Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Pertolongan Mr. Feng


__ADS_3

Keesokkan harinya adalah hari di mana Lu Chen memenuhi permintaan Mr. Feng. Sekaligus untuk mencari tahu dalang dari kasus penculikkan yang terjadi kepada Zahra. Mr. Feng mengundang Lu Chen melalui Aaron Lu, karena ia tahu Lu Chen sulit untuk diberikan pengertian perihal apapun yang menyangkut Jia Li, apalagi dia tahu yang mengundangnya adalah Mr. Feng, Ayah dari Jia Li.


Mr. Feng yang hari itu datang sendiri tanpa disertai Shawn asistennya sedang menunggu di sebuah restoran mewah di pusat kota Beijing. Ia tampak menunggu kedatangan Lu Chen yang sudah 15 menit lamanya tak menampakkan diri.


Akhirnya beberapa saat kemudian Lu Chen datang ke restoran tersebut untuk memenuhi janjinya. Ia menghampiri Mr. Feng yang terlihat sedang duduk sendirian sambil menatap pemandangan dari balik jendela. Nampak terlihat gagah walau sudah memasuki kepala lima, memang penampilan tak dapat membohongi statusnya yang merupakan salah satu pemimpin mafia di Cina yang cukup ditakuti.


“Selamat Siang Mr. Feng!.” (bahasa mandarin) Sapa Lu Chen sambil merekahkan senyumannya.


“Lama tidak bertemu Lu Chen. Bagaimana kabarmu?.”  (bahasa mandarin) Mr. Feng yang menjawab sapaan Lu Chen dan mempersilahkan Lu Chen untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.


“Aku baik Mr. Feng dan bagaimana kabar anda?.”  (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kembali.


“Kau bisa lihat aku beginilah adanya.”  (bahasa mandarin) Gestur dan mimik wajah Mr.Feng yang tak pernah berubah sedari dulu, yang selalu menampakkan aura bersahabat namun penuh kehati-hatian di dalamnya.


“Sebelum itu, aku tahu pasti kau bertanya-tanya mengenai undanganku hari ini?.”  (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang langsung pada intinya.


“Sedikit mungkin aku sudah tahu maksud dari undangan anda kali ini.”  (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen yang seketika membuat Mr. Feng tersenyum simpul.


“Kau masih sama seperti dulu Lu, oleh karena itu aku selalu suka kepada dirimu.”  (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng sambil menyesap minumannya.


“Apa bisa kita mulai percakapan ini?.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen yang tidak ingin mengulur-ulur waktu dengan percakapan yang tidak penting.


“Siapa Zahra bagimu?.” (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng yang seketika membuat Lu Chen sedikit terkejut dengan pertanyaannya.


“Apa aku harus jujur?.” (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kembali ingin melihat tujuan dari Mr. Feng.


“Jika kau ingin aku membantumu tentunya.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang bisa dapat membuat Lu Chen langsung percaya dengan kata-katanya.

__ADS_1


“Zahra adalah kekasihku.” (bahasa mandarin) Jawaban Lu Chen yang membuat Mr. Feng sedikit terkejut hingga mengerutkan dahinya.


“Oh ternyata penyakitmu sudah sembuh. Aku turut bahagia untuk itu.” (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang langsung membuat Lu Chen membulatkan matanya saat itu.


Karena pasalnya tidak ada yang tahu soal penyakitnya selain Aaron dan Jiang Xi, bahkan ia menutup rapat-rapat soal penyakitnya kepada ayahnya Jackson. Oleh sebab itu Jackson hanya tahu anaknya Jason mengalami trauma karena kecelakaan yang terjadi dengan aurora dan keluarganya. Ia tidak tahu hal yang disebabkan pasca trauma itu, karena selama pasca trauma Jackson dan Jason tidak pernah tinggal satu atap.


Namun sebenarnya Mr. Feng mencari tahu soal ini lewat orang suruhannya, dan iapun menyetujui pembatalan pertunangan karena salah satunya adalah penyakit yang di derita Lu Chen. Dan demi kebaikkan anaknya sendiri, iapun menyetujui hal tersebut. Tapi mau bagaimana lagi putrinya itu tetap keras kepala dan tetap menginginkan Lu Chen sebagai tunangannya. Walaupun rasanya ingin Mr. Feng membocorkan soal penyakit yang di derita Lu Chen kepada putrinya, tapi janji yang ia buat sendiri untuk menutupi aib keluarga Lu memaksanya untuk menutupi hal tersebut dari semua orang termasuk putrinya.


“Kau tahu Jia seperti apa Lu, aku tidak ingin ia tersiksa karena bertepuk sebelah tangan. Dan apabila kalian menikah nantinya, pastinya iapun tidak bisa merasakan kebahagiaan. Aku tidak akan mempertaruhkan kebahagiaan putriku untuk obsesinya semata.”  (bahasa mandarin) Tegas Mr. Feng yang mengungkapkan perasaannya saat ini.


“Anda memanglah Ayah yang sangat baik, tapi apa anda bisa menjamin bahwa putri anda tidak melakukan di luar batas hanya untuk obsesinya?.”  (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen kepada Mr. Feng.


“Kau tak perlu takut soal itu Lu, hal itu sudah aku bicarakan dari bertahun-tahun yang lalu dengan Jiang Xi. Kau pikir selama ini kami tidak mengawasinya?. Kalau saja Jiang Xi tidak bertindak mungkin saja putriku masih menempel padamu sampai saat ini.”  (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang seketika membuat Lu Chen terdiam.


“Apa yang anda bicarakan?.”  (bahasa mandarin) Tanya Lu Chen yang masih terkejut dengan ucapan Mr. Feng.


“Apa kau terkejut?. Aku tahu hubunganmu renggang selama 10 tahun belakangan ini. Aku sangat tahu karakter Ibumu, dia paling tidak bisa membuat orang yang disayanginya menderita. Ia pasti memilih menanggungnya seorang diri. Dan aku pastikan selama ini ia diam-diam mengawasimu dan melakukan perlindungan terhadapmu.” (bahasa mandarin) Ungkap Mr. Feng yang makin membuat Lu Chen membatu.


Lu Chen sesaat mencerna semua perkataan dari Mr. Feng dan yang ada di benaknya saat ini adalah sikap acuh Mommynya yang selalu diperlihatkan kepadanya. Semua itu kembali terngiang dipikirannya berawal semenjak dirinya pindah ke Beijing. Namun dipikirannya juga terlintas atas sikap Jiang Xi yang mulai berbeda akhir-akhir ini kepadanya. Ia mulai menunjukkan sisi keibuannya kepada Lu Chen, namun mengapa dirinya masih belum bisa menerima ketulusan Mommynya itu?. Mulutnya masih terasa berat untuk memanggil Jiang Xi dengan panggilan Mommy. Apa semua karena sifat keras kepalanya?. Dan jika ia bisa berpikir seperti itu lantas apa bedanya dirinya dengan Ayahnya Jackson?. Dirinya dan Jackson sama-sama menjadi orang yang selalu menyakiti hati Jiang Xi, walau tak terlihat namun sakit di dalam, sama dengan ungkapan yang sering disebut-sebut yaitu "Sakit Tak Berdarah”.


“Lu, apa kau mendengarku?.”  (bahasa mandarin) Panggilan Mr. Feng yang menyadarkannya dari segala pikiran-pikiran yang memenuhi otaknya.


“Maaf Mr. Feng, aku terlalu banyak berpikir hingga tidak bisa fokus pada tujuan.” (bahasa mandarin) Maaf Lu Chen kepada Mr. Feng.


“Apa kau memikirkan perkataanku?.”  (bahasa mandarin) Tanya Mr. Feng menilisik ke arah Lu Chen.


“Iya, tentu saja aku harus mendengarkan dengan baik setiap perkataan anda.”  (bahasa mandarin) Jawab Lu Chen yang berusaha merekahkan senyumannya.

__ADS_1


“Aku tidak tahu pasti siapa dalang dibalik penculikkan yang menimpa Zahra kekasihmu. Walaupun di benakku sempat mencurigai putriku sendiri atas hal ini. Tapi aku tidak boleh gegabah, apalagi ini menyangkut nama baik keluarga kami. Untuk itu apa kau bisa menceritakan detail kejadiannya Lu?.”  (bahasa mandarin) Ucap Mr. Feng yang ingin Lu Chen menjabarkan kronologi kejadiannya.


“Dengan senang hati.” (bahasa mandarin) Ucap Lu Chen.


Lu Chenpun menceritakan kronologi kejadian yang menimpa Zahra dan juga Sunny Chen saat itu, baik dari sisi Zahra, Sunny maupun dirinya yang melihat langsung kejadian saat penggerebekan berlangsung. Dan iapun juga mencurigai para penculik bahwa kenyataannya mereka telah salah korban. Namun karena tidak adanya pengakuan dari para penculik hingga pihak kepolisian tak dapat menyimpulkan dengan pasti. Apalagi tanpa disertai bukti-bukti yang kuat, walaupun sampai saat ini para penculik tersebut masih ditahan atas tuduhan penculikkan dan juga pelecehan terhadap Zahra.


Lu Chen tak puas hanya dengan tuduhan penculikkan dan pelecehan saja, karena dirinya yakin bahwa semua ini pasti ada dalang di baliknya dan berhubungan dengan kasus yang terjadi kepadanya saat di Jakarta. Dan ia sangat yakin pelakunya tak akan berhenti sampai di sini saja untuk itu dia butuh orang yang memiliki jaringan mafia yang kuat untuk membantunya, salah satunya Mr. Feng. Ia tahu Mr. Feng pasti akan membantunya diingat dari hutang budinya kepada Mr. Zao Lu, kakeknya Lu Chen.


Dan percakapan merekapun diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk mencari bukti-bukti kepada orang terdekat terlebih dahulu. Karena bisa jadi peristiwa ini adalah ulah dari orang terdekat kita. Dan Mr. Feng berjanji akan mengerahkan pasukannya untuk mengatasi masalah ini.


***


“Bagaimana anak buahmu?.”  (bahasa mandarin) Suara wanita terdengar dari balik ponsel lelaki dengan codet di wajahnya.


“Mereka janji tidak akan pernah membuka suaranya untuk itu. Anda tenang saja!.”  (bahasa mandarin) Ucap lelaki bercodet itu.


“Kau tahu mulut bisa saja berbisa. Aku ingin kau menghabisi mereka secepatnya!. Jangan ada yang tersisa!.”  (bahasa mandarin) Pinta wanita itu.


“Bagaimana bisa?. Mereka di bawah pengawasan polisi. Anda sudah gila!.”  (bahasa mandarin) Ucap lelaki itu yang mulai mengeluarkan bulir keringat karena rasa takutnya.


“Jalankan saja perintahku!. Atau aku akan mengungkapkan identitas dirimu!.”  (bahasa mandarin) Ucap wanita yang seketika lelaki bercodet gemetar di buatnya.


“Akan saya pikirkan!. Tapi tolong beri saya waktu!.”  (bahasa mandarin) Ucap lelaki bercodet itu masih dengan tangan yang bergetar.


Entah apa yang ditakuti olehnya, nampaknya wanita yang berbicara dengannya adalah wanita yang memiliki kekuasaan tinggi hingga ucapannya seperti pisau tajam baginya.


Author

__ADS_1


Siapa wanita tersebut?. Lanjut ya guys!


__ADS_2