Cowok Cantik Milik Zahra

Cowok Cantik Milik Zahra
Kunjungan Tak Terduga


__ADS_3

Di sebuah Acara penghargaan


Alunan piano ber denting dengan indah di sebuah panggung megah di Kota Beijing.


Terlihat Lu Chen yang tampan seperti biasanya sedang menampilkan permainan pianonya yang memukau di sebuah acara penghargaan bergengsi yang ada di Cina. Permainan piano hebat yang ditampilkan Lu Chen diakhiri dengan tepukan meriah dari seluruh penonton yang ada di acara tersebut.


Setelah permainan pianonya, iapun melakukan performa selanjutnya dengan menari dan menyanyi dengan lagu terbarunya. Penampilan Lu Chen memang selalu dapat memukau semua orang, karena memang dirinya yang multitalenta dan juga memiliki aura yang luar biasa sehingga dapat menarik jutaan kaum hawa untuk mendekat kepadanya.


Lu Chen saat ini sedang menghadiri sebuah acara penghargaan yang di mana dirinya mendapatkan penghargaan sebagai “The Best Singer in China” Male Category. Dan acara inilah yang ditonton oleh Ibu dan Ayah Zahra, dan karena wajah Lu Chen yang seperti porcelain itu menjadi perdebatan antara keduanya.


***


Selesai perform dan menerima penghargaan Lu Chen kembali ke ruang gantinya dan melepas semua atribut yang melekat di tubuhnya. Masuklah Xiao Feng membawakan sebotol minuman untuk diminum oleh Lu Chen.


“Ahh!.” (suara Lu Chen yang menenggak minumannya karena kehausan)


“Bagaimana? Kamu sudah dapat kabar?. Ingat kamu sudah janji padaku!.” (bahasa mandarin) Lu Chen yang menagih janji dari Xiao Feng agar bisa mencari jalan untuk dirinya bertemu Zahra.


“Itu Lu.. jadwal mu sangat padat sepertinya tidak dalam waktu dekat ini. Maafkan aku.” (bahasa mandarin) Xiao Feng berkata sambil mengelus tengkuk lehernya untuk menghilangkan rasa bersalahnya terhadap Lu Chen.


“Aku yakin kamu memiliki jalan agar aku bisa bertemu dengannya!. Iya kan?.” (bahasa mandarin) Dengan kata-katanya Lu Chen mengancam Xiao Feng agar dirinya tidak ingkar janji.


Glek!


Xiao Feng menelan ludahnya, tanda dirinya benar-benar takut dengan ancaman Lu Chen.


Lu Chenpun melempar botol bekas minumannya dengan kasar ke arah tong sampah.


“Ku tunggu sampai besok! Dan kamu harus memberiku kabar secepatnya!.” (bahasa mandarin) Ancam Lu Chen kembali.


***


Zahra terlihat sedang sibuk menata masakan yang dibuat ayahnya. Iapun mengelap semua piring yang dirinya pakai untuk menaruh makanan dan mulai menata makanannya di depan TV.


Tiba-tiba saja suara bel pintu berbunyi.


Ting Tong!


“Siapa?.” Bu Mirna menuju arah pintu dan membuka pintu rumahnya. Dan tiba-tiba saja tubuhnya terdiam seperti patung melihat sosok yang ia lihat di depan matanya.


“Wah lelaki ini seperti porcelain Cina, ternyata lelaki seperti yang ada di TV memang benar-benar ada.” Batin Bu Mirna mengagumi sosok yang ada di depannya.


“Siapa Bu?.” Zahra pun yang tidak mendengar jawaban dari Ibunya itu memilih untuk mengeceknya ke depan pintu.

__ADS_1


Dan betapa kagetnya Zahra ternyata terlihat Robby Lu sedang di depan pintu rumahnya. Dan Zahra pun melihat Ibunya yang sedang tak berkedip melihat Robby di depan pintu.


“Oh hai Robby! Bagaimana kamu bisa ke sini?.” Tanya Zahra yang penasaran bagaimana Robby bisa tahu alamat rumahnya.


“Oh Hai Zahra! Boleh aku masuk terlebih dahulu?.” Sambil menatap bingung ke arah Bu Mirna yang masih tak berkedip melihat dirinya.


“Oh tentu saja! Tentu saja! Ajak masuk temannya dong Zahra!.” Ajak Bu Mirna yang mempersilahkan Robby untuk masuk ke dalam rumah.


“Maaf rumahku sangat sederhana.” Zahra membawa Robby masuk ke rumahnya yang memang sangat sederhana. Zahra pun meminta Robby untuk duduk lesehan di depan TV sambil menunggu dirinya yang sedang mempersiapkan makan malam.


“Maaf nak, rumah Ibu kecil, maaf kalau kamu gak nyaman. kebetulan makanan sudah siap, kamu sekalian makan ya!.” Ajak Bu Mirna yang meminta Robby untuk bergabung makan malam bersama.


Robby pun ikut makan malam bersama keluarga Zahra malam itu. Dan setelahnya Robby dan Zahra berbincang-bincang di halaman depan rumah Zahra yang dipenuhi tanaman pot kesayangan Bu Mirna.


“Bagaimana kabarmu?.” Tanya Robby kepada Zahra yang saat itu sedang asik menatap bintang di malam hari.


“Aku baik, kamu?.” Jawab Zahra yang tak ingin banyak berkata-kata.


“Maaf kalau kedatanganku mengganggu dirimu. Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja.” Kata-kata Robby yang penuh ke hati-hatian terhadap Zahra, takut jika menyinggung Zahra.


“Melihat keadaanku? Memang ada apa denganku? Aku baik-baik saja, kamu bisa lihat sendiri!.” Zahra berkata sambil berdiri dan memperlihatkan dirinya yang memang baik-baik saja.


“Memang itu maksudku, aku hanya ingin memastikan bahwa dirimu baik-baik saja. Dengan begitu aku akan merasa tenang.” Robby akhirnya menjelaskan kembali arti dari kata-katanya itu, takut Zahra salah paham kepadanya.


Sekitar pukul sembilan malam Robby pamit pulang dari rumah Zahra, dan pertemuan mereka berakhir dengan kata-kata Robby yang membuat Zahra tak bisa berkata-kata.


“Zahra, Jika tidak dengan Lu Chen? Bisakah jika dengan Ku?.” Robby yang berkata sambil tersenyum malu kepada Zahra.


“Ayolah Robby kamu jangan bercanda!.” Zahra yang tertawa menanggapi pertanyaan Robby.


Robby pun melihat reaksi Zahra yang seperti itu akhirnya memilih tertawa dan berkata bahwa dirinya hanya bercanda dengan pertanyaannya.


Akhirnya Robby pun pulang kembali ke apartemennya di Jakarta yang beberapa bulan ini tidak Ia tempati. Sebenarnya Robby belum memiliki pekerjaan yang harus ia urus di Jakarta, hanya karena Zahra iapun mencari-cari sejuta alasan untuk dipindahkan ke Jakarta.


Robby tahu semua gosip antara Lu Chen dan Jia Li dan Iapun tahu soal konferensi pers yang di gelar Lu Chen beberapa minggu lalu. Dan Robby pun mencoba untuk menghubungi Zahra namun tak berhasil sama seperti Lu Chen, hanya saja Robby memiliki kontak Amber yang merupakan sahabat terdekat Zahra dan akhirnya iapun berhasil mencari keberadaan Zahra. Dan disinilah sekarang dirinya berada, di kota kelahiran Zahra.


***


Siang harinya Zahra memutuskan untuk berjalan-jalan keliling kota Jakarta untuk melepaskan penat. Ia memilih bermain ke salah satu mall terbesar yang ada di Jakarta, saat itu ia masuk ke salah satu toko pakaian yang menjual berbagai model pakaian kerja. Maksud kedatangan Zahra hari ini adalah sekalian men-survey macam-macam model pakaian kantoran yang banyak di jual di pasaran.


Iapun menemukan pakaian cantik dan indah yang mengingatkan kepada Lu Chen kekasihnya.


“Pakaian ini cantik sekali, sangat cocok untuk Lu.” Sambil membayangkan Lu Chen memakainya. Namun seketika wajahnya berubah suram karena teringat dengan masalahnya akhir-akhir ini.

__ADS_1


Dan tiba-tiba disaat dirinya yang sedang asik memilih baju, ia dikejutkan dengan panggilan dirinya dari seseorang.


“Zahra?.” Terlihat wanita muda memanggilnya.


“Hey kamu?. Anita?.” Tanya Zahra yang menerka-nerka siapa wanita yang memanggilnya. Ternyata wanita itu adalah teman SMP Zahra dulu.


“Apa kabar?.” Sapa wanita yang bernama Anita tersebut kepada Zahra.


“Aku baik, kamu?.” Sapa Zahra kembali sambil mencium pipi kiri dan kanan Anita.


“Kamu berubah banget Zahra! Sekarang jadi cantik! Wow!. Sekarang sibuk apa?.” Tanya Anita yang terkesima dengan penampilan Zahra yang sudah jauh berbeda dari sepuluh tahun yang lalu.


“Aku membuka usaha fashion, yah kecil-kecilan.” Jawab Zahra yang sedikit merendah, padahal rancangannya sudah mulai merambah ke pasar internasional.


“Wow! Ternyata si kutu buku Zahra bisa ngerti fashion juga ya?. Kapan-kapan aku mau mampir ke toko mu. Boleh kan?.” Tanya Anita yang sedikit membuat Zahra merasa tersindir, karena memang dahulu Zahra bukanlah orang yang paham fashion.


“By The Way! Dua minggu lagi angkatan kita mau ngadain reuni. Kamu dateng kan?.” Ajak Anita yang ingin Zahra hadir dalam acara reuni SMP nya.


Namun Zahra yang memang tidak akrab dengan teman-teman di SMP nya itu, hanya bisa tersenyum simpul. Ia tidak ingin menjanjikan sesuatu yang belum tentu ia penuhi.


Dan akhirnya Zahra dan Anita saling bertukar kontak untuk dapat berkomunikasi ke depannya. Anita pun pamit undur diri karena sebenarnya ia sedang janjian dengan teman-teman masa kuliahnya dan Zahra pun kembali melakukan surveynya.


Di jalan Anita menerima panggilan dari seseorang, diapun mengangkat panggilan tersebut.


“Halo Sam!.” Panggil Anita untuk orang yang ada di sebrang telponnya.


“Kamu tenang aja aku udah list-in orang-orang yang bakal dateng ke acara reunian angkatan kita. By The Way tadi aku ketemu Zahra, itu loh si cupu dari kelas kita.” Ungkap Anita yang terkejut dengan penampilan Zahra yang sangat berbeda kepada pria di sebrang telponnya.


“Zahra! Iya Zahra! Dia sekarang udah beda banget! Penampilannya udah kayak artis papan atas! Kamu pasti bakal naksir sama dia Sam! Aku yakin!.” Anita yang terus meyakinkan pria yang bernama Sam tersebut.


“Aku bakal ajak dia ke reunian kita! Siapa tahu jodoh sama kamu?. Hahaha!! Pokoknya aku bakal jadiin kamu sama dia! Bisa jackpot nih!.” Anita mencoba menjodohkan pria tersebut dengan Zahra.


Percakapan Anita dan lelaki itu tak berakhir dan masih terus berjalan di sepanjang perjalanannya di mall menuju ke tempat janjian dirinya dengan teman-teman kuliahnya.


 


Author


Zahra mau dijodohin nih!


 


Dear Readers tercintaa... Othor gak bosan-bosannya ingetin tolong kasih like, gift dan jangan lupa pencet tombol votenya!!

__ADS_1


Wo Xihuan Ni!!


__ADS_2