xipun menutup telponnya dan membuang nafasnya kasar tanda dirinya cemas dengan tindakan nekad Jia Li. Jiang Xi sangat mengkhawatirkan anak semata wayangnya itu. Ia tak ingin sesuatu terjadi padanya, walaupun saat ini hubungannya tidak baik dengan Lu Chen tapi sebagai seorang Ibu ia berhak memberikan perlindungan kepadanya.
Apalagi saat ini Jiang Xi tahu bahwa Lu Chen memiliki hubungan dengan Zahra. Walaupun ia tidak mendengarnya langsung dari mulut Lu Chen. Tapi banyak mata-mata yang telah memberitahukannya, salah satunya dari Aaron Lu. Dan yang terjadi sebenarnya Jiang Xi tidaklah keberatan pabila Lu Chen dan Zahra memiliki hubungan. Ia hanya tak ingin hal itu menjadi beban bagi anaknya yang notabene-nya seorang idol terkenal. Apalagi dia hanya ingin melihat seberapa serius Zahra kepada anaknya Lu Chen.
Author
Ayo terus dukung Othor ya! Dengan kasih like, gift dan vote donk!!
__ADS_1
Wo Ai Ni!!