
“Tok!. Tok!. Tok!.”
Suara ketukkan pintu terdengar dari depan ruangan Zahra.
“Masuk!.” Teriak Zahra.
“Maaf!. Apa aku mengganggu?.” Ucap Jiang Xi yang tiba-tiba masuk ke ruangan Zahra, membuat Zahra langsung berdiri dari tempat duduknya.
“Oh tentu tidak, Bu Jiang.” Ucap Zahra yang tiba-tiba merasa canggung di hadapan bosnya itu.
“Maafkan aku yang tiba-tiba ke ruangan mu tanpa pemberitahuan. Aku hanya ingin berbicara lebih intim denganmu.” Ucap Jiang Xi yang terdengar serius kali ini.
“Tidak apa-apa, saya sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tersisa.” Ungkap Zahra yang kemudian menyusul Jiang Xi ke sofa tamu.
“Ada perlu apa anda datang kemari, Bu?.” Ucap Zahra yang ingin mengetahui tujuan Jiang Xi menemuinya.
“Zahra.” Ucap Jiang Xi sembari menggenggam jemari tangan Zahra.
“Iya.” Jawab Zahra yang menatap Jiang Xi dengan penuh tanda tanya.
“Panggil aku Mommy!.” Ucap Jiang Xi yang langsung membuat Zahra terkejut.
“Apa?.” Ucapan spontan dari Zahra.
__ADS_1
“Maksudku aku tahu hubungan mu dengan Lu Chen maksudku Jason anak ku. Jadi mulai detik ini tolong panggil aku Mommy!. Lu sampai saat ini belum bisa memanggilku dengan panggilan itu, setidaknya dirimu bisa memanggilku dengan panggilan itu. Apa kamu bersedia?.” Tanya Jiang Xi dengan tatapan memohonnya.
“Baiklah!. Mo.. Mommy!.” Dengan ragu-ragu Zahra mulai memanggil Jiang Xi dengan sebutan Mommy.
“Bantu aku untuk mendapatkan hati Lu kembali!. Aku tahu ini permintaan sulit dari ku. Tapi sebagai seorang Ibu, aku tak ingin kehilangan putra ku satu-satunya. Bisakah?.” Pinta Jiang Xi secara tiba-tiba, seorang Jiang Xi yang selalu terlihat tegar di mata Zahra seketika tampak tak berdaya di hadapan Zahra.
Rupanya Jiang Xi tak dapat lagi menahan kesedihannya menghadapi kenyataan bahwa Jason Lu, putranya menjauh darinya. Sekian tahun ia menahan penderitaan dijauhi oleh anaknya sendiri. Mungkin ini saat yang tepat untuk membina hubungannya kembali bersama anaknya itu melalui kekasihnya Zahra.
“Aku tahu aku bukanlah ibu yang baik untuknya!. Aku Ibu yang egois!. Yang hanya mementingkan diriku, perasaanku dan kesuksesan ku sendiri. Aku menyesal!. Sudah berbagai cara ku lakukan untuk mendekat dengannya kembali, tapi anak itu semakin berusaha keras menolak ku. Tapi ku lihat secercah harapan saat dia bersama mu, ia tak lagi menatapku dingin seperti dulu. Ku mohon Zahra!. Bantu aku!.” Pinta Jiang Xi sembari meneteskan air matanya, Zahra tak menyangka Jiang Xi yang sempat menampilkan sisi angkuhnya harus memperlihatkan sisi lemah di hadapannya.
“Saya bukan orang yang tahu segalanya mengenai Lu. Saya hanya orang yang berusaha untuk mengerti dirinya dan saya pun tak dapat memaksa nya untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Dan saya rasa masalah ini dapat anda selesaikan sendiri dengan Lu. Karena saya yakin sedingin apapun hati Lu Chen, ia tak akan membiarkan Ibunya menderita. Saya tahu ia adalah orang yang berhati lembut.” Ungkap Zahra sembari meyakinkan Jiang Xi yang tampak putus asa itu.
“Aku tahu mengapa Lu jatuh cinta kepada mu?. Karena Lu menyukai kesederhanaan, di balik dirinya yang tampak mewah sebenarnya hati dan pikirannya sangatlah sederhana. Dan yang ia butuhkan adalah orang yang apa adanya seperti diri mu Zahra. Dia sangat mirip dengan diriku yang dulu, dan diri ku yang sekarang hanyalah Jiang Xi yang termakan sebuah obsesi. Obsesi yang membuat orang-orang yang aku sayangi malah semakin menjauh.” Ucap Jiang Xi yang merasa malu dengan Zahra.
“Kenapa kamu formal begini?. Panggil aku dengan sebutan Mommy saja dan jangan bersikap formal kepada ku saat kita sedang berdua seperti ini.” Ucap Jiang Xi yang bersikeras membuat Zahra memanggilnya Mommy.
“Aku rasa begitu, Mommy.” Ucap Zahra dengan lugas.
“Nah begitu dong!. Terima kasih Zahra, aku baru merasa lega karena saran dari mu.” Ucap Jiang Xi yang senang akhirnya Zahra memanggilnya Mommy.
Jiang Xi dan Zahra bercengkrama layaknya seperti orang tua dan anak. Mereka mulai saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan tidak ada rasa canggung antara mereka. Dan dari situlah Zahra merasakan kehangatan seorang Jiang Xi yang telah lama hilang ditelan waktu.
***
__ADS_1
Suara tetesan air dari sebuah apartemen tua, tak jauh dari sana terdapat bathtub yang sepertinya sedang digunakan oleh seseorang yang sedang mandi. Tapi bila dilihat dari dekat sebuah tangan kaku terpampang jelas dari samping bathtub. Tangan tersebut merupakan tangan mayat seorang lelaki yang baru-baru ini kita kenal dengan sebutan R, lelaki yang satu minggu lalu bertemu dengan Jia Li. Mayat lelaki itu tampak sudah membiru dan terdapat luka bakar di sekujur tubuhnya.
“BraAkk!!.” Suara Pintu dibuka paksa.
Tampak dua orang polisi masuk menyelinap melihat isi dari apartemen tersebut. Dan mereka terkejut dengan penemuan mayat lelaki yang sudah membusuk di dalam bathtub.
Mereka pun sontak menghubungi unit polisi lainnya dan melaporkan kejadian tersebut. Pasalnya R ini adalah lelaki yang sedang dicari karena banyak melakukan sejumlah penipuan. Salah satunya adalah pembuatan paspor, ktp sampai uang palsu. Dirinya sudah lama diburu polisi, namun sudah dua tahun belakangan ini, R sering berganti identitas dan bahkan sudah merubah wajahnya agar tidak dikenali polisi.
Setelah sekian lama akhirnya polisi berhasil mendapatkan jejak nya melalui salah satu klien nya. Tapi begitu polisi mendapatkan alamatnya ternyata pelaku sudah mati di tempat. R diduga menjadi korban pembunuhan berencana, bila dilihat dari kematiannya di sebuah bathtub yang di dalam airnya terdapat hair dryer yang masih terpasang oleh stop contact.
Dan pembunuhan tersebut sudah di lakukan kurang lebih dari seminggu yang lalu. Di mana saat itu Jia Li mencoba menghubungi R namun ia tak berhasil menghubunginya ternyata R sudah mati ditangan penjahat yang sebenarnya.
Polisi menemukan sejumlah bukti pembunuhan tersebut, yaitu jejak kaki dan darah pelaku yang mengering karena terluka saat memasuki jendela. Dari DNA tersebut polisi dapat segera mengetahui siapa dalang dibalik pembunuhan itu.
***
Di sisi lain Shawn beserta anak buahnya sedang mengawasi pergerakkan dari Nyonya Feng. Shawn memiliki kecurigaan dari keterlibatan Nyonya Feng dalam sejumlah kasus yang menimpa Lu Chen dan Zahra. Dan kecurigaan itu bermula dari Nyonya Feng yang selalu ikut campur dalam urusan Jia Li. Ia sangat yakin Nyonya Feng memiliki maksud dibalik itu, apalagi sampai seluruh pelayan di sisinya di ganti keseluruhan dalam waktu yang singkat. Dan ditambah kasus hilangnya seorang pelayan wanita yang memberinya bukti dari kamar Jia Li.
Dan siang itu Shawn berencana untuk membuntuti Nyonya Feng pergi. saat itu Nyonya Feng terlihat pergi meninggalkan Mansion tanpa dikawal bodyguard nya. Ia pergi dengan menggunakan pakaian yang tidak mencolok, menggunakan masker dan juga kaca mata hitam sangat mencurigakan untuk seorang sosialita yang biasanya pergi untuk hanya sekedar shopping atau mencuci mata. Karena pada dasarnya kaum sosialita sangat suka terlihat mencolok.
Dan benar saja dugaan Shawn, Nyonya Feng berhenti di salah satu sudut gang dimana gang tersebut jauh dari jalanan besar dan dari keramaian. Nyonya Feng memasuki gang tersebut sendirian tanpa didampingi bodyguard nya.
“Tampaknya sangat aneh bila dia tidak memiliki orang yang melindungi nya seperti ini.” (bahasa mandarin) Gumam Shawn yang menepikan kendaraannya sambil memperhatikan keadaan sekitar.
__ADS_1
Tak lama kemudian dia melihat sebuah kejanggalan, dirinya seperti diawasi oleh seseorang. Dan benar saja ternyata ada seseorang yang mengawasinya dari kejauhan, dan ternyata Nyonya Feng menempatkan bodyguard nya di beberapa titik tanpa terlihat oleh siapapun. Untung saja Shawn segera menyadarinya, iapun langsung tancap gas dan segera pergi dari tempat itu.