
Pagi itu Lu Chen sedikit berbicara soal dirinya yang tidak menampakkan diri selama hampir dua minggu lamanya kepada Zahra. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang fokus dalam persiapan konser bulan depan dan promosi single terbarunya. Namun tak disangka beberapa hari ini justru Lu Chen diserang penyakit yang di deritanya yaitu insomnia, hingga dirinya ambruk dan harus bed rest beberapa hari.
Dan tentu saja Lu Chen tidak menceritakan perihal mimpi buruk yang selalu ia alami hingga dirinya bisa mengalami insomnia. Karena Lu Chen berpikir belum saatnya menceritakan kisah kelamnya kepada kekasih barunya itu.
Pembicaraan mereka yang berjalan kurang lebih satu jam lamanya, membuat Zahra terlalu terpaku terhadap Lu Chen yang baru saja menyandang gelar sebagai kekasihnya itu. Ia jadi lupa dengan rapat yang harus ia hadiri siang ini.
“Ya ampunnn!! Lu Chen, aku lupa meeting hari ini!!.” Zahra menepuk jidatnya dengan keras.
“Biar aku antar!.” Lu Chen menawarkan bantuan untuk mengantarnya sampai ke kantor, karena Lu Chen tahu Zahra malam kemarin tidak membawa kendaraan.
“Kamu 'kan sedang sakit? Lebih baik istirahat saja, agar lekas sembuh! Tidak usah pedulikan aku.” Zahra menolak tawaran Lu Chen karena alasan dirinya sedang sakit.
“Aku senang, kamu mengkhawatirkan aku. Tapi aku memaksa! karena aku tidak ingin kekasihku kenapa-kenapa.” Lu Chen bersikeras untuk mengantar Zahra ke kantor, dan senyum sejuta pesona Lu Chen akhirnya mampu meluluhkan hati seorang Zahra. Dan membuat Zahra tidak dapat menolak permintaan seorang Lu Chen.
Merekapun bergegas turun ke parkiran apartemen, Lu Chen dengan menggunakan peralatan penyamarannya yaitu topi, kacamata dan masker hitamnya mulai membelah jalan kota Beijing pagi itu. Dengan senyum terbit di bibirnya di sepanjang perjalanan menuju kantor GG Group.
***
Kurang lebih setengah jam lamanya akhirnya mobil Lu Chen sampai di parkiran basement GG Group. Zahra langsung melepas seat belt dan bergegas mengambil tasnya dan membuka pintu mobil Lu Chen. Namun tangannya seketika ditahan oleh Lu Chen…
“Ada apa?.” Zahra menatap heran ke arah Lu Chen.
“Sepertinya ada yang lupa?.” Lu Chen bertanya seolah mengingatkan Zahra bahwa dirinya melupakan sesuatu yang penting.
“Apa?.” Zahra memajukan tubuhnya ke arah Lu Chen dan mengedarkan pandangannya ke segala arah sambil mengingat-ingat.
“Kamu lupa yang satu ini!.” Lu Chen memanyunkan bibirnya ke arah Zahra.
“Hah?.” Zahra seperti dibuat bodoh oleh tingkah Lu Chen, hingga seketika wajahnya berubah merah.
“Morning kiss!.” Lu Chen kembali memanyunkan bibirnya ke arah Zahra, kali ini terlihat memaksa. Akhirnya dengan malu-malu Zahra mengecup sekilas bibir Lu Chen yang merah itu agar Lu Chen berhenti dengan aksinya.
“Lu Chen, bisakah aku mengajukan satu syarat?.” Sebelum membuka pintu Zahra membalikkan kembali badannya ke arah Lu Chen.
“Apa itu?.” Lu Chen pun menjawab dengan lembut.
“Bolehkan kita merahasiakan hubungan ini, setidaknya sampai aku siap. Karena jujur semua ini agak berat untukku. Ku mohon!.” Zahra menyatukan tangannya dan memohon kepada Lu Chen.
“Bisa saja, asalkan kamu juga mengabulkan persyaratanku.” Lu Chen menarik jemari Zahra dan memegangnya dengan erat.
“Apa?.” Zahra memasang wajah penuh tanda tanyanya.
“Panggil aku Lu mulai dari sekarang, dan selalu percaya padaku apapun yang terjadi! Dan jangan pernah dekat dengan lelaki manapun selain diriku! Aku tidak suka sesuatu yang sudah kumiliki disentuh orang lain!. Bisakah?.” Lu Chen menjelaskan detail persyaratannya agar Zahra dapat mengabulkannya.
__ADS_1
“Baiklah, akan aku usahakan. Lagipula aku cukup bisa menjaga diri dengan semua lelaki mata keranjang itu. Dan aku tidak mudah tersentuh! percayalah!.” Zahra meyakinkan Lu Chen agar percaya akan kemampuannya.
Lu Chenpun mencium kening Zahra sebelum melepas kepergian kekasihnya itu.
***
Zahra berdiri di depan pintu lift GG Group dengan bibir yang tersenyum simpul mengingat kebersamaan dengan Lu Chen yang baru terjalin itu. Pintu liftpun terbuka, terlihat Jiang Xi dari dalam pintu, sontak membuat wajah ceria Zahra berubah menjadi masam bak sayur asem. Zahra mendadak teringat dengan sumpah yang dibuatnya dengan ibu Bosnya itu.
“Hadeuhh… kenapa bisa pas gini sih?.” Bathin Zahra
Zahra masuk ke dalam lift sambil menunduk hormat kepada bosnya itu. Di dalam lift tidak ada tegur sapa antar keduanya hanya kesunyian yang terjadi. Selepas lift berhenti di lantai enam letak ruangan Zahra, membuat Zahra akhirnya dapat bernafas lega.
“Fiyuhhh..! Akhirnya bisa bebas juga!.” Zahra bergumam kecil agar tidak terdengar orang lain.
***
Apartemen Lu Chen
Lu Chen menatap dinding kamarnya dengan wajah yang berseri-seri, pikirannya dipenuhi dengan Zahra dan Zahra. Kemudian Lu Chen mengambil Ponselnya dan mengetikkan sesuatu, tampak sebuah nama Zahra ia ganti dengan sebutan baru “Kekasih Manisku”.
Dan Lu Chen beralih ke menu SMS dan menuliskan sebuah pesan teruntuk Kekasih manisnya.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
Lu Chen yang sedang dilanda kasmaran langsung menuliskan sebuah pesan singkat kepada kekasihnya. Padahal setengah jam yang lalu dia bertemu dengannya.
-Pesan-
Pengirim : Zahra
“Belum, aku baru menyiapkan dokumen sehabis selesai membersihkan badan di ruangan. Bagaimana keadaanmu? Masih demam? Cepatlah istirahat!.”
Pesan dari Zahra seketika membuat Lu Chen berbunga-bunga, ia tak menyangka hanya dengan sebuah pesan singkat dirinya menjadi salah tingkah.
“Aku bisa gila!.” Bathin Lu Chen
Lu Chen kembali memainkan jemari mengetikkan pesan untuk Zahra.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
__ADS_1
“Besok aku akan mengaturkan Jadwal untuk membicarakan kostum konser denganmu sebagai waktu yang tertunda hari ini. Bagaimana?.”
Lu Chen mengatur waktu kembali untuk pertemuannya bersama Zahra, karena hari ini yang seharusnya membicarakan soal kostum konsernya harus diundur karena kondisinya yang sedang sakit.
-Pesan-
Pengirim : Zahra
“Besok setelah jam makan siang aku bisa mampir ke apartemenmu. Atau mungkin bertemu di kantor?.”
Lu Chen memutar bola matanya seolah berpikir di mana dia harus bertemu Zahra. Otaknya terus berpikir keras seolah jawabannya sangat sulit.
-Pesan-
Pengirim : Lu Chen
“Baiklah, aku akan menemui di kantor besok siang. Bersiaplah! Sampai Jumpa besok Kekasih Manisku!😘.”
Lu Chen melempar ponselnya ke arah tempat tidur mewah miliknya. Kemudian dengan cepat meraih handuk miliknya dan berjalan menuju kamar mandi.
Author
Memang cinta berjuta rasanya guys!
Apartemen, New York
Terlihat perempuan cantik sedang melakukan treadmill sambil menggunakan head set. lalu terlihat sebuah panggilan telepon tertera di layar ponselnya..
“Halo. Bagaimana? Sudah kamu persiapkan kepulanganku?.” Wanita itu menjawab telepon dari panggilan tersebut dengan sedikit terbata-bata karena lelah sehabis berolah raga.
“Pastikan kepulanganku kali ini untuk seterusnya! Dan cancel acara-acaraku yang lain di sini!” Wanita itu berbicara dengan seseorang disebrang telepon dengan nada angkuhnya. Wanita cantik dengan postur tinggi semampai dan body yang aduhai. Wanita campuran Kanada dan Cina dan merupakan model ternama di New York ini merupakan mantan tunangan Lu Chen yang bernama Jia Li.
Jia Li dikenal sebagai seorang wanita yang ambisius dan posesif terhadap sesuatu yang ingin dia raih, termasuk urusannya dengan sang mantan tunangan. Berkali-kali Lu Chen menolak pertunangan, Jia Li selalu berusaha agar meminta ayahnya menekan perusahaan milik ayah Lu Chen untuk menepati janji mereka. Tidak sampai disitu, Jia Li pun berani membuat gosip-gosip palsu yang dapat merugikan para wanita yang dekat dengan Lu Chen tanpa terkecuali. Bahkan dirinya sampai dibenci Jiang Xi karena hal ini.
Meskipun Jiang Xi adalah seorang ibu yang keras terhadap anaknya, namun dirinya tidak membiarkan anaknya diusik apalagi sampai terluka. Jiang Xi lah yang paling pertama pasang badan untuk anaknya itu, salah satunya mengirim jauh Jia Li ke New York selama dua tahun belakangan ini. Itulah salah satu alasan Jiang Xi menetap beberapa tahun di New York yaitu untuk mengawasi pergerakkan mantan tunangan anaknya itu.
Namun upaya Jiang Xi kali ini sepertinya sia-sia, karena rubah betina yang dia kurung dengan baik akhirnya dapat lepas dengan mudah kali ini. Jia Li bebas dengan bantuan orang suruhan terselubungnya yang berada di Cina.
__ADS_1
Author
Rubah Betina On The Way Beijing guys! 🙁😦