
Pagi Itu Lu Chen pamit kepada orang tua Zahra untuk meminjam Zahra selama satu hari sepuasnya. Orang tua Zahrapun sebenarnya agak sedikit was was dengan permintaan Lu Chen karena mereka masih berpikir bahwa Lu Chen dan Zahra bukanlah pasangan suami istri takut mereka akan kebablasan. Namun Lu Chen dengan tegasnya mengatakan bahwa akan menjaga kehormatan putri mereka sampai dirinya mantap untuk meminang Zahra menjadi pasangannya kelak. Oleh karena itu Pak Sulam dan Bu Mirnapun memperbolehkan Lu Chen untuk membawa Zahra pergi.
“Bapak dan Ibu kami pamit pergi dulu!.” Lu Chen mencium punggung tangan ke dua orang tua Zahra menghormati budaya Indonesia yang melekat sejak dulu.
“Baiklah hati-hati Lu Chen dan Zahra!. Ingat pesan Ayah sama Ibu!.” Pinta Pak Sulam kepada Zahra dan Lu Chen, sambil Zahra mencium punggung tangan kedua orang tuanya kemudian.
Pak Sulam dan Bu Mirnapun melepas kepergian putrinya itu dengan lambaian tangan jauh dari depan pintu rumah, mereka melihat kedua pasangan itu menuju mobil mewah Lu Chen hingga mobil Lu Chen melesat pergi jauh dari rumah mereka.
“Ibu jadi ingat saat kita pacaran dulu.” Bu Mirna sambil menyeka airmatanya yang tak sengaja menetes dikala melepas kepergian putri satu-satunya itu.
“Dulu memang Ayah tampan seperti malaikat juga ya, Bu?.” Tanya Pak Sulam yang langsung membuat Bu Mirna terdiam karena heran.
“Iya, mirip kayak malaikat!. Malaikat pencabut nyawa!.” Geram Bu Mirna yang kesal dengan ayahnya yang merusak suasana sedihnya. Bu Mirna langsung bergegas pergi meninggalkan Pak Sulam menuju ke dalam rumah.
“Astaga Bu!. Masa Ayah disamakan dengan malaikat pencabut nyawa?.” Pak Sulam yang tidak terima dengan julukan malaikat pencabut nyawa yang diberikan oleh istrinya itu lalu menyusul Bu Mirna ke dalam rumah.
***
Tujuan Zahra saat itu adalah ke kantornya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menumpuk akibat absennya dia yang hampir setengah tahun menetap di Cina. Lu Chenpun setia menemaninya bekerja dengan duduk sambil membaca majalah yang tersedia di ruangan Zahra.
Tak lama terdengar ketukan dari luar ruangannya. Ternyata Ana yang membawakan beberapa minuman hangat untuk Lu Chen kekasih Zahra. Saat itu Ana menyajikan minuman dengan mata yang tak henti menatap ketampanan kekasih Zahra itu.
“Ehem!. Terima kasih tehnya!.” Deheman Lu Chen yang seketika membuat Ana menghentikan lamunannya, dan tersadar bahwa ia sudah tidak sopan dengan menatap lelaki milik atasannya.
“Oh maaf Bu Zahra!. Mas Lu Chen!. Kalau begitu saya permisi dulu.” Lalu dengan terburu-buru Ana langsung pergi dari ruangan Zahra.
Selepas kepergian Ana, Lu Chenpun tak dapat menahan tawanya.
“Hahahaha!.” Tawa Lu Chen yang terlepas dari mulutnya.
__ADS_1
“Kenapa tiba-tiba kamu tertawa?. Puas diperhatikan seperti itu?.” Kesal Zahra yang langsung memasang wajah judesnya.
“Tidak sayang, aku hanya merasa lucu, karena baru kali ini aku dipanggil mas. Rasanya sangat tidak cocok “mas Lu Chen”. Pfftt… hahahah!!.” Sambil mendekati Zahra dan memeluk kekasihnya itu yang masih fokus pada pekerjaannya.
“Ya sudah mulai sekarang aku akan memanggilmu mas!. Bolehkah?.” Pinta Zahra yang punya ide untuk memanggil Lu Chen dengan panggilan yang biasa digunakan orang Indonesia.
“Boleh juga!.” Ide Zahra yang diiyakan oleh Lu Chen karena menurutnya ide tersebut tidaklah buruk.
“Mas Lu Chen, mas… mas..” Ledek Zahra yang seketika membuat geli Lu Chen.
Namun tak berapa lama Ana datang kembali untuk menyampaikan pesan bahwa temannya yang bernama Anita datang berkunjung. Zahrapun lalu pergi ke toko butik miliknya yang ada di depan kantor.
“Hai Anita!. Ada apa kamu kemari?.” Tanya Zahra yang langsung membuat Anita menengok ka arahnya.
“Hai Zahra!. Maaf kedatanganku yang mendadak ini. Ada hal yang ingin aku sampaikan!.” Ucap Anita yang langsung ingin mengatakan maksud dan tujuannya menemui Zahra.
“Sebenarnya itu… aku ingin meminta maaf padamu. Karena masalah di reuni kemarin, soal Sam. Maaf, aku tidak tahu kamu sudah memiliki kekasih. Aku langsung memiliki ide untuk mendekatkanmu dengan Sam. Sekali lagi aku minta maaf Zahra!.” Sambil mengenggam tangan Zahra, Anita tulus meminta maaf.
Tak berapa lama Lu Chenpun terlihat masuk ke dalam butik milik Zahra dan menyapa Anita saat itu. Sontak membuat Anita terlihat membisu dan terlihat sedikit merasa tidak enak hati.
“Hai Anita!. Apa Sam itu yang duduk berada tepat di samping Zahra?.” Lu Chenpun bertanya yang langsung membuat wajah Anita sedikit pucat pasi.
“I.. itu.. sungguh aku minta maaf Zahra dan kak Jason!. Bukan maksudku mengganggu kalian!. Aku hanya tidak tahu kalian berdua memiliki hubungan!.” Ucap Anita yang berkata sambil menundukkan kepalanya. Ia tak menyangka seorang Jason Lu dapat memperlihat wajah marahnya yang sangat menakutkan padanya. Karena yang semua orang tahu Jason Lu adalah seorang yang sangat lembut dengan senyumannya yang seperti malaikat.
Zahra yang melihat raut wajah marah kekasihnya itu, lalu mencoba meredam kemarahannya.
“Sayang, Anita tidak salah dalam hal ini. Karena aku yang memang tidak memberitahu hubungan kita padanya.” Zahra menggengam tangan Lu Chen untuk meredam kemarahannya.
Anita saat itu dibuat terperangah dengan pemandangan manis antara Jason Lu dan Zahra, karena dirinya tak menyangka ternyata Jason Lu dan Zahra adalah pasangan yang sangat serasi.
__ADS_1
“Maaf ya Nit, aku yang salah karena tidak memberitahumu soal aku dan Lu. Iya kan mas? mas?.” Ucap Zahra sambil meledek ke arah Lu Chen yang masih memasang wajah marahnya. Dan akhirnya Lu Chen dapat membuat senyuman kembali diwajahnya walau sedikit terpaksa.
“Ra, sebenarnya tujuanku kemari juga ingin menyampaikan undangan ini.” Anita menyerahkan undangan pertunangannya kepada Zahra.
“Wah, ternyata benar kamu akan bertunangan?. Selamat ya!. Aku tidak janji akan menghadirinya karena ada project yang harus aku tangani selama beberapa bulan ke depan. Tapi akan aku usahakan!.” Ucap Zahra yang tak ingin mengecewakan Anita yang telah susah payah mengundangnya.
“Dan aku ingin kamu merancang gaun pengantinku nanti. Apakah bisa?.” Ungkap Anita yang ingin Zahra men-design gaun pengantinnya.
“Oh tentu saja!. Akupun disini memiliki beberapa asisten yang handal untuk membantumu. Akan aku pastikan kamu akan terlihat cantik saat di pestamu nanti.” Jawab Zahra yang senang dengan permintaan Anita dengan menunjuknya sebagai designer baju pengantinnya.
“Lalu kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?.” Tanya Anita yang langsung mengarah kepada Zahra dan Lu Chen.
“Ehem!. Aku rasa untuk saat ini kami belum memikirkannya. Karena kesibukkan Lu yang sangat padat.” Ungkap Zahra yang tak ingin Anita bertanya lebih lanjut.
“Tapi jika Zahra menginginkan sekarangpun aku tidak keberatan menikahinya.” Sambar Lu Chen yang seketika membuat Zahra membulatkan matanya karena terkejut dengan ucapan Lu Chen. Langsung iapun membungkam mulut kekasihnya itu dengan sebelah tangannya.
“Tidak dia hanya bercanda, Nit!. Namun jika hari itu terjadi kami pasti akan mengundangmu!.” Ucap Zahra yang membuat Anita sedikit tersenyum melihat reaksi pasangan manis yang ada di depannya.
Dan tak lamapun Anita pamit undur diri dari butik Zahra setelah lama membicarakan rencana pernikahannya yang akan digelar enam bulan ke depan. Selepas kepergian Anita, Lu Chenpun memasang wajah kesalnya kembali karena mengingat lelaki yang bernama Sam itu mencoba mendekati kekasihnya. Ternyata Lu Chen adalah kekasih yang sangat posesif, ia tidak rela kekasihnya disentuh dengan pria selain dirinya walaupun hanya seujung kuku. Dan lagi-lagi Zahra mencoba meredam kecemburuannya dengan panggilan baru Lu Chen.
“Bagaimana mas Lu Chen?. Mas.. mas… ” Lu Chen langsung pergi dari hadapan Zahra yang tidak tahan dengan panggilan barunya itu.
Author
Gimana mas Lu Chen?? 🤭🤣
__ADS_1