
Matahari mulai meninggi tanda hari sudah menjelang pagi hari, Zahra pun membuka matanya perlahan dan mulai meregangkan tubuhnya di atas tempat tidur. Di saat ia meregangkan tubuhnya tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan sebuah tangan yang memeluknya dari belakang. Tangan itu adalah tangan Lu Chen yang memeluk dirinya diam-diam di malam hari saat Zahra tertidur.
“Lu?.” Panggil Zahra kepada kekasihnya yang masih tertidur di sampingnya.
“Hhhmm.. masih sangat pagi jangan bangunkan aku.” Ucap Lu Chen yang masih ingin menikmati tidurnya karena lelah semalaman begadang.
“Baiklah, kamu kembalilah tidur.” Zahra yang kemudian mencoba bangun dari tempat tidurnya. Namun tubuhnya ditarik kembali oleh Lu Chen dan didekap erat olehnya persis seperti memeluk guling.
“Mau ke mana?. Tetap di sini bersamaku!.” Lu Chen yang tak ingin Zahra pergi darinya.
“Aku harus membuat sarapan. Kamu tahu ini sudah pagi.” Sambil mencoba melepaskan pelukan Lu Chen.
“Tidak perlu, di sini saja bersamaku.” Ucap Lu Chen yang masih dalam keadaan memeluk Zahra dengan mata yang tertutup.
“Baiklah!.” Akhirnya Zahra mengalah dan memilih menemani Lu Chen tidur.
Dan tak lama kemudian Lu Chen pun kembali terlelap dan perlahan mulai merenggangkan pelukannya kepada Zahra. Hal itu langsung dimanfaatkan Zahra untuk terlepas darinya. Zahra pun bangkit dari tempat tidur dan membenarkan posisi tidur Lu Chen lalu menyelimutinya kembali.
Iapun bergegas ke arah dapur milik Lu Chen dan mencari bahan makanan yang dapat dijadikan menu sarapan. Setelah dicari akhirnya ia menemukan telur, mentega dan beberapa bahan sayuran yang tersisa. Zahra pun berpikir untuk membuatkan omelette untuk menu sarapan pagi ini.
***
Matahari semakin memperlihatkan sinarnya disiang hari dan sinarnya mulai menembus jendela kamar Lu Chen hingga membuat dirinya terbangun. Iapun mulai mencium bau harum masakan dari luar kamarnya.
Lu Chen mulai meregangkan tubuhnya dan kemudian segera bangkit dari tempat tidurnya.
Zahra saat itu tengah merapihkan meja makan dan menyiapkan minuman jus buatannya. Ia menuangkan minuman jus tersebut di dua gelas yang disiapkan untuknya dan juga Lu Chen. Lagi-lagi ia dikejutkan dengan tangan Lu Chen yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Lu Chen lalu mencium tengkuk lehernya yang seketika membuat Zahra merinding karena geli.
“Sedang apa?.” Tanya Lu Chen.
“Menyiapkan sarapan kita.” Jawab Zahra yang kemudian melepaskan pelukan Lu Chen.
“Hhmm sepertinya lezat.” Lu Chen yang mencium aroma masakan Zahra dan kemudian beralih menduduki kursi makan.
“Oh ya sayang, siang ini aku ada jadwal mengisi acara di stasiun TV swasta. Apa kau bisa ikut bersamaku?.” Ajakan Lu Chen kepada Zahra agar dapat ikut dengannya ke sebuah acara.
“Kamu tahu saat ini dirimu sedang trending di berita?. Apa yang akan orang pikirkan tentangku yang tiba-tiba pergi bersamamu?.” Ucap Zahra yang ragu-ragu dengan ide Lu Chen.
“Kamu bisa mengatas namakan pekerjaan dengan ini?. Lagipula kamu itu kan designer ku?. Benar tidak?.” Lu Chen yang lagi-lagi mengusulkan ide gilanya kepada Zahra.
“Tapi kamu tahu foto kita sudah tersebar, bagaimana bila orang lain membahas itu lagi?.” Masih dengan ragu-ragu Zahra menanggapi ide gila Lu Chen.
“Sudahlah percaya padaku Bunga. Aku akan pastikan tidak akan ada yang mengusik dirimu. Lagipula para crew TV itu dapat menjaga rahasia rapat-rapat. Mereka berbeda dengan para pemburu berita yang kamu lihat. Ok?.” Sekali lagi Lu Chen meyakinkan Zahra agar menuruti permintaannya.
“Baiklah.” Akhirnya Zahra menuruti permintaan Lu Chen untuk mengikutinya syuting.
***
__ADS_1
“Bo!. Kau sudah sampai parkiran?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada manajernya melalui ponsel miliknya.
“Aku sudah sampai.” (bahasa mandarin) Jawab Bo.
“Baiklah aku akan segera ke sana.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen sambil berjalan bersama Zahra menuju lift apartemennya.
Tak lama merekapun sampai di parkiran mobil, dan Bo pun terkejut dengan Lu Chen yang membawa serta Zahra untuk masuk ke dalam Van nya.
“Siapa dia Lu Chen?.” (bahasa mandarin) Tanya Bo.
“Dia designer ku Zahra.” (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen kepada Bo tanpa bermaksud menyembunyikan identitas Zahra yang sebenarnya.
“Hai, aku Zahra. Senang berkenalan denganmu Bo.” (bahasa inggris) Sapa Zahra kepada manajer Lu Chen.
“Aku, Bo. Maaf aku tak pandai berbahasa asing.” (bahasa inggris) jawab Bo yang menerangkan bahwa dirinya tak berbahasa asing.
“Tak apa-apa.” (bahasa inggris) Jawab Zahra yang tak mempermasalahkan itu.
Merekapun pergi bersama menuju TV swasta di mana Lu Chen akan mengisi acara di sana. Sesampainya di sana Lu Chen beserta Zahra dan Bo digiring menuju ruang ganti artis oleh crew TV yang bertugas.
Semua crew yang bertugas memandang kecantikan Zahra tanpa berkedip, mereka seperti melihat seorang artis papan atas yang sedang berjalan beriringan dengan Lu Chen. Pasalnya memang Zahra sangatlah cantik dengan wajah oriental nya, kulit putih bersih, rambut panjang terurai dan body semampai nya membuat dirinya nampak seperti selebriti.
Hingga sebuah teriakkan yang memanggil namanya terdengar dari kejauhan menghentikan tatapan yang mengarah kepadanya dan berpindah ke arah wanita yang memanggilnya. Ya, dialah Sunny Chen rekan duet Lu Chen yang memanggil namanya dari kejauhan.
“Zahra!.” Panggil Sunny Chen sambil berjalan ke arahnya.
“Aku baik, kamu?.” Tanya balik Sunny.
“Aku baik.” Jawab Zahra.
“Bagaimana kamu bisa di sini?.” Tanya Sunny yang sedikit berbisik kepada Zahra, karena takut crew TV mendengarnya.
“Lu Chen memaksaku seperti biasa.” Zahra yang sedikit memaksakan senyumnya ke arah Sunny Chen.
“Zahra!. Ayo!.” Panggil Lu Chen agar Zahra mengikutinya ke ruang ganti.
“Baiklah!. Nanti kita teruskan.” Ucap Zahra pada Sunny dan langsung menyusul Lu Chen.
Sesampainya di ruang ganti, Lu Chen langsung meminta Bo untuk menutup pintu ruang ganti dan tinggallah mereka bertiga di dalam ruangan tersebut.
Lu Chen langsung menarik Zahra ke sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut dan menyenderkan kepalanya di bahu Zahra.
“Diam sebentar aku masih mengantuk.” Pinta Lu Chen agar Zahra diam saja selama dia bersandar.
“Lu, ada Bo.” Zahra yang tidak enak dengan sikap Lu Chen, padahal di sana ada Bo persis dihadapan mereka.
“Lu Chen, aku keluar sebentar kalau begitu.” (bahasa mandarin) Ucap Bo yang ingin izin undur diri dari mereka berdua.
__ADS_1
“Tidak!. Kau tetap di sini saja!. Aku tidak ingin mulut orang-orang di luar sana menganggu ku.” (bahasa mandarin) Pinta Lu Chen yang tak ingin Bo keluar dari ruangannya agar tidak ada orang yang curiga dengan hubungan Zahra dan Lu Chen.
Selang beberapa saat orang make up dan wardrobe pun masuk ke ruangan dan mulai menata make up dan kostum Lu Chen. Namun Zahra meminta mereka tak perlu melakukannya, karena Zahra akan melakukan tugas make up dan wardrobe sekaligus kepada Lu Chen. Dan Zahra pun melakukan dengan sangat profesional. Zahra mulai menabuh kan make up kepada Lu Chen dan hasilnya lebih dari yang dibayangkan Lu Chen, wajah lelah dan lingkaran matanya hilang seketika berkat make up dari Zahra. Dan Zahra pun mulai memakaikan kostum panggung rancangannya kepada Lu Chen, untung saja Zahra sempat membawa beberapa kostum panggung Lu Chen yang ia siapkan dari Jakarta. Dan ternyata tidak sia-sia, ia dapat memakaikannya kepada Lu Chen hari itu.
Lu Chen sudah siap dengan tampilan menawannya untuk tampil di TV, dan iapun keluar dari ruangan dan tak sengaja berpapasan dengan Sunny Chen saat itu.
“Wah ternyata kostum kita sangat serasi!.” Teriak Sunny Chen yang melihat kostum Lu Chen yang senada dengannya. Ternyata kostum tersebut adalah kostum couple yang memang Zahra buat untuk Lu Chen dan Sunny Chen. Ia sebelumnya sudah mengirimkan stelan untuk Sunny Chen melalui Jessica sahabatnya.
“Ternyata kamu sengaja melakukannya.” Lu Chen yang berbisik ke telinga Zahra.
“Aku hanya ingin memberi surprise.” Ucap Zahra sambil menyunggingkan senyumnya kepada Lu Chen.
“Zahra!. Terima kasih!. Kamu memang yang terbaik!.” Sunny Chen yang kemudian memeluk Zahra.
“Baiklah sudah bisa GR sekarang?.” (bahasa mandarin) Tanya floor director acara tersebut kepada Lu Chen dan juga Sunny Chen.
“OK!.” Jawab Lu Chen dan Sunny Chen berbarengan.
Zahra pun menunggu Lu Chen di backstage sambil memainkan ponselnya untuk mengambil beberapa gambar Lu Chen dengan Sunny Chen yang menggunakan rancangannya.
***
Di mansion milik Mr. Feng
“Sayang, biarkan dia keluar seperti biasanya!.” (bahasa mandarin) Pinta Nyonya Feng kepada suaminya Mr. Feng.
“Kamu tidak tahu seberapa banyak ia sudah membohongiku?.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang tak ingin mengindahkan permintaan istrinya.
“Tapi kamu lihat ia tak mau makan beberapa hari ini.” (bahasa mandarin) Ungkap Nyonya Feng yang kasihan pada nasib Jia Li yang sudah seperti tahanan saja.
“Itulah hukuman yang pantas untuknya karena tak mau mendengarkan ku!.” (bahasa mandarin) Mr. Feng yang lagi-lagi menolak keras permintaan istrinya.
“Kalau kau tak ingin mendengarkan ku, aku akan berlutut sekarang juga kepadamu!.” (bahasa mandarin) Ancam Nyonya Feng kepada suaminya.
“Baiklah!. Baiklah!. Lakukan keinginanmu!. Tapi aku tak akan memberikan kesempatan kedua untuknya. Dia tetap aku awasi!. Dan tidak boleh tinggal di apartemennya. Dia boleh pergi ke manapun dia mau, tapi tetap dengan pengawasanku!.” (bahasa mandarin) Ucap Mr Feng yang tak ingin kecolongan lagi.
“Terima kasih sayang!. Kamu memang daddy yang baik!.” (bahasa mandarin) Peluk cium Nyonya Feng kepadanya karena telah menuruti permintaannya.
Dan Nyonya Feng menjadi tersenyum bahagia mendengar perkataan dari suaminya dan hendak memberitahukan hal ini kepada putri tirinya Jia Li.
Namun tidak ada yang tahu bahwa hubungan keduanya tidaklah akrab seperti yang terlihat. Jia Li kerap kali memperlakukan ibu tirinya itu seperti musuh, tapi Nyonya Feng selalu memperlakukannya sebaliknya. ia mencoba menjadi ibu yang baik untuk Jia Li di depan Mr. Feng.
Dan Nyonya Feng pun keluar dari ruangan dengan senyuman bahagianya. Namun entah mengapa senyuman itu berubah menjadi senyuman licik.
Author
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1