Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Lu Chen VS Robby Lu


__ADS_3

Acara Launching Brand GG Group berlangsung dengan lancar, tiba saatnya Lu Chen sebagai Brand Ambassador GG Group tampil di catwalk untuk memamerkan koleksi terbaru milik GG Group yang dirancang oleh Zahra. Lu Chen terlihat sangat elegan dengan stelan jas hitam bermotif bunga itu, sesuai dengan tema Zahra yaitu “Floral”. Ditambah pesona seorang Lu Chen yang menambah kesan mewah dari busana rancangan Zahra itu.



 Kemudian tibalah saatnya Jiang Xi untuk tampil menyambut para tamu yang hadir di acara Launching Brand GG Group tersebut. Jiang Xi memperkenalkan Lu Chen sebagai Brand Ambassador dan Zahra yang merupakan Designer utama dalam Launching Brand kali ini.


Wartawan langsung mengabadikan moment berharga ini sebagai bahan berita mereka. Karena yang mereka tahu Lu Chen adalah anak kandung dari Jiang Xi, dan Zahra yang dikabarkan sedang dekat dengan Lu Chen merupakan Designer utama dari perusahaan Jiang Xi. Ini bisa dikatakan mereka memiliki kedekatan khusus dan tidak dapat dipungkiri bahwa Lu Chen dan Zahra adalah sepasang kekasih.


***


Acarapun selesai dengan lancar, Zahra dan tim bersiap-siap akan pulang. Zahra, Jessica, Amber dan Robby membantu membereskan area back stage bersama.


“Akhirnya, acara selesai juga ya? Syukurlah!.” Zahra merasa bersyukur perjuangannya bersama timnya selesai akhirnya.


“Masih awal Ra! ‘Kan masih dua tahun lagi kontraknya?." Amber mengingatkan sahabatnya itu, kalau kontraknya dengan GG Group masih 2 tahun.


“Yang penting kan, apa yang kita harapkan sudah tercapai. Yaitu menembus pasar mancanegara. Bener gak? kita harus buktiin kalau kita bisa!.Ya gak?.” Jessica memberikan semangat kepada kedua sahabatnya untuk tetap berjuang sampai akhir.


Di saat mereka berkemas datang Xiao Feng manajer Lu Chen, yang meminta Zahra setelah selesai agar segera ke parkiran VIP.


“Oh, baiklah aku segera selesaikan dahulu pekerjaanku di sini.” Zahra meminta Xiao Feng agar menunggunya menyelesaikan pekerjaannya. Dan di sela-sela pekerjaannya Lu Chen datang dan menawarkan bantuan. Sepertinya Lu Chen sudah tidak sabar menunggu Zahra dan memilih menjemputnya sendiri.


“Apa pekerjaanmu belum selesai? Aku akan membantumu. Karena kakimu pasti masih sakit?.” Lu Chen khawatir dengan kaki Zahra yang masih terkilir itu.


Di sisi lain ada pria yang menahan cemburu melihat interaksi ke dua insan tersebut. Robby tak menyangka ternyata Zahra bisa lembut dengan lelaki. Karena selama ini yang dirinya tahu, Zahra tidak pernah lembut dengan lelaki manapun. Kini yang Robby lihat, Zahra dapat tersenyum lepas kepada Lu Chen.


“Hai Ra! Kenapa kalian bertiga tidak bareng aku saja sekalian?. Karena rumah kita searah kan? Kamu tahu apartemen Lu Chen jaraknya sangat jauh dari mansion Jessica?.” Robby menawarkan Zahra dan ke dua temannya itu agar mau ikut kendaraannya.


“Benarkah itu? Ide bagus sepertinya Ra!.” Amber mengiyakan ajakan dari Robby, namun langsung di tolak oleh Jessica, sembari mengkodekan Amber, kalau dirinya tidak boleh mengganggu acara Lu Chen dan Zahra.

__ADS_1


“Sstt..! Sepertinya mobil Robby sudah cukup penuh dengan adanya aku dan Amber. Ditambah ada barang-barang yang harus kami ikut bawa. Tak mungkin muat kalau harus ditambah satu penumpang lagi. Lebih baik Zahra bersama dengan Lu Chen saja, iya ‘kan Rob?.” Jessica berusaha agar Robby mengerti dengan situasi, walaupun sebenarnya ia tahu Robby punya tujuan yang sama dengan Lu Chen. Namun untuk saat ini Jessica lebih memilih sahabatnya bersama dengan Lu Chen.


“Oh, benarkah?.” Sambil menyunggingkan senyum terpaksanya ke arah Lu Chen dan Zahra.


“Ah, untuk urusan pekerjaan sisanya biar kami saja yang melakukan. Kamu dan Lu Chen duluan saja! Lagipula kakimu sedang sakit Ra!. Sudah sana!. Lu Chen aku titip sahabat aku yang cantik ini ya!.” Jessica mengedipkan matanya ke arah Lu Chen,dengan maksud agar Lu Chen setuju dengannya.


“Kalian tenang saja, aku pasti akan mengantarkannya tanpa lecet sedikitpun. Karena dia terlalu berharga untuk disakiti.” Lu Chen kembali mengedipkan matanya ke arah semua, dan tak lupa menatap tajam ke arah Robby seakan mengisyaratkan bahwa Zahra adalah wanitanya.


Zahrapun mengikuti langkah Lu Chen menuju area parkir belakang, namun di saat berjalan kaki Zahra kembali sakit dan seketika oleng ke kiri dan hampir terjatuh. Namun Robby berhasil menangkapnya kali ini.


Di saat yang sama Lu Chen melihat Zahra dengan posisi yang sangat dekat dengan Robby. Sontak merasa cemburu, Lu Chen langsung menarik tangan Zahra dari genggaman Robby. Namun Robby seolah tak ingin melepasnya. Robby dan Lu Chen saat itu saling memandang dengan tatapan permusuhan.


“Bisakah kau melepasnya? Dia terlihat kesakitan.” Lu Chen meminta Robby untuk melepaskan genggaman tangannya terhadap Zahra. Namun Robby tak kunjung melepasnya. Hingga akhirnya Zahra terlihat kesakitan karena genggaman tangan Robby, dan mencoba menariknya. Robbypun meminta maaf kepada Zahra atas tindakannya saat itu, karena rasa cemburu yang besar membuat Robby menjadi egois dan tak memperdulikan Zahra yang terlihat kesakitan.


Lu Chen menarik tubuh Zahra ke arahnya agar menjauh dari Robby. Lu Chen dan Zahrapun pergi dari hadapan Robby beserta kedua sahabat Zahra. Di sepanjang jalan Zahra menatap Lu Chen dengan penuh tanda tanya. Di pikirannya saat ini adalah mengapa sifat Lu Chen terhadap Robby seperti itu?. Apa hubungan keduanya?. Apa mereka saling mengenal?. Entahlah? Mungkin suatu saat dia akan mendengar jawabannya sendiri dari mulut Lu Chen.


“Hayah!! Kamu bodoh banget sih Ra! Memangnya sedekat apa kamu sama Lu Chen?. Sampai Lu Chen mau bicara soal privasinya?. Pede banget sih kamu?.” Bathin Zahra merasa tidak yakin kalau Lu Chen mau menceritakan masalah pribadi kepadanya.


“Eh maaf aku tidak sengaja, aku melamun. Mungkin karena aku terlalu lelah.” Zahra menjelaskan bahwa dirinya tidak menyadari kalau sedari tadi tangannya itu masih menggenggam tangan Lu Chen. Padahal yang sebenarnya adalah Lu Chenlah yang menggenggam tangannya.


“Xiao Feng! Bisa kau tepikan mobil ini di pinggir sungai itu?.” Lu Chen meminta Xiao Feng agar berhenti terlebih dahulu, agar ia punya waktu berbicara kepada Zahra.


Begitu mobil itu menepi, Lu Chen meminta Xiao Feng agar keluar dari mobil. Kemudian  Lu Chenpun membuka pembicaraan terlebih dahulu kepada Zahra.


“Bukan kamu yang menggenggam tangan ini, tapi aku yang menginginkannya. Dan aku dalam keadaan sadar melakukan itu. Apa kamu keberatan? Hhmm?.” Lu Chen mulai berbicara dengan intim kepada Zahra.


“Apa? Maksud kamu?.” Zahra tetap pada pendiriannya, berpura-pura tidak mengerti.


“Apa masih kurang jelas dengan sikapku Bunga?. Aku cuma ingin lebih dekat denganmu. Dan membuktikan kalau permohonanku waktu itu benar-benar serius.” Lu Chen berusaha meyakinkan Zahra agar dia mau menerimanya menjadi kekasihnya.

__ADS_1


“Lu Chen, bukannya aku tak mau percaya. Hanya saja ini semua terlalu mendadak dan…” Belum juga Zahra menyelesaikan pembicaraannya Lu Chen sudah menutup rapat-rapat bibir Zahra dengan bibirnya. Sontak membuat Zahra tak bisa berkata-kata lagi. Dia bingung harus berkata apa? Karena jujur ini pertama kalinya dirinya merasakan sentuhan dari seorang pria.


Lu Chenpun memegang tangan Zahra kembali dengan penuh kelembutan.


“Bunga, aku sudah menyukaimu dari sepuluh tahun yang lalu apa kamu percaya? Akupun awalnya tidak percaya, namun begitu melihatmu saat di kompetisi lalu. Membuatku semakin yakin bahwa aku menyukaimu, terlepas kamu percaya atau tidak?. Bahwa kamulah alasanku mau menjadi Brand Ambassador di GG Group. Percayalah!.” Lu Chen mengungkapkan seluruh perasaannya kepada Zahra.


DEG


Zahrapun meneteskan air matanya, karena ia tak menyangka bahwa lelaki yang ia kagumi selama sepuluh tahun ini. Ternyata juga menyukainya, karena selama ini ia menyangka bahwa dirinya bertepuk sebelah tangan.


“Aku tak tahu harus berkata apa? Tapi aku masih butuh waktu, untuk memberikan jawaban. Maafkan aku Lu Chen, ku mohon!.” Entah mengapa hati Zahra masih merasa ragu untuk menjawabnya, walaupun sebenarnya hatinya sudah tak karuan menerima pernyataan cinta Lu Chen.


“Baiklah, mungkin untuk mendapatkanmu tak semudah itu. Karena seperti dugaanku kamu bukanlah gadis biasa yang ku kenal. Aku akan menunggumu memantapkan hati untuk bisa menerimaku. Tapi ku mohon sebelum kamu memberikanku jawaban, jangan pernah kamu dekat dengan lelaki selain diriku. Karena aku tak bisa melihatmu berdekatan dengan lelaki lain, itu sungguh berat untukku. Bisakah?.” Lu Chen berharap Zahra mengabulkan persyaratannya itu, agar dirinya tidak gelisah sepanjang penantian mendapatkan jawaban.


Zahrapun mengiyakan persyaratan dari Lu Chen, karena Zahrapun yakin tidak akan ada lelaki lain yang bisa mendekatinya dengan mudah. Setelah pembicaraan itu, Lu Chen mengantarkan Zahra sampai di depan mansion Jessica dengan selamat.


***


Selepas kepergian Lu Chen hari itu, membuat Zahra tak bisa tenang ia merasa berhutang sebuah jawaban. Ingin rasanya segera menjawab pertanyaan Lu Chen, yang sebenarnya ia sudah memiliki jawaban, hanya saja dirinya masih ragu. Pabila melihat dari background seorang Lu Chen yang merupakan idol terkenal dan juga anak dari pengusaha kaya raya, yang sangat tidak sebanding dengannya. Dan iapun ingat dengan janji dirinya kepada Jiang Xi, untuk tidak memiliki hubungan spesial dengan Lu Chen. Sungguh keputusan yang sangat sulit untuk diambil.


Di tengah kegelisahannya, Lu Chenpun tak pernah menghubungi Zahra, sejak pertemuan mereka terakhir seminggu lalu. Lu Chen seolah-olah hilang tanpa kabar, membuat Zahra merasa dipermainkan dengan pernyataan cinta Lu Chen saat itu.


“Apakah ia hanya ingin bermain denganku?.” Bathin Zahra.


 


Author


Hayo guys, apa yang terjadi sama Lu Chen?

__ADS_1


 


__ADS_2