Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Jackson & Aaron Lu


__ADS_3

Ruang Meeting Hotel X


Zahra beserta Xiao Feng tengah melihat beberapa rekaman CCTV yang diberikan pihak keamanan Hotel X. Di rekaman tersebut terlihat jelas seorang pria berbaju hitam seperti crew yang bertugas masuk menerobos bodyguard Lu Chen dan dengan sengaja mendorong Lu Chen dari panggung. Namun sayangnya orang tersebut menggunakan masker dan topi yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Dan setelah kejadian itu, lelaki itu menghilang diantara kerumunan beberapa crew dan tamu undangan yang hadir di acara tersebut.


Hasil dari penyelidikkan di video tidak dapat dijelaskan siapa dirinya, dan sepertinya lelaki asing itu sengaja menghindari CCTV agar tak dapat dilacak keberadaannya. Dan pihak hotel tak dapat menjanjikan hasil yang lebih dari ini kepada Zahra maupun Xiao Feng.


Zahra dan Xiao Feng hanya pulang dengan hasil yang nihil dari pencarian ini. Namun Xiao Feng beserta crew tidak akan patah semangat dalam menindaklanjuti kasus ini. Xiao Fengpun berpesan kepada Zahra agar juga menjaga dirinya, karena bisa kapan saja dirinya ikut diserang karena gosip yang tersebar. Dan setelah pertemuan ini dengan pihak hotel, Zahrapun diantar pulang oleh Xiao Feng sampai di rumahnya.


“Xiao Feng!. Terima kasih!.” (bahasa inggris) Ucap Zahra yang telah diantarkan pulang olehnya.


“Sama-sama, aku tahu kau sedang lelah!. Berisitirahatlah!. Dan jangan sering membaca berita maupun sosial media!. Kau tahu terkadang berita sering di lebih-lebihkan!. Baiklah!. Sampai Jumpa!.” (bahasa inggris) Kalimat terakhir Xiao Feng agar semangat menjalani harinya.


Selepas kepergian Xiao Feng, Zahrapun melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah orang tuanya.


Terdengar samar-samar suara beberapa orang yang sedang tertawa. Zahra juga menangkap suara lelaki yang sangat familiar baginya dari dalam rumahnya. Kala itu waktu menunjukkan pukul 8 malam, pikirannya saat ini tertuju kepada siapa tamu yang berkunjung ke rumahnya pada malam hari. Sedang biasanya, keluarganya jarang menerima tamu di malam hari dan Zahrapun mulai membuka pintu rumahnya dengan perlahan.


Dan Zahrapun tercengang dengan kekasihnya Lu Chen yang sedang asik mengobrol dengan kedua orang tuanya.


“Zahra?. Kamu sudah pulang nak?.” Sapa Bu Mirna kepada Zahra anaknya.


“Ini Lu Chen datang mau jenguk Ayah sama Ibu. Kamu memang gak tahu?.” Tanya Pak Sulam karena bingung dengan ekspresi Zahra yang terkejut melihat Lu Chen.


“Bagaimana kamu bisa ada di sini?.” Tiba-tiba saja Lu Chenpun ditarik tangannya agar menjauh dari ke dua orang tua Zahra.


“Kamu tahu media sedang gempar dengan berita kita?. Bagaimana bisa kamu keluar rumah?.” Zahra yang sangat mengkhawatirkan Lu Chen saat itu.


“Kamu pasti sudah tahu berita yang sedang trending saat ini?.” Zahra yang masih bertanya panjang kali lebar kepada Lu Chen tanpa memberi celah sedikitpun untuk Lu Chen menjelaskan. Hingga iapun menutup bibir Zahra dengan bibirnya, dan hal itu lagi-lagi mengejutkan Zahra apalagi hal itu dilakukan di rumah orang tuanya. Untung saja saat itu Ayah dan Ibunya sedang berada di ruang tamu.

__ADS_1


“Kamu pikir ini rumahmu?. Kamu bisa seenaknya melakukan itu?.” Zahra yang kesal dengan perlakuan Lu Chen yang mulai sering main sosor tanpa permisi itu.


“Tapi kamu suka kan?.” Goda Lu Chen, dan dibalas dengan cubitan maut Zahra.


“Aww!. Kenapa sih kamu kalau nyubit sakit banget?. Sakit tahu!.” Lu Chen yang tengah merasakan rasa sakit karena cubitan maut Zahra.


“Makanya kalau melakukan sesuatu itu berpikir dahulu!.” Kesal Zahra.


“Ya abisnya kamu ngocehhh terus mirip terompet tahun baru!.” Ucap Lu Chen yang menyamakan Zahra dengan terompet tahun baru.


“Issshhh nih orang!.” Zahra kemudian memukul gemas dada bidang Lu Chen.


Setelah pergulatan mereka akhirnya Lu Chen menjelaskan kedatangannya ke rumah Zahra. Saat ini Lu Chen tiba-tiba sangat merindukan Zahra. Selepas perhelatan kemarin malam. Lu Chen tak sempat bertemu dengan kekasihnya itu, karena kejadian di backstage yang telah menimpanya. Sejak itu Lu Chen seperti tawanan rumah yang tidak boleh melakukan apapun oleh Pamannya, sedang besok siang dia sudah harus pergi meninggalkan Jakarta.


Akhirnya Lu Chen memutuskan pergi dengan bantuan Mr. Lucas. Dia mengirimkan asistennya untuk membantu Lu Chen keluar dari rumahnya. Dengan baju rumah seadanya dan sepasang sendal jepit, Lu Chen akhirnya berhasil kabur dari para bodyguard yang ditugaskan Aaron.


“Eh nak Lu Chen, ayo di makan makanannya!. Bapak sengaja masak buat kita. Ayo Zahra bantu Ibu bawain piringnya di dapur!.” Ajak Pak Sulam yang sudah menyiapkan makan malam untuk menunggu Zahra.


“Kata Ibu, kamu baru sampai 10 menit yang lalu?.” Tanya Zahra.


“Yah, kamu lihat aku tak membawa apapun bahkan kendaraan.” Ungkap Lu Chen yang memang kemari di antar oleh anak buah Mr. Lucas.


“Ingat!. Setelah makan kamu harus pulang!. Aku tak mau tetangga memergokimu sedang ada di rumahku!.” Bisik Zahra yang tak ingin kedua orang tuanya mendengar percakapan mereka.


“Baiklah sayang!. Tapi berilah aku sedikit waktu untuk bisa bersama denganmu walau hanya sebentar.” Pinta Lu Chen yang lagi-lagi bersikap seperti anak kecil yang meminta perhatian.


***

__ADS_1


Mansion Keluarga Lu


“Kak, bagaimana kabarmu?.” (bahasa mandarin) Tanya Aaron kepada Jackson yang sedang menyeruput tehnya di halaman belakang.


“Yah beginilah keadaanku, kau bisa lihat sendiri Aaron.” (bahasa mandarin) Jawab Jackson.


“Kedatanganku kemari adalah untuk berpamitan denganmu, Kak. Siang ini aku dan Lu Chen akan kembali ke Beijing.” (bahasa mandarin) Ungkap Aaron yang pamit pada Jackson.


“Di mana anak itu?.” (bahasa mandarin) Tanya Jackson yang tidak melihat kehadiran Lu Chen.


“Dia sedang bersiap-siap bersama crew yang lain untuk ke bandara. Hanya aku yang bisa menyempatkan diri untuk berpamitan kepadamu.” (bahasa mandarin) Alasan Aaron untuk menutupi kebenaran.


“Kau tidak perlu menutupinya Aaron, aku tahu ia memang tak ingin bertemu denganku.” (bahasa mandarin) Jackson yang mengerti kebohongan Aaron saat itu.


“Sudahlah Kak, aku akan berusaha agar ia bisa memenuhi janjinya. Tapi berikan ia sedikit ruang untuk berpikir, dan biarkan ia menyelesaikan beberapa sisa kontraknya denganku.” (bahasa mandarin) Janji Aaron kepada Jackson.


“Pastikan kau menepatinya Aaron!. Karena aku tidak memiliki banyak waktu.” (bahasa mandarin) Pinta Jackson yang bisa kapan saja meninggalkan dunia ini.


Aaron tahu bahwa Jackson memiliki tubuh yang lemah sejak dirinya masih muda, dan iapun tahu Jackson sangat mengharapkan seseorang yang dapat meneruskan usaha keluarga untuk menggantikannya. Untuk itu iapun ikut membantu dalam mendidik dan membesarkan Lu Chen yang sudah ia anggap seperti anaknya. Ia mengajarkan Lu Chen berbagai hal, termasuk manajemen bisnis. Namun satu hal yang dia tahu, bahwa Lu Chen tidak memiliki minat di bidang tersebut. Aaronpun hanya bisa mencoba mendekati Lu Chen dengan menggali bakat lainnya dari Lu Chen untuk membantu karirnya. Entah apa yang harus ia lakukan untuk membujuk Lu Chen nantinya, ia belum memikirkan hal tersebut.


Dan hari itupun Lu Chen beserta crew Light Entertainment yang lain telah kembali ke Beijing pada siang harinya. Sedang Zahra beserta dua sahabatnya yang lain belum dapat kembali ke Beijing karena masih harus menyiapkan beberapa orderan untuk perayaan akhir tahun.


 


Author


***Bagaimana kisah Zahra dan Lu Chen selanjutnya? ***

__ADS_1


 


__ADS_2