
Hari Sabtu, hari di mana pasangan lain bertemu dan berkencan Zahra justru menyibukkan dirinya di kantor untuk menyiapkan beberapa sketsa design yang akan di presentasikan Senin depan. Dua sahabatnya saja sibuk pergi berlibur dan bertemu sanak saudara, sedang Zahra yang memang jauh dari keluarga lebih memilih masuk ke kantor.
Tiba-tiba suara ponselnya pun berbunyi…
Nampak di layar ponsel panggilan video dari Bu Mirna ibunda tercintanya. Zahra pun yang melihat, langsung menghentikan kegiatannya dan menjawab panggilan video dari ibunya.
“Halo Bu!.” Dengan wajah yang bahagia Zahra menjawab panggilan dari Ibu Mirna yang memang sudah lama tidak bertemu.
“Halo sayang! Kamu apa kabar?. Ibu sama Ayah kangen. Kapan kamu pulang Zahra?.” Sapa Bu Mirna.
Memang Zahra sudah lama tidak menghubungi kedua orang tuanya sudah hampir dua bulan lamanya. Karena Zahra tidak ingin ke dua orang tuanya itu mengkhawatirkan dirinya.
“Iya, Bu. Maaf belum bisa kasih kabar. Sekarang Zahra lagi sibuk ngurus project selanjutnya. Sehabis project ini di setujui Zahra janji akan ke sana.” Zahra yang merasa tidak enak dengan kedua orang tuanya itu, berusaha memberikan alasan dirinya yang belum bisa kembali ke Jakarta.
“Iya nak! Ibu ngerti kok!. Eh sayang Ayah mau ngomong nih. Udah gak sabar.” Bu Mirna yang sudah risih karena ingin disela Pak Sulam yang berusaha ikut bergabung di video call.
“Eh Sayang! Ayah kangen! Ayah udah buatin ayam sambel mercon kesukaan kamu nih!.Tapi sayang kamu gak bisa kemari. Kalau dikirim via JN* sampe gak ya?.” Pak Sulam yang punya ide untuk ngirim makanan kesukaan anaknya lewat jasa antar.
“Ya ampun Ayah, yang ada makanan sampe udah jadi rempeyek!.” Zahra mengomentari ide Ayahnya itu dengan diselingi tawa kecil. Membuat Bu Mirna yang tak habis pikir dengan ide suaminya itu, akhirnya menepuk bahu Pak Sulam karena geregetan.
“Kamu di sana baik-baik aja kan, nak? Kok Ayah perhatiin wajahmu terlihat kusut. Banyak pikiran? Kalau pusing tinggalin aja kerjaan kamu, biar kamu di Jakarta aja sama Ayah dan Ibu. Ayah masih bisa kok menghidupi kalian berdua dengan uang hasil pensiunan.” Pak Sulam yang melihat wajah lesu anaknya membuat dirinya khawatir, karena biar bagaimanapun juga kebahagiaan anaknya lah yang terpenting daripada apapun.
“Enggak, Zahra cuma kelelahan aja. Ngomong-ngomong nanti Zahra akan kirimin sesuatu buat Ayah sama Ibu. Oleh-oleh dari Jessica, nanti aku kirimin paketnya segera. Zahra belum sempet ngirim!.” Zahra yang tiba-tiba teringat titipan barang dari Jessica untuk kedua orang tuanya di Jakarta.
“Gapapa nak, itu soal gampang yang penting kamu sehat-sehat di sana. Ayah sama Ibu udah seneng. Ngomong-ngomong nak, selamat ulang tahun ya sayang!.” Bu Mirna dan Pak Sulam mengucapkan selamat ulang tahun sambil memperlihatkan kue dan juga lilin kepada Zahra.
“Makasih Ayah! Ibu! Ya ampun Zahra lupa sama ulang tahun Zahra.” Zahra tidak menyangka bahwa Ayah dan Ibunya ingat hari ulang tahunnya. Padahal dirinya saja lupa, karena pikirannya akhir-akhir ini hanya ke pekerjaan dan juga Lu Chen.
__ADS_1
Percakapan merekapun berlangsung dengan haru biru karena selain melepas rindu, mereka juga sama-sama merayakan ulang tahun anak satu-satunya yaitu Zahra. Sampai akhirnya panggilan video merekapun selesai dengan saling melepaskan kecupan jauh.
***
Zahra yang sudah selesai merapihkan pekerjaan pun kembali ke mansion Jessica. Raganya letih diliputi pikirannya yang memang sangat lelah akhir-akhir ini. Ingin hati melepaskan penat bersama sahabat-sahabatnya tapi apa daya, dua sahabatnya itu lebih memilih berlibur bersama keluarga mereka masing-masing hingga tinggallah Zahra sendirian di mansion besar milik Jessica.
Rasa lelah pun menghinggapi Zahra, dan matanya yang sudah tidak kuat menahan kantuk itu akhirnya terlelap di tempat tidur mewahnya.
***
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Zahra akhirnya membuka matanya dan bangkit dari tempat tidur dan melihat ke arah jam di dinding kamarnya.
“Udah jam tujuh malam? Lama juga aku tidurnya?.” Zahra lalu ke kamar mandi dan membersihkan dirinya yang memang dari sepulang kerja belum mandi dan berganti pakaian.
Selepas berganti pakaian iapun memeriksa kembali notifikasi di ponselnya. Takut-takut kalau ada pesan dari klien, sahabatnya maupun Lu Chen. Tapi hasilnya nihil, ada sedikit rasa kecewa karena orang-orang penting di hidupnya tidak tahu kalau hari ini dirinya berulang tahun. Walaupun sebenarnya Lu Chen belum diberitahu oleh Zahra hari ulang tahunnya, karena Lu Chen tidak pernah menanyakannya.
Iapun perlahan menuruni tangga, dan kaget kalau ternyata di sekitar ruangan sangatlah gelap. Padahal biasanya para asisten rumah tangga tidak pernah membiarkan lampu dapur mati. Zahra pun meraba-raba letak keberadaan saklar yang ada di ruang dapur.
Tiba-tiba saja…
Glontang!!
Terdengar suara galon yang terjatuh dan menggelinding entah di mana.
Zahra pun sontak menaiki tangga kembali karena pada dasarnya ia sangat takut gelap. Sama halnya pada saat kompetisi lalu dirinya langsung memeluk Lu Chen saat lampu back stage tiba-tiba mati.
Namun suara perut Zahra tak bisa berbohong kali ini.
__ADS_1
KRukkk!!
Zahra benar-benar kelaparan, iapun nekad ke ruang dapur kembali. Namun saat di bawah tiba-tiba lampu menyala, dan terlihatlah Amber, Jessica, Jiazhen, dan ke dua asistennya Linda dan Sky membawa kue ulang tahun untuk Zahra.
“Selamat Ulang Tahun Zahra!.” (bahasa mandarin) Zahra pun dibuat kaget sekaligus terharu dengan kehadiran sahabat-sahabatnya itu, iapun menutup mulutnya saking kagetnya.
Hingga tiba-tiba terdengar suara orang bernyanyi menghampiri Zahra dari kejauhan.
Tampaklah Lu Chen beserta Xiao Feng membawa hand bouquet dan kotak hadiah. Tak terasa air mata Zahra terjatuh, orang yang memenuhi pikirannya akhir-akhir ini datang dan memberi kejutan di hari spesialnya. Lu Chenpun mendekat ke arah Zahra dan memberikan hand bouquet bunga matahari kesukaan Zahra dan memeluk kekasihnya itu.
“Selamat ulang tahun sayang!.” Lu Chenpun mengecup bibir Zahra dengan manisnya.
Orang-orang yang melihat kemesraan mereka berdua pun, bersorak gembira dan menaburkan confettie di sekeliling mereka.
Kini tibalah saatnya Lu Chen memberikan kado istimewanya kepada Zahra. Dan Zahra pun membukanya dengan hati-hati, ternyata isi kotak itu adalah gantungan Cu pat Kai versi mini. Zahra pun semakin merasa terharu dengan hadiah tersebut, dirinya tahu maksud dari Lu Chen memberikan hadiah itu kepadanya.
Lu Chen masih ingat awal pertama dirinya bertemu dengan Zahra adalah karena gantungan kunci babi tersebut. Dan gantungan itu masih ia simpan sampai detik ini, dan ditambah satu lagi pemberian dari Lu Chen dengan versi yang berbeda membuat hatinya semakin bahagia.
“Aku tahu mungkin kalau perhiasan biasa tidak akan senilai dengan gantungan ini. Kamu tahu maksudku ‘kan?.” Zahra pun menerima hadiah pemberian Lu Chen dan langsung mengecup bibirnya.
“Ya ampun!! Uhuy! Mesra Abis!!. Teriak Amber yang gemas dengan kemesraan mereka berdua.
Pesta ulang tahun Zahra pun berlangsung secara sederhana tapi meriah. Jiazhen sudah menyiapkan koki asal Indonesia untuk menyambut para tamu kecilnya itu, pesta pun dipenuhi menu santapan barbeque dan juga masakan asli Indonesia terutama menu masakan sunda kesukaan Zahra. Membuat Zahra yang memang sangat rindu dengan tanah airnya itu menjadi semakin terharu dan bahagia.
Author
Guys! Dukung Othor ya! Dengan Cara Kasih like, gift, vote dan comment ya!
__ADS_1