Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Robby Dalam Bahaya


__ADS_3

Club Malam XXX


“Robby!. Akhirnya setelah sekian lama kita bertemu kembali!.” Sapa seorang wanita cantik yang ada di Club Malam tersebut.


“Hai Misca!. Apa kabar?. Lama tak bertemu.” Sapa Robby kembali.


“Kenapa kamu sendirian?. Tumben?.” Ucap wanita yang bernama Misca tersebut.


“Aku sekarang lebih nyaman datang kemari sendirian.” Jawab Robby sembari menenggak minuman keras yang ada di tangannya.


“Mau aku temani?.” Misca yang menawarkan dirinya untuk menemani Robby minum.


“Boleh, bila kau tak keberatan.” Jawab Robby yang terlihat mulai mabuk.


Di kejauhan terlihat seorang wanita yang menatap Robby tanpa berkedip. Dialah Niki artis cantik yang merupakan istri dari Paman Robby, Jackson Lu.


“Rupanya mangsaku ada di sini dan aku melihatnya sudah terlihat mabuk. Ini kesempatan untukku.” Niki yang memasang tatapan liciknya dikala melihat Robby.


Niki pun berjalan mendekati Robby yang sedang bersama seorang wanita.


“Hai Robby, masih ingat denganku?.” Sapa Niki kepada Robby.


“Hai tante.” Robby yang menjawab sapaan Niki.


“Hai wanita!. Bisakah kau menyingkir!. Dia adalah keponakanku!.” Niki yang meminta Misca untuk pergi dari sisi Robby dengan kasar.


“Oh ok baiklah!. Dia milikmu!.” Misca yang akhirnya mengalah kepada Niki karena tak berani melawan dirinya yang merupakan seorang artis.


Dan selang kepergian Misca, Niki pun mulai melancarkan aksinya mendekati Robby yang sudah terlihat mabuk. Niki menuangkan minuman berkadar alkohol paling tinggi agar Robby tak sadarkan diri. Dan iapun berhasil membuat Robby roboh seketika, lalu iapun mulai membopong Robby untuk keluar dari Club malam dan hendak menggiringnya ke kamar hotel.


Sampai di lobby Niki menggiring Robby masuk ke dalam mobilnya, namun siapa sangka ada seorang wanita yang melihat aksi bejatnya itu. Wanita itu adalah Amber yang kebetulan hendak masuk ke Club malam tersebut.


“Sepertinya aku mengenal wanita itu dan Robby?. Mau ke mana mereka?.” Dan langsung jiwa detektif Conan Amber bereaksi, iapun bergegas menjalankan mobilnya kembali lalu membuntuti ke mana perginya Robby dan Niki.


Dan tak berapa lama mobil Niki berhenti di depan sebuah hotel yang berada tak jauh dari Club malam. Amber pun mulai memperhatikan gerak-gerik dari Niki dan Robby yang keluar dari mobil. Terlihat sekali Robby sedang dalam keadaan yang tidak sadarkan diri tengah di bopong masuk oleh Niki menuju hotel tersebut.


“Aku yakin ada yang gak beres di sini!. Pasti wanita itu melakukan aksi mesumnya dengan Robby. Aku tahu Robby gak mungkin macam-macam sama wanita!.” Gumam Amber yang yakin bahwa Robby tengah dijebak oleh Niki.


Amber kemudian mulai mengikuti mereka masuk ke dalam hotel.


Di dalam kamar hotel, Niki yang mulai merebahkan Robby di atas tempat tidur kemudian membuka bajunya satu persatu. Namun tak berapa lama aksinya untuk merayu Robby di depannya, tiba-tiba saja pintu kamarnya di dobrak oleh Amber.

__ADS_1


“BrAkkK!!.” Suara pintu yang dibuka paksa.


“Hei wanita mesum!. Lepaskan Robby!.” Amber yang menatap Niki dengan tatapan nyalang nya.


“Mau apa kau?. Kau berani mencampuri privasiku?.” Niki yang menatap dengan penuh amarah ke arah Amber saat itu.


“Dasar wanita jal**g!.” Teriak Amber.


“PlaAkk!!.” Amber yang menampar pipi Niki lalu membawa Robby keluar dari kamar hotel tersebut.


“Tunggu!. Apa yang kau lakukan?.” Niki yang masih tak terima dengan Amber yang membawa Robby pergi.


“Diam saja tante!. Kalau aku tak ingat jika dirimu adalah seorang artis dan juga istri dari ayahnya Lu Chen. Aku sudah laporkan dirimu ke polisi!. Minggir!.” Tegas Amber yang tak ingin Niki menghalangi jalannya.


“Dasar wanita gila kau!.” Niki yang mengoceh panjang kali lebar setelah melihat Amber pergi membawa Robby keluar kamar hotelnya.


***


Kantor GG Group 


Zahra yang sedang sibuk dengan laptop di depannya dikagetkan dengan sebuah panggilan dari ponselnya.


“Ya halo Jess!. Ada apa menelpon ku?.” Jawab Zahra kepada Jessica yang menelponnya.


“Ya ampun Zahra!. Kamu gak kangen sama aku?. Kita kan udah gak ketemu hampir satu minggu. Masa gak kangen?.” Tanya Jessica di seberang telponnya namun tak berapa lama suara Jessica seperti berada di dekatnya dan benar saja Jessica tiba-tiba muncul di hadapannya.


“Tada!!.” Teriak Jessica untuk mengejutkan Zahra.


“Ya ampunn!!. Kamu bikin aku kaget aja!. Dari kapan ada di sini?.” Tanya Zahra yang bingung dengan Jessica yang tiba-tiba saja berada di hadapannya.


“Ini baru saja!. Aku kangen sama kamu, Ra!.” Jessica yang kemudian memeluk erat sahabatnya Zahra.


“Maaf ya!. Gak bisa nemenin kamu saat kamu baru sampai di Beijing dan sampai hari ini. Karena aku harus pergi berlibur bersama Jiazhen.” Maaf Jessica kepada Zahra karena tak dapat menemaninya selama sepekan di Beijing.


“Tidak apa-apa!. Aku mengerti Jess!.” Zahra yang kembali memeluk Jessica.


“Apa kamu pergi bersama Lu Chen?.” Tanya Jessica sambil memicingkan matanya ke arah Zahra.


“Sudah tahu masih tanya?.” Jawab Zahra yang tak ingin Jessica bertanya lebih dalam.


“Coba aku lihat dirimu, apakah ada yang berbeda?. Karena aku tidak percaya Lu Chen seratus persen. Aku tahu bagaimana posesifnya dia terhadapmu!.” Jessica yang mulai memperhatikan setiap inchi tubuh Zahra dan benar saja ia menemukan sesuatu yang janggal di jari manis Zahra.

__ADS_1


“Apa ini, Ra?.” Tanya Jessica sembari mengangkat jari kiri Zahra.


“Oh itu kejutan dari Lu Chen untukku.” Zahra yang menjawab dengan tersipu malu.


“Wow!. Ternyata Lu Chen sangat serius kepadamu. Aku tak menyangka!. Aku turut bahagia sayang!.” Jessica yang kembali memeluk sahabatnya karena ikut merasakan kebahagiaan Zahra.


“Kapan rencananya?. Aku sudah tidak sabar!. Aku janji akan membuatmu cantik di hari itu!.” Ucap Jessica yang sangat antusias dengan hari bahagia Zahra dan Lu Chen.


“Aku belum tahu, karena masih banyak yang harus kami selesaikan. Doakan saja!.” Zahra yang menjawab pertanyaan Jessica sembari membuang nafasnya kasar.


“Kenapa harus berlama-lama?. Kalian kan sudah dewasa, kalian saja yang memutuskan itu sudah cukup!.” Ucap Jessica yang tak ingin sahabatnya itu menunda lama.


“Tak semudah itu Jess, kau tahu Lu Chen itu siapa?.” Zahra yang lagi-lagi berat dengan jawabannya.


“Ya sudah!. Aku selalu berdoa untuk kalian berdua. Semoga lancar sampai hari bahagia kalian nanti!.”


Jessica saat itu datang ke kantor dengan maksud untuk membantu Zahra dalam pekerjaannya, karena Jessica seperti biasa akan menjadi asisten Zahra untuk mendampinginya saat di Beijing. Dan hari itupun Jessica secara resmi bergabung kembali di GG Group sebagai asisten Zahra untuk hal apapun.


Mereka mulai disibukkan untuk menyelesaikan project Zahra yang ada di Beijing setelah selesai di Indonesia. Dan selepas project ini selesai Zahra dapat melanjutkan usahanya yang ada di Indonesia.


***


“Tillttt!.” Tiilltt!.” Jam weaker berbunyi.


Sebuah tangan meraih jam weaker yang berbunyi lalu bergerak mematikan jam weaker tersebut. Nampak Robby yang meregangkan tubuhnya kemudian menutup sebagian matanya yang terkena sedikit sinar matahari yang menyilaukan.


Robby melihat ke arah jam digital miliknya dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Robby pun langsung bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian menuju ke arah kamar mandi untuk segera membersihkan diri karena dirinya sudah sangat terlambat masuk ke kantor.


Tak berapa lama kemudian ia mengganti bajunya dengan baju formal yang ada di lemari miliknya. Setelah berganti pakaian Robby beralih ke meja yang ada di dekat lemari untuk mengambil jam tangan mahalnya. Dan tak sengaja dirinya menemukan sepucuk surat di atas meja tersebut.


Jangan pernah ke Club Malam sendirian lagi!


Sekarang sudah tidak aman untukmu


Aku pergi dulu! 


-Amber-


Robby yang sekilas mengingat bagaimana dirinya ada di club malam dan bertemu dengan rekan modelnya Misca dan tak lama ia bertemu dengan Niki, tantenya, istri dari Pamannya Jackson. Dan setelah itu ia tak ingat apa-apa lagi dan tiba-tiba ia sudah berada di tempat tidur miliknya. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tapi otaknya sulit untuk mengingat kejadian itu.


“Apa yang terjadi semalam?. Mengapa aku bisa tidak mengingatnya?.” Gumam Robby sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2