
Lu Chen tengah sibuk dengan aransemen lagunya, demi libur akhir tahun ia menghabiskan waktu untuk merampungkan beberapa lagu. Karena manajemen menjanjikan libur panjang selama satu minggu kepadanya sampai awal tahun.
Di tengah-tengah dirinya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
“Ya Halo!.” (bahasa mandarin) jawab Lu Chen untuk orang yang menelponnya.
“Lu, liburan nanti kamu tidak ada acara kan?.” (bahasa mandarin) Tanya Xiao Feng.
“Tidak tahu, aku sedang menunggu Zahra.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen yang memang punya rencana untuk menghabiskan malam tahun baru bersama kekasihnya itu.
“Pokoknya kamu stay di apartemenmu saja!. Jangan coba keluar sebelum ku perintahkan!. Ok?.” (bahasa mandarin) Pinta Xiao Feng kepada Lu Chen.
“Siapa dirimu?. Berani memerintahku?.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang tak ingin Xiao Feng mengaturnya.
“Pokoknya ikuti perintahku saja!. Dan lagi kamu tahu kau itu sedang jadi trending topik!. Aku ingin berlibur jangan buat diriku bekerja karenamu!.” (bahasa mandarin) Pinta Xiao Feng yang tak ingin jatah liburnya terganggu.
“Baiklah!. Baiklah!. Tapi ingat bantu aku menghubungi Zahra!.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang ingin Xiao Feng membantunya.
“Aku tidak janji!. Kamu tahu semua orang pasti sedang liburan!.” (bahasa mandarin) Jawab Xiao Feng karena memang setiap orang sedang fokus dengan liburannya.
Akhirnya Xiao Fengpun memutuskan panggilannya secara sepihak tanpa mengucap kata perpisahan kepada Lu Chen.
“Dasar kamu Xiao Feng!. Benar-benar tak mau diganggu!.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang kesal karena panggilan diputus begitu saja oleh Xiao Feng.
Saat ini Xiao Feng sudah mengambil jatah libur terlebih dahulu kepada manajemen. Dan untuk pekerjaan yang tersisa ia sudah menyerahkannya kepada manajer pengganti yang ditunjuk oleh Aaron. Untuk Lu Chen sendiri ia masih ada beberapa kegiatan promosi single duetnya bersama Sunny Chen sampai dua hari menjelang tahun baru, tapi untungnya semuanya tapingan sehingga Lu Chen tak harus mengorbankan liburan akhir tahunnya untuk itu.
Dan setelah percakapannya dengan Xiao Feng, Lu Chen kembali melanjutkan kegiatannya dalam mengaransemen lagu. Ia berharap lagu tersebut dapat dirinya selesaikan dua hari ke depan, karena dengan cepat selesainya lagu tersebut berarti liburannya tak akan terganggu. Dan ia dengan bebas bisa menyelesaikan masalah dengan Zahra secepatnya dan menghabiskan malam tahun baru bersamanya.
***
“Ngiinggg!!!.” Suara mesin pesawat yang sedang landing.
Suara riuh orang-orang yang berlalu lalang di Bandara saat itu.
Zahra berjalan dengan anggunnya sambil membawa koper melalui lorong gate Bandara. Iapun berhenti di sebuah loket hendak memesan taxi untuk dirinya.
__ADS_1
“Maaf Pak, bisakah saya memesan Taxi?.” (bahasa inggris) Tanya Zahra kepada petugas loket.
“Bisa nona, taxi jenis apa yang akan anda pesan?.” (bahasa inggris) Tanya petugas loket itu kembali sambil memberikan daftar layanan Taxi yang bisa ia pesan.
Dan tak lamapun Taxi pesanan Zahra datang di hadapannya. Iapun langsung masuk ke dalam taxi tersebut. Dan Zahrapun menyebutkan sebuah alamat apartemen mewah kepada supir taxi tersebut.
***
Di dalam apartemen Lu Chen sedang berkutat dengan laptopnya kembali, rupanya pekerjaan di kantor belum beres iapun melanjutkannya di apartemen mewah miliknya.
“Krukk!!.” Suara perut Lu Chen yang kelaparan karena sedari siang hingga malam hari menjelang dirinya belum memakan apapun.
Dan Lu Chenpun mulai menelpon kantin yang ada di apartemen untuk memesan makanan.
“Halo bisakah saya memesan menu makan malam?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada pelayan kantin tersebut melalui ponselnya.
“Baik, anda ingin memesan menu apa?. Kami punya Salmon panggang dengan saos barbeque, spaghetti bolognese, fuyunghai, ayam mentega dan sup ikan patin.” (bahasa mandarin) Tanya pelayan tersebut dengan menyebutkan semua menunya kepada Lu Chen.
“Salmon panggang dan Spaghetti Bolognese saja. Terima kasih.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang langsung setelah itu memutuskan telponnya.
Dan tak lama iapun dikejutkan dengan suara bel pintu dari luar apartemennya.
Lu Chenpun membuka pintu apartemennya. Dan seketika iapun terkejut dengan orang yang ada di hadapannya ternyata Bo manajer pengganti Xiao Feng.
“Maaf Lu Chen, aku datang atas suruhan Xiao Feng. Ia ingin memastikan kalau dirimu tidak ke mana-mana saat ini.” (bahasa mandarin) Ungkap Bo, yang di tugaskan untuk mengawasi Lu Chen saat itu.
“Kau gila!. Baru saja beberapa menit yang lalu sampai ke apartemen kau sudah bertanya soal aku yang pergi dari apartemen?.” (bahasa mandarin) Kesal Lu Chen yang sudah seperti tahanan saja.
“Maaf Lu Chen, aku hanya mendapatkan perintah." (bahasa mandarin) Ucap Bo sambil mengusap tengkuk lehernya.
"Bilang pada Xiao Feng aku sudah besar tak perlu pengasuh!.” (bahasa mandarin) Lagi-lagi Lu Chen kesal dengan tingkah Xiao Feng yang sudah seperti baby sitternya saja.
“Sudahlah kau pergi sana!. Aku sedang banyak pekerjaan!. Ingat proyekku harus segera selesai besok!. Kalau tidak kalian harus bertanggung jawab kalau sampai aku tak bisa berlibur!.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen dengan tegas yang tak ingin diganggu oleh Bo.
“Tapi Lu Chen… (bahasa mandarin) Perkataannya yang terhenti karena diinterupsi Lu Chen.
__ADS_1
“Tidak ada tapi-tapian!. Cepat pergi sana!.” (bahasa mandarin) Usir Lu Chen kembali dan langsung menarik Bo ke luar apartemennya.
“Heh mengganggu saja!. Kau pikir aku anak kecil?. Hah!.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang kesal hingga ingin menendang pintunya namun tak jadi dirinya lakukan.
Iapun kembali ke meja kerjanya dan memulai kembali pekerjaannya. Dan tak lama bel pintupun kembali berbunyi.
“Hadeuhhh siapa lagi?.” (bahasa mandarin) Dengan cepatnya Lu Chen berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke arah pintu dengan langkah tergesa-gesa seolah-olah siap mendamprat tamu yang ada di balik pintu apartemennya.
“Siapa lagi sih?.” (bahasa mandarin) Namun kali ini ekspresi Lu Chen berbeda dengan yang ditujukan begitu melihat Bo.
“Lu, apa kabarmu?.” Sapa seorang wanita yang ternyata Zahra kekasih Lu Chen.
Lu Chenpun tanpa segan-segan langsung menarik Zahra ke dalam apartemennya karena khawatir akan ada banyak mata yang melihat.
Di dalam apartemen Zahra langsung dihimpit oleh tubuh Lu Chen di balik pintu, seakan Lu Chen takut Zahra pergi meninggalkannya.
“Lu, ada apa denganmu?.” Tanya Zahra yang melihat ekspresi aneh dari Lu Chen.
Lalu Lu Chenpun beralih memeluk Zahra dengan erat.
“Kamu tahu aku sangat khawatir!. Kenapa kamu hilang kabar?. Hhmm!. Aku sudah seperti orang gila mencari tahu dirimu.” Ungkap Lu Chen yang memang sempat frustasi karena putus kontak dengan Zahra.
“Aku tahu, tapi bisa kamu lepaskan aku terlebih dahulu?. Aku sangat sesak!.” Zahra yang sulit bernafas karena Lu Chen memeluknya terlalu erat.
“Oh maafkan aku sayang!. Aku tidak bermaksud.” Lu Chenpun melepaskan pelukannya.
“Ini semua salahku, karena ponselku mendadak rusak dan tak bisa menghubungimu. Dan yang sebenarnya aku juga ingin memberikan dirimu surprise hari ini dengan kedatanganku.” Ungkap Zahra.
“Surprise?. Jadi kamu sengaja tidak menghubungiku dan berusaha mengerjaiku maksudmu?.” Lu Chen yang mulai kesal dengan pengakuan Zahra.
“Maafkan aku, soal ponselku yang rusak itu murni adanya. Tapi sebenarnya aku sudah menghubungi Xiao Feng soal ini, dan ide untuk tidak mengabari hingga saat ini adalah idenya. Karena menurutku sekali-kali memberikanmu kejutan itu, boleh juga.” Ucap Zahra yang tidak tahu bahwa dengan perkataannya dapat membuat Lu Chen murka.
“Xiao Feng?.” Lu Chen yang memasang senyum evilnya ketika menyebutkan nama itu.
“Sudahlah sayang!. Jangan marah ya!. Yang penting aku sudah ada di sini untuk memberimu kejutan!.” Dengan senyuman Zahra akhirnya Lu Chen luluh dan memilih tak ingin beradu argumen lagi dengan kekasihnya. Karena rasa rindunya telah terobati dengan hadirnya Zahra saat ini. Dan Zahrapun memilih menginap malam itu di apartemen Lu Chen dengan menempati kamar tamu yang ada sebelum dirinya pindah ke mansion Jessica.
__ADS_1