Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Reuni SMP


__ADS_3

Sudah tiga minggu lamanya Zahra hilang kontak dengan sahabatnya Jessica dan Amber, mereka belum diberitahu perihal Zahra yang berganti nomor telepon. Jessica & Amber hanya tahu bahwa Zahra akan bertugas di Jakarta atas perintah Jiang Xi. Oleh karena itu Lu Chen tak dapat melacak Zahra karena putusnya kontak Zahra dengan sahabat-sahabatnya itu.


Akhirnya setelah sekian lama Zahrapun memutuskan untuk menghubungi Jessica. Iapun men-dial nomor Jessica melalui nomor barunya, dan akhirnya nomorpun tersambung.


“Halo?.” Tanya Jessica dari sebrang telpon.


“Hei Jes ini aku Zahra.” Jawab Zahra dengan ragu-ragu.


“Ra! Ini bener kamu?.” Tanya Jessica masih tidak percaya.


“Iya bener ini aku!.” Tegas Zahra.


“Ya ampun! Ra!. Aku pikir tuh kamu kenapa-kenapa?. Abis susah dihubungin!. Bikin kita-kita jadi cemas di sini tahu!.” Ungkap Jessica yang selama berminggu-minggu mencari tahu keberadaan Zahra.


“Aku pikir Robby sudah memberitahu kalian?.” Jawab Zahra yang ia kira bahwa keberadaannya sudah diketahui lewat Robby.


“Hah?. Robby?. Kok Robby?.” Heran Jessica.


“Iya, kebetulan Robby ada di Jakarta Jess.” Jawab Zahra yang bicara apa adanya.


“Kebetulan? Apa kebetulan?. Aku jadi curiga!.” Jessica yang masih tidak percaya kalau Robby hanya kebetulan berada di Jakarta. Namun hal itu ditepis Zahra yang tidak ingin berpikir negatif lagi dengan Robby.


Akhirnya Zahra menceritakan tentang semua alasan dirinya dipindahkan ke Jakarta oleh Jiang Xi, padahal yang Jessica dan Amber tahu Project itu masih akhir tahun dimulainya. Namun Jiang Xi memutuskan untuk mempercepat Zahra kembali ke Jakarta dan kejanggalan pun terjawab. Bahwa Jiang Xi hanya ingin memisahkan Zahra dari Lu Chen untuk sementara.


Dan Zahra pun menceritakan perihal undangan reuni SMP angkatan mereka yang di undangan tersebut juga tertera nama Jessica. Hanya untuk saat ini Jessica tak mungkin menghadiri dikarenakan dirinya yang menetap di Beijing.


“Ra!. Kamu harus bisa jaga diri di sana!. Ingat kamu kan tidak dekat dengan siapapun saat SMP!.” Jessica yang mengkhawatirkan sahabatnya itu.


“Kamu tenang aja!. Kalau ada yang berani macam-macam tinggal aku kasih bogeman dia!. Kamu kayak gak kenal aku aja Jess…Jess!.” Zahra yang meyakinkan Jessica.


“Kalau hati kamu masih setia sama Lu Chen, maka teruslah seperti itu!. Tapi jika kamu sudah ingin menyerah!. Maka menyerah lah!. Dan secepatnya cari pengganti Lu Chen. Siapa tahu di acara reunian SMP kita nanti ada yang nyangkut?. Hahahah!.” Goda Jessica yang akhirnya sukses mengubah ekspresi Zahra menjadi kesal.


Percakapan merekapun diakhiri dengan janji Jessica yang akan menyusulnya ke Jakarta saat Launching Brand nanti di mulai. Dan Zahra pun sangat bahagia karena di tengah kegundahan ada sahabatnya yang selalu ada untuknya.


***

__ADS_1


Hari saat reunian pun tiba, Zahra mengendarai honda jazz membelah kota Jakarta dengan di temani musik-musik di radio mobil miliknya.


Masih dalam mode galaunya lagi-lagi lagu yang didengarkan Zahra adalah lagu galau.


Dan Zahra akhirnya sampai di sebuah Kafe yang berada di pusat kota Jakarta. Tema kostum untuk reuni kali ini adalah Full Color. Dan saat itupun Zahra menggunakan dress cantik tanpa lengan dengan motif kelopak bunga cantik yang Full Color. Iapun masuk ke Kafe tersebut dengan anggunnya, langsung saja semua mata tertuju kepadanya baik wanita maupun laki-laki yang berada di dalam Kafe tersebut.


Dan tampaklah Anita teman SMP yang mengundangnya menghampiri Zahra yang baru saja masuk.


“Hai, Zahra!. Akhirnya kamu datang juga!. Sini yuk aku kenalin sama teman-teman lainnya.” Anita lalu membawa Zahra ke dalam Kafe tersebut dan membawanya ke tempat duduk dekat Anita duduk.


“Ra!. Nih kenalin Sam kamu masih ingat gak?. Cowok tampan penghuni kelas kita!. Dia sekarang udah jadi jaksa loh!.” Anita yang berusaha mendekatkan Zahra dengan lelaki yang bernama Sam.


“Oh Sam?. Apa kabar!.” Sapa Zahra dan menjabat tangan Sam.


Dan Sam yang terkesima dengan kecantikan Zahra membuatnya tak ingin melepaskan kesempatan ini untuk mendekatinya.


“Kabar Ku baik. Bagaimana denganmu?.” Tanya Sam kepada Zahra yang mulai ingin tahu semua tentangnya.


“Aku sangat baik.” Jawab Zahra yang sudah mulai risih dengan keberadaan Sam yang terus menerus menatapnya dengan nafsu.


Dengan cepat Zahra menuju toilet yang ada di Kafe tersebut. Sesampainya di toilet iapun mengelus dadanya yang terasa sangat sesak berada di tengah-tengah orang-orang yang asing baginya.


Tiba-tiba tak lama datanglah sekawanan wanita yang masuk ke dalam toilet tersebut. Dan mulai bergosip satu sama lain.


“Eh kalian masih ingat Jason Lu gak?. Sekarang aku dengar dia berada di Cina. Dan jadi terkenal di sana!.” Salah satu diantara wanita itu mulai bergosip tentang Jason Lu yang tak lain adalah kekasih Zahra.


Zahra yang mendengar itupun berpura-pura tidak mendengarkan mereka dan fokus menata make up nya di depan cermin dan mengecek ponselnya.


“Ah masa?. Aku gak pernah dengar beritanya tuh!.” ucap wanita yang satunya menanggapi berita yang beredar.


“Iihh.. nih ya kalau gak percaya.” Wanita itupun memperlihatkan beberapa foto yang ada di ponselnya.


“Eh bener juga!. Itu kan Jason tapi kok namanya Lu Chen?.” ucap wanita yang lainnya masih tidak percaya dengan berita itu.


“Yah namanya juga nama panggung ya pasti di rubah lah!. Tapi udah di pastiin kalau itu adalah Jason Lu, artis terkenal yang lagi naik daun saat ini. Mungkin kalian cuma tahunya artis Korea jadi gak tahu update-an artis yang ada di Cina. Padahal mereka juga banyak yang ganteng dan cantik!.” Ungkap wanita pembawa berita tersebut yang mulai meraih lipstiknya lalu memoleskan nya ke bibir.

__ADS_1


Saking serunya obrolan mereka, mereka sampai tidak menyadari keberadaan Zahra saat itu. Dan akhirnya mereka menyadari bahwa ada wanita cantik yang berada di toilet bersama mereka. Dan merekapun bertanya-tanya siapa wanita itu?. Pasalnya mereka tidak pernah tahu bahwa di sekolahnya ada wanita cantik seperti Zahra. Merekapun mulai penasaran dengan kehadiran Zahra di reuni SMP mereka.


Akhirnya Zahra pun kembali ke tempat duduk bersama dengan Anita dan Sam. Melihat kehadiran Zahra, Sam-pun mengubah posisi duduknya dekat dengan Zahra. Dan Sam mulai melancarkan aksinya dengan melemparkan pertanyaan pribadi kepada Zahra.


“Kamu sekarang sibuk apa?.” Tanya Sam yang memiliki maksud di dalamnya.


“Aku sedang men-design.” Jawab Zahra yang tak ingin basa basi dengan Sam.


“Apa kamu sudah punya pacar?.” Tanya Sam yang akhirnya to the point kepada Zahra.


“Sekarang sedang tidak ada.” Zahra menjawab apa adanya tanpa bermaksud untuk tidak mengakui Lu Chen sebagai kekasihnya. Tapi memang faktanya saat ini Ia dan Lu Chen sedang berpisah untuk sementara.


Lalu tak lama ponsel milik Zahra berbunyi, dan Zahra pun merasa terselamatkan dengan itu karena ia tak harus berlama-lama menanggapi Sam. Zahra pun meminta izin untuk mengangkat telponnya kepada Sam dan Anita.


“Halo?.” Sapa Zahra kepada orang di sebrang telponnya.


“Zahra ini aku Robby, kamu sedang sibuk?.” Sapa Robby yang ternyata telah mengganti nomornya saat menghubungi Zahra.


“Hei Rob, ini nomormu?. Aku pikir siapa?.” Zahra yang kaget ternyata yang menghubunginya adalah Robby.


“Kamu lagi di mana?. Kayaknya berisik banget di sana?.” Tanya Robby yang merasa terganggu dengan suara musik di sebrang telponnya.


“Oh aku sedang menghadiri reuni SMP ku. Maaf kalau di sini agak bising.” Jawab Zahra yang merasa tidak enak hati karena suara bising di tempat dia berada.


“Oh tidak apa-apa? Tapi sepertinya kamu sedang tidak enak badan?. Apa kamu sakit?.” Tanya Robby yang mendengar suara Zahra seperti sedang menahan sesuatu.


“Oh tidak hanya saja aku ingin secepatnya pergi dari tempat ini tapi masih belum memiliki alasan.” Jawab Zahra yang memang sudah merasa tidak betah di tempatnya.


“Baiklah aku akan menjemputmu!. Bilang saja kamu ada janji dengan kolega mu saat ini. Aku pastikan akan sampai di sana secepatnya! Cepat berikan alamat mu kepadaku!. Ku tunggu!.” Robby memberikan ide untuk membawa lari Zahra dari acara reunian nya.


Namun baru saja Zahra ingin menolak ide Robby karena tak ingin merepotkan nya, Robby sudah menutup telponnya secara sepihak. Akhirnya Zahra pun dengan ragu-ragu mengirimkan alamat Kafe tempat dia berada kepada Robby.


Author


Wah Robby mau jadi pahlawan buat Zahra nih!

__ADS_1


 


__ADS_2